Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
185. Racun Gu


__ADS_3

Lin Beishang memberikan sebuah kain dan Lin Xi menerima itu lalu membersihkan mulutnya, Lin Beishang memandang racun yang ada di darah Lin Xi itu.


Pantas saja bentu racunnya agak aneh dan sulit untuk dikeluarkan dibandingkan racun biasa, Racun Gu.


Nama racun ini sangat dekat dengannya tapi juga sangat jauh, perasaan nya sangat rumit untuk racun ini.


Dia telah meminum Racun Gu dengan beberapa tanaman racun lain selama satu tahun penuh untuk membentuk Darah Seribu Racun.


Racun Gu..... Racun Gu...... Racun Gu.....


Nama ini terus berputar putar di benaknya, nama yang paling tidak ingin dia dengarkan sebenarnya salah satu yang paling dekat dengannya.


Racun itu telah menyatu di dalam darahnya, menjadi satu dengan dirinya dan menggerogoti nya secara perlahan lahan.


"Apakah kamu merasa lebih baik sekarang ?" Tanya Lin Beishang pada Lin Xi.


"Jauh lebih baik, hampir seperti aku kembali ke 10 tahun lalu. Ini benar benar baik, tidak menyangka bahwa aku akan merasa begitu baik bahkan setelah begitu lama. " Ucap Lin Xi dengan senyuman. bangga.


"Fisik mu tentu saja sangat baik hanya saja dirusak oleh, Racun.... Gu. " Ucap Lin Beishang dengan muram.


Wajah Lin Xi langsung berubah, mereka berdua tahu seberapa berbahaya Racun Gu bagi tubuh terutama dirinya yang telah merasakan Racun Gu untuk waktu yang lama.


"Apakah Racun Gu bisa disembuhkan ? Bukankah tidak akan ada jalan keluar bagi Racun Gu kecuali Darah Seribu Racun ?" Tanya Lin Xi dengan khawatir.


Lin Beishang yang duduk di belakang Lin Xi, tidak ada yang tahu seperti apa wajah muram nya.


"Ayah tidak perlu takut, walaupun aku tidak memiliki Darah Seribu Racun, aku memiliki takaran tepat untuk menyembuhkan mu karena Bei Zhao sebelumnya juga terkena racun yang sama. " Ucap Lin Beishang sambil memaksakan diri untuk tersenyum.


Ayahnya, dan siapapun itu kecuali Bei Zhao, tidak ada yang boleh tahu tentang Darah Seribu Racun miliknya.


"Benarkah ? Jika begitu maka aku akan lebih tenang. Karena, saat ini, bahkan uang tidak bisa membeli Darah Seribu Racun. Pengembang nya akan mengalami siksaan yang tidak manusiawi selama 1 tahun dan hidupnya akan perlahan lahan terkikis, tidak akan ada yang akan mengambil jalan bodoh seperti itu. " Ucap Lin Xi sambil menghela nafas.


Gerakan Lin Beishang terhenti sejenak dan wajahnya menjadi muram, kata kata Lin Xi telah menusuk titik sakitnya dengan sangat tepat.


"Mungkin saja masih ada banyak orang bodoh di dunia ini yang akan mengambil jalan itu, siapa yang tidak ingin memiliki tubuh kebal racun ? Ada sebuah pepatah, bahkan kelinci pun akan menggigit ketika disudutkan. Pasti masih ada orang di luar sana yang mengembangkan teknik terlarang yang bodoh ini. "Ucap Lin Beishang sambil merasa pahit.


"Hm, apa yang kamu katakan tidak salah. Hanya saja aku tidak tahu apa yang mereka pikirkan, menurutku bayaran yang dimiliki sangat besar untuk kemampuan yang tidak seberapa itu. " Ucap Lin Xi sambil menggelengkan kepala dengan ringan.


Lin Beishang tidak langsung menjawab dan tersenyum tipis untuk sejenak lalu memandang Lin Xi dengan penuh makna.


"Bagaimana ayah bisa mengetahui semua keburukan teknik terlarang Darah Seribu Racun ?" Tanya Lin Beishang dengan lembut.


"Tentu saja ayah tahu, di perpustakaan Kekaisaran ada catatan lengkap tentang berapa buruk gejalanya. Istana sempat ingin mengembangkan Darah Seribu Racun tapi tidak ada yang berhasil, semuanya menggila dibawah siksaan Racun Gu bahkan tidak ada yang bisa menyentuh 150 hari. " Ucap Lin Xi.


