Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
156. Sekilas Masa Lalu


__ADS_3

Jenderal Bei muda yang mengikuti Jenderal Bei Tua ke medan perang yang kejam, Bei Zhao yang masih mudah harus berdiri terdiam dengan pedang pendek di tangannya.


Darah musuh membasahi tubuh kecilnya setiap kali ayahnya membunuh seorang musuh, setiap kali ada kesempatan, Jenderal Bei tua akan menoleh ke putranya dan menatap Bei Zhao dengan tatapan bengis.


Seperti ingin mengingat kan Bei Zhao kecil bahwa di masa depan Bei Zhao akan menjadi sama sepertinya, membunuh tanpa pandang bulu.


Bei Zhao kecil menolak untuk membunuh satu orang pun di medan perang dan hanya menyaksikan ayahnya yang membunuh banyak orang di depan kedua matanya.


Jenderal Bei Tua bukan orang yang toleran atau lembut, jika pria tua itu lembut maka Bei Zhao kecil tidak akan dibawa ke medan perang yang kejam di usia semuda ini.


Setelah beberapa saat, Bei Zhao kecil juga menolak untuk membunuh dan akhirnya memejamkan mata sebelum akhirnya Jenderal Bei Tua meneriakkan sesuatu dan pada saat itu , Bei Zhao kecil menyadari bahwa dia tidak akan pernah memiliki jalan kembali lagi.


"Orang yang tidak membunuh akan dibunuh terlebih dahulu, bunuh orang ini dan kamu akan tetap hidup !" Teriak Jenderal Bei Tua.


Jenderal Bei Tua membiarkan seorang musuh mendekati putranya yang bahkan baru bisa membaca itu.


Bei Zhao kecil melihat musuh yang tanpa belas kasihan maju menuju dirinya sementara Jenderal Bei Tua hanya menatapnya dengan acuh tak acuh.


"Keluarga Bei saya tidak pernah memiliki sampah yang takut dengan kematian, jika kamu bahkan tidak bisa mengalahkan satu musuh saja maka kamu tidak layak untuk terus hidup !" Teriak Jenderal Bei Tua dengan kejam.


Bei Zhao menatap musuhnya yang semakin mendekat, genggaman tangan Bei Zhao kecil pada pedang pendek menjadi semakin dekat.


Sebelum akhirnya Bei Zhao kecil menerjang ke depan dengan brutal dan menusukkan pedang pendek itu ke jantung musuh.


Musuh itu jatuh ke tanah tanpa kata kata lain, Bei Zhao kecil tidak menangis ketakutan atau apapun yang lain layaknya anak kecil lain.


Bei Zhao kecil mencabut pedang pendeknya yang berlumuran darah , lalu darah mulai mengalir dan membasahi seluruh tangannya dengan tidak terkendali.

__ADS_1


Tanpa diduga duga, Bei Zhao kecil tertawa pelan dan tampak tertarik, sejak saat itu Bei Zhao tahu bahwa takdir nya adalah harus terus menerus berada di perbatasan yang dingin pada malam hari lalu sangat panas pada siang hari selama sisa hidupnya.


Bei Zhao tersadar dari lamunan nya dan tertawa keras, semua orang mengatakan bahwa dia kejam dan tidak memiliki belas kasih.


Tapi, nyatanya dia juga tidak ingin menjadi seperti ini tapi mau bagaimana lagi ? Sejak muda dia telah ditempa menjadi seperti ini.


Untuk membersihkan tangannya yang bersimbah darah pun tidak mungkin lagi, apalagi mengembalikan nyawa orang yang telah dibunuh olehnya.


Lagipula, Bei Zhao tidak pernah merasa bersalah karena satu satunya yang tertanam di otaknya adalah kata kata ayahnya, jika kamu tidak membunuh maka kamu yang akan dibunuh.


Sekarang, Bei Zhao menyadari bahwa selama beberapa tahun belakangan ini dia telah berubah begitu banyak sampai sampai bisa ditindas oleh orang terdekat nya.


Bei Zhao menyeringai kala mengingat siapa yang telah membuat perubahan ini padanya, siapa lagi kalau bukan Zhou Beishang ?


Orang yang telah menghantui pikiran nya selama 2 tahun belakangan ini, layaknya kerak yang menolak untuk lepas dari pikiran nya.


