Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
292. "Aku ingin menjadi..... "


__ADS_3

Bei Yi Fei tidak terburu buru menjawab kata kata Yang Xin dan hanya diam untuk melihat sahabat nya itu.


"Menurutmu, aku ingin menjadi apa ?"Tanya Bei Yi Fei dengan pintar membalikkan pertanyaan yang telah diberikan oleh Yang Xin.


Kini, Yang Xin yang kesulitan untuk menjawab ini. Sudah dikatakan bahwa Bei Yi Fei bukan seseorang yang mudah di tebak.


Bei Yi Fei terlalu ekstrem dan mudah berubah, jadi sulit untuk menebak niat gadis itu. Yang Xin berpikir sejenak sebelum akhirnya memikirkan sesuatu.


"Apakah kamu ingin menjadi musuhku ?" Tanya Yang Xin dengan ragu.


Bei Yi Fei yang mendengar ini langsung tertawa terbahak bahak, bahkan Yang Xin menjadi lebih ragu lagi setelah melihat tanggapan Bei Yi Fei.


Jika bukan musuh, lalu apa ? Yang Xin benar benar tidak bisa memecahkan hal ini, otak Yang Xin berputar dengan cepat dan berusaha untuk mencari jawaban yang benar.


" Dasar bodoh, kamu sudah sedewasa ini dan masih tidak mengerti ?" Tanya Bei Yi Fei sambil tertawa ringan.


"Apa kau tahu aku ingin menjadi apa ?" Tanya Bei Yi Fei lagi.


"Ingin menjadi apa ?" Tanya Yang Xin dengan polos.


"Aku ingin menjadi....... kekasihmu. " Ucap Bei Yi Fei dengan bangga.


Yang Xin yang mendengar ini tiba tiba merasakan bahwa rahangnya jatuh dan hampir menangis ketika mendengar ini.


"Apakah sekarang tujuan obsesi mu sekarang adalah aku ? Tidak ada yang baik tentang ku. " Ucap Yang Xin sambil meringis ketika mendengar hal ini.


"Tolong jangan bercanda untuk hal ini, nyawaku tidak panjang dan aku tidak memiliki nyali yang besar untuk menerima hal besar ini. " Lanjut Yang Xin dengan sedih dan pasrah.


"Walaupun dulu aku pernah menghalangi mu, apakah kamu akan sekejam ini padaku dan membalas ku dengan cara yang ini ?" Tanya Yang Xin.


Bei Yi Fei tidak terburu buru untuk menjawab kata kata Yang Xin dan menganggap bahwa pria itu terlalu menggelikan.


"Kamu berpikir bahwa aku akan membalas mu dengan cara ini ? Apakah kamu setakut itu denganku ? " Tanya Bei Yi Fei dengan geli.


"Jika kamu tidak membalas dendam padaku dengan cara ini, maka untuk apa kamu melakukan ini ? Kamu tidak mungkin benar benar cinta padaku bukan ?" Tanya Yang Xin dengan gugup.


Bei Yi Fei tidak menjawab dan merasa bahwa Yang Xin ini benar benar bodoh, bahkan terkesan tidak memiliki otak yang cukup.


Jujur saja, Bei Yi Fei tidak tahu dengan apa yang di lakukannya. Dia jelas jelas baru saja mengatakan mencintai orang lain, bagaimana mungkin Yang Xin bisa mempercayai nya dengan mudah.


Hanya saja, ketika mengenang masa lalu, Bei Yi Fei menjadi ingat pada tujuan awal dia mendekati Bei Zhao.


Tujuan awal, bukan karena dia menyukai Bei Zhao atau tertarik pada Bei Zhao. Melainkan karena dia iri pada Yang Xin yang semakin menjauh darinya karena dekat dengan Lin Beishang.


Jadi, dalam upaya untuk membalas dendam, Bei Yi Fei mulai mendekati Bei Zhao dan siapa yang menyangka bahwa dia akan begitu terobsesi sampai ke titik ini.


Ketika mengingat ini, Bei Yi Fei menjadi menyadari apa maksud perasaan nya selama ini. Sebenarnya, tidak ada yang pernah di sukai olehnya selama ini selain Yang Xin.


