
Setelah perjalanan yang lambat dak tidak bisa terburu buru, akhirnya pasukan kembali ke Istana setelah 4 Jam perjalanan.
Mereka langsung disambut dengan antusias, sayang sekali bahwa masih hujan deras dan tidak memiliki tanda tanda mereda.
Bei Zhao dan Lin Beishang yakin bahwa sudah bisa dipastikan bahwa ada beberapa bagian dari Ibu Kota yang terkena banjir.
Sudah lebih dari 4 jam hujan menghiasi Ibu Kota , jadi bisa dibayangkan setinggi apa air yang tergenang.
Sungai tidak akan mampu untuk menampung ini semua, Lin Beishang turun dari kuda bersama dengan Bei Zhao.
"Kalian semua cepat kembali ke Barak dan berlindung dari hujan, ganti pakaian kalian dan aku akan meminta pelayan untuk mengirimkan penghangat dan beberapa macam rempah. Jangan sampai sakit. " Ucap Lin Beishang kepada pasukannya.
"Ya, Gongzhu. Gongzhu dan Tuan harus menjaga kesehatan baik baik juga !" Ucap para penjaga sebelum akhirnya berjalan menuju Barak.
Lin Yue dan Ye Xushi menghampirinya dibawah perlindungan payung.
"Apakah kalian berdua baik baik saja ?" Tanya Lin Yue dengan panik dan membolak balikkan tubuh saudarinya.
"Aku sangat baik tapi tidak akan menjadi baik lagi jika kamu tidak membiarkan ku masuk. " Ucap Lin Beishang sambil tertawa ringan.
"Tentu saja ! Ayo masuk ! Jangan biarkan kamu terkena air hujan lebih lama !" Ucap Lin Yue sambil menyeret tangan Lin Beishang.
Sesampainya di dalam, para pelayan membawa ember dan memeras bagian bawah dari pakaian Bei Zhao dan pakaiannya agar Aula Kekaisaran tidak basah oleh air hujan.
Lin Beishang melepaskan sepatunya yang sepenuhnya basah dan pakaian zirah miliknya, lalu berdiri dengan santai sambil menunggu pakaian nya di peras.
"Bagaimana dengan peperangan ini ?" Tanya Lin Yue dengan bingung.
"Sangat baik. "Ucap Lin Beishang dengan tenang.
"Baguslah jika sangat baik, aku tidak akan bertanya banyak padamu. Tapi, aku akan bertanya tentang petir ini, apakah kamu sudah menyadari tentang apa yang terjadi pada saat ini ?" Tanya Lin Yue dengan serius.
Lin Beishang menatap mata Lin Yue lalu tersenyum tipis, berpikir sejenak lalu menjawab.
__ADS_1
"Aku tentu saja tahu. " Ucap Lin Beishang dengan lembut.
Lin Beishang tidak akan mengatakan bahwa dia baru saja tahu tentang Iblis Pemakan Jiwa karena masuk ke dalam Perpustakaan Istana bersama dengan mendiang ayahnya, Lin Xi.
"Bei Zhao juga tahu, kami telah tahu hal ini. Tapi, tidak ada yang bisa di lakukan. Mungkin, apa yang dikatakan oleh ayah benar, tidak ada cara lain selain meminta bantuan dari Jiwa Phoenix. " Ucap Lin Beishang dengan lembut dan tampak tenang.
"Apakah kamu yakin ? Jiwa Phoenix telah tertidur selama hampir seribu tahun. Apakah kekuatan nya masih sama dengan sebelumnya ?" Tanya Lin Yue dengan khawatir.
"Lalu ? Bagaimana dengan Iblis Pemakan Jiwa yang telah disegel di Jurang Abadi selama 999 tahun ? Apakah kekuatan nya masih sama dengan seperti ketika membuat kekacauan seribu tahun lalu ?"Tanya Lin Beishang dengan sangat tenang.
Lin Yue tertunduk sejenak dan memikirkan kata kata yang diberikan oleh Lin Beishang dan menemukan bahwa apa yang dikatakan oleh saudarinya tidak salah.
Jika kekuatan Jiwa Phoenix bisa melemah, apalagi Iblis Pemakan Jiwa yang telah ditekan oleh segel yang sangat kuat selama 999 tahun ?
Tapi, tidak ada salahnya menjadi lebih waspada. Kekuatan Iblis Pemakan Jiwa bisa dikembalikan dengan cara membiarkan Iblis Pemakan Jiwa menelan jiwa jiwa yang pergi.
"Jika Iblis Pemakan Jiwa bisa menjadi kuat dengan memakan jiwa jiwa orang mati, maka Jiwa Phoenix, apa yang harus dilakukan untuk mengembalikan kekuatan nya ?" Tanya Lin Yue dengan gugup.
"Tidak tahu, mungkin dengan cara yang sama ?" Tanya Lin Beishang sambil mengangkat kedua bahunya dan tampak sangat santai.
