Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
132. Selir Yanping Asli


__ADS_3

Lalu, ada tukang jualan sayur yang mengalami hal serupa, sepertinya Lien Hua telah dibutakan oleh jabatan hanya karena beberapa hal kecil ini.


Ini tidak layak, Lin Qiaofeng pikir jika catatan ini sampai di tangan Kaisar maka mungkin Kaisar akan langsung menyuruh orang untuk memberikan hukuman mati pada Lien Hua di hari yang sama.


Kaisar tidak hanya memiliki seorang Selir Kesayangan, kehilangan salah satu Selir Kesayangan demi menjaga reputasi sebagai Kaisar dan reputasi Istana, Kaisar tentu saja tidak akan keberatan untuk melepaskan Lien Hua.


Beberapa hari kemudian


Sejak terakhir kali mereka bertemu di Dinasti Song dan berpisah untuk jalan mereka masing masing, kedua saudari Lin alias Lin Qiaofeng dan Lin Yue belum saling bertemu.


Jenderal Xie telah diberikan kekuatan kembali dan kekuatan pasukan nya bahkan kembali seperti semula dan telah memimpin ekspedisi menuju Dinasti Song.


Karena masalah Jenderal Xie telah di selesaikan, yang terakhir hanya perlu untuk Jenderal Bei yang berkuasa. Pada akhirnya, orang itu akan kembali memimpin sebuah pasukan.


Saat ini, Lin Qiaofeng baru saja membakar mayat Lien Hua, kemarin Lin Qiaofeng secara tidak sengaja menemukan tempat pembakaran mayat di ruang bawah tanah yang sempit.


Setelah 6 hari berlalu, tidak menyangka bahwa Lien Hua tidak bisa bertahan lagi dan akhirnya meninggal dalam kondisi mengenaskan.


Saat ini, Lin Qiaofeng sedang berdiri di samping Kaisar dan melihat bahwa Kaisar saat ini sedang berbicara dengan utusan Dinasti Tang.


Di belakang utusan Dinasti Tang itu, ada Lin Yue dengan baju kerajaan nya dan tampak sangat bermartabat. Sayang sekali bahwa Yang Xin tidak ada disini dan tidak menyadari bahwa Lin Yue yang selalu mengejarnya sebenarnya adalah seorang Putri Mahkota Dinasti Tang yang terhormat.


"Putri Mahkota, silakan pilih siapa yang ingin menemanimu ?" Tanya Kaisar dengan sopan.


Bahkan Kaisar tidak berani mengatakan banyak hal pada Lin Yue karena kekuatan Lin Yue berada di atas Kaisar.


"Aku menerima niat baik Yang Mulia, aku ingin Selir Yanping yang menemani ku, aku telah mendengar reputasinya belakangan ini dan tertarik dengan Selir Yanping. " Ucap Lin Yue dengan tenang.


Sementara Permaisuri yang duduk di sebelah Kaisar merasa marah dan kesal karena Lin Yue tidak memilihnya.


Permaisuri tentu saja ingin menjalin hubungan pertemanan yang baik dengan Putri Mahkota Dinasti Tang.


"Putri Mahkota, Selir Yanping baru memasuki istana beberapa tahun belakangan ini dan tidak mengetahui seluruh tempat dengan baik, bagaimana jika Permaisuri ini yang menemani Putri ?" Tanya Permaisuri.


Tatapan Lin Yue berubah menjadi tidak senang dan merendahkan Permaisuri.


"Aku sepertinya telah mengatakan pada sebelumnya. " Ucap Lin Yue dengan dingin.

__ADS_1


"Yue Niang ! Lancang sekali ! Minta maaf pada Putri Mahkota, Yanping kamu temani Putri Mahkota. " Ucap Kaisar dengan marah pada Permaisuri.


"Ya, Yang Mulia !" Ucapnya dengan lembut tapi tegas dan turun dari tangga tahkta milik Kaisar dan Permaisuri.


"Silakan Putri Mahkota. " Ucapnya dengan lembut dan mengarahkan Lin Yue untuk menuju ke taman yang sepi.