Semua yang dia lakukan semua ini hanyalah untuk membuat Yang Xin merasa iri dan kembali padanya, tapi pada akhirnya Yang Xin tidak pernah kembali bahkan semakin menjauh.


Bei Yi Fei berjalan mendekat sampai sampai seluruh tubuhnya menempel dengan Yang Xin lalu mendongak dan mengulurkan kedua tangannya untuk menyentuh kedua sisi wajah Yang Xin.


" Apakah kamu tahu alasan aku menjadi terobsesi pada sesuatu seperti ini adalah karena kamu. Aku selalu ingin kamu tahu bahwa aku lebih penting dari Lin Beishang pada saat itu, apakah kamu tidak mengerti ? Tentu saja kamu tidak mengerti karena ini terlalu tidak masuk akal. Bahkan aku juga merasa bahwa ini tidak masuk akal ketika aku memikirkan nya. "Ucap Bei Yi Fei sambil tertawa miris.


"Aku benar benar berharap bahwa kamu akan menyesal dan kembali padaku, tapi pada akhirnya ketika kamu mengenal Beishang. Kamu bahkan tidak sekalipun menoleh padaku lagi, aku tidak merasa bahwa tindakan ku salah pada saat itu tapi aku sekarang menyadari bahwa semuanya salah. Sejak awal itu sudah lama menjadi salah. " Lanjut Bei Yi Fei dengan sedih.


Bei Yi Fei tidak tahu bahwa hal yang seharusnya sederhana sebenarnya telah membuatnya merasa sangat menderita selama ini.


Selama ini dia selalu menyalakan orang lain untuk kemalangan nya dan pada saat ini dia sadar bahwa semuanya bukan salah orang lain melainkan salahnya sendiri karena telah melakukan banyak hal hina ini.

__ADS_1


Sejak awal yang menyakitinya adalah pemikirannya sendiri, sejak awal, yang menjadi musuhnya adalah dirinya sendiri.


Sejak awal, Lin Beishang tidak pernah menganggu nya dan jika dia tidak bersikap begitu buruk maka mungkin Yang Xin tidak akan menjauh darinya.


Lalu, seandainya dia tidak menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang dia perbuat maka mungkin dia tidak semenyedihkan ini.


Sejak awal, yang salah di sini adalah dia. Bei Yi Fei benar benar ingin menghapus semuanya dan mengulang semuanya dari awal.


Tapi, Bei Yi Fei mengerti bahkan tidak peduli sekeras apa dia mencoba. Itu seperti dinding yang telah dipaku.


Itu tidak akan pernah bisa kembali , semua yang telah dilakukan tidak akan pernah bisa dihapuskan.


Yang Xin untuk sejenak terdiam dan terpaku, Yang Xin tenggelam ke dalam masa lalu. Jika dipikirkan dengan cermat, maka setiap kali bertengkar dengan Bei Yi Fei diam diam.


Maka, selalu ada raut kekecewaan di wajah Bei Yi Fei dan itu sangat cepat hilang, membuat Yang Xin tidak yakin.


Belum lagi dengan kemarahan yang memenuhi dirinya , telah membuatnya menjadi ceroboh dan tidak memperhatikan detail kecil ini.


Sekarang, Yang Xin menjadi mengerti semuanya dan merasa bahwa ini agak aneh bahwa dirinya juga bereaksi terhadap perasaan aneh ini.


Takdir yang telah diatur oleh langit memang aneh, Bei Yi Fei pernah menjadi sahabat paling dekatnya.


Lalu, Bei Yi Fei pernah menjadi musuh paling sengit yang dimilikinya, sekarang sebenarnya secara tidak langsung mereka telah terikat sejak awal.


Itu juga menunjukkan bahwa sebenarnya mereka adalah pasangan yang di takdir kan, tapi tidak ada yang menyangka hal ini, baik Bei Yi Fei maupun Yang Xin.


Yang Xin merasa bahwa hatinya menjadi berdebar lebih kencang sebelum akhirnya berjalan ke depan dan memeluk Bei Yi Fei dengan erat.


