Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
136. Rencana Busuk


__ADS_3

Dari segalanya, Yue Huo harus memilih salah satu antara mengambil resiko untuk menyelesaikan salah satu Selir Kekaisaran atau menentang perintah Tuannya.


Yue Huo jika harus memilih maka lebih suka untuk melawan Kaisar, Tuannya mampu membunuhnya dengan mudah sementara Kaisar tidak. Selama dia melakukan ini dengan rapih maka Kaisar tidak akan mengetahuinya.


Yue Huo tiba tiba memikirkan satu hal yang membuat nya tampak sangat senang, sangking senangnya tubuh tua itu bergetar secara tidak terkendali.


"Aku ingin meminta Tuan Li membantuku. " Ucap Yue Huo setelah mengumpulkan keberanian.


"Aku akan menjebak Selir Yanping karena menggodamu dan pada saat itu, aku akan memimpin Kaisar untuk membawa Kaisar bertemu dengan Selir Yanping. Kaisar akan merasa marah karena dikhinati dan membuang Selir Yanping !" Ucap Yue Huo dengan senyum jahat.


Orang misterius yang duduk di atas tahkta itu bertepuk tangan pada Yue Huo dan tampak mengeluarkan sesuatu yang mungkin bisa di anggap sebagai tawa.


"Yue Huo, ide cemerlang yang keluar dari otak tuamu tidak pernah mengecewakan. Tidak sia sia Tuan ini membawamu sebagai seorang bawahan. " Ucap orang misterius itu.


"Tuan tenang saja, Yue Huo tidak akan mengecewakan dan menggagalkan rencana Tuan lagi. " Ucap Yue Huo dengan penuh tekad.


Sekelompok orang orang jahat itu membentuk skema yang jahat untuk menjebak Selir Yanping, tapi sayangnya yang harus mereka ketahui adalah Selir Yanping tidak sesederhana yang mereka bayangkan.


Disisi lain, Lin Qiaofeng dan Lin Yue, dengan kekuasaan yang mereka miliki , tidak sulit untuk mencari orang yang mereka inginkan.


Pemilik rumah bordil adalah penyembah uang yang setia, setelah memberinya 10 tael emas, pemilik rumah bordil langsung membiarkan mereka untuk bertemu dengan Xi Qi yang merupakan bangsawan Dinasti Tang.


"Nyonya Yi, kamu tahu bukan apa yang harus dilakukan ?" Tanya Lin Qiaofeng pada pemilik kedai.


"Tentu saja, aku akan mengutuk diriku sendiri apabila membocorkan hal ini pada orang lain. " Ucap pemilik rumah bordil Lingyue itu.


"Baiklah, jika Nyonya Yi bisa bekerja sama dengan baik maka aku akan memberikan 10 Tael Emas lain untuk Nyonya Yi. " Ucap Lin Yue.


Nyonya Yi berubah menjadi berbinar binar ketika mendengar bahwa akan mendapatkan uang lainnya, Lin Qiaofeng hanya tersenyum tipis di balik cadar nya.


Saat ini mereka telah berganti pakaian menjadi pakaian yang sedikit terbuka dengan cadar yang menutupi mulut dan hidung mereka.


Mereka melipat kedua tangan mereka di depan perut layaknya pelayan dan berjalan di belakang Nyonya Yi sambil menunduk.


Nyonya Yi berbelok ke kiri setelah naik ke lantai dua dan sampai pada satu pintu, Nyonya Yi mengetuk pintu ruangan itu.


"Ada apa ?!"Tanya pria yang membuka pintu dengan kasar.


"Tuan, aku memiliki 2 wanita lain yang lebih cantik dan pasti akan menarik perhatian tuan. " Ucap Nyonya Yi dengan senyum nakal.


Keduanya hanya menunduk dan ketika Xi Qi melihat mereka, mata pria tua itu berbinar binar dan dengan segera mengusir kedua wanita yang sebelumnya menemani Xi Qi.


Pintu tertutup dan Xi Qi mengajak mereka untuk duduk dengan wajah yang sangat vulgar, di dalam ruangan ini.


