
"Hari ini, kami akan memberikan Penghargaan tahunan dalam kompetisi penulis pemula terbaik yang akan diberikan kepada....... Lin Beishang !" Ucap pembawa acara.
Lin Beishang berdiri dan berjalan ke panggung sambil menunduk ke kanan dan ke kiri, sebagai sesama penulis, dengan tangan yang menempel di dadanya sebagai bentuk penghormatan.
Lin Beishang berjalan ke atas panggung dan pembawa acara memberikan piala kecil untuk di pegang olehnya.
Lin Beishang menyambutnya dengan kedua tangan dan tersenyum tipis, tidak terlalu sedikit tapi tidak juga terlalu lebar, seolah olah senyumnya telah di tentukan dan memiliki ukuran pas.
"Terima kasih kepada sesama rekan penulis yang telah mendukungku selama ini dan memberikan masukan kepada seorang penulis pemula sepertiku, mohon bantuan kalian di masa depan untuk berjalan bersama dijalan kepenulisan ini. " Ucap Lin Beishang dengan kata kata yang tulus.
Lin Beishang tidak membanggakan karya ciptaannya, tidak juga merendahkan karya ciptaannya.
Hanya tidak menyebutkannya, membuat orang merasa bahwa Lin Beishang adalah orang yang rendah hati dan tidak sombong terhadap pencapaiannya.
Lin Beishang merasa bahwa ini sangat perlu dilakukan untuk karir nya yang baru tumbuh, memiliki teman dikalangan penulis tidaklah buruk sama sekali.
Semua orang bertepuk tangan untuk kata kata Lin Beishang dan Lin Beishang berjalan turun dari panggung.
"Kamu sangat hebat. " Puji Bei Zhao dengan kalem.
"Aku telah menduga ini, tapi terima kasih karena telah memujiku. " Ucap Lin Beishang dengan senyum bahagia yang sebenarnya.
Masih ada beberapa penghargaan lain, seperti Penghargaan Penulis terbaik tahunan, Penghargaan Penjualan buku terbanyak, Penghargaan buku yang paling diminati, Penghargaan Buku Terbaik, dll.
"Selanjutnya adalah Penghargaan Penulis terbaik tahunan, kali ini sangat sengit tapi sulit untuk dikatakan. Dari 10.000 suara yang diberikan, 90 persen memilih...... Lin Beishang !" Ucap Pembawa Acara.
Kali ini, Lin Beishang terkejut dengan pencapaiannya. Jujur saja, Lin Beishang tidak memperkirakan ini.
Semula, Lin Beishang mengira bahwa dia akan bisa membawa 2 atau 3 piala, tapi sepertinya sekarang dia akan membawa lebih banyak atau yang terbaik adalah dia akan membawa pulang semua piala.
__ADS_1
Lin Beishang berjalan ke depan dan menyambut piala lalu memberikan beberapa ucapan ringan yang kira kira sama dengan sebelumnya.
Lalu, selanjutnya adalah karya yang paling diminati dalam konteks modern, pemenangnya adalah seorang penulis laki laki bernama Qin Yong.
"Terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya selama ini, hari ini saya memenangkan dengan karya yang telah saya tulis selama 7 tahun, ini adalah keberuntungan terbesar dalam hidup saya. " Ucap Qin Yong dengan terharu.
Lin Beishang memberikan tepuk tangan sebagai apresiasi, Lin Beishang pernah membawa karyanya dengan judul "Dibawah Hujan Jiangnan"
Itu benar benar karya yang baik, Lin Beishang dengan sepenuh hati memuji karya itu dan memiliki dua versi cetak dari buku tersebut yang menghiasi kantornya.
"Selanjutnya adalah Penghargaan Karya yang paling diminati dalam tema sejarah atau pendekar yang sudah sangat sering dibicarakan dalam satu tahun belakangan ini, siapa lagi jika bukan.... Dewi Shu !" Ucap pembawa acara dengan sedikit gemetar.
Seorang wanita berpakaian bagus berjalan ke depan dengan aura sombong dan lalu menerima piala dan memberikan kata katanya.
"Aku telah menduga ini, karyaku tidak memiliki tanding. Jika kalian ingin berteman maka kalian harus membuktikan apakah kalian layak atau tidak." Ucap Shu Yin dan berjalan turun panggung.
