
"Perkenalkan, namaku adalah Chu Yinglei. " Ucap pria tampan yang ada di ujung dan memiliki jarak paling jauh.
"Senang bertemu dengan Di San Shaoye (Tuan Muda ketiga). " Ucapnya dengan tenang.
(Di San Shao Ye (第三少爷) )
"Namaku adalah Chu Jing. "
"Namaku adalah Chu Xian. "
"Namaku adalah Chu Fei. "
Mendengar nama Chu Fei ini, Lin Qiaofeng hampir tertawa, ini adalah nama seorang gadis. Kenapa yang menggunakan nya adalah seorang pria bertubuh kekar ?
Tapi, karena Lin Qiaofeng mengetahui sopan santun dengan baik, jadi Lin Qiaofeng hanya tersenyum tipis sebagai bentuk kesopanan.
"Perkenalkan, namaku adalah Chu Feng. Aku paling muda disini, mungkin lebih muda dari Nona Lin. " Ucap pria muda yang ramah.
"Senang bertemu denganmu, Di Shi'er Shaoye (Tuan Muda kedua belas)." Ucapnya dengan santai.
(Sedikit peringatan disini, maaf agak rumit untuk panggilan karena akan dua belas orang yang berada disini, jadi menggunakan urutan tidak hanya langsung tuan muda saja. Tapi, tenang akan ada penjelasan singkat di sampingnya, terimakasih !)
"Aku adalah urutan ke sebelas, hanya sedikit lebih tua dari Chu Feng, Chu Haocun. " Ucap pria dengan wajah dingin.
"Aku harap bisa bekerja sama dengan Di Shi'yi Shaoye (Tuan Muda kesebelas). "
"Aku Chu Ling. " Orang yang terakhir memperkenalkan diri dan menyebut dirinya sebagai Tuan muda Ketujuh.
"Lin Xiaojie pasti sudah tahu bukan aku dan saudaraku yang ini, meskipun nama resmi nya adalah Bei Zhao. Tapi, jika dia berada disini maka nama panggilannya adalah Chu Haoran, Tuan Muda kedua. " Ucap Chu Huli memperkenalkan Bei Zhao.
Lin Qiaofeng memandang Bei Zhao dengan senyum tipis dan tidak ada emosi apapun di wajahnya, hanya saja dia merasa bahwa nama Chu Haoran sangat cocok dengan karakternya.
(Haoran : agung dan berkuasa. )
"Aku sangat senang karena bisa bertemu dengan Di Er Shaoye (Tuan Muda kedua) secara langsung. " Ucapnya dengan lembut.
Sekarang, Lin Qiaofeng telah mengetahui segala urutan yang ada di dalam Paviliun Qiao Yao. Lin Qiaofeng di perkenalkan dengan tiga orang yang sedang berkeliaran di luar.
Meskipun tidak tahu wajahnya, tapi paling tidak tahu namanya dan urutannya agar tidak salah memanggil Bagaimanapun disini dipanggil sesuai dengan urutan.
__ADS_1
Semakin tinggi urutan mereka maka semakin senior mereka meskipun Chu Huli yang menjadi ketua Paviliun, tapi kekuatan Da Shaoye (Tuan Muda Tertua) tidak bisa di remehkan.
Lalu, hal yang menjadi penyebab kenapa Chu Huli bisa menjadi Ketua Paviliun adalah karena pemilik Paviliun sebelumnya adalah ayah Chu Huli.
Mereka mulai makan dengan tenang, semuanya tampak anggun layaknya di latih sejak mereka kecil. Bahkan sikap makan keluarga Kekaisaran tidak bisa di bandingkan.
Kesopanan semacam ini, membuatnya salah tingkah. Lin Qiaofeng tidak terbiasa dengan kesopanan semacam ini sehingga merasa kurang nyaman tapi tidak menunjukkan nya.
Setelah acara makan selesai , Chu Huli tiba tiba menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan yang membuatnya bingung.
"Apa yang di inginkan oleh Lin Xiaojie sebelumnya ?" Tanya Chu Huli.
Mendengar pertanyaan Chu Huli membuatnya terdiam, dia sebelumnya ingin meminta bantuan Chu Huli untuk mengacau di pernikahan Bei Zhao.
Tapi, tidak menyangka bahwa ada orangnya disini, jadi dia tentu saja tidak setidak tahu malu itu untuk meminta bantuan untuk menghancurkan acara pernikahan di depan orangnya langsung.
"Tidak jadi, maaf membuat Di Wu Shaoye (Tuan muda kelima) menjadi gelisah. " Ucapnya.
"Itu bukan masalah besar, tapi saudaraku meminta bantuan Lin Xiaojie tidak tahu apakah Lin Xiaojie bersedia atau tidak. " Ucap Chu Huli.
"Apa yang bisa kubantu ?" Tanya nya dengan tenang.
Lin Qiaofeng yang mendengar ini tertawa kecil dan bertepuk tangan.
"Sepertinya pernikahan ini memang tidak boleh di langsungkan, kedua belah pihak menolak untuk menikah, bukankah ini lucu ? " Tanya nya sambil tertawa.
"Putri Mahkota Dinasti Tang ? Lin Xiaojie mengenal Putri Mahkota Dinasti Tang ?" Tanya Chu Huli dengan terkejut.
