
3 Bulan kemudian
Bei Zhao sudah sepenuhnya sembuh dari racun mematikannya, Xie Bei Chuan telah dipenggal dan mayatnya digantung selama 3 hari di gerbang bersama dengan Xin Rong.
Selama itu juga, musuh musuh lama Xie Bei Chuan bekerja sama dengan Zhou Beishang untuk menjatuhkan yang tersisa, yaitu putra putri Xie Bei Chuan.
Masing masing mendapat hukuman 50 tahun di penjara, karena permohonan dari Jenderal Xie. Jika tidak maka anak anak itu akan dihukum mati.
Tapi, karena kondisi yang buruk, dua putri Xie Bei Chuan dikabarkan meninggal dipenjara meskipun baru 1 bulan berada di penjara.
Banyak yang telah berubah, Zhou Beishang dan Bei Zhao sendiri menjadi lebih dingin dari hari ke hari, hampir tidak berpapasan selama 1 bulan.
Semuanya sibuk dengan jalan mereka masing masing dan ini adalah waktu yang tepat untuk membahas perceraian mereka, waktu penyembuhan Bei Zhao agak sedikit terlambat di bandingkan dirinya.
Di ruang belajar Bei Zhao,
Dua orang sedang duduk berhadapan dengan wajah yang datar dan tanpa emosi.
"Sudah saatnya untuk mengakhiri semuanya, Yang Mulia. " Ucap nya sambil menyerahkan surat perceraian yang sudah di siapkan nya.
Disana, sudah tertulis tanda tangannya, tinggal Bei Zhao dan perceraian mereka akan terjadi.
"Zhou Beishang, apakah kau sudah yakin ?" Tanya Bei Zhao.
"Kenapa aku tidak yakin ?" Tanyanya dengan senyum sambil menopang tangannya.
Dia sudah membereskan barang barangnya yang tidak banyak dan hanya perlu pergi langsung ke Teras Liaoqu.
Setelah itu dia akan pergi menuju Dinasti Song, dia sudah menyusun semuanya dengan sangat baik selama 3 bulan belakangan ini.
Dia menghindari Bei Zhao belakangan ini karena jika dia terlalu dekat dengan pemuda itu maka dia tidak akan sanggup untuk mengambil langkah ini.
Orang orang boleh mengatakan bahwa dia adalah orang yang lemah terhadap perasaannya, tapi itu adalah kenyataan yang tidak bisa dia tolak.
__ADS_1
Jika bisa, maka dia tidak ingin menyukai Bei Zhao. Pria dingin tanpa hati yang selalu berkata dengan kata kata yang tajam.
Pria itu selalu menggunakan kata kata yang menusuk hati orang lain, angkuh, dan tidak kenal takut. Dia tidak tahu apa yang membuatnya jatuh cinta pada pria ini.
Dia tersenyum pahit kala memikirkan hal ini, sekarang adalah langkah terakhirnya dan mereka akan berpisah.
"Baiklah kalau begitu. " Ucap Bei Zhao dengan nada yang tidak bisa di mengerti.
Dia menatap wajah Bei Zhao dan berusaha untuk meninggalkan kenang kenangan terbaik sebelum dia pergi.
Bei Zhao menuliskan nama pria itu di kertas dengan tinta hitam yang tebal dan mustahil untuk dihilangkan.
"Kau bisa menyimpannya. " Ucap Bei Zhao sambil menyerahkan surat cerai itu.
"Hm, aku harap Yang Mulia bisa membantuku untuk melaporkan hal ini pada Kaisar. " Ucapnya dengan senyum tipis dan menyimpan surat cerai itu.
Orang orang yang bercerai mungkin tidak memerlukan hal untuk melaporkan ke Kaisar, tapi Bei Zhao adalah anggota Kekaisaran.
Dia berdiri dan bersiap untuk pergi dari tempat ini sesegera mungkin, tapi seluruh tubuhnya seolah tidak menurut dengannya. Dia menyeret tubuhnya untuk terus berjalan.
Dia hanya tidak ingin ada yang melihat bahwa matanya telah pedih dan pasti telah memerah, hatinya terasa pedih juga.