Lin Beishang menduga bahwa informasi tentang Jiwa Phoenix hanya diturunkan dari generasi ke generasi dengan hanya menggunakan kata kata lisan untuk setiap Kaisar sehingga tidak takut bahwa itu akan tersebar.
Sulit untuk mencari tahu hal ini, bagaimanapun semuanya hanya menyisakan pemakaman di halaman belakang.
Tidak akan ada yang bisa ditanyakan lagi pada mereka, tidak peduli seberapa besar usaha mereka. Satu satunya cara adalah bertanya pada yang masih hidup dan masih sadar.
Yaitu adalah Jiwa Phoenix sendiri, tapi sesungguh nya, Lin Beishang benar benar tidak ingin melakukan ini apabila tidak benar benar terpaksa.
Jika didengar dari cerita yang diberikan oleh mendiang ayahnya, maka seharusnya Jiwa Phoenix sama rakusnya dengan Iblis Pemakan Jiwa.
Yang membedakan mereka adalah dimana mereka berdiri ? Di pihak manakah mereka ? Orang yang memegang kebenaran maka akan dianggap sebagai Jiwa yang baik.
Padahal, jika diperiksa dengan seksama dan diperiksa dengan teliti dan tidak berpihak, maka sebenarnya mereka sama saja.
__ADS_1
Mereka baru akan bergerak setelah ada bayaran yang menarik pandangan mereka, jika tidak maka jangan harap.
Apakah itu akan menyelamatkan manusia ataupun melindungi manusia dari yang jahat, semuanya adalah sia sia jika tanpa bayaran, itulah Jiwa Phoenix.
Setelah selesai diperas dan itu bahkan memakan 2 ember penuh dengan pakaian, Lin Beishang di ajak ke ruang samping untuk berganti pakaian.
Bei Zhao juga berganti pakaian, setelah mengganti dengan pakaian baru yang hangat dan kering, barulah mereka masuk ke dalam Aula dan merasa lega.
Para menteri diberikan tempat tidur di kediaman Putri Mahkota yang pernah ditinggali oleh Lin Yue sebelumnya, di dalam Aula Kekaisaran yang luas dan megah.
Masih dengan nuansa merah yang tampak nya membawa kebahagiaan tapi keempat orang di dalamnya tampak sangat muram, sangat tidak sesuai dengan warna yang menghiasi tempat itu.
"Bagaimana kita harus melakukan ini ?" Tanya Lin Beishang.
"Jujur saja, aku tidak tahu. Ada sebuah pesan dari orang mu untuk Ye Xushi, kami belum membuka nya. " Ucap Lin Yue dan memberikan gulungan kertas yang masih di segel.
Lin Beishang membuka segel dan membaca pesan itu dengan serius sebelum akhirnya membakarnya di atas lilin yang menyala.
"Ini dari Chu Linfei, Dinasti Qin. Bukan dia yang membangkitkan Iblis Pemakan Jiwa jika dilihat dari berita yang disampaikan ini, maka dugaan mu hanya bisa menunjuk Chu Huli yang telah kabur dari Penjara Dinasti Qin. " Ucap Lin Beishang.
"Chu Huli ini sangat berani untuk membangkitkan Iblis Pemakan Jiwa, apakah tidak takut bahwa dirinya akan menjadi santapan Iblis Pemakan Jiwa ?" Keluh Lin Yue dengan kesal.
"Jika dilihat dari kondisi nya saat ini maka seharusnya dia tidak akan takut, dia akan meminta darah murni dari Iblis Pemakan Jiwa dan menjadi Tuan dari Iblis Pemakan Jiwa. Tidak hanya tidak akan memakannya, melainkan akan selalu mematuhi perintah nya. " Ucap Lin Beishang.
"Ini aneh, bagaimana caranya untuk membuka segel yang telah dibuat oleh leluhur dengan susah payah ?" Tanya Lin Yue dengan bingung dan tampak berpikir dengan keras.
Lin Beishang sendiri juga meragukan hal ini lalu memiliki beberapa dugaan tapi tidak berani mengatakannya karena ini tidak memiliki bukti.
"Di dalam Paviliun Qiao Yao kami, dijelaskan bahwa itu bisa dilepaskan dengan beberapa Senjata Iblis. Jumlah pastinya, aku sendiri tidak mengetahui tapi jika melihat maka kemungkinan itu dibutuhkan lebih dari 3 Senjata Iblis. " Ucap Bei Zhao.
Keheningan memenuhi mereka berempat, untuk membuat 1 Senjata Iblis saja dibutuhkan begitu banyak pengorbanan, bagaimana dengan 3 atau 5 ?
...----------------...
__ADS_1
Bonus Up 38 k like : 3 / 3
Note : Maaf ya agak kemalaman, enggak nyangka juga kalau kemalaman hari ini. Tapi hari ini panjang, jumlahnya lebih dari 3,5 k kata, hanya untuk Legend Of Beishang. Jadi, dukung author terus dengan like dan comment ya, terimakasih.