"Lin Yue adalah saudarinya. " Ucap Bei Zhao menyela lebih dahulu.
Lin Qiaofeng yang mendengar ini mengangguk ngangguk dengan santai.
"Aku tidak akan mengacau di hari pernikahan atau pertunangan kalian, tapi hari itu tidak akan datang. " Ucapnya dengan senyum penuh makna.
"Apa yang akan dilakukan oleh Lin Xiaojie?" Tanya Chu Huli dengan kerutan di dahi.
"Tentu saja sebuah hal yang besar, jika Kaisar tanpa sengaja membunuh seorang urusan dari Dinasti Tang. Kedua belah pihak akan memanas, mereka akan saling mengacungkan pedang. Jangankan menikahi putri kesayangannya, aku takut Kaisar Lin Xi akan langsung membawa pasukan menuju Dinasti Qin. " Ucapnya dengan tawa jahat.
"Bagaimana cara Lin Xiaojie agar Kaisar membunuh utusan dari Dinasti Tang ?" Tanya Bei Zhao dengan kerutan di dahi.
__ADS_1
"Tentu saja menyamar sebagai salah satu selir kesayangan Kaisar, Selir Yanping. " Ucapnya dengan senyum lebar.
Wajah Bei Zhao berubah menjadi muram sementara dia hanya diam saja meskipun tahu alasannya, dia hanya ingin melihat seberapa lama Bei Zhao bertahan.
"Jangan ! Tidak perlu melakukan itu, aku akan memimpin pasukan ku ke istana !" Ucap Bei Zhao dengan tegas.
"Kenapa harus repot repot melakukan hal yang sulit apabila hal yang mudah bisa di lakukan ? Di Er Shaoye (Tuan Muda Kedua) jangan membuang waktu untuk hal yang tidak berguna. "Peringatnya pada Bei Zhao.
Tidak lama, seorang bawahan naik ke lantai tiga dengan nafas yang terengah engah.
"Ibukota saat ini di gemparkan oleh berita yang dibuat oleh Ibu Suri dan Permaisuri atas pemerintahan penangkapan Zhou Beishang ! Bahkan Kaisar telah mengeluarkan dekrit Kekaisaran, siapapun yang berhasil menangkap hidup hidup akan mendapatkan 5000 Tael Emas dengan 100 gulungan sutra tingkat tinggi. " Ucap bawahan itu.
Lin Qiaofeng yang mendengar ini tertawa terbahak bahak dan bertepuk tangan, akhirnya rencana yang telah dia susun mulai berjalan.
Surat dari Lan Xiang untuk Ibu Suri yang telah ditahan olehnya pasti telah sampai di tangan Ibu Suri dan pada saat itu, Ibu Suri akan merasa ketakutan.
Ini adalah puncaknya, Ibu Suri selalu berada di bawah bayang bayangnya untuk membalas dendam. Sementara Permaisuri sendiri adalah antek antek Ibu Suri, jadi ini semua adalah hal yang lucu.
Lin Qiaofeng tidak melakukan apapun selain mengirim surat ancaman itu dan Ibu Suri sudah ketakutan sampai sampai memberi perintah penangkapan terhadap dirinya.
"Rencana yang telah ku jalankan selama ini telah terbentuk , aku harap bisa bertemu dengan para Shaoye secepat mungkin di masa depan. " Salamnya, dia berdiri dan berjalan pergi.
Saat Lin Qiaofeng baru melangkah di tangga, sebuah tangan menahan dirinya. Dia menoleh dan melihat bahwa itu adalah Bei Zhao.
"Apa yang terjadi ?" Tanya nya dengan ramah.
"Zhou Beishang, jangan berpura pura seolah olah kamu tidak tahu ! Kamu tidak tahu seberapa khawatir aku tentangmu !" Ucap Bei Zhao dengan marah.
"Kenapa kamu harus khawatir ? Tidak ada yang menyuruh mu untuk khawatir tentangku, lebih baik khawatirkan dirimu sendiri. Aku hanya memberimu satu tahun, satu tahun adalah waktu yang singkat tapi bisa merubah segalanya. Sampai bertemu di masa depan, lebih baik khawatirkan dirimu sendiri, karena jalan di depan masih panjang. Rawat dirimu dengan baik, karena peperangan telah di depan mata. " Ucapnya dengan lembut dan menepuk nepuk pipi Bei Zhao sebelum akhirnya berjalan pergi.
Kata katanya memang terdengar kejam, tapi itu adalah yang terbaik untuk Bei Zhao. Jika Bei Zhao berlarut larut dalam kesedihan maka kesehatan nya akan berkurang.
Sementara, Bei Zhao adalah seorang jenderal. Jika Dinasti Qin diserang oleh Dinasti Tang, maka Bei Zhao adalah orang pertama yang diutus untuk pergi ke perbatasan.
Dia takut, jika hal tersebut terjadi, Bei Zhao akan terbunuh di perbatasan bahkan sebelum dia sempat mengendalikan situasi.
Pada saat itu, dia akan merasa bersalah. Dia lebih senang mengucapkan kata kata yang menyakitkan daripada merasa bersalah karena kelalaiannya.
Untuk saat ini, dia tidak berani menerima perasaan Bei Zhao bukan karena dia tidak menyadari perasaannya sendiri melainkan karena ketakutan yang mengurungnya.
__ADS_1