"Tuan Xi , apa yang sedang kamu lakukan ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan lembut tapi dingin ketika tangannya dipegang oleh Xi Qi.


"Apa maksud-" Ucapan Xi Qi terpotong ketika lempengan besi yang tajam, dingin dan membawa aura membunuh menempel di leher Xi Qi.


Dari belakang, Lin Yue menempelkan pedang miliknya di leher sebelah kanan milik Xi Qi , Lin Qiaofeng membuang tangan Xi Qi dan menarik pedang lalu menempelkan pedangnya di leher bagian kiri milik Xi Qi.


"Apa maksud kalian ini ?! Kalian sedang melakukan upaya pembunuhan !"Teriak Xi Qi dan berusaha untuk berteriak dengan sangat keras.


"Tuan Xi Qi, biarkan aku ingatkan kamu sedikit. Kamu tidak ingin diganggu sehingga memesan ruangan yang terpencil dan kedap suara, jadi kamu bisa berteriak dengan puas bukan ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan senyum jahat.


Lin Qiaofeng menggunakan tangan satunya lagi untuk melepaskan cadar nya sementara Lin Yue melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Xi Qi, jika kamu ingin bekerja sama maka aku bisa pastikan bahwa kamu mati tanpa gangguan tapi jika kamu tidak ingin bekerja sama maka jangan salahkan aku karena telah bertindak kejam. " Ucap Lin Yue dengan dingin.


"Siapa kalian ?! Kenapa kalian menangkap ku ?! Apa kalian tidak tahu bahwa aku adalah seorang bangsawan Dinasti Tang ?!" Tanya Xi Qi berusaha untuk mengancam mereka dengan hal yang sia sia.


"Siapa yang peduli dari mana kamu berasal. " Jawab Lin Qiaofeng dengan acuh tak acuh.


"Kaisar Lin Yi yang memberi perintah untuk penangkapan mu. Apakah kamu tidak mengenalku ?" Tanya Lin Yue sambil berjalan ke depan.


"Yang Mulia Putri Mahkota !" Ucap Xi Qi dengan tubuh yang gemetar dengan ketakutan.


Lin Yue hanya menanggapi dengan acuh tak acuh dan membawa Xi Qi ke sudut ruangan yang kosong lalu mengikat tangan dan kaki, sementara Lin Qiaofeng menggunakan penjepit yang telah dia siapkan sebelumnya.


Menjepit paksa dua gigi milik Xi Qi yang membuat pria itu menjerit kesakitan dan darah memenuhi mulut Xi Qi, tapi itu tidak berbahaya.


Terlihat bahwa gigi itu tidaklah nyata, melainkan hanya suatu bahan yang dibuat semirip mungkin dengan gigi dan ditanam didalam gusi.


Di balik itu ada dua pil, itu adalah racun yang digunakan untuk bunuh diri. Menghadapi orang orang seperti ini tidak mudah, jadi Lin Qiaofeng sudah mempersiapkan diri terlebih dahulu tentang hal ini.


Lin Qiaofeng sendiri spesialis pengobatan, bagaimana mungkin tidak bisa membedakan yang mana gigi palsu dan yang mana gigi asli.


Warnanya cenderung tidak sama apabila diperhatikan dengan serius, lalu bentuknya juga sangat sempurna tidak seperti gigi yang memiliki berbagai macam bentuk dan tidak selalu sama.


Lin Qiaofeng dengan acuh tak acuh berjalan mengelilingi tubuh Xi Qi lalu pedang Embun Bulan memotong kerah pakaian milik Xi Qi.


Disana juga ada butiran racun lain, sepertinya ini adalah rencana yang sangat rapih. Apa sebenarnya kekuatan yang ada di balik Xi Qi ini ?


"Xi Qi , jika kamu ingin terus hidup dengan baik untuk beberapa jam terakhir maka kamu harus mengatakan dengan jujur. Jika tidak, maka istri dan putramu juga akan terkena masalah ini. " Ucap Lin Qiaofeng dengan acuh tak acuh.


Xi Qi masih hanya gemetar tapi tidak mengatakan apapun lagi, Lin Qiaofeng tersenyum kecil dan tidak khawatir dengan apapun.


