Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
121. Sampai Di Chang'an


__ADS_3

Yang Xin menoleh ke sekitar dan melihat bahwa meja yang ada di dalam Aula Jinyi benar benar penuh dan apa yang dikatakan oleh Lin Yue masuk akal.


Lin Yue pun memasang wajah sedih yang membuat Yang Xin merasa tidak tega, akhirnya Yang Xin menyerah dan membiarkan Lin Yue untuk duduk di depannya. Wajah sedih milik Lin Yue seketika berubah menjadi senyum penuh kemenangan dan pada saat itu Yang Xin seketika merasa menyesal dengan keputusan yang telah dibuatnya.


"Sepertinya aku telah tertipu. " Ucap Yang Xin dengan suara kesal dan pasrah.


"Memang nya siapa yang berani menipu Ketua muda ? Haruskah aku membantu Ketua muda untuk menyelesaikan nya ?" Tanya Lin Yue tanpa rasa bersalah.


"Aku pikir, wajahmu bahkan lebih tebal daripada gerbang sekte. " Lirih Yang Xin.


"Apa ? Aku tidak mendengar. " Ucap Lin Yue dengan wajah polos.


Disisi lain, seorang gadis yang menaiki kuda gagah telah memasuki gerbang ibukota, Chang'an. Gadis itu menggunakan pakaian biru tua dengan rambut yang terurai sepenuhnya.


Itu adalah Lin Qiaofeng, di luar pintu ibu kota ada beberapa toko pakaian sehingga dia berganti pakaian terlebih dahulu.


Tatapan semua orang tertuju padanya dan kudanya yang gagah tapi dia tidak peduli dan langsung menuju Kediaman Jenderal Xie.


Tentu saja tidak ada yang akan menyangka bahwa dia akan menuju ke kediaman Jenderal Xie, semua orang tahu bahwa dia, Zhou Beishang adalah musuh bebuyutan keluarga Xie.


Itu tentu saja bukanlah hal yang salah setelah begitu banyak hal yang terjadi belakangan ini, tapi kondisi kediaman Xie tidak terlalu baik sejak saat itu.


Jenderal Xie yang berkuasa perlahan lahan berubah menjadi lebih memburuk dalam hal kesehatan dan tidak satupun dari putranya yang bisa mewarisi kecakapan nya dalam hal pertarungan.


Bisa dikatakan keluarga Xie jatuh kedalam jurang yang dalam tanpa bisa keluar, bahkan Ibu Suri sudah menolak untuk membantu keluarga Xie.


Ini secara tidak langsung adalah hukuman mati bagi Keluarga Xie. Tapi, bagaimanapun ada pepatah bahwa meskipun unta kelaparan itu masih lebih besar dibandingkan kuda.


Jadi, Keluarga Xie saat ini meskipun sedang terpojok, Kaisar saat ini juga belum ingin melenyapkan Keluarga Xie sepenuhnya.


Sesampainya di kediaman halaman Xie, dia langsung menerobos masuk. Penjaga penjaga kediaman Xie mengejarnya sementara dia tidak panik.

__ADS_1


"Berhenti !" Teriak orang orang dari belakangnya, tapi dia tidak peduli dan terus memacu kudanya sampai akhirnya berada di depan kediaman Jenderal Xie.


"Xie Xiansheng (Tuan) , lama tidak bertemu dengan anda." Ucap nya dengan santai dan berjalan turun dari kudanya.


"Siapa nona ini ? Aku tidak mengingat pernah bertemu dengan Nona ini sebelumnya. " Ucap Xie Linye saat memandangnya dari atas sampai bawah.


"Anggap kita tidak pernah bertemu sebelumnya, tapi aku berniat menawarkan sedikit bantuan untuk Xie Xiansheng. " Ucapnya dengan senyum lembut.


"Zhou Beishang ?!" Tanya Xie Linye dengan gemetar saat melihat senyumnya.


"Ah, tidak menyangka bahwa aku sangat di ingat oleh Xie Xiansheng. Bagaimana jika Xie Xiansheng membiarkan ku masuk ? Tidak baik untuk mengobrol di depan. " Ucapnya dengan penuh makna.


"Kau ! Berani beraninya kau datang kemari !" Teriak Xie Linye dengan marah.


"Kenapa aku tidak berani ? Xie Xiansheng, apakah kamu yakin tidak ingin mendengarkan tawaran ku ? Jangan lupakan bahwa aku pernah menyelamatkan nyawamu dua tahun lalu. " Ucapnya dengan tenang.


