Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
211. Pernikahan Berdarah


__ADS_3

Satu persatu pejabat terus menerus memberikan hadiah dan pujian, semakin lama maka semakin tidak masuk akal pujian nya.


Bahkan Lin Beishang dengan muak dengan pujian tidak masuk akal ini, dan tidak bisa dibayangkan bagaimana perasaan Lin Yue saat ini.


Lin Beishang hanya bisa berdoa agar saudari perempuannya yang berapi api itu tidak terbakar oleh amarah dan memukuli satu persatu pejabat tua ini sampai mati.


Salah satunya yang paling tidak masuk akal menurut Lin Beishang dan Bei Zhao juga setuju dengannya untuk kali ini.


'Semoga Kaisar hidup dengan bahagia dan bereinkarnasi menjadi Phoenix dan Tuan Ye menjadi Naga di kehidupan selanjutnya !'


Dalam hati Lin Beishang, apakah menjadi seekor Naga atau Phoenix lebih baik dibandingkan bereinkarnasi menjadi manusia di kehidupan selanjutnya.


Bukankah itu secara tidak langsung mengutuk orang ?


Sampai akhirnya, pejabat terakhir akhirnya akan memberikan persembahan, itu berupa kotak kayu yang berukuran dan membawanya dengan kedua tangan.


Ini adalah walikota kota kecil, bermarga Wang. Dari semuanya, tingkatnya adalah yang paling rendah sehingga paling terakhir bahkan harus menunggu selama hampir 3 jam untuk mendengarkan bualan bualan dari pejabat pejabat lain.


"Siapa namanya kemarin ?"Gumam Lin Beishang sambil melihat pejabat baru dengan marga Wang.


"Wang Yi. Namanya adalah Wang Yi. " Balas Bei Zhao.


"Ah ya, Wang Yi. Aku telah melupakan nya. " Ucap Lin Beishang dengan tenang dan menatap ke arah Wang Yi ini.


Lin Beishang tersenyum tipis, sepertinya akan ada kejutan besar jika mendengarkan apa yang dilaporkan oleh bawahannya kemarin.


Wang Yi naik ke atas panggung dan berlutut dengan rendah, seolah olah tidak memiliki nilai di depan Kaisar.


"Wang ini memberi hormat kepada Kaisar yang baru dan Tuan Ye, semoga selalu bahagia dan hidup sehat. " Ucap Wang Yi dengan pujian yang tidak berlebihan.


Lin Beishang menyipitkan matanya dan masih tersenyum tapi tangannya telah memegang gagang pedang yang tertaruh di bawah meja.


Lin Yue membuka kotak itu dan tanpa diduga di dalamnya adalah batu dan wajah pejabat Wang itu berubah menjadi pucat.


Dalam sekejap, Lin Beishang sudah berdiri di belakang tubuh Wang Yi dengan pedang Embun Bulan yang berada di leher Wang Yi.


"Jadi kamu adalah pemilik kotak itu, sayang sekali bahwa rencana mu sudah diselesaikan. " Ucap Lin Beishang dengan senyum sinis.


"Jadi, kalian telah merencanakan ini !" Ucap Wang Yi dengan geram.


"Seharusnya aku yang mengatakan ini padamu, tapi tidak ada gunanya untuk berbicara panjang lebar dengan bidak kecil sepertimu. Pergilah ke Neraka dan tunggu Tuanmu !" Ucap Lin Beishang dan telapak tangan Lin Beishang menapak di dada Wang Yi.


Tubuh Wang Yi jatuh dari atas tangga Takhta, menggelinding dan membuat semua orang ketakutan, tidak ada darah yang keluar tapi bisa dipastikan bahwa seluruh organ dalamnya telah dihancurkan.


"Beishang, kenapa tidak menginterogasi nya terlebih dahulu ?" Tanya Lin Yue sambil mengerutkan dahi.


"Dia hanya bidak kecil, tidak akan mampu memberikan jawaban yang kita inginkan. Dia bahkan tidak tahu Tuannya, itu hanyalah bawahan yang paling rendah. " Ucap Ye Xushi menjelaskan.


"Acara hari ini telah di selesaikan kalau begitu, karena ada upaya pembunuhan ini maka kalian para pejabat Tua harus segera beristirahat. " Ucap Lin Yue sambil berdiri.


Baru saja akan mengatakan sesuatu, pintu Aula meledak dan kedua penjaga pintu aula terlempar ke dalam dengan mulut yang penuh darah.


"Sudah dimulai. " Gumam Lin Beishang dan menarik pedangnya lalu melesat ke depan dengan ilmu meringankan tubuhnya.


Di depan, ada sekelompok pengkhianat dari Prajurit Dinasti Tang dan juga ada sekelompok orang yang saling membunuh.


Orang yang paling mencolok adalah Orang barbar yang membawa bahan peledak.

