
Lebih dari 1 tahun berlalu, Lin Beishang telah menetapkan statusnya sebagai penulis muda yang sangat berbakat dan memiliki kemampuan.
Di umurnya yang menginjak 19 tahun ini, hanya ada dua buku yang diterbitkan olehnya, satu berjudul "Kecantikan Yang Membawa Petaka" dan "Dewi Perang Qiaofeng".
Itu adalah nama samarannya di masa lalu dan Beishang menggunakannya, siapa yang menyangka bahwa cerita kehidupannya membawa banyak rasa kasihan dari para pembaca ?
Pemeran utama dari kedua kisah yang bersambung itu adalah Lin Qiaofeng dengan Chu Haoran, sudah lebih dari 10.000 cetakan yang beredar dan wajahnya ada dimana mana.
Selama 1 tahun lebih ini juga, Lin Beishang tidak mendapatkan gangguan apapun dari musuh mereka yang berada di dalam kegelapan.
Ini membuat Lin Beishang ragu dengan mereka tapi tidak berani untuk berhenti menyelidiki setiap kemungkinan yang ada.
Saat ini, Lin Beishang sedang duduk di kantornya dengan tenang dan Bei Zhao duduk di depannya.
"Hari ini, aku harus mendatangi pertemuan antar penulis dan menyebutkan beberapa kata kata pendorong semangat para penulis lain. Sekaligus menerima penghargaan sebagai penulis termuda yang menjual lebih dari 10.000 buku. "Ucap Lin Beishang dengan antusias.
"Oh ? Jadi apakah kamu senang ? Apakah kamu ingin ditemani oleh Chu Haoran ?" Tanya Bei Zhao.
Senyum Lin Beishang melebar dan meraih uluran tangan Bei Zhao dengan bahagia, jika tidak ada masalah maka mereka berniat untuk menikah tahun depan, tepat ketika dia berulang tahun ke 20 tahun.
"Tentu saja, kenapa tidak ?" Tanya Lin Beishang dengan senyum bahagia.
Tanpa diduga duga, seseorang masuk ke dalam ruangan kerja milik Lin Beishang bersama dengan Lan Xiang.
"Aku tidak tahu bahwa aku akan menganggu kalian berdua, silakan lanjutkan dan aku akan kembali. " Ucap Lin Yue sambil bercanda.
Lin Beishang langsung berlari dan memeluk Lin Yue dengan erat, mereka sudah sangat lama tidak bertemu.
Hanya bertukar kabar lewat video call, Lin Beishang sendiri sangat sibuk di satu tahun belakangan ini. Membentuk karya nya sendiri yang terinspirasi dari kehidupannya dengan Bei Zhao.
Orang orang banyak menyayangkan karakter Lin Qiaofeng yang dibuatnya ini karena terlalu menyedihkan dan keras pada dirinya sendiri.
Padahal, Lin Beishang telah memangkas paling tidak setengah dari penderitaan yang dia alami secara pribadi.
__ADS_1
Bagaimana orang orang mulai mengatakan bahwa karakter Lin Qiaofeng ini menyedihkan ? Lin Beishang merasa bahwa orang orang ini terlalu tidak masuk akal dan tidak dapat dipahami.
Beberapa yang menurutnya terlalu menyedihkan tidak akan dia masukkan ke dalam buku, seperti merangkak dan memohon pada seseorang untuk sebuah mainan, Lin Beishang menolak untuk mengakuinya !
Alih alih memandang itu sebagai kenangan yang menyakitkan baginya, Lin Beishang lebih memandang itu sebagai kenangan yang sangat memalukan.
"Jie jie, aku sangat merindukanmu. " Ucap Lin Beishang dengan penuh haru.
"Jie jie juga sangat merindukanmu, lebih dari 1 tahun kita tidak bertemu. " Ucap Lin Yue.
"Jie, apakah sekarang kamu juga sudah memiliki seorang kekasih ?" Tanya Lin Beishang.
Lin Beishang menangkap perubahan ekspresi diwajah Lin Yue yang berubah menjadi merah karena malu.
"Tidak ada." Ucap Lin Yue dengan penekanan.
Tapi, di benak Lin Yue terbayang seseorang yang telah menemaninya selama lebih dari 1 tahun ini dan telah membantunya tanpa syarat, siapa lagi jika bukan Ye Xushi ?
