Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
74. Menantang Putri Huayang


__ADS_3

"Putri Huayang terlalu memuji, aku tidak berani menerima pujian ini. " Ucapnya dengan malu malu.


Dia menggunakan kata kata 'aku' dan bukan 'yang rendah ini' untuk menunjukkan bahwa dia memiliki status yang setara dengan Putri Huayang.


"Bibi Kekaisaran terlalu rendah hati. " Ucap Putri Huayang dengan keras kepala.


"Aku mendengar bahwa Putri Huayang telah berlatih tari sejak umur 3 tahun, aku harus merepotkan Putri Huayang untuk menari bersama dengan alunan Guqin ku. " Ucapnya dengan senyum tipis.


Wajah Putri Huayang berubah masam, sementara dia menyeringai di balik cadarnya. Para pelayan membawa Guqin dengan senar emas dari gudang Kekaisaran.


Tidak banyak yang boleh menggunakan Guqin bersenar emas ini, dan jumlahnya pun tidak banyak.


Tanpa izin dari Kaisar, tidak ada yang boleh untuk menggunakannya ataupun mengeluarkannya.


Meskipun jarang digunakan, semua orang sudah tahu bahwa Guqin bersenar Emas lebih sulit untuk dipetik dan akan melukai tangan pemainnya.


Suara yang dihasilkan memang lebih indah, tapi kerusakannya tidak dapat ditanggung. Dia tertawa kecil ketika melihat Guqin bersenar Emas.


Kaisar memang sesuatu, mengatakan bahwa sangat peduli dan memandangnya tinggi, tapi nyatanya ingin menjatuhkan nya.


Dia duduk di belakang Guqin sementara Putri Huayang berdiri dengan sebuah selendang dan tampak sangat kaku.


Di seluruh Dinasti Qin ini, siapa yang tidak tahu bahwa Putri Huayang tidak bisa segalanya ? Tidak bisa menari, bernyanyi, bermain alat musik, menyulam, dan memasak.


"Baik." Ucap Putri Huayang dengan wajah masam.


Sementara dia tertawa kecil dan bersiap untuk memetik senar miliknya.


[Hujan Di Musim Semi]


Dia memetik Guqin bersenar Emas itu dengan mata yang terpejam dan tampak sangat santai sementara Putri Huayang mulai menari dengan tidak beraturan.


Setelah melihat pertunjukkan Putri Huayang yang menyakiti mata, kebanyakan orang langsung memejamkan mata dan menikmati karya Zhou Beishang saja.


Zhou Beishang sendiri tidak terluka dengan Guqin senar Emas, karena dia juga memiliki satu di Teras Liaoqu.


Dia sudah terbiasa dengan senar Guqin Emas yang berat dan kasar, jadi tangannya sama sekali tidak terluka.


Dia tersenyum mengejek pada semua orang meskipun masih memejamkan mata, dia bisa merasakan seluruh pandangan orang lain ada padanya.


15 menit kemudian

__ADS_1


Tidak ada yang merasa bahwa waktu telah berjalan lebih dari 15 menit dan terus merasa kurang dan kurang.


Dia menghentikan alunan Guqin nya dan berdiri dengan menunduk pada semua orang dan berjalan kembali ke tempat duduknya.


"Maaf kalau membuat semua orang merasa tidak nyaman dengan keterampilan Guqin ku yang pas pasan. " Ucapnya dengan rendah hati.


"Bei Wangfei adalah bakat indah yang berasal dari Surga, bagaimana mungkin itu membuat semua orang tidak nyaman ?" Ucap Kaisar dengan berbinar binar.


"Yang Mulia terlalu memuji, yang rendah ini merasa malu. " Ucapnya sambil tertawa kecil.


"Ayahanda, bagaimana dengan tarianku ?" Tanya Putri Huayang dengan percaya diri di depan Kaisar.


Wajah semua pejabat yang sebelumnya berbunga bunga berubah menjadi ingin muntah ketika melihat wajah percaya diri Putri Huayang.


"Kau, kembali ke tempat dudukmu ! Jangan mempermalukan ku !" Ucap Kaisar dengan marah karena melihat sikap putrinya.


"Ayah -" Ucapan Putri Huayang terpotong oleh tatapan tajam milik Kaisar.


Putri Huayang tidak berani menunda lagi dan langsung pergi ke tempat duduknya untuk merenungkan kesalahan.


Dia menyeringai di balik cadar ketika melihat wajah marah Putri Huayang.


'Ini semua baru awal, aku akan membuatmu menderita jauh lebih banyak dari ini. Apa yang kamu inginkan tidak akan kamu dapatkan. 'Pikirnya.