Xie Linye tampak memikirkan ucapannya, apa yang dikatakan oleh nya bukanlah omong kosong. Ketika melawan manusia gunung hari itu, tanpa bantuan panah beracun miliknya maka Xie Linye akan hanya tersisa nama.


"Aku memiliki jalan untuk membawa Keluarga Xie keluar dari masalah ini, jadi bagaimana ? Apakah Xie Xiansheng akan menerimaku atau mengusir ku ?" Tanyanya dengan lembut.


Xie Linye tampaknya mengerutkan dahi dan tidak bisa langsung menolak sementara dia tersenyum manis dengan penuh kemenangan.


"Silakan masuk. " Ucap Xie Linye.


Lin Qiaofeng berjalan dengan santai masuk ke dalam rumah seolah olah itu adalah rumah nya sendiri.


"Lihatlah, banyak hal yang berubah dari terakhir aku datang kemari. Sudah berapa lama sejak aku pergi kesini ? 17 tahun lalu ?" Tanya nya dengan senyum hangat seolah olah siksaan yang dia alami di kediaman Xie adalah kenangan bagus.


Lin Qiaofeng terlalu sakit sampai sampai tidak tahu rasa sakit lagi, baik sakit secara fisik maupun secara mental, keduanya sama sama terluka terlalu dalam.


Xie Linye yang mendengar kata kata Lin Qiaofeng hanya terdiam dan tidak mengatakan apapun sementara seorang wanita tua dengan wajah cantik dan anggun yang masih terpancar.

__ADS_1


Lin Qiaofeng berhenti dan menundukkan kepala nya dengan sopan.


"Xie Furen (Nyonya), lama tidak bertemu dengan anda. "Ucapnya dengan tenang.


"Ah, siapa Xiaojie ini ?" Tanya Nyonya Xie yang merupakan istri Xie Linye.


"Zhou Beishang. " Ucap Xie Linye, mata Nyonya Xie langsung membulat dan berubah menjadi jahat.


"Tuanku ! Bagaimana mungkin kamu membawa seorang buronan masuk ke dalam rumah kita ?! Tuanku, jika kita berhasil menangkap binatang buas ini dan membawanya kedepan Kaisar dan Ibu Suri maka Kaisar pasti akan memberikan belas kasihan pada keluarga kita." Ucap Nyonya Xie dengan sembrono.


"Xie Furen tidak berubah dari terakhir kita bertemu, masih terlalu bodoh dan tanpa otak. " Ucapnya dengan sinis.


"Kau ?! " Nyonya Xie meras marah karena di permalukan semacam itu.


"Diam !" Xie Linye tidak tahan lagi dengan hal ini.


"Xie Xiansheng, tidak nyaman untuk berbicara dengan adanya orang luar. " Ucapnya santai sambil melirik Nyonya Xie.


"Siapa yang kau sebut dengan orang luar ?!" Nyonya Xie mengamuk dan bersiap untuk menerjang nya.


Tapi, Xie Linye telah menghentikan nya terlebih dahulu dan mengusir Nyonya Xie dengan tegas. Nyonya Xie akhirnya mau tidak mau menyingkir dari ruang kerja Xie Linye.


"Xie Xiansheng, sebaiknya jangan memanggilku dengan Zhou Beishang melainkan Lin Qiaofeng. " Ucapnya dengan senyum tipis.


"Pahlawan tahun ini ?!" Xie Linye merasa terkejut seolah olah baru saja melihat hantu.


"Ya, kenapa Xie Xiansheng tidak menebaknya sebelumnya ? Karena kamu sudah melihatku sebagai Pahlawan tahu ini, aku harap Xie Xiansheng tidak mencoba coba untuk melakukan sesuatu yang kotor karena aku bisa membunuh kalian semua. " Ucapnya dengan senyum berbahaya.


Xie Linye berubah menjadi lebih tegang daripada sebelumnya setelah mendengar hal ini.


"Sebenarnya apa yang di inginkan oleh Lin Xiaojie dengan datang ke rumah seorang pejabat kecil sepertiku ?" Tanya Xie Linye dengan gemetar.

__ADS_1


"Seperti yang ku katakan di awal, aku ingin membantu Xie Xiansheng untuk kembali ke kejayaan seperti sebelumnya. " Bisiknya pada Xie Linye lalu tertawa terbahak bahak.


__ADS_2