__ADS_1


"Kalian semua, ambil ember dan bawa air lalu siram ke arah mereka !" Perintah Lin Yue dengan segera.


"Ya, Nona !" Ucap para pelayan dan akhirnya lupa bahwa seharusnya mereka memanggilnya sebagai Gongzhu.


Di belakangnya saat ini ada Lin Yue dan Ye Xushi, tentu saja juga ada Bei Zhao yang selalu berdiri di sampingnya sejak awal.


"Apakah ini adalah kekuatan penuh ?" Tanya Lin Yue dengan waspada ketika melihat lebih dari 5.000 orang ingin menerjang masuk.


"Tidak, bukan kekuatan penuh. " Jawab Bei Zhao dengan muram.


"Tidak perlu memikirkan hal ini, yang harus kita pikirkan adalah bagaimana cara membuat musuh mundur sampai ke Kota Siyue dan pada saat itu kita akan bertarung untuk mempertahankan Ibukota sejenak. " Ucap Lin Beishang.


"Mengungsikan para penduduk ke dalam lingkungan Istana sebelum akhirnya kembali mundur, seperti itu kah maksudmu ?" Tanya Lin Yue.


"Ya, itu benar. Lalu, aku ingin meminta bantuan Ye Xushi untuk mengirimi pesan ke semua orang yang ada di tempat ini dan Dinasti Song. Persiapkan diri mereka. " Ucap Lin Beishang.


"Bagaimana memerintahkan mereka ?" Tanya Ye Xushi.


"Meminta mereka untuk tetap berdiri diam di tempat mereka tapi bersiap , jadi jika ada serangan maka mereka akan mengejutkan musuh. " Ucap Lin Beishang.


"Bei Zhao, kamu ikut denganku. " Ucap Lin Beishang sambil menggandeng tangan Bei Zhao.


"Bahkan jika kamu tidak meminta nya maka aku tetap akan ikut denganmu. " Ucap Bei Zhao dengan senyum.


"Persiapkan pasukan berkuda dan panahan, setelah aku memukul mundur pasukan, segera tutup gerbang Istana. 2 Jam dari sekarang, kalian harus segera membawa semua orang untuk mengungsi. " Ucap Lin Beishang.


"Tenang saja, aku tidak akan mengecewakan mu. " Ucap Lin Yue.


"Aku juga tidak berani untuk lengah. " Ucap Ye Xushi.


"Hm, baik. Pasukan kuda sudah di persiapkan, aku akan menggunakan baju zirah ku. " Ucap Lin Beishang.


Lin Beishang melihat di depan dan menyadari bahwa sebenarnya ini adalah pernikahan berdarah yang sejati.


Kenapa dia meminta para pelayan untuk membawa air adalah karena peledak yang dibuat akan rusak ketika terkena air.


Akan lebih baik jika mereka menyerang dari pintu bagian belakang, dimana ada air mancur besar dengan kolam yang bisa menampung puluhan orang di dalamnya.


Hanya perlu sedikit pukulan dan membuat mereka semua jatuh ke dalam kolam, Lin Beishang melihat para pelayan yang menyiram di tengah kekacauan.


Pakaian zirah dikenakan padanya oleh kedua pelayan, lalu tubuhnya yang indah tampak sangat gagah.


Bahkan, kali ini Lin Beishang mengenakan pelindung kepala dan Bei Zhao juga melakukan hal yang sama.


"Kalian berdua, harus bergerak cepat !" Perintah Lin Beishang.


Lin Beishang melompat ke atas punggung kudanya dan melesat ke depan, dari saku pakaiannya, keluarlah belati miliknya, yang ia beri nama Yanji.


Yanji melesat dengan sangat cepat dan membunuh orang bahkan tanpa harus dipegang olehnya, itu sama saja seperti tambahan satu orang yang tidak terlihat, itu adalah roh senjata.


"Senjata Iblis !" Seru pasukan musuh dan segera mundur.


"Karena kalian sudah tahu bahwa ini adalah Senjata Iblis, maka kalian harus mundur ! Bahkan sebelum kalian bisa menjatuhkan sesuatu, kepala kalian sudah akan terlepas terlebih dahulu !" Seru Lin Beishang.


Jika menilai, maka seharusnya Yue Shan tidak jauh dari jarak menuju Senjata Iblis, bagaimanapun nyawa yang direnggut olehnya dengan Yue Shan hampir tidak kalah banyak dengan Yanji.


"Kami tidak akan mundur !" Teriak manusia barbar dan melemparkan tombak ke arahnya, tapi terlambat, tanpa diduga pintu gerbang telah tertutup.

__ADS_1


Lin Beishang melompat dari punggung kudanya menuju bagian atas benteng yang dibuat sekaligus gerbang depan.


"Panah mereka !" Perintah Lin Beishang sementara Yanji masih terus membunuh dengan rakus.


