
Dia tersadar dari lamunannya dan hanya mengambil beberapa makanan manis kesukaannya.
Dibawah tatapan tajam Kaisar dan seluruh orang yang ada di dalam aula ini, dia tidak bisa lengah sedikitpun atau dia akan terinjak oleh mereka.
Sebenarnya, ada banyak orang yang sebelumnya sudah memikirkan ratusan rencana jahat untuk Zhou Beishang, terutama Putri Huayang.
Tapi, karena kedatangan Bei Zhao, tidak ada yang berani untuk menganggu Zhou Beishang lagi. Para lintah tua ini, hanya bisa menindas yang lemah dan menjilat yang kuat.
Zhou Beishang sendiri dengan tulus merasa jijik untuk semua orang ini , orang orang ini bahkan tidak layak untuk disebut sebagai binatang.
Sifat mereka buruk dan tidak mencerminkan sifat manusia yang digambarkan, di depan banyak orang mereka bisa menjadi malaikat tak bersayap tapi saat sedang sendirian mereka bisa menjadi raja iblis yang paling kejam.
Ini adalah apa yang ditanamkan Zhou Beishang sejak menginjak 10 tahun, tidak ada yang gratis di dunia ini.
Dia selalu berusaha untuk menghindari para pejabat karena apa yang telah ditanam nya ini. Dia selalu waspada pada siapapun.
Dia sendiri mengagumi pengaruh Bei Zhao yang mampu membuat semua orang tunduk dan menyimpan pisau tersembunyi mereka lagi ke dalam saku.
"Wangye, bagaimana dengan situasi di perbatasan ? Aku mendengar sebelumnya bahwa itu tidak terlalu baik. " Ucapnya dengan senyum tipis.
"Tidak perlu berpura pura lagi, kau telah mengetahui semuanya bukan ?" Tanya Bei Zhao dengan datar.
"Apa yang Wangye katakan ? Aku hanya seorang putri yang dibuang dan tanpa nama, bagaimana mungkin aku memiliki seseorang untuk dikirimkan ke perbatasan dan memeriksa situasi ?" Tanya nya dengan lemah lembut.
Dia tidak melakukan ini untuk hal yang sia sia, dia ingin melihat informasi yang dibawa oleh Bei Zhao apakah sama dengan milik yang dibawa oleh bawahannya.
"Semuanya baik, perbatasan baik hanya saja seperti yang kamu katakan, Dinasti Song sepertinya kurang baik. Dinasti Song sedang membentuk kekuatan gelap yang tersembunyi. "Ucap Bei Zhao.
"Kenapa kamu mengatakan ini padaku ? Apa kamu tidak takut bahwa aku akan menjadi mata mata dari Dinasti Song ?" Tanya nya.
"Jika kau memang mata mata Dinasti Song maka kau tidak akan menyuruhku untuk waspada terhadap Dinasti Song. " Ucap Bei Zhao dengan dingin.
Dia yang mendengar ini tersenyum penuh arti, sebenarnya bukan seperti itu maksudnya. Dia ingin melihat Dinasti Qin dan Dinasti Song bertarung.
__ADS_1
Pada saat itu kedua belah kekuatan akan melemah dan dia akan mengambil kesempatan untuk mendorong Kaisar bersama dengan Ibu Suri.
Tidak menyangka bahwa cerita telah berubah dan dia mengambil jalan memutar, tapi meskipun begitu itu masih berguna baginya.
Dia sedikit terharu juga melihat Bei Zhao yang percaya padanya, sayang sekali bahwa dia akan menghancurkan kepercayaan itu dimasa depan.
Dia dan Bei Zhao tidak ditakdirkan untuk berada di jalan yang sama, keduanya memiliki jalan masing masing.
Lebih baik untuk saling berpisah dan jalan di jalan masing masing tanpa saling menghalangi satu sama lain.
"Dinasti Song....... Dinasti Song..... " Dia mengulang nama ini berulang kali dengan senyum yang tidak dapat dijelaskan.
Hanya dia sendiri yang tahu dengan jelas, apa alasan dia tersenyum penuh arti ketika menyebut nama itu.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu ?" Tanya Bei Zhao dengan bingung.
"Tidak apa apa, hanya memikirkan sesuatu yang indah untuk dilakukan di masa depan. " Ucapnya asal asalan.
