
Mereka kembali ke Apartemen Bei Zhao dengan seorang tamu tambahan yang sebenarnya tidak di inginkan, tapi Bei Zhao tidak tega untuk membiarkan Murong Yan sendirian di luar.
"Bei Zhao, tunggu sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Murong Yan. " Ucap Lin Beishang.
Bei Zhao mengangguk dan berjalan pergi sementara Lin Beishang mengajak Murong Yan untuk masuk ke dalam kamarnya lalu mengunci pintu.
"Mari berterus terang, apa yang kamu inginkan sampai sampai terus mengikuti ku dengan Bei Zhao ?" Tanya Lin Beishang dengan dingin.
"Karena aku takut di hukum. " Ucap Murong Yan dengan wajah yang memelas, tapi tidak ada belas kasihan dalam mata Lin Beishang, itu hanya menunjukkan kekejaman dan ketajaman tanpa batas, seolah olah Lin Beishang sedang berhadapan dengan musuh bebuyutannya.
"Ketakutan tidak akan mampu menarik mu dari kebiasaan burukmu, katakan dengan jelas atau kamu akan menyesal karena telah melakukan ini. " Ucap Lin Beishang membelakangi Murong Yan.
Sebuah pisau di arahkan ke punggungnya, itu ditekan tapi tidak sampai menembus kulitnya. Lin Beishang juga tidak panik dalam kondisi ini.
"Jadi...... kamu diperintah kan oleh Tuan barumu untuk mengikuti ku, bukan ?" Tanya Lin Beishang dengan senyum tipis di wajahnya.
Sayangnya, Lin Beishang tidak bisa melihat ekspresi kesakitan dalam wajah Murong Yan, paling tidak ini adalah wajah dari tubuh anak kecil yang diambil oleh Murong Yan.
Itu tampak memancarkan kesakitan dan kebencian, seolah olah telah di khianati oleh seseorang. Anak kecil biasa tidak akan mampu untuk mengeluarkan ekspresi serumit ini.
"Inikah yang kamu harapkan ?" Tanya Murong Yan dengan suara serak dan tatapan nya menjadi redup.
Suara pisau yang jatuh terdengar dari belakang, tekanan di punggungnya juga telah hilang. Mendengar suara rumit milik Murong Yan membuat Lin Beishang merasa bingung.
"Kamu tidak pernah percaya padaku, itu adalah kesalahan mu. Di masa lalu, selama bertahun-tahun aku bekerja sama denganmu tapi pada akhirnya, aku tidak lebih dari Roh yang jahat di matamu. " Ucap Murong Yan dengan kemarahan yang ditekan.
"Kamu selalu memprediksi pikiran orang lain, tapi tidak pernah memprediksi pikiranku. Kamu selalu berpikir bahwa aku adalah ancaman, tapi tidak pernah berpikir bahwa aku sebenarnya juga tidak menginginkan hal ini. " Lanjut Murong Yan.
"Apa maksudmu ?" Tanya Lin Beishang dengan ragu.
"Semua yang aku lakukan sebelumnya, bukanlah kehendakku tapi aku tidak bisa mengendalikan diriku lagi. Aku tahu bahwa kamu tidak akan percaya denganku jadi aku akan mengatakan ini padamu. Aku berharap bahwa kamu bisa membawaku kembali seperti dahulu karena aku benar benar tidak ingin membunuh orang lebih banyak lagi. Terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk mendengar keluh kesahku, saat ini aku akan pergi. " Ucap Murong Yan.
Murong Yan membuka pintu lalu berjalan pergi, tampaknya Murong Yan berjalan keluar dari Apartemen Bei Zhao.
Sementara Lin Beishang berbalik dan menatap kepergian Murong Yan dengan tatapan sedih lalu duduk di tepi ranjang miliknya.
"Kamu benar, aku adalah orang yang tidak mengerti orang lain. Aku hanya menebak dan menjadi orang yang egois, aku tidak layak untuk semuanya tapi aku memaksakan diri. " Ucap Lin Beishang dengan suara yang bergetar.
"Aku benar benar tidak dapat mengerti kamu, kamu telah membantuku di kehidupan lalu tapi kali ini, aku benar benar tidak bisa membantumu. " Lanjut Lin Beishang dengan lirih.
Lalu, Bei Zhao datang dari luar dan berjalan masuk ke dalam kamar miliknya dan melihat ke arahnya dengan tatapan yang tidak dapat di mengerti.