Sesampainya di taman yang sepi, tata krama yang anggun seperti yang ditunjukkan olehnya sebelumnya langsung hilang dan berubah menjadi acuh tak acuh.


"Akting yang sangat baik, aku pikir kamu akan kesulitan ternyata tidak. " Ucap Lin Yue sambil merangkul bahu nya.


"Bersiaplah, utusan dari Dinasti Tang akan tidur disini selama 20 hari, pada hari ketujuh, itu akan dilakukan. Jaga dirimu baik baik, Yue. "Bisiknya dengan penuh perhatian.


"Kamu tenang saja, Qiaofeng pada saat itu apakah kamu akan langsung menyelesaikan Kaisar ?" Tanya Lin Yue ketika mereka sampai di dalam kediaman Selir Yanping.


"Tentu saja tidak, pada saat itu Kaisar Lin Yi akan merasa marah dan menarikmu untuk kembali. Apakah kamu setuju ?" Tanya nya.


Ekspresi Lin Yue berubah menjadi berat dan muram , dia menghela nafas dan memeluk Lin Yue dia tahu dari mana asalnya kegelisahan yang dimiliki Lin Yue.


"Baiklah, kalau hari ketujuh masih memberatkan mu bagaimana jika hari ke 14 ?" Tanya nya dengan lembut.


Wajah Lin Yue berubah menjadi sedikit lebih cerah dan mengangguk, senyum tipis terbentuk di wajahnya.


"Benarkah hanya aku ? Bukankah kamu telah menunda rencana mu selama satu tahun sebelumnya ?" Tanya Lin Yue dengan penuh arti.


Mendengar ini membuat dadanya seperti di timpa batu berat, dia telah melupakan hal ini dan tidak ingin membahas hal ini lagi.


"Kamu menunda rencana mu selama kamu berada di kediaman Bei Zhao bukan ? Karena kamu takut bahwa rencana gilamu melibatkan Bei Zhao ?" Tanya Lin Yue.


"Bei Wang adalah karakter terhormat, kenapa perlu perlindungan dariku yang dulunya hanya seorang gadis lemah ?" Tanya nya sambil berusaha untuk tetap tenang.


"Tidak ada gunanya membohongiku, Qiaofeng. Aku akan berjuang selama 14 hari terakhir ini, jika tidak ada kemajuan maka aku akan kembali bersamamu. " Ucap Lin Yue.


Mendengar ini membuat Lin Qiaofeng menghela nafas berat dan menatap Lin Yue dengan tatapan serius.


"Yue, kamu kembalilah, aku tidak ingin datang ke Dinasti Tang. " Ucapnya dengan tegas.


"Ada apa ? Kamu takut menghadapi kenyataan yang akan dikatakan oleh ayah ? Kamu takut bahwa tanggapan ayah kepadamu akan mengecewakan ? Tapi paling tidak kamu masih akan mendapatkan reputasi, kamu akan disegani oleh orang orang dan orang orang tidak akan menyerangmu secara sembarangan. " Ucap Lin Yue dengan sangat panjang.

__ADS_1


"Yue, aku tidak ingin hal itu semua, aku tidak ingin pengakuan, aku tidak ingin reputasi, aku tidak ingin menjadi Putri hanya karena belas kasihan ! Aku memiliki harga diri, biarkan aku hidup dengan sendirinya dan berjuang untuk diriku sendiri. Aku tidak ingin berharap lagi karena, setiap harapan akan mengecewakan ku. " Ucapnya dengan redup.


"Qiaofeng.......... Percayalah padaku, aku tidak akan mengecewakan mu. Aku akan menjagamu layaknya adikku sendiri, kamu harus tahu betapa aku sangat menyayangimu. " Ucap Lin Yue sambil memeluknya.


"Aku tahu dan aku mengerti bahwa kamu menyayangi ku tapi jika kamu membawaku menuju Dinasti Tang, maka itu hanya akan semakin melukaiku. " Keluh nya dengan sedih.


Tatapan Lin Yue berubah menjadi berkaca kaca tapi tidak ada air mata yang keluar hanya suara gertakan gigi yang halus.