(Xue Zhenzhu : 雪珍珠 : Mutiara Salju)


Dia mengangguk dan sudah pernah mendengar pertandingan Xue Zhenzhu, senyum mengejek di bibirnya melebar.


Dia ingat pada saat itu, dia masih seorang nona terbuang di kediaman Perdana Menteri Zhou.


Lalu, Zhou Ling Ling keluar sebagai seorang juara 3,ayahnya membanggakan nya dengan sangat bahagia.


Seluruh kediaman sangat bahagia dan hanya dia yang tidak bahagia, dia seperti setitik noda di kertas bersih.


Dendam memenuhi hatinya, kenapa dia tidak bisa menjadi seperti Zhou Ling Ling ? Dia terus bertanya tanya pada saat itu.


Dia merasa sangat sakit, karena terlalu senang, orang orang di kediaman Perdana Menteri Zhou bahkan lupa untuk memberikan makan padanya.


Sekarang, dia bahkan tidak ingin menjadi Zhou Ling Ling lagi, karena Zhou Ling Ling hanyalah batu pijakan baginya.


Dia benci, sangat benci. Ini adalah kesempatannya untuk membalas dendam, kali ini dia akan menjadi pemenang Kompetisi Xue Zhenzhu.

__ADS_1


Kompetisi Xue Zhenzhu hanya diadakan 4 tahun sekali oleh Kekaisaran dan dibuat untuk wanita wanita terhormat.


Kali ini, Zhou Ling Ling tidak akan berpartisipasi dalam pertandingan karena berada di batas hidup dan mati akibat perbuatannya.


Dia akan menunjukkan pada ayahnya bahwa dia tidak kalah dari Zhou Ling Ling, dia juga layak untuk mendapat kasih sayang dari Perdana Menteri Zhou yang terhormat.


Dia adalah putri Zhou Yi Nian, tapi kenapa perlakuan yang di dapatkan olehnya berbeda dengan putra putri Zhou Yi Nian yang lain ?


"Kali ini, akan ditambahkan 1 pertandingan lainnya. " Ucap Kaisar yang menyadarkan nya dari lamunan.


"Jika sebelumnya ada menyulam, menyanyi, menari, bermain alat musik,dan berpuisi. Maka sekarang akan ditambahkan berkuda sambil memanah. " Ucap Kaisar dengan tenang.


Kericuhan timbul di banyak kalangan yang mendengar ini.


"Ini akan menjadi pertunjukkan menyenangkan." Ucap salah satu pejabat.


"Omong kosong ! Wanita hanya bisa melakukan urusan rumah dan tidak cocok dengan hal kasar semacam itu ! " Ucap yang lain dengan marah.


"Diam ! Yang Mulia ini telah mempertimbangkan nya dengan baik, apakah ada yang keberatan ?!" Tanya Kaisar dengan nada menekan.


Orang orang yang besar mulut itu langsung menutup mulut sementara dia hanya mendengus pelan.


Dia yakin akan menang, dia memiliki keyakinan besar untuk hal ini. Semakin besar ambisi nya maka semakin besar kemungkinan nya untuk menang.


"Zhou Yi Nian, jika aku menang maka tolong perhatikan aku. " Gumamnya dengan sangat pelan sampai sampai hanya dia yang bisa mendengarnya.


Tatapannya berubah menjadi rumit, dan menatap sekitar untuk menemukan orang yang dicarinya.


Dia tidak bisa menemukan Perdana Menteri Zhou alias ayahnya, Zhou Yi Nian.


"Maaf kalau tidak sopan, Yang Mulia, aku bertanya kemana perginya ayahku ? Kenapa beliau tidak datang ?" Tanya nya dengan tenang.


"Bei Wangfei tidak mendapat kabar ? Perdana Menteri Zhou memiliki penyakit bawaan yang sudah lama di deritanya, yaitu racun dingin yang sangat aneh. Belakangan ini racunnya kembali aktif dan menyerang dirinya yang sudah tua. " Ucap Kaisar dengan nada sedih.


Dia yang mendengar ini membelalakkan mata nya dengan terkejut, bagaimana mungkin dia tidak mendapat kabar sepenting ini ?!


Dia merasa cemas dan tidak tenang, sudah dia bilang, dia selalu mengatakan bahwa dia membenci Zhou Yi Nian tapi nyatanya itu hanya ucapan.


Dia tidak bisa benar benar membenci orang tua itu, bagaimanapun Zhou Yi Nian telah merawatnya selama ini.


Hanya saja, dia butuh perhatian dan kasih sayang. Dia tidak mendapatkan kasih sayang dari ibu sejak kecil dan berharap untuk mendapatkan kasih sayang dari ayah.

__ADS_1


Matanya terpejam sejenak dan menahan air mata hangat yang akan membasahi kelopak mata indahnya.


__ADS_2