Pasukan yang telah di pesannya telah berdiri di atas benteng bersama dengannya, bahkan Lin Beishang mengambil panahan dan mulai memanah musuh.


Pasukan musuh mulai berlari kocar kacir, bahkan Bei Zhao pun ikut membantu setelah beberapa saat, Lin Beishang menghentikan mereka.


"Hentikan, anak panah milik kita tidak banyak tapi sudah lebih dari cukup untuk menggertak mereka dengan ini. " Ucap Lin Beishang dengan pelan.


"Kalian semua, jika ingin selamat maka pergilah ke perbatasan Kota Siyue dan aku akan menemani kalian bertarung disana !" Teriak Lin Beishang.


"Kau ?! Baiklah !" Ucap pemimpin pasukan musuh dengan geram tapi tidak memiliki pilihan lain.


"Mundur !" Teriak pemimpin pasukan musuh dan mundur dengan perlahan lahan.


Pemimpin pasukan musuh menatapnya dengan penuh kebencian sebelum akhirnya perlahan lahan mundur ke belakang.


"Setelah mereka mundur, kalian harus segera mencabut semua panah yang ada disini !" Ucap Lin Beishang.


"Baik, Gongzhu !" Ucap para prajurit dan melihat pasukan musuh telah mundur cukup jauh, mereka langsung memilah mana anak panah yang masih baik dan mana anak panah yang sudah usang.


"Kalian semua, ayo pergi !" Perintah Lin Beishang dan kembali berada di atas punggung kudanya.


Bei Zhao melajukan kudanya tepat di sampingnya, gerbang besar yang kokoh itu dibuka dan pasukan berlari keluar dengan pakaian zirah yang lengkap.


Sementara Lin Beishang dan Bei Zhao pergi , Ye Xushi dan Lin Yue langsung bergerak cepat. Tidak berani untuk menunda.


"Perkuat lagi pertahanan depan dan belakang, pastikan bahwa semuanya memiliki tempat untuk berteduh. " Ucap Lin Yue.


Sementara Ye Xushi melepas lebih dari 10 merpati dengan gelang emas di bagian kaki.


"Pernikahan ini, entah kenapa terasa sangat buruk. " Ucap Lin Yue melihat noda noda darah di halaman istana.


"Tidak apa apa, jika Beishang dulu mengatakan nya maka merah adalah warna keberuntungan. " Ucap Ye Xushi memberi semangat pada istri nya.


"Kamu benar, selama ini pernikahan selalu dihias dengan warna merah, darah ini juga merah, aku tidak tahu harus tertawa atau menangis. Ayo bersiap, kita harus mengantisipasi serangan lain sementara mereka berdiri di garis terdepan. " Ucap Lin Yue.


"Ya, tentu saja. " Ucap Ye Xushi.


"Xushi, apakah kamu tahu ? Aku sebenarnya merasa iri pada Beishang, dia dapat memimpin dengan sangat baik dan disukai oleh banyak orang, tapi jika menilai dari masa lalu, maka dia layak untuk mendapatkan semua kebahagiaan itu. " Ucap Lin Yue sambil tersenyum tipis.


"Kamu salah, itu tidak dapat dihitung sebagai kebahagiaan. Satu satunya kebahagiaan nya adalah kamu dan Tuan Bei. " Ucap Ye Xushi.


"Jika dulu, ketika aku baru mengenalnya, Nona adalah orang yang lembut tapi sebenarnya sangat sulit untuk di dekati. Dia selalu kesepian, satu satunya yang bisa mengurangi rasa kesepian yang ada di dalam dirinya adalah Tuan Bei. Aku senang melihatnya bahagia bersama dengan Tuan Bei. " Lanjut Ye Xushi dengan senyum tulus.


"Baiklah, aku tahu bahwa aku telah salah selama ini. Pada dasarnya aku tidak mengerti dirinya tapi dia selalu mengerti diriku, ini membuatku merasa bersalah. " Gumam Lin Yue sambil menunduk.


"Bukannya kamu tidak bisa mengerti dirinya tapi dia sendiri tidak mengerti dirinya, dia selalu bertanya tanya, apa yang sebenarnya di inginkan olehnya. Dia selalu sangat baik pada orang yang disayanginya tapi sangking terlalu baiknya, dia bahkan melupakan dirinya sendiri. " Ucap Ye Xushi dengan makna yang dalam.


Lin Yue terdiam dan memikirkan kata kata Ye Xushi, apa yang dikatakan oleh suaminya sama sekali tidak salah.


Apa yang diinginkan, apa yang mau dilakukan, tidak ada yang bisa menebaknya bahkan Lin Beishang sendiri tidak bisa menebaknya, hanya seperti kayu yang mengapung di lautan, mengikuti kemana ombak membawanya pergi.


...----------------...


Part 1

__ADS_1


Dibagi menjadi dua part karena jika dijadikan satu maka akan sangat panjang hehe, lebih dari 3 ribu kata.


__ADS_2