Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
69. Ramuan Baru


__ADS_3

Bei Wang berjalan menuju ke jendela dan menyenderkan kepalanya ke jendela. Dia merasa pusing dan kepalanya berat seolah olah akan segera jatuh tertidur ketika dia memejamkan mata.


"Apa yang terjadi padaku ?" Gumamnya dengan suara serak.


Dikepalanya terbayang bayang tentang kata kata yang dikeluarkan oleh Zhou Beishang dengan santai.


"Aku dulu tidak berani untuk keluar sendirian, sehingga aku hanya bisa memendam keinginan. Selama umur 18 tahun ini, berapa banyak peristiwa baru yang bisa ku saksikan ? Selama ini aku dikurung didalam kediaman Perdana Menteri Zhou, aku adalah aib yang harus di sembunyikan. "Ucap Zhou Beishang sambil tersenyum tipis.


Dia harusnya senang karena Zhou Beishang sadar diri, tapi entah kenapa dia merasa tidak senang.


Dia merasa kasihan dan kesal pada Perdana Menteri Zhou tanpa alasan yang jelas , ini membuatnya pusing.


Dia juga harusnya merasa senang karena Putri Mahkota Dinasti Tang yang telah dipuja nya selama ini, akan menemuinya.


Mereka biasanya hanya bertemu satu kali dalam 2 bulan, bukan untuk hal pribadi melainkan kerja sama kedua kekuatan raksasa.


Dia sangat kagum pada Putri Mahkota Dinasti Tang yang cepat dan tangkas, memiliki kekuatan yang tidak kalah dari pria bahkan sangat blak blakan tanpa intrik lain.


Tapi, kali ini dia tidak memiliki minat apapun untuk bertemu dengan Putri Mahkota Dinasti Tang. Dia sangat lesu dan hampir seolah olah dia tidak beristirahat dari perang 3 hari 3 malam.


Disisi lain, Zhou Beishang sedang tersenyum puas kala melihat ramuan yang dia buat. Ini bahkan hasil yang jauh lebih baik dari pada yang dia pikirkan sebelumnya.


Dia juga baru mengetahui bahwa Ginseng Darah bisa membantu pengembalian darahnya. Sebelumnya dia sudah memperkirakan bahwa bukan tidak mungkin, kalau dia akan meninggal karena kehabisan darah.


Tapi, ternyata Ginseng Darah bisa membantu darahnya untuk kembali dan mencegahnya kehabisan darah.


Sungguh tanaman yang sesuai dengan namanya. Saat ini, suasana hatinya sedang sangat baik dan melupakan seluruh perasaan buruk sebelumnya.


"Sup Ginseng Darah satu mangkuk bisa menggantikan darahku untuk ramuan. Selama aku meminumnya dengan rajin maka aku akan baik baik saja, rencanaku akan mulai berjalan." Ucapnya dengan semangat.


Dia tidak pernah merasa se semangat ini sebelumnya, tidak sia sia untuk menjadi orang yang dipandang sebelah mata.

__ADS_1


Jika dia harus jujur, maka orang yang paling ingin dia hindari adalah Bei Zhao. Pria itu terlalu berbahaya, selain bisa menghancurkan rencananya, juga bisa menghancurkan perasaannya.


Jadi, dia harus menjauh dari pemuda itu sejauh mungkin yang dia bisa. Dia bisa tidak takut pada Kaisar atau Ibu Suri, tapi pada Bei Zhao, hatinya selalu melunak.


Sejak Bei Zhao meminum ramuan ini, pemuda itu akan sembuh dari racun yang di derita sejak muda itu dalam 3 bulan.


Dia tersenyum sedikit sedih, setelah 3 bulan ini maka dia tidak akan bisa melihat pemuda itu dari dekat lagi.


Dia tahu bahwa suatu hari , sia akan meninggalkan sisi Bei Zhao karena pada dasarnya statusnya saat ini hanya sementara.


Dia tidak takut untuk meninggalkan pemuda itu, karena dia sudah tahu apa yang harus di lakukannya sejak awal.