Lin Beishang menatap dengan datar, nama Shu Yin ini, bahkan belum pernah di dengar olehnya. Nama karya nya bahkan belum pernah di dengar juga.
"Orang itu bahkan belum pernah dilihat dan berani begitu sombong, siapa orang itu ?! Apakah dia layak ?!" Tanya seorang penulis dengan kesal.
Sementara Lin Beishang melipat tangannya di depan dada dan tampak acuh tak acuh, jika memang adil maka seharusnya yang menang tahun ini adalah dia.
Bukannya dia memandang rendah karya lain, tapi memang dari segi media sosial atau buku cetak, miliknya memiliki grafik tertinggi.
Apalagi dia mendapat penghargaan penulis terbaik sebelumnya, agak aneh untuk mendapatkan perlakuan semacam ini.
Dibawah tekanan semua orang, Pembawa Acara tidak lagi bisa mengendalikan orang orang dan kata kata orang orang menjadi semakin liar.
"Seseorang yang bahkan namanya tidak ada di media sosial bisa memenangkan penghargaan ini ? Menurutku dia tidak layak. " Ucap Seorang penulis wanita sambil menunjukkan laman pencariannya di handphone.
__ADS_1
Lin Beishang membuka handphone nya dan mencari nama Shu Yin, tapi memang tidak ada sama sekali. Paling tidak, bahkan jika tidak terkenal, pasti ada satu atau dua artikel, tapi ini tidak ada sama sekali.
Sima Qing berjalan keluar dari balik panggung dan merasa bahwa situasi tidak dapat dikendalikan lagi, tiba tiba langsung berkeringat dingin.
Sima Qing melihat ke barisan paling belakang dan melihat barisan yang paling mematikan, siapa lagi jika bukan rombongan Lin Beishang.
Sima Qing tiba tiba menyesal menerima siap dari ayah Shu Yin, ayah Shu Yin adalah seorang pejabat jadi Sima Qing berniat untuk membangun kerja sama.
Siapa yang menyangka bahwa dia akan menyinggung banyak tokoh besar ? Seperti Lin Beishang, Lin Yue, Lan Xiang, Ye Xushi, Bei Zhao, dan Murong Yan.
Salah satu dari mereka bukanlah orang yang mereka singgung, jika memang hanya Lin Beishang sendirian maka tidak apa apa.
Tapi, kali ini Lin Beishang membawa beberapa orang bersamanya dan ini benar benar bukan tandingannya.
"Maafkan pihak kami yang melakukan kesalahan dan ceroboh, ini memang bukan untuk Nona Shu melainkan untuk Nona Lin !" Ucap Sima Qing dengan gemetar.
"Paman Sima ? Apa maksudmu dengan melakukan ini ?!" Bentak Shu Yin.
Semua orang menoleh dan melihat bagaimana Shu Yin memanggil Sima Qing, wartawan yang merekam secara langsung acara ini untuk masuk ke televisi pun terkejut dan tidak bisa mengedit bagian ini.
Sima Qing terkejut dengan panggilan Shu Yin yang tidak mengenal situasi, tiba tiba Lin Beishang berdiri dan tertawa lalu berjalan menuju tempat Shu Yin.
"Ternyata ini adalah kontes untuk paman dan keponakan, maafkan aku, ini bisa untuk saudari Shu. Saudari Shu bisa menyimpannya, aku, Lin Beishang tidak sanggup untuk menyimpan ini. " Ucap Lin Beishang dengan sindiran.
Bodohnya, Shu Yin menerima semuanya dengan wajah yang sombong.
"Memang seharusnya seperti itu ! Untunglah kau tahu diri. " Umpat Shu Yin.
"Tuan Sima, lain kali cukup undang keluarga mu saja untuk ikut jika seperti ini. Aku takut , jika sudah seperti ini maka bisnis mu akan sulit untuk berjalan. " Ucap Lin Beishang dengan senyum penuh peringatan.
__ADS_1
Lin Beishang berjalan maju dan mendekatkan bibirnya dengan telinga Sima Qing.
"Kerja sama kita, berhenti disini saja. " Lanjut Lin Beishang dengan seringaian.