Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
149. Kematian Zhao Ye Shi


__ADS_3

"Zhao Ye Shi, jangan permainkan aku ! Bibi Zhao !!" Teriak Lin Qiaofeng dengan penuh kesakitan.


Sejak malam, Lin Qiaofeng tidak bisa menoleh atau bergerak hanya bisa merasakan bahwa semakin lama tangan orang di belakangnya menjadi semakin rapuh dan semakin dingin.


Di meja, ada dua buah surat, Lin Qiaofeng membuka surat itu dan ternyata surat itu dibuat untuk Ye Xushi sementara yang satunya lagi adalah untuknya.


Lin Qiaofeng duduk dan membuka surat itu lalu membaca, Zhao Ye Shi ini adalah orang yang menyelamatkan nya berulang kali.


Baru saja mereka bertemu tapi sudah harus kembali di pisahkan, memang Lin Qiaofeng merasa bahwa kedua racun itu di segel di dalam tubuhnya.


Tidak memiliki jejak lain lagi , bahkan terasa sangat nyaman. Tapi, meskipun mendapatkan kenyamanan ini tidak membuat Lin Qiaofeng senang sedikitpun, justru menjadi semakin sedih.


"Zhao Ye Shi, apakah menurutmu aku akan senang dengan segala hadiah mu ini ?" Tanya Lin Qiaofeng sambil menangis ketika membaca surat dari Zhao Ye Shi.


Isi surat itu adalah :


'Qiaofeng, hiduplah dengan baik, semua ini aku lakukan tanpa penyesalan dan tanpa tekanan. Aku harap kamu tidak terbebani oleh rasa bersalah dan rasa hutang budi, aku juga berharap bahwa kamu bisa lebih menghargai hidupmu di masa depan.


^^^^^^-Zhao Ye Shi'^^^^^^


"Zhao Ye Shi, bangunlah ! Aku tahu bahwa kau hanya menipuku ! Bahkan jika kau menipuku dan tiba tiba bangun sekarang, aku tidak akan marah !" Teriak Lin Qiaofeng dengan putus asa.


Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama di dalam ruangan itu , akhirnya Lin Qiaofeng berjalan dengan lesu keluar dari ruangan rahasia milik Zhao Ye Shi.


Di depan ruangan itu ada Ye Xushi yang tidak terkejut ketika melihat kematian Zhao Ye Shi, hanya kesedihan mendalam yang terlihat di wajah Ye Xushi.


"Ye Xiansheng, Bibi Zhao memberikan ini padamu. " Ucap Lin Qiaofeng memberikan surat milik Zhao Ye Shi pada Ye Xushi.


Ye Xushi menerima surat itu dengan hormat dan membaca surat dengan serius sebelum akhirnya berlutut di depannya.


"Bawahan Ye Xushi menyambut Tuan baru di Paviliun Tianmei !"Ucap Ye Xushi.

__ADS_1


Lin Qiaofeng mengambil nafas dalam dalam dan mengerti apa niat sebenarnya yang ingin di lakukan oleh Zhao Ye Shi.


"Pertama tama, kota harus memberi pemakaman yang layak bagi Bibi Zhao. " Ucapnya pada Zhao Ye Shi.


"Kalau menurut kebiasaan orang disini, maka tubuh orang akan di taruh di atas rakitan bambu yang dilapisi dengan jerami lalu dibakar dan dibiarkan mengapung di atas air yang mengalir. " Ucap Ye Xushi.


"Baik, aku merepotkan Ye Xiansheng untuk menyiapkan ini semua. " Ucap Lin Qiaofeng.


"Ya, Xiaojie. " Ucap Ye Xushi.


"Ye Xiansheng, tidak perlu menggunakan Xiaojie. Panggil aku Lin Qiaofeng. " Ucap Lin Qiaofeng.


"Jika begitu maka kamu harus memanggilku dengan nama juga, jangan memanggilku dengan Ye Xiansheng setiap hari, itu akan membuat ku menjadi sangat tua. "Ucap Ye Xushi dengan genit.


"Ye Xushi, jangan membuat ulah lagi. " Ucap Lin Qiaofeng dengan helaan nafas lelah.


Lalu, setelah itu Ye Xushi meminta maaf pada seluruh pengunjung dan memberi tahu bahwa Paviliun Tianmei akan ditutup hari ini.