"Qiaofeng, aku tidak bisa menyembunyikan hal ini dari ayah. Biarkan aku memberi tahunya soal ini, dia layak tahu tentang hal ini !" Ucap Lin Yue dengan penuh emosi yang bercampur aduk.


"Lalu apa yang akan dia lakukan setelah tahu ?! Memburu ku agar aku mati dan tidak mengungkapkan aib nya kepada dunia ?!" Tanya nya dengan gemetar.


"Qiaofeng ! Kamu tidak tahu ayah, meskipun dia keras dia tidak akan melakukan hal sekeji itu !" Ucap Lin Yue dengan putus asa.


Di satu sisi, Lin Yue ingin memberi kehormatan pada adiknya agar adiknya, Lin Qiaofeng, tidak ditindas oleh orang lain lagi.


Tapi, disisi lain, Lin Qiaofeng ketakutan terhadap pemikiran nya sendiri dan memikirkan penolakan apa yang akan diberikan oleh Kaisar Lin Yi padanya.


Bagaimanapun, Lin Qiaofeng telah berulang kali dikecewakan oleh orang orang yang diberi harapan olehnya yang membuat Lin Qiaofeng sulit untuk mempercayai siapapun dan ketakutan.


"Hati seseorang tidak bisa ditebak, Yue. " Bisik Lin Qiaofeng dengan tatapan yang kacau.


"Tapi, tanpa dicoba kamu tidak akan tahu seperti apa hasilnya Qiaofeng. Biarkan aku pergi dan memberi tahu ini pada ayah, aku akan menjamin keamanan mu. Apabila ayah ingin bertemu denganmu maka aku akan membawamu menemuinya sementara jika tidak maka aku akan menahannya untuk melakukan sesuatu padamu. " Ucap Lin Yue dengan keras kepala.


"Yue, jangan lakukan yang sia sia. Sadarlah, kamu bahkan tidak bisa menentukan pernikahan mu sendiri apalagi menghalangi keputusan ayahmu ? Jangan melakukan nya Yue, aku mohon. Aku sudah lelah dengan segalanya , setelah ini aku akan mengakhiri semuanya dan bergabung bersama dengan ibuku. " Ucapnya dengan senyum acuh tak acuh.


Wajah Lin Yue yang putus asa langsung berubah menjadi ketakutan dan mengguncang bahunya dengan kuat sampai pakaiannya yang indah berubah menjadi berantakan.


"Apa yang kau pikirkan Qiaofeng ?! Kenapa kau memilih jalan ini ?! Masih ada banyak jalan lain yang terbuka bagimu kenapa kamu memilih jalan ini ?! Apakah kamu tidak memandangku sebagai kakak mu ?!" Tanya Lin Yue dengan mata yang memerah dan setetes air mata Lin Yue jatuh ke wajahnya.


"Yue, dunia ini terlalu kejam, aku sudah lelah dengan semuanya. Setiap kali melihat senyuman ibuku aku selalu merasa tenang, jika nanti aku sampai di sungai kuning maka aku pasti akan bertemu dengan ibu dan aku bisa melihat senyum ibu sepuasnya. " Ucap Lin Qiaofeng dengan senyum sedih.


(Sungai Kuning, sungai yang memisahkan dunia kematian dan dunia fana menurut kepercayaan. )


"Qiaofeng ! Kau masih belum mengejar orang yang kamu inginkan, masih banyak yang belum dicapai olehmu ! Bagaimana kamu bisa menyerah setelah melakukan hal kecil seperti ini ?!" Tanya Lin Yue dengan sedih.


"Yue, bagimu ini adalah hal kecil, tapi bagiku ini adalah tujuan hidupku. Aku telah menunggu dan menunggu selama belasan tahun, menanti datangnya hari ini untuk membalaskan dendamku dan ibuku. " Ucap Lin Qiaofeng dengan serius.

__ADS_1


"Setelah itu, tujuan hidupku akan hilang, tidak ada gunanya lagi untuk bertahan tanpa tujuan hidup. " Lanjutnya dengan suara yang lebih mirip sebuah bisikan.


__ADS_2