
Setelah mengatakan hal itu, sebuah bayangan muncul di belakang Lin Qiaofeng. Itu adalah Lin Yue yang baru keluar dari tempat persembunyian.
"Huft, jika aku tahu akan begini maka aku akan memilih untuk bermain dengan mayat Xi Qi. " Keluh Lin Qiaofeng.
"Aku juga berpikir begitu !" Jawab Lin Yue dengan santai seolah olah tidak terjadi apapun.
"Yue, kamu saat ini sangat mengkhawatirkan. Apa yang kamu sedang lakukan ?" Tanya Lin Qiaofeng.
"Tidak ada, hanya saja sedikit sakit. Tapi tidak apa apa, kamu telah melindungiku, biarkan aku bertemu dengannya terakhir kali besok, lalu aku akan pergi. " Ucap Lin Yue dengan senyum sedih.
Lin Qiaofeng berjalan ke arah Lin Yue dan memeluk tubuh saudarinya itu, Lin Yue ini meskipun tampak sangat sangar dan tegas tapi sebenarnya memiliki hati yang lembut.
"Apakah kamu yakin ingin pergi ?" Tanya Lin Qiaofeng.
"Tidak ada gunanya lagi untuk berdiri disana dan mengemis padanya, aku masih memiliki harga diri bukannya tanpa hati, aku juga bisa merasa sakit. " Ucap Lin Yue.
"Huft, siapa yang sebenarnya membocorkan identitas ku padanya ? Jelas Bei Wang tidak akan melakukan hal sepele seperti ini, kata katanya ini tidak jujur. " Ucap Lin Qiaofeng.
Mendengar ini membuat Lin Yue menjadi waspada dan khawatir untuk Yang Xin, melihat pemandangan ini membuat Lin Qiaofeng merasa miris.
Lin Yue ini, mirip dengan diri nya ketika masih menjadi Bei Wangfei. Setiap saat mengkhawatirkan Bei Zhao tapi pada akhirnya, kekhawatirannya tidak berharga di hadapan Bei Zhao layaknya angin yang berhembus.
"Apakah mungkin itu adalah Wen Yao ?" Tanya Lin Yue.
"Tidak mungkin, Wen Yao tidak mengetahui identitas ku yang sebenarnya. Aku pikir, yang paling berbahaya adalah ini berkaitan dengan Fang Ling. Bagaimanapun Fang Ling mengetahui masalah ini, apabila ini tersampaikan maka tidak sulit untuk menyimpulkan bahwa ini aku. " Ucap Lin Qiaofeng dengan dahi yang berkerut.
"Jika memang begitu yang terjadi, kenapa Yang Xin memilih untuk membohongi mu ?" Tanya Lin Yue.
"Ada dua kemungkinan, pihak sana ingin Yang Xin menyembunyikan identitas sebagai balasan atas informasi tersebut atau Yang Xin memang mengira bahwa itu adalah orang dari kediaman Bei Wang. " Ucap Lin Qiaofeng.
"Kenapa kau tidak pernah curiga bahwa Bei Wang sendiri yang membocorkan hal ini padanya ?" Tanya Lin Yue dengan bingung.
"Karena....... aku percaya padanya, aku percaya bahwa hal itu tidak menguntungkan nya. " Jawab Lin Qiaofeng dengan rambut yang berkibar.
"Sepercaya itukah kau padanya ? Dia telah pernah mengecewakan mu bukan hanya sekali, apakah kamu tidak takut ?" Tanya Lin Yue dari belakang.
"Kenapa aku harus takut ? Sepanjang masa hidupku ini, aku tidak hanya dikecewakan satu atau dua kali melainkan berkali kali. Dikecewakan beberapa kali lagi tidak menjadi masalah bagiku. " Ucap Lin Qiaofeng dengan kedua tangan yang bertaut di belakang dengan tenang.
Pakaiannya berkibar kala ditiup oleh angin yang menunjukkan keanggunan nya, Lin Yue terdengar menghela nafas dari belakang.
"Apa yang akan kamu lakukan apabila kamu tahu bahwa Yang Xin hanya salah satu alat yang digunakan oleh organisasi misterius untuk menjalankan rencana besar mereka ?" Tanya Lin Qiaofeng pada Lin Yue.
"Aku....... aku akan menolongnya, aku akan membantunya. " Jawab Lin Yue dengan penuh tekad.