"Ada apa ? Apa yang terjadi ? Kemana Murong Yan ?" Tanya Bei Zhao.
Lin Beishang tertawa sedih dan menjelaskan apa yang terjadi, Lin Beishang tahu bahwa dia memiliki sebuah kelemahan, yaitu tidak akan pernah bisa mempercayai orang asing.
Tapi, Murong Yan tidak seharusnya masuk ke dalam daftar orang asing. Tanpa bantuan dari Murong Yan, maka dia sudah akan mati tanpa mayat utuh di kehidupan lalu dan Bei Zhao juga tidak akan sembuh dari penyakitnya.
Hanya saja, Lin Beishang benar benar merasa curiga pada Murong Yan saat ini dan tidak tahu harus bertindak bagaimana.
"Ada baiknya jika kamu mengejarnya, dia tampaknya sangat baik. Ketika kamu pergi untuk menangani orang yang mengikuti kita, Murong Yan berkata bahwa kamu adalah Tuan terbaik baginya. " Ucap Bei Zhao.
"Ketika pada saat itu, dia tampak mengeluh tentang Tuan barunya lalu bercanda jadi aku berpikir bahwa dia hanya bercanda saja, tapi jika dilihat dari kondisi saat ini maka kemungkinan besar itu benar. Dimata Tuan baru nya saat ini, dia tidak lebih dari alat pembunuh. Tapi, di tanganmu , itu bisa sebagai penangkal racun dan mengobati. " Lanjut Bei Zhao.
Lin Beishang melihat pisau yang tergeletak di tanah dengan bergetar lalu menggigit bibirnya, Murong Yan akan bisa membunuhnya jika pria itu menginginkannya.
Tapi, pada akhirnya Murong Yan masih menjatuhkan pisau itu. Lin Beishang berlari keluar dari apartement Bei Zhao dan mencari ke kanan dan ke kiri, tapi tidak ada jejak kehidupan disana.
Lin Beishang berlari ke arah lift dan turun sampai ke lantai dasar, Lin Beishang melihat di lantai paling dasar apartemen tapi tidak bisa menemukan bayangan anak anak.
Jadi dia berlari keluar ditengah kegelapan dan melihat ke kanan dan ke kiri, arah mana yang harus dia pilih ?
__ADS_1
Hatinya mengatakan ke kiri dan Lin Beishang berlari kesana, semakin dalam semakin gelap, lorong sempit ini terlalu menyesakkan.
Lin Beishang telah berjalan lebih dalam sampai akhirnya mendengarkan suara kemarahan anak kecil.
"Katakan padanya ! Aku tidak ingin mengikutinya lagi !" Ucap suara anak kecil itu.
Lin Beishang mendekat tanpa suara dan melihat Murong Yan yang diikat dan ada 2 orang pria bertubuh kekar yang berusaha untuk menangkap Murong Yan, masing masing dari mereka menggunakan sarung tangan.
Itu berarti, orang orang ini bukan penculik anak anak biasa melainkan orang yang benar benar mengetahui identitas Murong Yan.
Murong Yan ini, saat ini sedang menyamar sebagai anak kecil, bagaimana mungkin orang orang ini bisa mengetahuinya ? Apakah itu karena Tuan baru Murong Yan ?
"Nona mengatakan asalkan kamu mengikuti ini, maka nyawamu akan bisa di selamatkan. "Ucap salah satu orang itu mengeluarkan sebuah kalung.
Murong Yan tampaknya menjerit kesakitan setelah kalung itu diangkat, Lin Beishang melihat mata Murong Yan yang memerah.
Lin Beishang menajamkan pandangannya dan menemukan bahwa itu adalah kalung dengan liontin yang berisikan darah, jika dia tidak salah menebak maka itu adalah Darah Seribu Racun.
Roh Racun Gu selalu meminum Darah Racun Gu setiap 3 hari, itu adalah fakta yang dia ketahui dengan jelas, tampaknya saat ini jangka waktu nya sudah habis.
Lin Beishang memandang ke arah Murong Yan dengan ragu, apa yang harus dia lakukan ? Menyelamatkan atau meninggalkan ?
Jujur saja , Lin Beishang tidak ingin lagi terlibat dengan Racun Gu , tapi jika melihat ini maka membuat hati nuraninya tidak tahan dan merasa terluka.
