
(Masih flashback)
Setiap hari, Yang Xin akan menyiapkan tempat duduk untuk Lin Yue dan Lin Yue berlaku seperti sebelumnya dan mengejar Yang Xin sebelum akhirnya setelah beberapa hari atau tepatnya 1 minggu.
Besok adalah perayaan satu bulan Lin Yue sebagai murid Sekte Pedang Surgawi, saat ini Lin Yue sedang berjalan dengan tenang menuju ruangan Yang Xin.
Didalam sana, Yang Xin sedang memeluk sebuah lukisan yang bergambar dengan wajah yang sangat cantik dan lembut.
Lin Yue yang melihat gambaran itu di sela pintu dan menatap dengan tatapan sedih , hatinya terasa seperti teriris oleh pisau tajam.
"Jie, kemana kamu sebenarnya ? Jika itu memang kamu kenapa kamu tidak mau mengakuiku ? Jie, aku menemukan seorang murid yang mirip denganmu. Dengan begini, aku bisa melampiaskan rasa rinduku padamu, tapi lama kelamaan aku menyadari bahwa dia tidak sama denganmu. " Ucap Yang Xin di dalam ruangan itu.
Lin Yue tersenyum sedih dan setetes air mata mengalir dari kelopak matanya, Lin Yue menyeka air matanya dengan kasar dan mengetuk pintu.
"Masuk !" Balas suara di dalam.
Lin Yue membuka pintu yang sebenarnya tidak tertutup rapat itu, lalu berjalan masuk dengan senyum ceria seperti biasa.
"Kenapa kau datang kesini ? Bukankah kita akan latihan siang ini ?" Tanya Yang Xin.
"Tidak apa apa, apakah aku tidak bisa datang dan melihat Ketua Muda ? Ah, siapa itu yang ada di gambaran itu ? Sangat cantik. " Puji Lin Yue.
Lin Yue menjulurkan tangan dan ingin melihat gambaran saudarinya, itu adalah Lin Qiaofeng, sangat cantik, sangat berbeda dengan saat ini.
Meskipun tidak bisa dikatakan sangat berbeda dari bentuk wajah, tapi aura yang dipancarkan dari kedua orang itu bertolak belakang.
Sebelum tangan Lin Yue bisa menjangkau lukisan itu, Yang Xin telah menyimpan lukisan itu terlebih dahulu dan wajah Yang Xin berubah menjadi muram.
"Kau tidak boleh menyentuhnya. " Ucap Yang Xin dengan marah.
"Kenapa begitu ? Bukankah itu hanya lukisan ?" Tanya Lin Yue dengan senyum tipis.
"Kau tidak layak untuk menyentuhnya ! Huft, maafkan aku karena marah dan tidak terkendali. " Ucap Yang Xin.
"Ketua Muda, aku akan berterus terang , ini adalah harus terakhir aku disini. Aku akan pergi dan mengundurkan dari dari posisi Murid Sekte Pedang Surgawi. " Ucap Lin Yue dengan acuh tak acuh dan bersiap untuk pergi.
"Tunggu ! Kenapa kau tiba tiba ingin pergi ?" Tanya Yang Xin dengan terkejut.
"Tidak ada alasan khusus, aku bosan dan ingin mengembara. " Bohong Lin Yue.
Lin Yue masih tidak ingin mengatakan hal yang sebenarnya jika tidak terpaksa, tergantung dari tanggapan Yang Xin selanjutnya.
"Lin Yue, Sekte Pedang Surgawi bisa menjagamu dan melindungimu. Kenapa kau ingin pergi ?" Tanya Yang Xin dengan keras kepala.
"Sekte Pedang Surgawi tidak bisa menahanku, aku tidak tahu jika ingin keluar dari Sekte harus di tahan seperti ini ?" Tanya Lin Yue dengan tajam.
"Lin Yue , apakah aku kurang baik dalam merawat mu ? Kenapa kau ingin meninggalkan ku ? Aku selalu menyiapkan makanan dengan bawang putih dan daun bawang kesukaan mu. " Ucap Yang Xin.
Mendengar perkataan Yang Xin membuat Lin Yue tertawa lebar dan memukul meja dengan kuat, mata Lin Yue memerah dan giginya bergetar karena marah.