"Ckck." Bei Zhao tidak mengatakan apapun dan hanya mendecakkan lidah.
Mulai dari yang jabatan nya paling besar dan karena Bei Zhao adalah seorang Paman Kekaisaran sekaligus Jenderal tertinggi , maka mereka mendapat giliran yang pertama.
Mereka merdua berjalan berdampingan, kedua tangan saling terjalin dan bergandengan, tampak sangat mesra.
Di sudut lain, Putri Huayang merasa sangat marah sampai sampai ingin membanting cangkir yang ada di depannya.
Tangannya mengepal dengan erat dan menatap Zhou Beishang yang diliputi oleh senyum tipis yang memesona dengan penuh iri dengki.
"Zhou Beishang, kau lihat saja ! Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri !" Ucap Putri Huayang dengan marah dan mata yang memerah.
"Tuan Putri, jangan marah, wanita murahan itu tidak layak untuk membuat Tuan Putri marah. " Ucap pelayan Putri Huayang.
"Entah apa yang dilihat oleh paman Kekaisaran darinya, dia murahan dan tidak layak untuk dilihat, bahkan lemah. Aku jauh lebih baik darinya !" Ucap Putri Huayang dengan tidak tahu malu.
__ADS_1
"Wanita murahan itu mana bisa di bandingkan dengan Tuan Putri yang diberkati Surga, anda adalah putri Permaisuri dan Putri Kesayangan Kaisar, mana bisa di bandingkan dengan anak liar sepertinya yang berasal dari seorang pelacur. " Ucap Pelayan Putri Huayang.
Sementara di sisi lain, Zhou Beishang yang baru saja mengucapkan salam perpisahan dengan Kaisar, Ibu Suri dan Permaisuri.
Secara tidak sengaja mendengar perbincangan yang menarik ini, dia menoleh pada Putri Huayang dan tersenyum ramah.
Tapi, entah kenapa senyuman itu terasa mencekam dan mengerikan. Siapapun yang melihatnya akan merasa ketakutan.
Putri Huayang yang sebelumnya tampak sangat gagah untuk mengata ngatai Zhou Beishang bersama dengan pelayannya langsung gemetar kala melihat senyum mengerikan milik Zhou Beishang.
Zhou Beishang sendiri hanya tersenyum remeh, tapi ada emosi lain dimatanya. Selama ini, dia belum pernah melepaskan siapa pun yang menyebut ibunya dengan penghinaan.
Dia menjilat bibirnya yang membuatnya tampak mempesona dan semua orang langsung terpesona olehnya.
Dia memikirkan bagaimana harus memberikan hukuman yang setimpal pada Nona manja seperti Putri Huayang ini ?
Sudut bibirnya terangkat yang membentuk seringaian sebelum akhirnya kembali melirik Putri Huayang sekilas sebelum dia mengejar langkah Bei Zhao.
"Wangye, anda berjalan terlalu cepat. Kakiku yang kecil dan lemah ini mungkin tidak akan sanggup mengejar ketertinggalan dari anda. " Ucapnya sambil bercanda.
Dia tidak memiliki pekerjaan yang harus dia lakukan dan dia ingin perhatian Bei Zhao teralihkan padanya sementara A Xiang dan A Ling pergi untuk mencari apa yang dipesan olehnya.
Tidak menyangka bahwa Bei Zhao benar benar berhenti untuk menunggunya, dia terkejut tapi berusaha untuk menyembunyikannya.
Hap
Dia terkejut, kali ini tidak bisa menyembunyikan keterkejutan nya, tubuhnya melayang ke udara dan masuk kedalam pelukan hangat Bei Zhao.
Pemuda itu menggendongnya, dia terkejut dan bisa dengan mudah mencium harum tubuh Bei Zhao.
"Wangye, kenapa anda menggendong ku ?" Tanya nya dengan bingung sekaligus penasaran.
"Diam, jangan banyak bicara. Kau berjalan terlalu lambat, aku tidak bisa menunggu terlalu lama. " Ucap Bei Zhao dengan datar.
__ADS_1
Tapi, dia tertawa kecil ketika memikirkan alasan konyol ini. Dia hanya bercanda sebelumnya dan Bei Zhao menganggapnya dengan serius bahwa dia tidak bisa berjalan dengan cepat.