Murong Yan tampak menggila tapi tidak ada yang bisa dilakukan dibawah ikatan tali yang sangat rapat itu.
Walaupun dalam siksaan semacam itu, Murong Yan masih menolak untuk ikut dengan kedua orang itu.
"Sejak kapan kamu menjadi sangat suka membantah keinginan Nona ?" Tanya Salah satu dari dua orang itu dengan jengkel.
"Aku menolak untuk membunuh lagi !!!" Ucap Murong Yan meraung kesakitan.
Yang lain langsung menyadari hal ini dan berusaha untuk menyerangnya dengan sebuah pedang pendek.
Tapi, Lin Beishang menghindarinya dengan lincah, mereka berdua bertarung cukup sengit sebelum akhirnya kalung yang berisikan darah Seribu Racun itu jatuh.
"Tidak !!" Lin Beishang berteriak dengan sedih ketika melihat Darah Seribu Racun yang tumpah itu.
Lin Beishang mengakhiri ini dengan cepat ketika melihat Murong Yan yang merangkak mendekati Darah Seribu Racun yang tumpah itu.
Lin Beishang menahan tubuh Murong Yan dan memeluk tubuh anak anak Murong Yan dengan erat.
"Lepaskan, lepaskan. " Ucap Murong Yan dengan lemah.
Murong Yan tampak memberontak dari pelukannya yang erat tapi Lin Beishang menolak untuk melakukan itu, kesedihan membanjiri hatinya.
Lin Beishang sadar pada saat ini, bahwa selain Lan Xiang, Murong Yan ini adalah orang yang secara tidak langsung telah mendukung hari harinya yang berat di dalam Kediaman Perdana Menteri Zhou.
Sebelum menikah dengan Bei Zhao, Murong Yan dan Lan Xiang adalah orang yang menemaninya walaupun Murong Yan tidak menampakkan diri secara langsung dan menemaninya seperti yang dilakukan Lan Xiang.
Air mata menetes dari wajah Lin Beishang dan rasa sakit tampak di matanya, melihat ekspresi kesakitan milik Murong Yan.
"Lepaskan aku atau aku akan menyatu ke dalam dirimu sekali lagi dan kamu akan menderita lagi, seperti di masa lalu. Untuk terus bertahan hidup, maka aku harus menggunakan seseorang untuk mengembangkan Darah Seribu Racun. Aku tidak ingin kamu jatuh ke dalam lubang yang sama untuk sekali lagi. " Ucap Murong Yan dengan wajah yang pucat.
"Tidak ! Jika aku melepaskan mu maka apa yang akan kamu lakukan ?!" Tanya Lin Beishang dengan putus asa.
Lin Beishang mengambil pisau lipat miliknya dan menggores tangan miliknya dan menyerahkannya pada Murong Yan.
"Kamu.... gila. " Ucap Murong Yan sambil menatapnya dengan sedih.
"Ya , aku telah gila sejak lama ! Bagaimana mungkin kamu baru menyadarinya sekarang ?" Tanya Lin Beishang dengan sedih.
__ADS_1
Murong Yan menatap Lin Beishang sekali lagi dan menolak untuk menghisap darah miliknya , Lin Beishang yang melihat ini tidak sabar dan menempelkan lengannya ke bibir Murong Yan dengan paksa dan gigi taring Murong Yan menancap di dalam lengan Lin Beishang.
Lin Beishang tampak mengerutkan dahi sejenak sementara Murong Yan tampak sangat sedih sampai mengalirkan air mata, Murong Yan melepaskan gigitannya dengan paksa dan melihat Lin Beishang yang menahan rasa sakit.
Lin Beishang masih menolak untuk melepaskan Murong Yan. Alasan kenapa Racun Gu harus diminum selama 365 hari adalah karena agar rasa sakit dapat berkurang.
Tapi, saat ini ketika mendapatkan Racun Gu langsung dari sumbernya yang paling murni. Darah nya berubah menjadi Darah Seribu Racun sekali lagi dan Racun Gu menggerogoti tubuh Lin Beishang.
Pelukan Lin Beishang pada Murong Yan tampak sedikit melemah dan Murong Yan berhasil melepaskan diri lalu berlutut di samping Lin Beishang dengan sedih.
"Kenapa kamu melakukan ini ?! Kau tahu apa akibatnya ? Kau bisa mati karena ini !" Ucap Murong Yan dengan putus asa.