"Aku pikir, Ketua Muda telah menjadi gila. Aku ingin bertanya padamu, yang kamu rawat dengan baik sebenarnya siapa ? Aku atau saudariku, Zhou Beishang ?" Tanya Lin Yue dengan gemetar.
Yang Xin tampak terkejut dan Lin Yue memberi senyum dingin lalu berdiri menjauh dari Yang Xin.
"Ketua Muda , kapan aku pernah mengatakan bahwa aku suka bawang putih dan daun bawang ? Itu semua adalah makanan kesukaan Zhou Beishang ! Sementara aku sendiri tidak bisa memakan bawang putih, apakah kau tahu itu ? Di pikiran mu, apakah aku tidak ada artinya ? "
"Apakah kamu pikir hanya karena aku selalu ceria dan senang, aku tidak memiliki rasa sakit ? Aku juga manusia yang bisa merasakan rasa sakit dan pahit. Apa kau tahu kalau aku akan muntah setiap kali habis memakan makanan yang kau berikan ? Apakah aku pernah mengeluh ?" Tanya Lin Yue dengan mata yang berkaca kaca.
"Mulai saat ini, tidak ada lagi yang harus di jelaskan. Semua ini akan berakhir disini saja, aku tidak akan mengatakan hal ini pada orang luar jadi tidak perlu takut bahwa reputasi mu akan rusak. " Lanjut Lin Yue sebelum akhirnya benar benar pergi.
Di perlakukan secara tidak adil seperti itu, Lin Yue buka ikan yang berada di atas talenan dan menunggu dengan pasrah untuk kapan dipotong.
Dia adalah Putri Mahkota Dinasti Tang yang bermartabat, tidak perlu belas kasihan dari orang orang dan tidak bersedia sebagai objek pelampiasan orang lain.
__ADS_1
Disisi lain, Yang Xin memandang kepergian Lin Yue dengan tatapan kosong dan bertanya tanya pada dirinya sendiri.
"Apakah selama ini aku telah salah ?" Gumam Yang Xin dengan rasa bersalah yang memenuhi hatinya.
FLASHBACK END
Lin Qiaofeng yang mendengarkan cerita lengkap Lin Yue pun merasa marah dan merasakan sakit karena saudarinya di perlakukan secara tidak adil.
Perasaan ini terasa sangat akrab, ketika dia tidak suka menggunakan pakaian merah tapi Bei Zhao memberinya seluruh pakaian yang berwarna merah terang untuk di gunakan olehnya.
Pada saat itu, dia juga menentang dengan keras dan menolak untuk menjadi pengganti Lin Yue.
"Apakah kau perlu aku untuk memberinya pelajaran ?" Tanya Lin Qiaofeng sambil menggulung lengan pakaian nya seolah olah bersiap untuk bertarung.
"Jangan gila ! Aku yakin dia bisa menemui kematian nya dalam 3 serangan milikmu !" Teriak Lin Yue sambil cemberut.
"He he he , jangan berteriak terlalu besar. Sekarang kediaman ini memiliki pelayan, aku takut keberadaan mu disini akan diketahui. " Balas Lin Qiaofeng dengan usil.
Saat ini, Lin Yue masuk ke dalam istana miliknya secara diam diam, jika tidak, alasan apa yang harus digunakan oleh Lin Yue untuk menemui Selir Kaisar sepertinya ?
Kondisi Kaisar Bei saat ini semakin memburuk dan hampir tidak dapat hidup untuk 1 minggu lagi, Lin Qiaofeng sendiri hanya menatap dengan acuh tak acuh.
Nyawa Kaisar ini layaknya kecoa, sudah di ambang kematian tapi tidak mati mati, itu sangat menyebalkan jadi dia menduga bahwa bahkan sampai bulan depan, Kaisar masih akan hidup.
"Yue, kamu akan bertemu dengan Yang Xin lagi apabila kamu datang ke perjamuan malam ini. " Goda Lin Qiaofeng.
"Jangan membuatku kesal, Qiaofeng. Siapa yang peduli apakah dia datang atau tidak, aku tetap akan datang dan menunjukkan rupa ku yang menawan. Hari ini, aku akan mengenakan gaun merah yang belum pernah aku pakai. " Ucap Lin Yue sambil berkaca di cermin tembaga.
"Yue, kamu harus hati hati, kita tidak bisa menunjukkan kedekatan khusus saat di perjamuan, jangan bertindak impulsif. Lalu, kemungkinan besar, orang dari organisasi misterius itu akan bertindak di perjamuan ini, dimana makanan dan minuman bercampur menjadi satu. " Peringat Lin Qiaofeng.