Dikatakan bahwa Paviliun Tianmei memiliki kekuatan dan dukungan dari Kekaisaran sehingga tidak ada yang berani untuk menganggu atau membuat kekacauan di Paviliun Tianmei.


Semua orang keluar dengan penuh umpatan dan kekesalan karena kesenangan mereka terganggu, tapi wajah Ye Xushi yang tersenyum tidak pernah berubah sekalipun meskipun mendengar begitu banyak umpatan.


Orang orang ini, mengatakan sangat benci dan sangat marah pada Paviliun Tianmei mereka, tapi mereka nanti pasti akan datang lagi dan melupakan segala kata kata kasar mereka karena kemarahan sesaat.


Ini adalah hal yang biasa dan Ye Xushi sudah terbiasa dengan hal ini, agar tidak ada kesalahan dan tercium oleh orang luar tentang masalah ini.


Ye Xushi secara pribadi menjalani hal ini dan memesan satu set lengkap untuk melakukan upacara melepas kepergian Zhao Ye Shi.


Siangnya, Lin Qiaofeng dan Ye Xushi melepaskan kepergian Zhao Ye Shi, Lin Qiaofeng menatap tubuh Zhao Ye Shi yang perlahan alahn di lalap oleh api.


Setelah itu, Lin Qiaofeng kembali ke istana dan menyamar kembali menjadi seorang Selir Yanping yang telah memukau banyak orang belakangan ini.

__ADS_1


Setelah kembali menyamar, Lin Qiaofeng langsung menuju ke penjara Istana dengan langkah yang tegas dan gagah.


Disana, Lin Qiaofeng di halangi untuk masuk oleh orang orang Penjaga Kekaisaran, tatapan Lin Qiaofeng menatap dengan dingin dan mengeluarkan Segel Giok Naga.


"Silakan masuk !" Ucap penjaga Kekaisaran itu sambil menunduk sopan dan membawanya untuk bertemu dengan Permaisuri.


Lin Qiaofeng berjalan masuk ke dalam tempat Permaisuri dikurung dan menatap menuju Permaisuri dan meminta Penjaga Kekaisaran untuk mundur.


"Huanghou, kita bertemu lagi. " Ucap Lin Qiaofeng dengan senyum lebar.


"Apa yang kau inginkan sialan ?!" Tanya Permaisuri dengan marah.


"Siapa yang peduli apa yang aku inginkan ? Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku ingin tahu tentang Lu Wang ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan senyum dingin.


Lin Qiaofeng berjalan mendekati Permaisuri yang di rantai dan menggunakan gaun putih polos, seolah olah sudah kehilangan segala kemewahan nya.


Bahkan, seperangkat tusuk rambut yang megah dan mewah tidak menyisakan jejak lagi. Ini adalah hal yang tidak bisa dipercayai oleh orang orang.


Siapa yang akan menyangka bahwa dalam satu malam, semua yang dikumpulkan dengan susah payah akan hilang dan tidak menyisakan apapun.


Wajah Permaisuri tampak terkejut ketika mendengar pertanyaan nya. Tapi segera menghapusnya seolah olah tidak pernah memasang wajah terkejut.


"Apa yang kamu maksud ? Jika kamu ingin tahu tentang Lu Wang maka bertanyalah pada Kaisar atau dengan Lu Wang. " Ucap Permaisuri dengan tatapan penuh kebencian.


"Bukankah kamu sangat mengenal Lu Wang ? Lalu kenapa kamu sekarang pura pura tidak mengenal nya ? Apakah kamu tidak takut bahwa dia akan menjadi sedih karena kamu tidak mengakuinya ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan lembut tapi setiap kata katanya penuh dengan makna.


"Ah, bukan masalah sedih sepertinya, tapi lebih ke arah, apakah kamu tidak takut dibuang olehnya ?" Tanya Lin Qiaofeng sekali lagi.


"Apa yang kau maksud wanita gila ?! Aku tidak mengerti !"Teriak Permaisuri dengan marah.


"Kamu tentu saja belum mau mengakui secara langsung, tapi tidak apa apa. Aku memiliki banyak cara untuk membuat mu mengatakan sesuatu tentang Lu Wang ini, ah apakah kamu mengenalnya lebih baik dengan nama-" Ucapan Lin Qiaofeng terpotong oleh jeritan Permaisuri yang menolak untuk mendengar nama yang ingin di sebutkan olehnya.

__ADS_1


__ADS_2