"Hal yang paling tidak tertahankan adalah melihat orang terdekatku menderita. Seperti Bei Zhao, kamu, Lan Xiang, Yang Xin, Lin Yue, dan Ye Xushi. Semuanya adalah orang yang paling terdekat denganku, rasa sakit ini bukan apa apa. Tidak apa apa, jangan menangis aku sudah terbiasa. " Ucap Lin Beishang dengan senyum manis.
Lin Beishang menyenderkan kepalanya di dinding batu dan tampak semakin melemah dari waktu ke waktu.
"Aku akan tidur sebentar, jangan berlari sembarangan. " Ucap Lin Beishang.
"Beishang !!!" Raung Murong Yan dengan kesakitan, Murong Yan merasa sakit melihat orang yang telah bersamanya selama bertahun-tahun harus menanggung semua ini.
Dari sekian banyak Tuan Murong Yan, ditangan Lin Beishang, Murong Yan merasa bahwa dirinya baik dan berharga.
Suara handphone Lin Beishang berdering dan Murong Yan memegangnya dengan bergetar lalu mengangkatnya.
"Kamu dimana Beishang ?" Tanya suara khawatir di seberang sana.
"Datanglah ke lorong gelap sebelah Apartement mu." Ucap Murong Yan dengan gemetar dan mematikan sambungan telepon.
Tidak lama, terdengar suara langkah kaki yang terburu buru dan Bei Zhao datang hanya untuk melihat Murong Yan yang berlutut di samping tubuh Lin Beishang sambil menangis.
"Apa yang terjadi ? " Tanya Bei Zhao dengan khawatir dan memeriksa Lin Beishang.
"Ini semua karena aku, Racun Gu.... Racun Gu masuk ke dalam tubuhnya sekali lagi !" Ucap Murong Yan dengan sedih.
Bei Zhao merasa darahnya naik tapi menahan diri untuk tidak marah, Bei Zhao tahu bahwa tidak peduli dia memarahi Murong Yan, itu tidak akan bisa mengembalikan keadaan Lin Beishang.
Bei Zhao juga menyadari bahwa Lin Beishang melakukan ini pasti dalam kehendaknya sendiri, sekarang yang paling penting adalah untuk mempertahankan nyawa Lin Beishang.
"Kamu ikut denganku dan carilah di telepon atas nama Lan Xiang, minta dia datang ke rumah sakit di dekat sini. " Ucap Bei Zhao.
Murong Yan mengangguk dan mengambil telepon Lin Beishang lalu menekan yang memiliki nama Lan Xiang di atasnya.
"Halo ? Kenapa menelpon ku malam malam seperti ini ? Apakah kamu merindukanku ?" Tanya Lan Xiang dengan suara orang khas mengantuk.
"Lin Beishang berada di dalam Rumah Sakit xxx dan sedang dirawat. Kamu sebaiknya segera datang kemari. " Ucap Murong Yan dan telepon dimatikan olehnya.
"Apakah kamu akan ikut masuk atau tidak ?" Tanya Bei Zhao pada Murong Yan.
"Aku akan menunggu Lan Xiang disini. " Ucap Murong Yan berdiri di dekat pintu masuk.
"Hm, jaga dirimu baik baik. " Ucap Bei Zhao dan tidak menunda lagi.
Sementara Bei Zhao berjalan masuk dengan tubuh Lin Beishang yang tampak kaku itu, Murong Yan duduk di tepi kolam ikan dan melihat tampilannya sendiri dengan menyedihkan.
"Orang orang mengatakan bahwa ini adalah hasil dari tubuh yang aku rampas tapi pada akhirnya itu salah. Ini adalah hadiah dari langit yang diberikan padaku, tapi kenapa dengan tubuh ini aku membawa malapetaka kemana mana ?" Tanya Murong Yan dengan kesedihan yang luar biasa.
"Bukan aku yang menginginkan untuk menyakiti orang lain, aku hanya ingin berteman dengan orang lain. Tapi, setiap orang yang mengenai tanganku akan terkena Racun Gu. Aku juga tidak ingin menyakiti Beishang tapi pada kenyataan nya aku masih menyakitinya untuk sekali lagi, kali ini aku sangat berharap bahwa kamu akan baik baik saja. " Gumam Murong Yan sambil melihat langit yang tampak kosong, tanpa ada bintang atau bulan.
...----------------...
Note : masih ada 1 chapter lagi ya
__ADS_1