"Kamu juga telah di kecewakan olehnya dua kali hari ini, tapi pada akhirnya kamu masih ingin menolongnya. Itu sama halnya denganku, sama seperti sudah tahu bahwa bermain jarum dapat berdarah, tapi aku masih senang bermain dengan jarum. " Ujar Lin Qiaofeng sebelum akhirnya berjalan pergi.
Sementara Lin Yue memandang punggung Lin Qiaofeng yang menjauh sebelum akhirnya berjalan berbalik dan berjalan menuju tempat dimana Yang Xin pergi.
Untuk saat ini, mereka mengambil jalan masing masing dan melindungi orang yang ingin di lindungi oleh mereka , Lin Yue ingin melindungi Yang Xin sementara Lin Qiaofeng sendiri ingin melindungi....... Bei Zhao.
Benci untuk mengakuinya, tapi itu adalah apa yang di pikirkan olehnya ketika memikirkan hal ini, hari sudah gelap sudah waktunya untuk kembali ke Istana yang memuakkan.
Lin Qiaofeng berdiri dan memandang ke langit dan memikirkan kata kata putus asa milik Yang Xin yang ditujukan padanya.
Senyum sedih terbentuk di wajahnya dan memikirkan kenangan terbaik miliknya dengan Yang Xin, ketika mereka masih muda dan tumbuh bersama.
__ADS_1
Dimana dia hanya berpikir bahwa Yang Xin adalah anak dari rumah sekitar kediaman Perdana Menteri, sehingga itu membuatnya nyaman.
Tapi, sejak awal, hatinya telah diberikan pada satu orang. Hatinya kecil, tidak bisa dibagikan pada dua orang sekaligus, karena itu dia tidak ingin memberi Yang Xin harapan.
Dengan kata kata yang tegas itu, Yang Xin akan merasa sakit tapi tidak selamanya berbeda jika dia memberikan harapan, rasa sakit itu akan menjadi selamanya.
Lin Qiaofeng memejamkan mata dan setetes air mata mengalir dari matanya , Lin Qiaofeng tidak langsung menyeka air mata itu , seolah olah ingin membiarkan air mata itu mengalir sampai ke bawah.
"Yang Xin, bagaimanapun aku selalu menganggap mu sebagai adikku, teman terbaikku, dimasa depan kamu pasti bisa menemukan orang yang lebih baik dariku. Jalan yang kita miliki berbeda, mari bertemu di masa depan sebagai teman. " Gumam Lin Qiaofeng sebelum akhirnya berjalan pergi.
Bukannya Lin Qiaofeng terlalu emosional, tapi mengingat bagaimana cara Yang Xin menghiburnya ketika masih berada di kediaman Bei Wang membuat hatinya merasa sakit.
Setelah berteman lebih dari 5 tahun, tidak pernah satu kalipun Lin Qiaofeng tampak sangat putus asa seperti itu. Pikirannya mengatakan bahwa dia harus kembali ke istana, tapi tubuhnya menolak dan mengambil jalan yang berbeda.
Lin Qiaofeng akhirnya sampai di kediaman Bei Wang yang ada di ibukota, itu tidak digunakan karena Bei Wang tinggal di Utara.
Tapi, sebagai bentuk penghormatan, Kaisar memberikan satu rumah untuk Bei Zhao yang bisa ditinggali kapan saja oleh Bei Zhao kala datang ke Chang'an.
Rumah itu tampak gelap tapi dijaga oleh beberapa orang, senyum miris terbentuk di wajahnya. Untuk apa dia berjalan kemari ?
Orang itu tidak akan berada di ibukota yang luas ini, orang itu suka dengan kesepian dan tidak akan suka saat berada di ibukota.
Lin Qiaofeng berbalik dan berjalan pergi dari kediaman Bei Zhao yang berada di ibukota sebelum akhirnya sebuah tangan menarik tangannya.
Lin Qiaofeng bersiap untuk menarik pedangnya sebelum akhirnya terdiam ketika melihat wajah orang yang di belakang nya.
"Kamu ?"Tanya Lin Qiaofeng dengan terkejut ketika melihat orang di belakangnya.
Tanpa kata kata lain, orang di belakangnya langsung membawa tubuh kecilnya kedalam pelukan pria itu. Tangan dan kakinya yang kuat sebelumnya telah berubah menjadi jelly.
