Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
130. Selir Yanping Palsu III


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu sejak Lin Qiaofeng datang ke Istana dan menyamar menjadi seorang Selir Yanping. Penjahat yang mereka cari masih belum tertangkap sampai sekarang.


Karena penjahat itu adalah dirinya sendiri yang selalu berada di samping Kaisar, Kaisar belakangan ini merasa sangat sakit karena ketakutan.


Kaisar bahkan tidak bisa tidur karena penjahat belum ditangkap seolah olah akan dibunuh ketika Kaisar menutup matanya.


Kaisar selalu memintanya untuk menemani Kaisar ketika pria tua itu akan memejamkan mata, Kaisar tidak tahu bahwa dia bisa membunuh Kaisar kapan saja dia mau.


Tapi, tujuannya belum sepenuhnya sempurna. Apa yang di inginkan nya belum di dapatkan olehnya, pembalasan pertama yang akan dia lakukan pada anggota Kekaisaran.


Adalah pada putri kesayangan Kaisar yang telah menghina ibunya, Putri Huayang, Bei Yi Fei. Kaisar bahkan menurunkan penangkapan buronan yang menyerang istana.


Lin Qiaofeng sendiri tidak mungkin melakukan hal yang penuh dengan cela, dia tidak hanya membunuh pelayan Yanping melainkan membunuh beberapa pelayan lain.


Sehingga itu tidak menimbulkan kecurigaan Kaisar, tambah lagi ada beberapa belas prajurit Kekaisaran yang dibunuh olehnya di gerbang utama.


Seperti saat ini, Kaisar sedang terbaring di ranjang sementara dia membawa kipas besar dan mengipasi Kaisar menggantikan pelayan.


"Yang Mulia, hati Yanping merasa tidak tenang belakangan ini. Sejak Bei Wang dan Xie Xiansheng dicabut dari jabatannya, ketenangan di ibukota mulai berkurang. Belum lagi, Dinasti Song memiliki ambisi terhadap kekuatan kita. " Ucap Lin Qiaofeng dengan suara manja seperti suara milik Lien Hua, Yanping asli.


Wajah Kaisar berubah menjadi agak muram setelah mendengar kata katanya, tapi dia tidak mundur.


"Yang Mulia, jangan marah dengan Yanping. Yanping hanya mengatakan apa yang Yanping pikirkan, lalu kenapa Selir Fang masih belum kembali sampai sekarang ?" Tanya nya.


"A Ling, aku tidak tahu apa yang terjadi padanya. Tapi dengan Tuan Kedelapan disisi nya maka dia akan baik baik saja. " Ucap Kaisar dengan percaya diri.


Tiba tiba pintu diketuk dan Tuan Kelima masuk lalu berlutut di sebelah Kaisar.


"Yang Mulia, hamba ini ingin melaporkan bahwa Tuan Kedelapan dan Selir Fang telah dibunuh di Dinasti Song." Ucap Tuan Kelima.


Mendengar ini membuat mata Kaisar membelalak dan langsung bangun dengan beberapa batuk, Lin Qiaofeng dengan telaten menepuk nepuk punggung Kaisar dengan penuh perhatian.


"Yang Mulia sabar, bagaimanapun kesehatan ada adalah yang paling penting. " Ucap Lin Qiaofeng.

__ADS_1


"Aku sangat senang bahwa Yanping selalu memperhatikanku. " Ucap Kaisar.


Lin Qiaofeng memberikan senyum palsu sementara Kaisar menghadap ke arah Tuan Kelima.


"Bagaimana mungkin Tuan Kedelapan dibunuh ? Siapa yang melakukan nya ?" Tanya Kaisar dengan gelisah.


Dengan adanya pembunuh bayaran yang berkeliaran di sekitar istana saja sudah membuat Kaisar merasa gelisah dan sekarang berita kematian Tuan Kedelapan sampai di telinganya.


"Hamba ini tidak tahu soal ini tapi Yang Mulia tenang saja, Hamba ini akan memimpin pasukan untuk mencari kebenaran. " Ucap Tuan Kelima.


"Yang Mulia, ini tidaklah bijak. Bagaimanapun Tuan Kelima adalah orang yang rahasia. Jika Tuan Kelima tiha memimpin pasukan maka 3 Dinasti lain akan tahu bahwa salah satu pondasi kita telah diruntuhkan, ini tidak baik. Bagaimana jika memberi kesempatan kepada Jenderak Xie untuk menjalankan ini ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan lemah lembut layaknya Selir Yanping yang sebenarnya.


Kaisar memikirkan hal ini dan Tuan Kelima tampaknya tidak setuju dengan pendapatnya.


"Yang Mulia, Jenderal Xie tidak akan mampu menangani hal ini. " Ucap Tuan Kelima.


