
Warning : Scene disini akan sedih tapi bukan berarti berakhir. Jadi, siapin tisu banyak banyak ya, karena akan mengandung banyak bawang, he he he.
...----------------...
...Selamat Membaca !...
...----------------...
Tanpa diduga duga, sekelompok besar manusia gunung menghampiri ketika mereka telah berhasil menekan pasukan lawan.
Lin Beishang menatap dengan putus asa, sudah lebih dari 4 jam mereka bertarung tanpa istirahat bahkan matanya telah menjadi lelah dan tangannya mati rasa.
Hujan telah mereda tapi tubuhnya telah basah oleh darah, baik darahnya sendiri atau darah musuhnya.
Tubuh Lin Beishang saat ini, tidak berbeda dengan papan panahan. Bagaimana tidak ? Sudah ada tiga panah yang menancap di tubuh Lin Beishang.
Jika bukan seni bela dirinya tinggi, maka Lin Beishang sudah lama menemui kematiannya. Wajah Lin Beishang berubah pucat ketika melihat manusia manusia gunung yang datang.
Manusia gunung memiliki kekuatan berkali kali lipat dibandingkan manusia biasa, dan ini ada lebih dari 100 manusia gunung yang turun.
Mereka baru saja menuntaskan masalah orang barbar dan sekarang harus mengurusi masalah Manusia Gunung ?
"Jenderal Xie, apakah kamu masih bisa bertahan ?" Tanya Lin Beishang pada Xie Linye.
Walaupun di masa lalu mereka tidak memiliki hubungan yang baik, tapi saat ini mereka bersatu dan bergandengan tangan untuk bertahan dari serangan ini.
"Nona tenang saja, pria tua ini baik baik saja. Nona harus terus bertahan. " Ucap Xie Linye menyemangatinya , padahal kondisi Xie Linye sendiri tidak baik.
Lin Beishang yang melihat ini menolak untuk mengakui kekalahannya dan langsung mengayunkan pedangnya lagi.
Ketika jalannya menjadi agak kosong, barulah Lin Beishang bisa melihat Bei Zhao yang melawan 3 orang Paviliun Qiao Yao yang memiliki tahap Penguasa.
Jika pada kesempatan biasa maka Bei Zhao bisa mengalahkan mereka tanpa keraguan, tapi saat ini Bei Zhao telah kehilangan banyak tenaganya dan melawan Chu Huli adalah tindakan yang melelahkan.
Lin Beishang ingin pergi dan membantu tapi ada dua manusia gunung yang menghalangi jalannya membuat Lin Beishang murka.
Kemarahan Lin Beishang meningkat kalau melihat Bei Zhao terdorong mundur dengan sebuah pedang yang menancap di bahu.
Baju Bei Zhao mengalirkan darah segar dan dibasuh oleh hujan gerimis, Bei Zhao terlihat mencabut pedang musuhnya dan kembali bertarung dengan sekuat tenaga.
Lin Beishang yang melihat ini merasa marah pada dirinya sendiri karena terlalu tidak berguna dan tidak bisa melindungi orang yang ingin di lindungi olehnya.
"Kalian semua matilah !" Teriak Lin Beishang dengan mulut penuh darah dan memenggal kedua manusia gunung itu dengan sekuat tenaga.
Ketika ingin mendekati Bei Zhao, dua orang Paviliun Qiao Yao datang dan menghalanginya , mereka telah pernah bertemu satu sama lain.
Itu adalah Chu Ling dengan Chu Xian, Lin Beishang tertawa sinis dan rambutnya berkibar dengan liar seolah olah itu adalah amarahnya yang bergejolak.
"Apakah kalian berdua pikir bisa menghalangi ku tak Apakah kalian pikir kalian layak ?" Tanya Lin Beishang dengan sinis.
"Kami tahu kami tidak bisa menghalangi mu dalam waktu normal, tapi saat ini kekuatanmu tidak sampai setengah lagi !" Ucap Chu Ling.
"Hmph ! Aku ingin melihat bagaimana kalian bisa mengalahkan ku !" Ucap Lin Beishang dengan murka.
Lin Beishang mengayunkan pedangnya dan menangkis kekuatan dua orang dengan sekuat tenaga, Lin Beishang telah menggunakan kekuatan penuhnya dan mendorong tubuhnya sampai ke batas maksimal.
Lin Beishang mengambil pedang Chu Xian lalu pedang itu berubah menjadi berkarat sebelum akhirnya hancur , Chu Xian tampak terkejut.