"Kamu tenang saja, aku tidak pernah menurunkan kewaspadaan ku saat di luar. Aku sebenarnya sangat kesal belakangan ini, aku ingin bertindak seolah olah aku tidak memiliki beban tapi hatiku berkata lain, sangat menyebalkan. " Keluh Lin Yue.
"Ck, kamu ini masih seorang manusia yang terbuat dari darah dan daging masih bisa merasakan sakit dan kesedihan. " Tegur Lin Qiaofeng.
"Ya ya ya, aku tidak akan marah padamu. " Jawab Lin Qiaofeng.
Lin Yue keluar lewat jendela dan mereka masing masing bersiap siap untuk merayakan acara perjamuan yang di adakan oleh Kaisar.
Lin Qiaofeng sendiri telah mengenakan gaun dengan warna biru, kuning, putih dan merah muda dengan selendang merah muda yang tergantung diantara bahu dan siku lengannya.
Bukannya dia terlalu rajin atau bagaimana untuk mengenakan semacam ini sangat cepat, tapi dia mendapat satu tugas dari Kaisar yang menyebalkan ini.
Yaitu, orang yang bertanggung jawab untuk menyajikan makanan atau minuman untuk tamu tamu yang ada di perjamuan.
Setelah mengenakan pakaian yang sesuai, sesampai nya di depan ada dua pelayan yang sedang menundukkan kepala di depannya.
"A Yuan, A Ying, kalian semua ikut aku ke dapur. " Perintah Lin Qiaofeng.
"Ya, Selir. " Ucap kedua pelayan baru itu.
Lin Qiaofeng berjalan menuju dapur Kekaisaran yang berjarak cukup jauh dari kediaman nya, sesampainya di tempat Istana milik Permaisuri.
Permaisuri sedang berjalan keluar dengan pakaian yang megah dan selusin pengikut yang terus mengeluarkan kata kata manis.
"Salam kepada Huanghou !" Ucap Lin Qiaofeng sambil menunduk dalam dengan sopan.
"Tidak menyangka bahwa Huanghou ini bisa bertemu dengan Yanping. " Balas Permaisuri dengan sombong.
(Huanghou : Permaisuri)
"Yanping izin pamit terlebih dahulu dari hadapan Huanghou. " Ucap Lin Qiaofeng.
"Tunggu, kenapa kamu sangat terburu buru ?" Tanya Permaisuri.
__ADS_1
"Huanghou mungkin lupa, tapi Bixia memberikan Yanping tugas untuk memantau jalannya perjamuan. Maafkan Yanping karena tidak bisa menemani Huanghou lebih lama. " Ucap Lin Qiaofeng dengan suara dingin lalu berjalan pergi.
(Bixia : Yang Mulia / Kaisar )
Permaisuri berjalan mendekatinya dan menarik tangannya, sementara tangan yang lain ingin menampar wajahnya.
Tangannya terulur dan menangkap tangan Permaisuri, tatapannya berubah menjadi tajam dan dingin, aura pembunuh keluar dari tubuhnya.
"Bixia mengatakan, siapapun yang membuat onar di perjamuan ini akan di hukum setimpal dengan kesalahan yang mereka perbuat. " Peringat Lin Qiaofeng.
Permaisuri langsung gemetar karena kedinginan yang menakutkan dari tubuh Lin Qiaofeng dan menarik tangannya dengan kasar.
"Jika tidak ada perintah lain dari Huanghou, maka Yanping undur diri. "Salam Lin Qiaofeng sebelum akhirnya pergi dari sana.
Permaisuri yang melihat itu menatap kepergian Selir Yanping dengan marah , beberapa pelayan yang mengikuti Permaisuri akhirnya mendapatkan imbasnya.
"Huanghou jangan marah, marah akan merugikan Huanghou. " Ucap salah satu pelayan kepercayaan milik Permaisuri.
"Yanping busuk itu hanyalah seorang wanita yang tidak diketahui asalnya darimana, berbeda dengan Huanghou yang dilahirkan dari akar dan ranting emas dengan sendok emas ditangan sejak lahir. " Jilat pelayan itu.