"Tuan Yue, sebaiknya kamu memikirkan keselamatan mu sendiri. Jangan pernah berpikir untuk mengandalkan kekuatan nya. " Ucap Bei Zhao dengan senyum jahat sebelum akhirnya berjalan pergi dari sel penjara.


Sementara Yue Huo terus menerus berteriak dan melemparkan kutukan pada Bei Zhao, tapi Bei Zhao tidak peduli.


"Berikan surat pada adik sepupu ku yang baik, sudah saatnya aku menunjukkan siapa yang tuan dan siapa yang pelayan disini. " Ucap Bei Zhao dengan tatapan tajam.


"Untuk menaruh seorang mata mata di sisi ku selama ini, benar benar tindakan cerdas. Jika bukan bantuan dari Beishang, maka aku tidak akan pernah membayangkan bahwa Wen Yao yang sudah mengikuti ku sejak muda mengkhianati ku. Lalu, aku akan terus terbuai pada sikap patuh dan berbakti pada saudara yang lebih tua darinya, benar benar menjijikkan. "Lanjut Bei Zhao lalu mengenakan mantelnya dan berjalan pergi menuju Tebing Shangsheng karena matahari telah mulai terbit.


Sementara di sisi lain, Zhou Beishang sedang duduk di pinggiran batu Tebing Shangsheng dengan tenang dan menatap orang di depannya.


"Bagaiamana aku harus memanggil anda ?" Tanya Zhou Beishang dengan ramah.

__ADS_1


"Chu, Chu Linfei. Aku tidak tahu apa yang diinginkan Nona muda ini dan bagaimana cara Nona muda ini bisa mengetahui keberadaan seorang pertapa sederhana ini. " Ucap pria di depannya dengan menggunakan pakaian petani yang sederhana dengan topi bambu.


"Salah satu anak buahku secara tidak sengaja menatap Tuan Chu dari kejauhan sehingga aku mau tidak mau harus memastikan ini sendiri, Tuan Chu dikatakan putus hubungan dari Paviliun Qiao Yao sehingga aku mau tidak mau membuktikan ini sendiri, harap Tuan Chu memaklumi kekasaran gadis muda ini. " Ucap Zhou Beishang dengan lembut.


Chu Linfei, Tetua Tertua dari dua belas bersaudara, jika Bei Zhao adalah nomor 2 maka ini adalah nomor 1.


Jika dilihat dari rambut yang setengah memutih maka seharusnya Chu Linfei ini jauh lebih tua dari Bei Zhao.


Mungkin telah menginjak umur 40 tahun ? atau mungkin 45 tahun ? Tidak ada yang tahu umur aslinya.


"Aku telah bekerja sama dengan Paviliun Qiao Yao dan berbincang bincang sedikit dengan Ketua saat ini, Chu Huli. " Ucap Zhou Beishang.


Ketika menyebutkan nama Chu Huli, Chu Linfei membuang nafas kasar dan tampak tidak senang.


"Apakah Tuan Chu memiliki masalah dengan Tuan muda kelima ? Aku tidak bermaksud untuk tidak sopan, tapi tindakan Tuan muda kelima benar benar menutupi langit dengan satu tangan. " Lanjut Zhou Beishang dengan datar.


Chu Linfei tidak segera menjawab melainkan menatap matanya seolah olah ingin memastikan apakah yang dikatakan olehnya benar atau tidak.


"Aku memang memiliki beberapa perselisihan dengan adik kelima, aku tidak tahu apa yang telah di lakukan oleh adik kelima ku, harap Nona Zhou memberikan pencerahan pada pertapa sederhana ini. " Ucap Chu Linfei dengan murah hati.


Tidak lama, suara derap kaki kuda terdengar dan Zhou Beishang tersenyum layaknya sudah menantikan kedatangan orang ini.


Tapi, ketika melihat lebih dekat senyum Zhou Beishang memudar ketika melihat orang yang ada di atas kuda.


Itu adalah Bei Zhao ! Bagaimana mungkin pria itu tahu bahwa dia akan disini ? Dimana Lin Yue ? Dia menunggu Lin Yue bukan Bei Zhao !


"Dage ?" Tanya Bei Zhao dengan tidak percaya.

__ADS_1


"Xiao Bei ? Kamu benar benar berubah terlalu banyak. " Ucap Chu Linfei.


__ADS_2