"Yang Mulia berikan Jenderal Xie kesempatan, hal ini harus di tangani dengan hati hati. " Ucapnya sambil memijat bahu Kaisar.


"Zhen setuju dengan kata kata Yanping, Tuan Kelima berikan perintah kepada Jenderal Xie untuk memimpin ekspedisi kali ini." Ucap Kaisar.


Ini adalah tanda yang dimiliki Kaisar sehingga tanpa Segel Naga ini, seseorang bukanlah Kaisar lagi. Segel ini juga yang mengendalikan kedelapan pilar Istana.


"Hamba ini akan menjalankan perintah Yang Mulia. "Ucap Tuan Kelima.


Sementara Kaisar menyuruhnya untuk kembali ke kediaman Selir Yanping, dia tidak menunggu lebih lama lagi dan berjalan pergi.


Tatapan lemah lembut yang selalu tepampang diwajahnya berubah menjadi tatapan dingin yang haus darah.


"Siapa kau sebenarnya ? Kau bukan Selir Yanping yang sebenarnya ?" Tanya orang di belakangnya sambil mengacungkan pedang.


Lin Qiaofeng tertawa kecil dan berbalik untuk melihat Tuan Kelima dengan tatapan acuh tak acuh.


"Tuan Kelima, kamu tidak boleh menuduh orang secara sembarangan. "Ucapnya dengan lembut tapi juga terdengar dingin.

__ADS_1


"Selir Yanping tidak akan berani menjawab ku seperti itu. " Ucap Tuan Kelima.


"Tuan Kelima, seseorang akan berubah seiring berjalannya waktu, apa gunanya terus terpaku pada orang lain di masa lalu ? Tuan Kelima, sebaiknya kamu pergi atau kamu akan mengundang kecurigaan. Ditengah kegelapan yang menyakiti jiwa seperti ini, kita hanya berdua. " Ucapnya dengan penuh makna.


Tapi sayangnya Tuan Kelima yang bodoh ini bahkan tidak bisa menangkap maksudnya dan berjalan mendekatknya berusaha untuk mencari jawaban darinya.


Lin Qiaofeng melihat Kaisar berjalan dari belakang dan menjatuhkan tubuhnya ke lantai lalu menangis dengan keras.


"Jangan mendekat ! Jangan mendekat !" Teriaknya dengan ketakutan.


Kaisar yang mendengar suaranya langsung mendekatinya dan menatap tajam kearah Tuan Kelima, dua garis air mata terbentuk diwajahnya.


Lin Qiaofeng memeluk dirinya sendiri dengan pakaian bagian atas yang sedikit terbuka yang menunjukkan bahu putihnya.


"Tuan Kelima ! Apa yang kau lakukan ?! Berani beraninya kau melakukan ini pada Selir kesayangan Zhen !" Teriak Kaisar dengan marah.


Tuan Kelima yang telah dituduh secara tidak adil tidak bisa membela diri dan hanya bisa berlutut di depan Kaisar.


"Hamba ini tidak memiliki niat buruk pada Selir Yanping, hanya saja Selir Yanping terlihat mencurigakan. Hamba ini bertugas untuk melindungi Yang Mulia dari setiap ancaman. " Ucap Tuan Kelima.


"Apa ini yang kau maksud dengan melindungi ku ?! Yang kulihat adalah kamu ingin merebut Selir Kesayangan Zhen !" Bentak Kaisar.


"Hamba ini tidak memiliki niat seperti itu, harap Yang Mulia jangan salah paham. " Ucap Tuan Kelima dengan buru buru.


Lin Qiaofeng yang telah berdiri dengan senyum dingin di wajahmu memandang kearah Tuan Kelima. Ini hanya peringatan kecil.


Dalam sekejap tatapan nya berubah menjadi ketakutan lagi, dan memandang ke arah Kaisar.


"Yang Mulia, Yanping meminta izin kembali ke tempat Yanping. Yang Mulia, bagaimana pun keamanan Yang Mulia adalah yang terpenting, Yanping rela untuk dicurigai secara tidak adil seperti ini demi menenangkan kegelisahan Yang Mulia. " Ucap Lin Qiaofeng dengan suara yang gemetar.


Mendengar kata kata Selir Yanping, kemarahan milik Kaisar pada Tuan Kelima menjadi jauh lebih besar.


"Yanping, kembalilah dan beristirahatlah. Yang Mulia ini akan mengirimkan dua orang pelayan untuk menjagamu. " Ucap Kaisar dengan perhatian.

__ADS_1


"Terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Yang Mulia pada Yanping, Yanping sangat menghargai kebaikan Yang Mulia. Aku harap Yang Mulia tidak terlalu keras pada Tuan Kelima, karena Tuan Kelima melakukan ini untuk kebaikan Yang Mulia. Yanping pamit terlebih dahulu Yang Mulia. " Ucap Lin Qiaofeng.


__ADS_2