(Akar dan ranting emas dengan sendok emas ditangan sejak lahir artinya terlahir dalam keluarga bangsawan yang kaya dan berkuasa. )
"Yanping busuk itu mana bisa di bandingkan dengan Huanghou yang terhormat, bahkan tidak layak untuk menjilat sepatu Huanghou. "Lanjut pelayan itu.
"A Qi memang orang yang paling mengerti diriku ini, aku tahu bahwa wanita itu tidak layak untukku. Seharusnya aku tidak menghabiskan emosi ku untuknya. " Ucap Permaisuri dengan senyum cerah.
Sementara di sisi lain, Lin Qiaofeng merasa bahwa telinga nya gatal dan beberapa kali terbatuk ringan.
"Apakah ada yang membicarakan ku ?" Gumam Lin Qiaofeng dengan sangat pelan sehingga hanya dirinya sendiri yang bisa mendengar itu.
Jika Lin Qiaofeng mendengar apa yang dikatakan oleh pelayan A Qi milik Permaisuri itu, maka Lin Qiaofeng sudah bisa dipastikan akan memberi pelajaran pada pelayan kurang ajar itu.
Tapi, berhubung Lin Qiaofeng tidak mendengarnya maka nyawa pelayan rendahan itu masih akan terjaga paling tidak untuk beberapa saat ke depan.
Sesampainya di dapur, disana penjagaan sangat ringan dan Lin Qiaofeng merasa geram. Bagaimana mungkin di tengah perayaan penting seperti ini Penjaga Kekaisaran sama sekali tidak ada yang menjaga dapur.
"A Yuan, katakan pada Kepala Penjaga Kekaisaran bahwa aku memanggilnya. " Perintah Lin Qiaofeng.
"Ya, Selir. " Ucap A Yuan.
Kepala Penjaga Kekaisaran sendiri ada 12 yang berguna untuk menjaga setiap titik Kekaisaran, sehingga semuanya berada di bawah perintah Jenderal Chang.
Jenderal Chang ini, sepertinya benar benar mencari mati, ingin bekerja sama dengan Permaisuri untuk kekuatan luar tapi bertindak secara sembrono seperti ini.
Apakah Kaisar akan diberi racun pada perjamuan kali ini ? Tidak bisa dikatakan. Tapi, jika memang itu adalah tujuannya maka akan sulit untuk melakukan hal selanjutnya.
Hal ini tidak menguntungkan nya, kekacauan akan terjadi untuk perebutan takhta dan musuhnya akan berjaya, ini bukan apa yang di inginkan olehnya.
Tidak lama, kepala penjaga Kekaisaran terdekat, Feng Yexing, seorang pria tua yang gagah berlutut dengan satu kaki di depannya.
"Tuan Feng, hari ini akan terjadi perjamuan yang penting. Bagaimana mungkin dapur tidak dijaga sama sekali ?" Tanya Lin Qiaofeng.
"Menjawab Selir Yanping, Huanghou akan pergi dari istana dan sebagian besar Penjaga Kekaisaran digunakan untuk mengawal kepergian Huanghou. " Jawab Feng Yexing.
"Begini saja, aku ingin Tuan Feng mengumpulkan paling tidak sepuluh orang untuk menjaga Dapur atas perintah Bixia. " Ucap Lin Qiaofeng lalu mengeluarkan segel Selir Kekaisaran miliknya.
"Ya, bawahan ini tidak akan menunda lagi. " Ucap Feng Yexing dan segera mencari sepuluh penjaga.
Tidak lama Feng Yexing kembali dengan sepuluh pemuda yang mungkin tidak lebih dari 17 tahun, semuanya tampak sangat muda dan tidak berpengalaman mungkin bahkan tidak kuat untuk mengangkat senjata.
"Tuan Feng, anda benar benar bermain main dengan ku. Apakah Penjaga Kekaisaran tidak memiliki orang yang lebih baik ? Bagaimana jika aku meminta bantuan pada Bei Wang ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan tatapan mengancam.
"Selain penjaga Kekaisaran, tidak ada yang diperbolehkan untuk melakukan penjagaan di sekitar Istana. " Peringat Feng Yexing.
__ADS_1
"Apakah Tuan Feng sedang berusaha untuk mengancam Selir ini ? Apakah Tuan Feng tahu apa akibat dari membuat kesalahan pada Perjamuan Putri Mahkota Dinasti Tang ? " Tanya Lin Qiaofeng pada Feng Yexing dengan mata menyipit.