Lin Yue merasa bimbang dengan dirinya sendiri dan kehilangan cara untuk berkata kata dengan benar, sebelum akhirnya seorang pria berlari masuk.
Lin Beishang berjalan mendekati Ye Xushi dan memeluk pria itu, Lin Beishang memandang pria itu dengan senyum bahagia.
"Jie jie dan Dage datang berdua ?" Tanya Lin Beishang.
"Tidak !"
"Ya !"
Keduanya menjawab pertanyaan Lin Beishang pada waktu yang sama tapi dengan jawaban yang berbeda, keduanya saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya Lin Yue memalingkan wajahnya.
"Selamat." Ucap Bei Zhao buka suara.
Bei Zhao bersalaman dengan Ye Xushi sementara Lin Beishang langsung mengerti, kakak perempuannya yang baik telah jadian dengan Ye Xushi tapi malu untuk mengakuinya.
__ADS_1
Melihat Lan Xiang yang berdiri sendirian di sudut membuat Lin Beishang tidak tega dan merangkul tubuh Lan Xiang.
"Tidak apa apa tidak memiliki pendamping , aku akan menemanimu. " Ucap Lin Beishang menghibur Lan Xiang.
"Siapa bilang dia tidak memiliki pendamping ?" Tanya seorang pria di depan pintu ruang kerjanya.
Semua orang menoleh ke pintu , itu adalah seorang pria tampan dengan rambut hitam pekat dan menggunakan kacamata hitam, setelah kacamata hitam diangkat, Lin Beishang langsung mengenali orang itu.
Orang itu, mungkin semua orang tidak akan bisa mengenalinya tapi mustahil bagi Lin Beishang untuk tidak mengenalinya.
Lin Beishang langsung melepaskan rangkulannya dan memeluk tubuh pria itu dengan erat, matanya menjadi berkaca kaca.
Orang ini, tidak mungkin salah ! Bagaimanapun, mereja bisa dikatakan sebagai satu tubuh. Siapa lagi jika bukan Murong Yan ?
"Bagaimana kamu bisa disini ?" Tanya Lin Beishang sambil menyeka matanya yang basah.
"Tentu saja, aku belum menuntaskan apa yang aku inginkan di dunia ini, bagaimana mungkin aku bisa pergi ?" Tanya Murong Yan dengan senyum lembut.
Lin Beishang mundur dan menarik Lan Xiang yang terdiam, mustahil bagi Lan Xiang untuk tidak bisa menebak siapa pria di depan ini setelah mendengar percakapan yang dimiliki oleh Lin Beishang dengan Murong Yan.
Murong Yan berlutut di depan Lan Xiang dengan satu kaki dan mengulurkan tangannya pada Lan Xiang.
"Aku tidak tahu apakah kamu mau menjadi kekasihku atau tidak, tapi yang pasti sejak kamu menemaniku di kolam ikan pada hari itu membuat hatiku jatuh untukmu. " Ucap Murong Yan sambil menyerahkan sebuah cincin berlian.
Lan Xiang menatap Murong Yan dengan tatapan tidak percaya dan menutup bibirnya sendiri dengan terharu lalu menerima cincin Murong Yan dengan senang hati.
Murong Yan membantu Lan Xiang untuk menggunakan cincin di jari manis, Lin Beishang memberikan tepuk tangan, diikuti oleh yang lain.
'Mungkin ini adalah jalan terbaik untukku, masa lalu adalah masa lalu sementara yang ku hadapi saat ini adalah masa kini. Yang telah menjadi masa lalu biarlah menjadi masa lalu, selamat tingal. ' Pikir Lan Xiang lalu maju dan memeluk Murong Yan.
Murong Yan memeluk Lan Xiang dengan tulus, Lin Beishang terharu dan ikut senang dengan hal ini. Di satu sisi, Lan Xiang adalah adiknya sementara yang lain adalah salah satu orang yang paling dekat dengannya.
"Selamat untuk kalian berdua, kenapa aku belum pernah melihat mu sebelumnya ?" Tanya Lin Yue.
__ADS_1
Murong Yan menatap ke arah Lin Yue dan menunduk lalu tersenyum.
"Namaku Murong Yan, aku telah seringkali mendengar nama besar Nona Lin, sangat senang untuk bisa bertemu denganmu secara langsung. "