Lin Beishang menggunakan darahnya yang mengandung kekuatan korosi paling kuat , bahkan daging dan tulang akan hancur.
Tangan Lin Beishang terulur dan memukul dada Chu Xian dengan kuat. Chu Xian terlempar mundur dan jatuh lalu terbatuk batuk darah.
Sementara melawan Chu Ling sendirian tidak akan menjadi masalah besar baginya, Lin Beishang mengeluarkan tiga buah jarum dari saku pakaiannya dan jarum jarum itu menancap tepat di dahi Chu Ling.
Chu Ling jatuh ke belakang dengan mata yang terbelalak dan tampak ketakutan, sebelum akhirnya benar benar meninggal.
"Chu Ling !" Teriak Chu Xian dan merangkak menuju Chu Ling.
Chu Xian tidak menyadari bahwa Lin Beishang telah mengangkat pedangnya dan menikam Chu Xian dari belakang.
Chu Xian menghela nafas terakhirnya setelah berhasil meraih Chu Ling , Lin Beishang menatap mereka dengan tatapan rumit.
Hubungan mereka di masa lalu tidak buruk, tapi pada akhirnya harus saling membunuh satu sama lain seperti ini, ini membuat Lin Beishang tidak nyaman.
"Bei Zhao !!!" Teriak Lin Beishang dan segera memeluk Bei Zhao dari belakang.
Tubuh mereka berdua tampak terhenyak dan Lin Beishang merasa bahwa tubuhnya telah ditembus dengan sesuatu dan terasa sangat menyakitkan.
__ADS_1
Bei Zhao menoleh ke belakang dan melihat bahwa Lin Beishang telah melindunginya dari serangan pedang.
Sekarang, pedang itu menancap tepat di perut Lin Beishang dan Lin Beishang tidak dapat berdiri dengan baik.
Mata Lin Beishang basah dan dia bertumpu dengan pedang. Lin Beishang memaksakan diri untuk tetap tersenyum sebelum akhirnya memuntahkaan seteguk darah.
"Beishang !!" Teriak Bei Zhao dengan sedih dan memeluk Lin Beishang yang jatuh setengah berlutut.
"Bunuh mereka, jangan pedulikan aku, aku baik baik saja. " Ucap Lin Beishang dengan suara yang sangat lemah.
Bei Zhao menatap Lin Beishang dengan sangat sedih dan meneteskan air mata lalu mengangkat pedangnya dan membunuh orang yang menusuk Lin Beishang tadi, bahkan jika mereka adalah salah satu keluarganya.
Bei Zhao berlutut di samping Lin Beishang, saat ini keduanya terluka sama parahnya. Bei Zhao sendiri tidak lebih baik dari Lin Beishang.
Lin Beishang dengan kejam mencabut pedang itu dan darah mengalir layaknya mata air membuat Bei Zhao ketakutan.
Dalam hidupnya yang selalu berkaitan dengan darah dan kematian, baru kali ini Bei Zhao merasa bahwa dirinya sangat takut ketika melihat darah dan itu adalah darah orang yang paling dikasihinya, Lin Beishang.
Bei Zhao membawa Lin Beishang masuk ke dalam pelukannya dan melindungi gadis yang terkulai lemah itu dalam pelukannya.
"Tidak apa apa, aku memiliki tubuh yang tahan banting. Beberapa luka tusukan tidak akan membuatku mati. " Ucap Lin Beishang dengan senyum lebar, tapi air mata mengalir dari mata Lin Beishang.
Bei Zhao yang melihat ini tidak bisa menahan tangisnya dan memeluk Lin Beishang dalam dalam, tapi tidak berani terlalu erat karena takut melukai gadis itu.
"Jangan pergi, tenanglah, aku akan membawamu kembali. " Ucap Bei Zhao.
"Tentu saja, aku percaya bahwa kamu akan membawaku kembali. Huft, hanya saja kadang karang keinginan dan kenyataan tidak berjalan selaras. " Ucap Lin Beishang sambil tersenyum sedih.
"Apa maksudmu ?! Beishang, jangan membuatku ketakutan !" Ucap Bei Zhao dengan panik dan sedih.
"Tidak, tidak apa apa, jangan menangis. Aku hanya ingin mengatakan bahwa dalam kehidupan ku yang menyedihkan ini, kamu adalah satu satunya kebahagiaanku. Aku tidak pernah begitu takut kehilangan seseorang , tapi aku begitu takut ketika membayangkan bahwa aku akan kehilangan mu. " Ucap Lin Beishang sambil terbatuk batuk penuh darah.