Dia sudah tahu bahwa ini semua hanya sementara, dia tidak berharap lebih. Hanya saja, masih ada kekecewaan yang tidak diharapkan muncul dari hati terdalamnya.


Jika dia bisa, maka dia ingin mengubah masa lalunya, dimana dia bertemu dengan Bei Zhao dan jatuh cinta pada pandangan pertama.


Jatuh cinta pada Bei Zhao adalah cacat paling besar dalam dirinya.


Dia melihat hari yang masih gelap, ini seharusnya tengah malam. Dia menatap ke luar dan melihat bahwa kamar Bei Zhao masih terang, yang artinya orang di dalamnya belum tertidur.


Dia terlalu bersemangat untuk pergi dari sisi Bei Zhao, semangat dan juga sedikit......... tidak rela.


Dia menggunakan mantel dua lapis tanpa menggunakan milik Bei Zhao sebelumnya dan membawa payung kertas minyak.


Kali ini, hujan salju telah mereda, memang pada dasarnya dia tadi sedang tidak beruntung untuk menghadapi hujan salju seburuk itu.


Dia sepertinya harus melakukan lebih banyak hal baik untuk mengurangi penderitaannya di dunia yang fana ini.


Dia tertawa kecil di bawah hujan salju yang turun karena pemikirannya yang lucu. Banyak orang yang berpikir bahwa dia adalah orang cacat yang beruntung.


Dia juga setuju pada mereka, hanya saja yang berbeda adalah alasan apa yang dianggapnya sebagai keberuntungan.

__ADS_1


Yang di anggap mereka sebagai keberuntungan adalah karena bisa menjadi istri Bei Wang yang terhormat.


Tapi, baginya keberuntungan terbesarnya adalah dia masih bertahan sampai saat ini, ada orang orang yang membantunya.


Jika saat itu Bei Zhao tidak menolongnya atau Pendekar Misterius tidak membantunya, maka dia tidak akan sampai disini dan membalas dendam ibunya.


Tak terasa, dia telah sampai di depan kamar Bei Zhao. Langkahnya berubah menjadi sedikit lebih berat, ini lebih mirip dengan ucapan perpisahan.


Tok Tok


Dia mengetuk pintu dengan pelan dan orang di dalamnya membalas dengan batuk ringan. Dia mengerutkan dahi, Bei Zhao terkena flu ?


Dia berjalan masuk dan menatap pemuda yang setengah sadar itu sedang dalam kondisi mabuk dan menatapnya dengan tatapan yang aneh.


"Tang Taizi Fei, kenapa aku tidak ingin membiarkanku berbicara terlebih dahulu ?" Ucap Bei Zhao dengan nada khas orang mabuk.


(Tang Taizi Fei adalah Putri Mahkota Tang atau Putri Mahkota Dinasti Tang. )


Dia yang mendengar ini terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun, dia menatap pemuda yang mabuk itu dengan tatapan dingin.


Lalu , berbalik dan bersiap untuk berjalan pergi sebelum tangannya di cekal. Dia masuk kedalam pelukan Bei Zhao yang mabuk dan tidak bisa melepaskan diri.


"Tang Taizi Fei, kenapa kau tidak ingin mendengarkanku ? Apakah karena aku bukan keturunan langsung Kekaisaran ?" Racau Bei Zhao.


Matanya memanas, dia menarik nafas dalam dalam. Melihat keadaan Bei Zhao saat ini menyakiti matanya dan mendengar kata kata Bei Zhao saat ini merusak telinganya.


"Bei Zhao, aku bukan Tang Taizi Fei mu, lihat aku dengan jelas !" Ucapnya dengan dingin dan penuh penekanan.


"Apa yang kau katakan ? Kau jelas jelas Tang Taizi Fei !" Ucap Bei Zhao.


"Aku bukan, buka mata mu dan lihat aku siapa, sialan !" Teriaknya dengan marah.

__ADS_1


Dia mengambil jarum perak nya dan menusuknya ke tangan Bei Zhao, pemuda itu terkejut dan tersadar dari mabuknya.


Langsung melepaskan pelukan dan menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, sementara dia menatap Bei Zhao dengan tatapan marah.


__ADS_2