Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
83. Melihat Tahanan Xie dan Xin


__ADS_3

Sesampainya di Aula Kekaisaran, dia berjalan seperti biasa meskipun pinggangnya masih dirangkul oleh Bei Zhao.


Dia merasa bahwa dia berubah menjadi lebih bugar dibandingkan sebelumnya berkat bantuan tenaga dalam dari Bei Zhao.


"Semuanya sudah disini, semua orang pasti merasa terkejut akan siapa yang keluar menjadi Pemenang. Selamat kepada Bei Wangfei Niangniang yang telah menjadi pemenang !" Ucap Kasim Huo dengan suara yang lantang.


Wajah orang tampak berubah ubah ada yang memandangnya dengan tatapan memuja, ada juga yang menatapnya dengan iri dengki, ada juga yang menatapnya dengan tatapan yang rumit.


Tapi, dia tidak peduli, dia berdiri dan berlutur di depan Kaisar untuk menerima penghargaan yang diberikan.


"Bei Wangfei Niangniang akan mendapatkan gelar Xue Zhenzhu yang ke 57 !" Ucap Kasim Huo sambil menyerahkan sebuah keping emas dengan karakter yang 'Xue Zhenzhu' di atasnya.


Xue Zhenzhu berarti Mutiara Salju, dia mendapat gelas Mutiara Salju yang ke 57. Dia tersenyum lebar ini bahkan jauh lebih baik dibandingkan Zhou Ling Ling yang hanya juara tiga.


"Terima kasih atas rahmat yang diberikan oleh Yang Mulia !" Ucapnya sambil menunduk dalam.


Meskipun Kasim Huo yang memberikan, tetap saja itu adalah rahmat Kaisar. Itu adalah pengetahuan umum yang bahkan anak anak tahu.


"Berdiri, sudah waktunya untuk merayakan kemenangan Adik Iparku !" Ucap Kaisar dengan kata kata seolah olah mereka sangat dekat.


Orang orang mengucapkan selamat padanya layaknya tumpukan semut, sangat banyak dan memusingkan kepala.


Dia hanya bisa membalas mereka satu persatu dengan ala kadarnya, sebelum akhirnya orang di samping nya berdiri.


"Wangfei saya tidak memiliki kesehatan yang baik, apakah kalian ingin membuatnya jatuh sakit dengan membuatnya berdiri terus menerus dan melayani kalian ? Jika kalian ingin maka lakukan dalam satu kata. " Ucap Bei Zhao dengan dingin.


Sejak Bei Zhao telah membuka mulut maka siapa lagi yang berani melawan dan udara berubah menjadi sangat canggung.


Orang orang mengucapkan selamat sekaligus dan kembali ke tempat duduk mereka sementara dia akhirnya bisa kembali duduk.


"Apakah kau sangat memiliki waktu luang sampai sampai menyambut mereka satu persatu layaknya Kaisar ?" Tanya Bei Zhao dengan datar.


Dia yang mendengar ini tertawa kecil meskipun dia kelelahan.

__ADS_1


"Wangye, apa yang bisa kamu lakukan belum tentu bisa aku lakukan. Kita tidak sama, anda dilahirkan sebagai Kaisar Muda sementara aku dilahirkan sebagai seorang pelayan. " Ucapnya dengan senyum tipis yang penuh makna.


(Note : Ini enggak benar benar maksud dari Kaisar Muda dan Pelayan, tapi itu adalah perumpamaan untuk menunjukkan seberapa jauh status mereka berdua. )


Bei Zhao tampak terdiam setelah mendengar kata kata nya. Diapun tidak mengatakan apa apa lagi karena memang tidak ada kata kata lain lagi yang bisa dia katakan.


Dia lelah, meskipun telah dibantu oleh Bei Zhao. Dia masih sangat lelah dan kelelahan ini bisa dihilangkan setelah dia beristirahat.


Tidak lama akhirnya dia bisa pulang bersama dengan Bei Zhao, dia merasa ada yang hilang dari pengadilan ini.


Yaitu, ayahnya. Biasanya ayahnya selalu duduk di depannya, sehingga dia bisa melihat beberapa kali. Tapi, sekarang tempat itu telah digantikan oleh Pejabat lain.


"Wangye, bisakah aku memintamu untuk mengantarku untuk pergi ke Penjara Kekaisaran ?" Tanya nya.