"Beishang, bertahanlah !" Ucap Bei Zhao dan menghalau serangan pasukan musuh.
Bei Zhao berjalan dan membawa Lin Beishang di punggungnya, dengan satu tangan memegang pedang dan yang lain menahan Lin Beishang.
Pasukan musuh semakin menekan mereka dan Bei Zhao semakin kesulitan untuk melawan musuh. Lin Beishang tertawa ringan.
"Jangan berusaha lagi, tinggalkan aku disini maka kamu akan bisa pergi. " Ucap Lin Beishang dengan lemah.
Hanya saja, musuh menjadi semakin banyak, memang jika tidak membawa Lin Beishang yang terluka parah dipunggung nya maka Bei Zhao bisa melarikan diri dengan tenang.
Tapi, karena ini membawa Lin Beishang maka Bei Zhao kesulitan untuk melawan musuh. Tapi, Bei Zhao adalah orang yang keras kepala.
Lebih baik mati daripada meninggalkan Lin Beishang sendirian disini, Bei Zhao sudah bertekad untuk membawa Lin Beishang kembali.
Tanpa diduga duga, Lin Beishang melepaskan diri dan mengambil Yue Shan yang tergantung di tubuhnya.
Dengan bantuan Bei Zhao sebagai penopang, Lin Beishang menyerang musuh sekuat tenaga.
"Beishang, lukamu akan semakin parah !" Ucap Bei Zhao dengan cemas.
Lin Beishang tidak memiliki tenaga untuk menjawab sehingga terus menyerang musuh dengan kuat, siapa yang menyangka bahwa Dewi Fortuna tidak memihak kepada mereka.
Sebuah anak panah dilepaskan dan mengarah ke arah Lin Beishang, Bei Zhao yang melihat ini tentu saja tidak membiarkan hal ini terjadi.
Creshhh !
Suara daging yang ditembus oleh anak panah terdengar dan darah terpercik ke wajah Lin Beishang, Lin Beishang terkejut dan melihat dada Bei Zhao yang telah ditembus oleh panah.
Mereka berdua jatuh berlutut ke tanah dan Bei Zhao tampak kehilangan cahayanya, Bei Zhao memeluk Lin Beishang tanpa daya.
"Bahkan jika kamu menemui kematian , maka aku akan ikut denganmu. Aku menolak untuk berpisah denganmu !" Ucap Bei Zhao.
Air mata mengalir lebih deras dari wajah Lin Beishang dan memeluk Bei Zhao dengan hati hati.
"Kenapa kau begitu keras kepala ? Hiks, kau bisa pergi kenapa harus tinggal disini bersamaku ?" Tanya Lin Beishang tidak bisa menahan isak tangisnya sementara musuh menjadi lebih dekat dengan mereka.
Mereka telah dikepung dan tidak akan bisa melarikan diri dari sini.
"Jika kita bertemu lagi di kehidupan selanjutnya maka aku berharap bahwa kita memiliki takdir yang lebih baik dan lebih manis. Selamat tinggal, mari bertemu di kehidupan selanjutnya. " Ucap Bei Zhao sebelum akhirnya pingsan di dalam pelukannya.
Kata kata Selamat Tinggal dari Bei Zhao telah menghancurkan seluruh hatinya tanpa menyisakan apapun.
Lin Beishang tampak panik dan mengguncang guncang tubuh Bei Zhao dengan khawatir , ketakutan memenuhi hatinya.
Ini adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi pada Lin Beishang selama 22 tahun, kekhawatiran dan ketakutan yang gila ini benar benar tidak dapat di kendalikan.
__ADS_1
"Bei Zhao ! Bei Zhao ! Bangunlah !" Teriak Lin Beishang dengan panik.
Ketika musuh menjadi lebih dekat dengan mereka dan pedang mereka hanya selangkah dari dari Lin Beishang, sebuah pedang lain menepis serangan itu.
"Lan Xiang..... " Ucap Lin Beishang dengan lirih dan tatapan yang nanar.
"Nona !" Ucap Lan Xiang dengan sedih ketika melihat kondisi Nona nya yang parah.
Lan Xiang sendiri terluka tapi tidak separah Lin Beishang dengan Bei Zhao, hanya terluka beberapa goresan yang cukup dalam.
Tapi, dengan dua luka panah sebelumnya maka itu sudah sangat merepotkan. Tidak lama Yang Xun datang dan melawan musuh.
"Yang Xin, kau bawa Tuan Bei dan aku akan membawa Nona. " Ucap Lan Xiang.