"Seandainya aku tahu hal ini lebih cepat, maka kita tidak akan berakhir seperti ini. Baik aku maupun kamu tidak akan se menderita ini. " Ucap Yang Xin dengan suara yang serak.


"Aku tahu, ini semua adalah kesalahan ku yang egois dan ingin memiliki mu untukku sendiri. Seandainya aku tahu bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkan ku maka aku tidak akan jatuh sedalam ini. " Balas Bei Yi Fei sambil membenamkan kepalanya di dada Yang Xin.


Sementara di sisi lain, tidak jauh dari mereka ada seorang gadis yang berdiri di tengah keramaian dan melihat ke arah mereka berdua.


Gadis itu perlahan lahan tersenyum sebelum akhirnya membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar.


"Aku berharap kamu bahagia dengan pasangan barumu, mungkin memang lebih baik untuk berjalan di jalan masing masing. Terima kasih atas kebaikan mu di kehidupan lalu, aku akan bahagia dengan pasanganku saat ini dan kamu akan bahagia dengan pasanganmu saat ini. " Gumam gadis itu dengan senyum tulus, itu adalah Lan Xiang yang kebetulan berjalan di sana.


Lan Xiang yang melihat mantan kekasihnya sekaligus sahabat nya itu telah mendapat pasangan baru membuatnya sedikit merasa sedih tapi tahu bahwa itu bukan urusannya lagi, karena saat ini dia telah memiliki Murong Yan yang siap untuk menemani nya kapan saja.


Mungkin memang yang terbaik adalah Yang Xin bersama dengan Bei Yi Fei, setelah keluar dari taman bermain.


Lan Xiang bertemu dengan Murong Yan yang baru saja datang dari toilet dan baru akan bermain.


"Kenapa kamu keluar ? Apakah untuk menungguku ?" Tanya Murong Yan.


Lan Xiang memeluk Murong Yan dan menggeleng kan kepalanya dengan pelan lalu tersenyum lebih lebar.


"Entahlah, aku kehilangan semua minat ku untuk bermain. Bagaimana jika kita menonton saja ? "Tanya Lan Xiang.


"Aku sudah mengatakan nya sebelumnya bahwa di sini banyak anak anak dan kamu akan sangat menonjol ketika berdiri di sini, kamu pasti merasa sangat malu bukan ?" Tanya Murong Yan sambil mengejek kekasihnya.


"Ya, aku berdiri di sini dan merasa malu. Apakah kamu puas, hm ?" Tanya Lan Xiang dengan santai.


Mereka tertawa dan berjalan jalan menuju bioskop untuk menonton. Sementara Lin Beishang dan Bei Zhao juga berada di tempat yang sama.


Tapi, di toko yang berbeda. Saat ini Lin Beishang sedang masuk ke dalam toko pakaian dan parfum, ini adalah merek internasional yang lumayan terkenal jadi tidak sembarang orang yang boleh masuk ke sini.


Orang yang masuk ke sini minimal harus memiliki Black card dan Bei Zhao memiliki nya lalu mengeluarkan nya.

__ADS_1


Jujur saja, Lin Beishang telah memilikinya bahkan sebelum menjadi penulis dan setelah menjadi penulis ini, dia mendapat lebih banyak uang.


Setelah melihat milik Bei Zhao, barulah mereka di perbolehkan untuk masuk. Lin Beishang berjalan masuk dan dipimpin oleh seorang pelayan.


"Apakah aku boleh membeli semua yang akh inginkan ?" Tanya Lin Beishang dengan tawa kecil pada Bei Zhao.


"Tentu, beli semua yang kamu inginkan. " Jawab Bei Zhao dengan acuh tak acuh.


Lin Beishang hanya terkekeh dan memilihkan beberapa pakaian, tapi tidak untuknya melainkan untuk Bei Zhao.


Lin Beishang tidak suka berbelanja pakaian hanya suka mengoleksi tas tas yang cantik dan elegan.


Setelah mencari begitu banyak benda, akhirnya dia telah menemukan sekitar 5 kemeja untuk Bei Zhao.


"Sudah sangat banyak untukku, kamu harus mencari untukmu sendiri. " Ucap Bei Zhao.