Hatinya terasa hancur menjadi ribuan keping tanpa tahu mengapa, dia merasa sakit dan kepalanya pusing.
Dia menahan darah yang sudah naik ke tenggorokannya dan ingin dimuntahkan, dia berjalan pergi keluar dari kediaman Bei Zhao.
"Zhou Beishang ! Apakah kau tidak akan ikut dengan Yang Mulia ini ?" Tanya Bei Zhao dari belakang dengan suara yang menahan amarah.
"Tidak, aku harus segera pergi. " Jawabnya tanpa berbalik sambil mengepalkan tangannya.
"Yang Mulia, sekarang kita akan berada di jalan kita masing masing. Kamu memiliki orang yang disukai, aku juga sama. Tapi, aku meminta maaf karena telah masuk kedalam kehidupanmu dan menghalangimu selama ini. " Ucapnya sambil berbalik dan menatap Bei Zhao.
"Yang Mulia, terimakasih karena telah merawatku dengan baik selama 1 tahun belakangan ini , sudah saatnya bagiku untuk pergi. " Ucap nya masih dengan senyum khasnya.
__ADS_1
"Zhou Beishang, apakah kau benar benar tidak memiliki hati untukku ? Kau pergi dengan begitu dingin seperti ini. "Ucap Bei Zhao dengan tatapan rumit.
"Apa yang harus membuatku memiliki hati pada Yang Mulia ? Yang Mulia memiliki orang yang Yang Mulia sukai, yang rendah ini tidak akan berani untuk memimpikan Yang Mulia bahkan dalam mimpinya. "Balasnya.
Lalu dia berjalan keluar dari kediaman dan disana sudah ada A Xiang dan A Ling yang menunggunya, dia berjalan menjauh tanpa sekalipun menoleh ke belakang.
Hujan mulai turun dengan deras yang membasahi seluruh tubuhnya, bersama dengan air mata yang mulai menetes tanpa henti.
A Xiang dengan segera mengeluarkan payung dan dia menyeka air matanya dengan ekspresi biasa saja dan dingin seolah olah itu adalah air hujan.
Disisi lain, Bei Zhao memandang punggung Zhou Beishang yang semakin menjauh dan menjauh sebelum akhirnya hilang di balik hujan yang sangat deras.
Dia merasa tidak nyaman dan merasa sakit, hatinya terasa sangat sakit seolah olah dia telah melakukan kesalahan besar.
Dia merasa seolah olah hatinya dihancurkan dan membuatnya sesak nafas, dia bersender di depan pintu kediamannya dan membiarkan seluruh tubuhnya diguyur oleh hujan.
Dia masih berdiri dengan diam disana tidak peduli dengan pakaiannya yang sudah basah sepenuhnya dan terus memandang kearah Zhou Beishang pergi.
"Yang Mulia, jangan paksakan diri anda lagi ! Tidak peduli sekuat apa tubuh anda, itu masih terbuat dari daging dan darah !" Ucap Wen Yao dengan khawatir dari belakangnya.
Dia tidak menjawab dan hanya terus memandang ke depan seolah olah Zhou Beishang masih ada di sana dan belum beranjak.
"Yang Mulia, apakah anda mendengar saya ? Yang Mulia, jika anda terus begini maka anda akan jatuh sakit. " Ucap Wen Yao dengan panik.
Bagaimana tidak panik ? Bei Zhao sudah berada dibawah guyuran air hujan selama 1 jam penuh dan pakaian Bei Zhao bahkan bisa diperas.
"Apa yang sedang kau lakukan ? Aku sedang melihat Zhou Beishang. " Jawab Bei Zhao.
Wen Yao memandang Tuannya dengan tatapan rumit, rasa kasihan bercampur dengan rasa bingung. Semua orang tahu bahwa Tuannya tidak suka dengan Zhou Beishang, tapi kenapa saat ini Tuannya menjadi gila ?
"Tuan, Nona Zhou sudah pergi sejak tadi !" Teriak Wen Yao karena hujan yang semakin deras.
"Pergi ? Pergi......... Kemana dia pergi ?" Gumam Bei Zhao dibawah guyuran hujan.
__ADS_1