Lin Beishang tidak memiliki kekuatan untuk mengucapkan apapun bahkan jika itu hanya terimakasih.
Lin Beishang tidak memiliki kekuatan yang tersisa untuk membuka matanya dan kesadarannya menjadi kabur.
Lan Xiang yang melihat Nona nya pingsan langsung menagis histeris, dan tampak panik. Yang Xun tidak berani menunda lagi jadi membawa sepasang manusia yang telah menjadi papan panahan itu.
"Nona, bertahanlah ! Jangan sampai terjadi sesuatu yang buruk ! Kamu selalu memikirkan orang lain tapi lupa untuk memikirkan dirimu sendiri ! Nona, jangan buat Lan Xiang sedih. Ayolah , buka matamu dan lihat aku !" Ucap Lan Xiang dengan putus asa.
Perjalanan mereka berulang kali terhambat oleh musuh yang menghalangi mereka sampai akhirnya masuk ke dalam tembok istana.
Disana, Lin Yue terbaring tidak sadarkan diri. Di dalam perkemahan untuk orang orang terluka parah tidak penuh, hanya ada beberapa..
Salah satunya adalah Lin Yue, dengan kepala yang diperban dan wajah yang penuh dengan luka, bahkan kondisi Lin Yue saat ini tampak seperti mayat hidup, dibungkus oleh perban di seluruh bagian tubuh.
"Tabib, tolong bantu Nona ku !" Ucap Lan Xiang dan memanggil seorang tabib.
Tabib itu langsung mendekati dan seorang wanita dengan beberapa luka ringan ditubuhnya masuk dengan panik.
"Jun Ying, kamu akhirnya datang !" Panggil Lan Xiang.
"Bagaimana kondisi Nona ?" Tanya Jun Ying ini.
Ini adalah Jun Ying, salah satu pengurus Paviliun Tianmei yang dilatih oleh Lin Beishang di bidang medis.
"Tidak baik, kamu lebih baik memeriksanya lalu memeriksa Tuan Bei. " Ucap Lan Xiang.
Jun Ying tidak mengatakan apapun lagi dan hanya mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam tirai pembatas yang membatasi Bei Zhao dan Lin Beishang.
Lan Xiang tidak dapat menahan perasaan cemas tapi merasa bahkan jika dia berdiri di sini tanpa melakukan apapun, maka itu akan sia sia dan membuat Nona nya kecewa.
Lebih baik kembali ke depan dan berperang, ini bukan hanya untuk Nona nya tapi untuk bersama. Bersama sama menyatukan kekuatan dan mengusir penjahat.
Siapapun pemenang kali ini, maka kemenangan ini dibayar dan diukir dengan darah dan nyawa yang tidak terhitung.
"Aku akan kembali ke depan. " Ucap Lan Xiang dengan teguh.
Mereka berdua berjalan ke depan dan ketika Lan Xiang akan segera berbaur di antara kerumunan peperangan, Yang Xin menahan tangan Lan Xiang.
Lan Xiang yang tidak siap pun jatuh ke dalam pelukan Yang Xin.
"Jika salah satu dari kita tidak bertahan , maka aku ingin kamu tahu terlebih dahulu bahwa aku... aku.... Aku mencintaimu. " Ucap Yang Xin dengan terbata bata.
Lan Xiang yang mendengar kan ini tampak terdiam dan tidak tahu bagaimana harus merespon hal ini.
"Aku, Yang Xin mungkin tampak meragukan di matamu, tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu. " Ucap Yang Xin sekali lagi.
Lan Xiang tersenyum dan merasa bahwa ini seperti ucapan selamat tinggal antara mereka.
"Jika kita selamat dan kembali dengan utuh hari ini, maka aku akan menikah denganmu. " Ucap Lan Xiang dengan senyum lebar.
Yang Xin yang mendengar ini tampak terkejut lalu memeluk Lan Xiang dengan semangat dan erat.
"Kamu, kamu menerimaku ?!" Tanya Yang Xin dengan tatapan tidak percaya.
"Ya dan sekarang kamu harus memastikan bahwa kamu kembali kesini dalam kondisi hidup hidup. " Ucap Lan Xiang.
Keduanya tersenyum cerah dan saling menyemangati satu sama lain, mereka percaya bahwa Surga tidak akan begitu kejam dan memisahkan mereka yang baru saja bersatu.
...----------------...
Note : Jangan lupa untuk kasih like, comment , dan Vote ya.
Nanti akan ada satu chapter lagi hehe, tenang ini belum tamat kok, masih panjang.
__ADS_1