Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
117. Seni Akupuntur


__ADS_3

"Itu tidak mungkin bukan ? Apakah Bei Wang benar benar pria semacam itu ? Aku tidak percaya. " Ucap nya dengan senyum pahit dan menolak untuk percaya.


"Nona Lin bisa bertanya pada bawahan nya yang setia, Wen Yao. " Ucap Chu Huli dengan yakin.


Setelah mendengar nama ini dia terdiam, dia telah mencurigai Wen Yao sejak kejadian yang rombongan kediaman Bei Wang diserang.


Lin Qiaofeng sengaja menyuruh Bei Zhao untuk tidak menyelidiki lebih lanjut dan tidak perlu mengurus masalah itu.


"Kemana Wen Yao pada saat Bei Wang di serang oleh kalajengking ?" Tanya nya dengan buru buru.


"Apakah Nona Lin mencurigai Wen Yao ? Aku juga merasa hal yang sama sebelumnya, tapi tidak berhasil mendapatkan informasi sedikitpun. " Ucap Chu Huli dan hatinya mendingin.


"Tuan Chu sebaiknya mengamati dengan baik, Wen Yao itu telah berlaku dengan janggal berkali kali. Jika dipikirkan, dia tidak pernah melakukan suatu pengorbanan yang sangat besar untuk Bei Wang di medan perang, bahkan ketika di medan perang 3 tahun lalu, Wen Yao bahkan tidak melawan manusia gunung. " Ucap nya dengan tangan yang mengepal.


"Bagaimana Nona Lin bisa tahu tentang medan perang 3 tahun lalu ?" Tanya Chu Huli dengan curiga.


"Tuan Chu sebaiknya keluar dulu, aku akan mengobati Bei Wang, setelah Bei Wang sadar dia sendiri yang akan menjelaskan hal ini. " Ucapnya dengan datar.


Pada saat ini, tidak ada yang lebih penting dari nyawa Bei Zhao. Bahkan jika Wen Yao benar benar berkhianat, dia tidak peduli.


Lin Qiaofeng adalah seorang tabib, nyawa pasien adalah yang paling penting tidak peduli apakah itu seorang Kaisar, Bei Wang atau pengemis.


Chu Huli tidak memiliki pilihan lain meskipun masih belum puas dengan kata kata yang diberikan oleh Lin Qiaofeng.


Tapi, ketika melihat kondisi Bei Zhao, Chu Huli akhirnya memilih untuk mengalah dan menuruti kata kata Lin Qiaofeng.


"Aku berharap Nona Lin bisa mengobati saudaraku. " Ucap Chu Huli sebelum akhirnya berjalan pelan.


Setelah Chu Huli keluar dan pintu tertutup, ekspresi tenang yang dipertahankan oleh Lin Qiaofeng langsung hilang.


Ekspresi wajah Lin Qiaofeng sangat rumit, itu bercampur sedih, marah, kesal entah karena apa.

__ADS_1


"Benarkah kau seperti yang dikatakan oleh Chu Huli ? Aku ingin tidak percaya, tapi sudah dua orang yang mengatakan hal ini padaku. Jadi, haruskah aku percaya pada mereka atau aku tetap kokoh pada pendirian ku sebelumnya ?" Tanya nya sambil menghela nafas.


Lin Qiaofeng mengeluarkan satu set jarum perak yang dapat mendeteksi racun, lalu membuka pakaian Bei Zhao.


Ketika melihat tubuh Bei Zhao, nafasnya tertahan ketika melihat tubuh yang penuh luka itu. Luka yang menyilang di sana dan di sini.


Tampak tidak terawat, tapi ini adalah konsekuensi dari menjadi seorang jenderal. Sebelum Lin Qiaofeng pergi sebelumnya, tubuh Bei Zhao belum memiliki luka sebanyak ini.


"Apa yang kamu lakukan bodoh ? Kenapa kamu memiliki begitu banyak luka ? Apakah kamu tidak memiliki rasa sakit lagi ? Atau apakah kamu ingin melihat lebih kuat pedang atau tubuhmu ? Kamu adalah orang paling bodoh yang pernah ku temui, kamu tahu itu ?" Tanya nya dengan tenang.


Suaranya setenang air, tapi suaranya penuh dengan kesedihan, tapi meskipun begitu tangannya terus bekerja dan menusukkan jarum di titik akupuntur milik Bei Zhao.