"Hm, kudamu biar orang ku yang membawa. Kau sudah cukup lelah, aku takut kau jatuh dan terinjak sampai mati oleh kudamu. " Ucap Bei Zhao.


Dia sendiri duduk di depan pemuda itu, dan hanya tersenyum kecil.


"Apakah Yang Mulia khawatir padaku ?" Tanyanya.


"Wen Yao, kau pergilah dulu. " Lanjut Bei Zhao pada Wen Yao.


Dia memberi tanda pada kedua pelayannya untuk pulang terlebih dahulu bersama Wen Yao, sementara mereka berdua pergi Ke Penjara Kekaisaran yang tidak jauh dari Istana.


"Bei Wang, Bei Wangfei Niangniang. " Ucap Tuan Hong menyambut mereka di depan pintu Penjara.


"Tuan Hong, aku ingin melihat tahanan Xie dan Xin. " Ucapnya dengan singkat dan dingin.


Tuan Hong tampaknya telah menebak tujuannya datang kemari dan mengangguk dalam.


"Silakan ikuti aku. " Ucap Tuan Hong.


Dia menoleh pada Bei Zhao yang ada di belakangnya.

__ADS_1


"Wangye, apakah kau akan ikut ?" Tanya nya.


"Hm." Jawab Bei Zhao.


Dia agak ragu, jawaban macam apa itu ? Hm, tanpa anggukan atau gelengan kepala, ya atau tidak ? Dia tidak mengerti.


Jadi dia hanya berjalan saja mengikuti Tuan Hong dan ternyata Bei Zhao mengikutinya, itu artinya jawaban pemuda itu tadi adalah Ya.


Dia berjalan masuk ke ruangan bawah tanah yang gelap dan lembab, hampir membuatnya sulit bernafas.


Penerangan pun hanya menggunakan lampu minyak yang dipegang oleh Tuan Hong dan yang dipegang olehnya.


Dia merasa mual akan bau penjara yang sangat memuakkan dan kepalanya sedikit pusing sebelum akhirnya sebuah tangan merangkul pinggangnya untuk memastikan bahwa dia tidak jatuh.


Dia menoleh ke samping dengan sedikit mendongak, dia bisa melihat wajah seseorang yang tidak jelas karena gelap.


Hanya bisa melihat bahwa itu adalah rahang yang tegas, tampak menawan dan penuh dengan wibawa. Siapa pemilik wajah sempurna ini tentu saja akan menjadi pertanyaan mudah.


Dia menoleh ke kiri untuk menyembunyikan bahwa wajahnya memanas hanya karena melihat fitur wajah yang begitu indah.


Dia melihat dikiri ada banyak penjahat penjahat dengan kain kotor yang bahkan tidak bisa disebut sebagai pakaian lagi sedang dirantai.


Bau kotoran bercampur dengan orang-orang ini, ini bahkan lebih buruk dari kematian. Untuk masuk ke penjara ini, itu adalah hukuman berat.


Ini adalah hukuman penjara seumur hidup atau tahanan yang menunggu waktu untuk di eksekusi di depan banyak orang.


Sampai akhirnya ke ujung yang paling gelap dan semakin pendek, dia melihat sepasang manusia yang dirantai di seluruh tubuh.


Dengan rambut acak acakan yang menutupi wajah, tidak ada kemuliaan yang tersisa. Yang tersisa hanyalah hinaan dan cemoohan.


Pintu penjara dibuka, kedua orang itu tampak sangat kacau dan tatapan mereka kosong layaknya orang yang sudah mati dan tidak memiliki harapan lain.


Tuan Hong berjalan mundur setelah membuka pintu penjara untuk memberikan ruang baginya untuk melihat orang ini, Xie Bei Chuan dan Xin Rong.

__ADS_1


" Seekor Phoenix yang menjatuhkan diri kedalam lumpur bersama burung gagak, akhirnya benar benar tenggelam kedalam lumpur tanpa bisa keluar. Apakah kau puas ?" Tanya nya dengan suara pelan tapi kata katanya layaknya guntur bagi kedua orang itu.


"Zhou Beishang ! Kau kemari ! Ha ha ha, kau kemari ! Aku membencimu ! Aku mengutukmu dan bersumpah bahwa kau tidak akan bahagia selama 3 kehidupan ! Kebencian ku ini akan merebut seluruh kebahagiaan dalam hidupmu !" Teriak Xie Bei Chuan dengan tawa gila.


__ADS_2