"Baiklah, pilihkan aku beberapa pakaian. Aku ingin melihat apakah pilihan mu bagus atau tidak. " Ucap Lin Beishang


"Baik, kamu bisa tenang.Kamu bisa duduk dan menunggu aku memilihkan pakaian untukmu. " Ucap Bei Zhao dengan semangat.


Lin Beishang duduk dengan gaya yang elegan lalu melihat Bei Zhao yang memilihkan pakaian untuknya dengan sangat serius.


Setelah itu, Lin Beishang mencoba semuanya dan semuanya sangat pas dengannya bahkan sangat sesuai dengan gayanya.


"Untung saja kamu tidak memilihkan semua yang berwarna merah. " Ejek Lin Beishang , menyindir Bei Zhao di masa lalu yang hanya membuatkan pakaian berwarna merah untuknya.


"Pada saat itu mataku sakit sehingga tidak bisa membedakan warna, jangan marah. Aku tidak akan mengulangi nya lagi di masa depan " Ucap Bei Zhao dengan bibir yang di kerucut kan dan memeluk lengan Lin Beishang.


"Baiklah, baiklah, aku akan mengampuni mu. Lalu, berhentilah. Ini adalah tempat umum, kamu harus merasa malu karena melakukan hal ini di depan umum. " Keluh Lin Beishang.


"Jika untukmu, maka aku rela untuk menanggung malu demi dirimu tersenyum. " Ucap Bei Zhao , menolak untuk melepaskan kesempatan ini untuk menggoda Lin Beishang.


"Sepertinya kamu benar benar santai sehingga tidak memiliki pekerjaan lain selain menganggu ku, hm ? Apakah kamu ingin mencari ribut denganku ? Jika adu otot, maka aku tidak yakin bahwa aku akan kalah darimu." Ucap Lin Beishang dengan murka.


Lin Beishang menggulung lengan pakaiannya dan menunjukkan bahwa dia siap untuk bertarung dengan Bei Zhao. Bei Zhao yang melihat ini memasang wajah gugup sebelum akhirnya kembali menurunkan gulungan lengan pakaian milik Lin Beishang.


"Jangan membukanya, semua orang akan bisa melihatnya. " Keluh Bei Zhao dengan kesal.


Lin Beishang tertawa ringan sebelum akhirnya memutuskan untuk mencari yang lain lagi.


Disisi yang lain lagi, juga ada Lin Yue dan Ye Xushi karena mereka datang bersama. Yang tidak terduga adalah mereka memilih mall yang sama dengan Yang Xin dan Bei Yi Fei.


Itu adalah hal yang tidak terduga.


Dari sekian banyak mall yang ada disini, kenapa harus mall ini yang terpilih. Tapi mau bagaimana lagi, namanya jodoh.


Lin Yue dan Ye Xushi sedang bermain panahan, ini adalah panahan dengan jarak 15 meter dengan adanya 10 anak panah.


Siapa yang bisa mendapatkan poin terbaik akan mentraktir yang lain untuk makan. Lin Yue adalah pemanah yang baik sementara Ye Xushi sendiri dilatih oleh Dewi Perang, siapa lagi jika bukan Lin Beishang ?


Jadi, kemampuan Ye Xushi salam memanah sama sekali tidak rendah. Apalagi lebih rendah dari Lin Yue.


Mereka juga sama sama memiliki banyak pengalaman dan Lin Yue melihat anak panah yang dia dapatkan lalu memandang kepada pengurus.


"Bisakah aku mendapat yang lain ? Dengan posisi yang tumpul seperti ini maka aku tidak akan bisa memanah dengan tepat sasaran. " Ucap Lin Yue dengan yakin.


Orang itu terkejut ketika mendengarkan ini, apa yang dikatakan oleh Lin Yue sama sekali tidak salah dan memang sengaja untuk memberikan anak panah semacam ini.


Karena dari poin yang didapatkan oleh pemain akan dapat di tukarkan dengan hadiah hadiah yang menarik.

__ADS_1


Banyak sekali orang yang datang dan pergi tapi tidak ada yang pernah bisa mendapatkan hadiah utama.


__ADS_2