"Apa yang kamu lakukan disini ?" Tanya suara pria yang memeluknya.
"Tidak apa apa, aku hanya berjalan jalan dan tersesat kesini. " Jawab Lin Qiaofeng dengan nafas yang tertahan.
Sangat dekat dengan Bei Zhao seperti ini membuatnya sulit untuk bernafas, harum daun mint ditubuh Bei Zhao sangat jelas.
Ya, orang ini adalah Bei Zhao. Orang yang telah hadir di dalam mimpinya belakangan ini, sumber mimpi buruknya dimana dia lihat bahwa Bei Zhao terluka parah karena peperangan.
Mimpi semacam itu sudah sering terjadi dan membuatnya ketakutan dan panik, tapi tidak ada yang bisa dilakukan olehnya.
Menghirup harum daun mint di tubuh Bei Zhao membuatnya merasa tenang seolah olah Bei Zhao adalah sumber ketenangannya.
"Aku tidak menyangka bahwa Lin Xiaojie juga bisa tersesat di Chang'an, kamu besar di Chang'an tapi masih bisa tersesat bukankah itu lucu ?" Tanya Bei Zhao.
"Tentu saja itu tidak lucu, sejak masih kecil aku telah dikurung di dalam rumah. Bisa berjalan jalan bebas adalah ketika aku berumur 17 atau 18 tahun. " Jawab Lin Qiaofeng dengan tenang.
"Ayo masuk dulu. " Ajak Bei Zhao masuk ke dalam rumahnya.
"Baik." Jawab nya, lagipula Lin Qiaofeng tidak buru buru untuk kembali di istana kembali besok juga tidak masalah.
Kaisar tidak akan mempermasalahkan hal tersebut karena hal itu berkaitan dengan Putri Mahkota Dinasti Tang, Lin Yue.
Lin Qiaofeng berjalan di sebelah Bei Zhao dan memasuki pekarangan kediaman Bei Wang yang ada di ibukota lalu masuk ke dalam ruang kerja milik Bei Zhao.
Bei Zhao duduk di depannya dan menuangkan teh untuknya sementara dia menerima teh itu dengan tenang.
__ADS_1
"Bagaimana kehidupan mu belakangan ini ? Apakah baik baik saja ?" Tanya Bei Zhao dengan sedikit kekhawatiran.
"Baik, menjadi Selir Kaisar tidak buruk. Rencana mungkin memiliki beberapa perubahan. Sejauh ini, nyawa Kaisar telah berada di genggaman ku. " Ucap Lin Qiaofeng sambil memandang Bei Zhao.
Wajah Bei Zhao berubah muram ketika mendengar kalimat pertamanya.
"Apakah bajingan tua itu melakukan sesuatu yang tidak sopan padamu ?" Tanya Bei Zhao dengan geram.
"He he he, Bei Wang anda adalah orang yang sebelumnya mengatakan bahwa mengejek Kaisar adalah kejahatan besar, tapi sekarang anda melakukan hal yang sama, aku jadi merasa bangga. Tapi, satu hal yang harus anda ketahui, Kaisar memiliki lebih dari 10 Selir Kesayangan, aku tidak akan terlalu di perhatikan. "Balas Lin Qiaofeng dengan acuh tak acuh.
"Lalu, jika Kaisar memang melakukan hal yang tidak pantas maka aku tidak akan segan untuk membuatnya merasakan hal yang lebih buruk daripada kematian. " Ucap Lin Qiaofeng sekali lagi dengan tatapan tajam.
"Aku bisa tenang setelah mendengar hal ini keluar dari bibir Nona Lin. " Ucap Bei Zhao dengan ekspresi yang lebih tenang.
"Bagaimana dengan rencana Nona Lin setelah ini ?" Tanya Bei Zhao.
"Aku tidak akan berkata banyak karena dinding memiliki telinga, aku akan menulisnya. " Ucap Lin Qiaofeng.
"Tolong berikan aku kertas, tinta dan kuas. " Lanjut Lin Qiaofeng.
Bei Zhao memberikan hal yang diminta olehnya dan Lin Qiaofeng mulai menuliskan semua yang telah ditemui olehnya.
Bei Zhao membaca dengan perlahan lahan sebelum akhirnya menatapnya dengan mata yang terbelalak, Bei Zhao ingin mengatakan sesuatu tapi dia telah lebih dahulu membungkam mulut Bei Zhao.