Sepertinya rasa takut yang dimiliki oleh Xi Qi pasa kekuatan di balik layar jauh lebih besar di bandingkan dengan milik mereka.


"Xi Qi, karena kamu memilih jalan ini maka jangan salahkan aku karena bertindak sedikit lebih keras. Semua keputusan berada di tanganmu. " Ucap Lin Qiaofeng.


Lin Qiaofeng berjalan maju dengan belati kupu kupu yang didapatkan olehnya dari Bei Zhao belasan tahun lalu, tidak menyangka bahwa waktu telah berjalan begitu cepat.


Terasa seolah olah dia masih di masa lalu, masih bersama Nyonya Xie dan Zhou Yi Nian, ditolong oleh Bei Zhao.


Dimana pikirannya masih dapat berpikir dengan positif dan setiap mimpi buruk belum menghantui setia mimpinya.


Itu layaknya racun, hanya satu botol racun mampu merusak satu sumur dan membuat sumur itu tidak bisa digunakan lagi.


Mimpi buruk ini layaknya botol racun dalam kehidupannya, semakin lama semakin merusak, semakin memburuk seolah olah ingin mengoyak setiap dagingnya secara perlahan lahan.


Tidak bisa di enyahkan, Lin Qiaofeng hanya bisa beradaptasi dan menahan diri dari botol racun ini agar bisa bertahan lebih lama.


Ketidak percayaan, rasa iri, waspada yang berlebihan, rasa takut yang tidak manusiawi, rasa kemarahan yang tidak masuk akal, semuanya disebabkan oleh botol racun ini.


Awalnya, dia hanyalah sebuah sumur dengan air yang jernih, banyak orang yang membutuhkannya. Tapi, setelah tertuang oleh racun, tidak ada yang berani untuk mendekatinya lagi.


Langkah Lin Qiaofeng untuk sejenak terhenti dan menatap belati di tangannya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Belati yang telah menemani nya selama ini untuk melawan musuh, belati yang membantunya selama ini, belati yang membawa banyak kenangan duka ini.


Pada akhirnya adalah satu satunya kenangan baik yang Lin Qiaofeng miliki tentang 'orang itu', Lin Qiaofeng memikirkan bulan bulan pertama nya.

__ADS_1


Dimana dia ditindas dan disuruh untuk berlutut di depan papan penghormatan leluhur. Leluhur ya ? Untuk sejenak Lin Qiaofeng merasa iri dengan Bei Zhao.


Bei Zhao masih mengetahui yang mana adalah leluhurnya dan yang mana yang bukan, sementara buah yang tidak jelas, orang orang bingung.


Orang orang tidak bisa menebak dari pohon manakah dia berasal ? Apakah pohon kecil yang kurang lebat atau pohon besar yang sangat rindang.


Jika orang orang bisa memilih yang mana asalnya, maka orang orang akan memilih bahwa mereka berasal dari pohon besar yang sangat rindang.


Tapi, bagi Lin Qiaofeng, pohon besar itu seolah olah matahari, tidak dapat digapai. Selain dia, masih banyak buah yang tumbuh lebih baik darinya.


Tidak sepertinya buah yang setengah hancur karena jatuh dari ketinggian, pohon besar itu tidak akan melirik nya dengan begitu banyak buah yang lebih baik darinya.


Lin Qiaofeng tidak lebih dari aib yang merusak reputasi pohon besar itu, jadi Lin Qiaofeng lebih memilih untuk mengaku sebagai buah dari pohon yang pendek dan tidak terlalu lebat tapi paling tidak dia bisa menjadi yang terbaik di pohon itu, menjadi yang paling berharga.


(Mungkin ada beberapa orang yang tidak mengerti dengan perumpamaan di atas, pohon besar adalah Kaisar Lin Yi, sementara pohon kecil adalah Zhou Yi Nian, buah itu adalah Lin Qiaofeng sendiri. Yang dimaksud dengan adanya banyak buah yang lebih baik dari dirinya adalah, Kaisar Lin Yi memiliki banyak anak yang jauh lebih berbakat dibandingkan Lin Qiaofeng jadi Kaisar Lin Yi tidak akan memandang Lin Qiaofeng. Jika masih ada yang kurang ngerti bisa langsung tanya di kolom komentar, author akan berusaha menjelaskan dengan sebaik mungkin. )


Tiba tiba, Lin Qiaofeng merasa tubuhnya terombang ambing dan tersadar dari lamunan nya yang hampir menenggelamkan dirinya.