Racun yang sudah sangat lama itu kebanyakan berkumpul di dekat jantung dan jika sedikit terlambat maka Lin Qiaofeng tidak akan berani membayangkan nya.


Jarinya yang lentik dengan terampil menusuk di titik titik akupuntur milik Bei Zhao dengan penuh perhatian.


"Aku tidak pernah mengerti apa yang sebenarnya ada dalam pikiran mu. " Ucapnya pada Bei Zhao.


"Aku tidak ingin berharap lagi, jika kamu tidak mengatakan dengan langsung maka aku tidak akan mengharapkan apapun darimu. " Gumam nya dengan senyum pahit.


Lin Qiaofeng terus menerus bercerita meskipun tidak ada yang membalas kata katanya, Lin Qiaofeng menghela nafas lega setelah beberapa jam.


Lin Qiaofeng mencabut seluruh jarum dengan senyum bahagia. Sekarang, Bei Zhao tidak berada dalam kondisi yang berbahaya lagi.


Di tangannya ada botol yang berisi cairan hitam, itu adalah darah beracun yang berhasil di keluarkan oleh Lin Qiaofeng dari tubuh Bei Zhao.


Lin Qiaofeng menyimpan itu dan berjalan untuk membasuh tangannya, ketika kembali menuju tempat tidur Bei Zhao.


Lin Qiaofeng terkejut ketika lehernya ditekan dari belakang dan wajahnya menjadi sangat dekat dengan wajah Bei Zhao.


Bei Zhao menatapnya dengan tatapan satu dan bibir yang pucat, dia memberontak sebelum akhirnya Bei Zhao menggunakan sedikit lebih banyak kekuatan untuk menekan kepala Lin Qiaofeng.

__ADS_1


Bibir kedua nya menempel, tapi hanya sebentar sebelum akhirnya Lin Qiaofeng merasa marah dan mendorong tubuh Bei Zhao.


Jika tidak berpikir Bei Zhao sedang sakit parah maka Lin Qiaofeng akan memukul Bei Zhao sampai mati !


"Apa yang kau lakukan ?!" Teriak nya dengan marah.


"Zhou Beishang, Lin Qiaofeng atau apapun itu, aku ingin mengatakan sesuatu, aku mencintaimu. " Ucap Bei Zhao dengan suara pelan.


Meskipun pelan, tapi itu seperti sambaran petir bagi Lin Qiaofeng. Seluruh tubuh Lin Qiaofeng bergetar karena terkejut.


"Jangan membual Bei Wang, kamu baru saja bangun. Apakah kepalamu terbentur atau otakmu telah pindah ke telapak kaki ?" Tanya nya dengan sinis dan berusaha untuk tetap tenang.


Ketika Lin Qiaofeng ingin pergi, Bei Zhao menahan tangannya untuk mencegahnya pergi.


"Duduk sini dulu, kenapa kamu terburu buru ? Aku mendengar semua kata kata mu sebelumnya. " Ucap Bei Zhao dengan lemah.


"Sialan ! Kamu tidak benar benar pingsan ?!" Tanya nya dengan marah dan kesal.


"Aku pingsan , tapi kata katamu menembus alam bawah sadarku. Kamu terlalu spesial untukku sehingga bahkan ketika aku pingsan, kata katamu tidak akan terhalang. " Goda Bei Zhao.


"Sepertinya kamu benar benar gila sekarang, kamu harus mendapatkan perawatan intensif. " Umpat nya dengan kesal.


Apa yang terjadi dengan Bei Zhao ?! Kenapa pemuda ini berubah begitu banyak sampai sampai membuatnya mati rasa ?!


Jika Bei Zhao terus bersikap manis seperti ini maka dia takut bahwa tembok yang telah dia bangun selama ini akan roboh dalam satu tiupan.


"Ya, aku sepertinya telah benar benar gila. Gila karenamu, jadi tabib Lin, tolong rawat aku. " Ucap Bei Zhao sambil menarik tangannya.


Lin Qiaofeng yang tidak siap segera jatuh terduduk tepat di sebelah tubuh Bei Zhao.


"Beishang, aku begitu merindukanmu belakangan ini. Aku tidak tahu apakah ini nyata atau tidak, setiap hari aku bermimpi bahwa kamu ada di sampingku dan pada akhirnya kamu akan hilang. Jadi, saat ini kamu nyata atau tidak ?" Tanya Bei Zhao dengan tatapan yang sedih.

__ADS_1


__ADS_2