"Jangan mengejutkan musuh dengan beberapa tindakan kecil yang tidak berguna, saat ini yang harus kamu lakukan adalah terus berjalan seolah olah tidak ada yang salah dengan begitu meskipun musuh curiga , musuh tidak akan pernah memiliki bukti tentang kesalahan mu. "Ucap Lin Qiaofeng.
"Qiaofeng, hentikan ini semua. Semua orang mungkin tidak mengerti dan tidak akan memahami, tapi aku mengerti bahwa ini adalah tindakan bunuh diri yang diambil olehmu. " Ucap Bei Zhao dengan suara tertahan.
Mendengar ini Lin Qiaofeng tertawa sebentar sebelum akhirnya menatap mata Bei Zhao dengan tatapan sendu.
"Tidak ada yang salah mengambil jalan ini, aku akui aku tidak menyangka bahwa Bei Wang akan mengerti apa yang aku maksudkan. Aku pikir sebelumnya aku telah menyembunyikan nya dengan sangat baik sampai sampai saudariku sendiri pun tidak mengetahui hal ini. " Gumam Lin Qiaofeng.
"Kau belum pernah bertemu dengan Kaisar Lin Yi bukan ? Kenapa kau ingin mengambil jalan yang membahayakan dirimu sendiri seperti ini ?" Tanya Bei Zhao dengan putus asa.
"Ya...... tidak ada jalan lain, ada begitu banyak orang yang akan mati dan kesedihan ada dimana mana. Aku tidak menyukainya. Tapi, jika aku sendiri yang meninggal maka tidak akan ada yang sedih atas kepergianku. " Ucap Lin Qiaofeng.
"Qiaofeng, jika kau menemui kematian mu dengan cara seperti ini maka aku tidak akan keberatan untuk menemani mu. " Tekan Bei Zhao dengan keras kepala.
"Bei Wang, anda adalah seorang jenderal yang bergengsi, seluruh rakyat masih menunggu anda. Bagi mereka, kamu seperti pohon besar yang melindungi mereka dari hujan deras dan badai atau teriknya matahari tapi jika kamu tumbang maka mereka akan hancur. " Jelas Lin Qiaofeng dengan sangat lembut dan halus.
"Bagaimana mungkin kamu bisa mengabaikan begitu banyak nyawa hanya untuk satu orang tidak penting seperti ku ?" Tanya Lin Qiaofeng.
Kedua tangan Bei Zhao terulur dan mengguncang tubuh Lin Qiaofeng, tubuh Lin Qiaofeng seolah olah tidak memiliki tenaga dan hanya pasrah.
"Bagiku, kamu adalah yang paling penting. Tanpamu, itu hanya akan menjadi kesepian tanpa akhir. Kesepian itu akan membunuhku dan tidak akan menyisakan sedikitpun . " Ucap Bei Zhao dengan mata yang memerah dan tangan yang gemetar.
Dengan lembut, Lin Qiaofeng melepaskan tangan Bei Zhao dari bahunya dengan hati hari seolah olah tangan Bei Zhao adalah Giok berharga yang sangat rapuh.
"Mari bahas hal ini di lain hari , aku ingin bertanya padamu tentang hal lain. " Ucap Lin Qiaofeng mengalihkan topik pembicaraan.
"Aku ingin bertanya sesuatu pada Bei Wang, tidak tahu apakah Bei Wang ingin menjawab nya dengan jujur atau tidak. Aku ingin menanyakan ini untuk meringankan beban di hatiku, tidak perlu terlalu terbebani apabila tidak ingin menjawabnya. " Lanjut Lin Qiaofeng.
"Silakan tanyakan apa yang ingin di ketahui oleh Nona Lin. " Ucap Bei Zhao.
Saat ini hubungan mereka berdua telah berubah kembali menjadi rekan yang bekerja sama untuk melawan musuh.
__ADS_1
"Kemarin, aku bertemu dengan Ketua Muda Sekte Pedang Surgawi, dia berhasil menemukan identitas asliku. Dia mengatakan bahwa dia menemukan identitas ku dari Bei Wang, aku tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Mohon bantuan Bei Wang untuk mencerahkan ku. " Ucap Lin Qiaofeng dengan tatapan setajam bilah pedang Embun Bulan.