Ketika dia melihat, itu adalah Lin Yue yang mengguncang guncang tubuhnya dengan tatapan penuh kekhawatiran.


"Apa yang terjadi Qiaofeng ? Kenapa kau tiba tiba terdiam dan tidak bisa menanggapi ku ?!" Tanya Lin Yue dengan panik.


"Tidak apa apa. " Ucap Lin Qiaofeng dengan suara serak, bibirnya kering dan lidahnya kaku.


Memikirkan berbagai kemungkinan buruk yang akan datang membuatnya telah ketakutan lebih dahulu, jika semua orang tahu bahwa dia memiliki pemikiran semacam ini maka orang akan mengejeknya sebagai seorang pengecut.


Tapi, Lin Qiaofeng tidak peduli dengan segala kata kata orang, karena baginya untuk terus bertahan hidup dan berdiri di titik ini saja tidak mudah.


Orang orang yang tidak tahu tentang dirinya, tidak layak untuk mengkritik dirinya dan mendapat perhatian darinya.


"Kenapa kau tiba tiba tenggelam dalam pikiran mu sendiri ? Aku perhatikan bahwa ini sering terjadi padamu belakangan ini ?" Tanya Lin Yue dengan khawatir.


Lin Qiaofeng yang tidak ingin mengecewakan Lin Yue hanya menggelengkan kepalanya, ini adalah akibat dari kekeras kepalaan nya sendiri di masa lalu.


Di masa lalu, demi mendapatkan sebuah kekuatan untuk berdiri sendiri harga yang dia bayar tidaklah murah untuk mendapatkan Darah Seribu Racun.


Di masa lalu, Lin Qiaofeng sudah tahu akibat nya dari mengembangkan Darah Seribu Racun tapi masih melakukan nya demi untuk keluar dari bayang bayang Xie Bei Chuan.


Pada awalnya, efeknya tidak terlalu terasa tapi belakangan ini berubah menjadi lebih parah. Penggunanya akan di tenggelamkan kedalam imajinasi yang menyedihkan.


Menjadikannya sebagai monster kesepian yang ketakutan akan dunia luar, selalu membayangkan hal yang menyedihkan dan membuat kehidupan menjadi gelap.


Belakangan ini , hal ini mulai sering terjadi yang membuatnya menjadi tidak nyaman dan tidak berani untuk menutup mata.


Belakangan ini, tidak ada dimana dia tertidur dengan tenang dan bangun dengan ceria di keesokan harinya, selalu terbangun beberapa kali di malam hari.


"Tidak masalah, aku baik baik saja hanya saja belakangan ini kurang istirahat. " Ucap Lin Qiaofeng berusaha untuk tetap acuh tak acuh di depan Lin Yue.


Lin Qiaofeng tidak ingin Lin Yue atau siapapun tahu tentang masalahnya yang satu ini, bukan karena tidak ingin kelemahan nya terungkap.


Melainkan karena dia tahu bahwa Lin Yue akan menjadi sangat khawatir apabila mendengarnya , baik dia dan Lin Yue akan berubah menjadi penuh kepanikan.


Lin Qiaofeng berjalan ke depan dan memutar mutar belati kupu kupu itu dan memandang Xi Qi yang ketakutan, Lin Qiaofeng membuka cadar nya yang menunjukkan wajah aslinya.


Tindakan selanjutnya dari Lin Qiaofeng telah membuat Xi Qi berteriak sangat keras tapi karena ini adalah ruang kedap suara, siapa yang bisa mendengar ?

__ADS_1


Jika ruangan lain hanya menggunakan dinding yang biasa yang terbuat dari kain tipis yang menampilkan siluet maka ini terbuat dari kayu sehingga tidak takut untuk di lihat oleh orang lain.


(Dinding ini bisa kalian lihat di beberapa drama cina yang bercerita tentang pendekar. )


__ADS_2