"Hm, tentu saja, dikatakan bahwa siksaan Racun Gu seperti dipotong menjadi ribuan kali dan jantung seperti ditarik keluar dengan paksa. Nafas menjadi berat dan orang orang akan merasakan kesakitan yang lebih buruk daripada kematian. " Ucap Lin Beishang dengan senyum tipis.


"Tapi, itu semua hanya rumor, aku tidak tahu apakah itu memang benar atau tidak. " Lanjut Lin Beishang.


"Apa yang kamu katakan mirip dengan yang ada di buku Kekaisaran, darimana kamu mengetahui seluk beluk seni terlarang ini ?" Tanya Lin Xi dengan curiga.


"Aku adalah seorang ahli racun dan Zhao Ye Shi memberikan ku sebuah buku untuk dipelajari, salah satunya adalah tentang Darah Seribu Racun. " Ucap Lin Beishang dengan setengah jujur dan setengah bohong.


"Oh, Zhao Ye Shi adalah salah satu ahli racun terbaik pada masanya. Tidak mengherankan bahwa dia memiliki catatan ini, sangat beruntung untuk memiliki ini karena bahwa Dinasti lain tidak memiliki nya. " Ucap Lin Xi.


"Tentu saja, aku merasa sangat beruntung , sangat beruntung sekali. Sangat beruntung untuk melihatnya dan membacanya sehingga pengetahuan ku tidak dangkal. " Ucap Lin Beishang sambil tersenyum pahit dan terus mengulangi kata kata, sangat beruntung.


Ini semua tidak ada di buku yang diberikan oleh Zhao Ye Shi, semuanya hanya berasal dari pengalaman nya sendiri.


Ketika dia harus meminum obat tapi melakukan nya bahkan tanpa diketahui oleh Bei Zhao, itu adalah kenangan di masa lalu.

__ADS_1


Sudah lebih dari 2 tahun berlalu, tapi dia masih belum bisa melepaskan kenangan itu. Tidak tahu apakah dia tidak bisa melepaskan kenangan itu atau dia tidak bisa melepaskan orang yang ada di dalam kenangan itu.


Lin Beishang, bisa melepaskan semua yang dia miliki untuk mendapatkan yang lain tapi Bei Zhao adalah satu satunya pengecualian.


Lin Beishang tidak sanggup untuk melepaskan pria itu, bahkan setelah kejadian yang tidak mengenakkan yang terjadi di antara mereka berdua di masa lalu.


"Ayah, semua yang digunakan untuk obat akan aku berikan padamu besok setelah aku meracik nya. Kebetulan aku membawa barang barang penting dan sisanya tidak sulit untuk ditemukan di toko obat yang ada di kota. " Ucap Lin Beishang sambil menghela nafas.


"Hm, apakah perlu menyuruh beberapa orang untuk mencarinya ?" Tanya Lin Xi.


"Tidak perlu, semakin sedikit orang yang tahu maka semakin baik, dengan begitu maka akan lebih aman. Aku akan segera kembali ke kediaman ku, ayah. " Ucap Lin Beishang sambil berlutut.


Lin Xi mengeluarkan sebuah belati kecil yang tampak sangat sederhana lalu membuat luka dangkal di bagian dada, darah dengan cepat membasahi pakaian tidur Lin Xi.


"Aku akan pergi sekarang , ayah. " Ucap Lin Beishang sambil tersenyum lebar lalu keluar lewat jendela.


"Pembunuh !" Teriak Lin Xi dengan kencang sementara Lin Beishang telah menghilang dalam kegelapan.


Pintu dibuka dengan paksa oleh Kasim Luo dengan beberapa pengawal Kekaisaran, Kasim Luo tampak panik melihat kondisi Kaisar yang sangat memprihatinkan.


"Bixia ! Apa yang terjadi ? Cepat panggil Tabib Kekaisaran ! " Perintah Kasim Luo dengan panik dan membantu Lin Xi untuk duduk bersandar.


"Selir Agung Yan Yue telah melakukan upaya pembunuhan, tangkap dia ! Jangan biarkan dia lolos !" Perintah Lin Xi dengan lemah.


"Apa ?! Selir Agung Yan Yue ? Berani beraninya mencoba untuk menyakiti Bixia, cepat tutup semua gerbang dan jangan biarkan dia kabur !" Perintah Kasim Luo pada pengawal.


"Ya ! " Pengawal itu langsung berlari dan istana langsung jatuh ke dalam kegemparan sementara Lin Beishang telah sampai di kediamannya, Paviliun Qing Luo.


Di tangannya ada pakaian Yan Yue dan topeng kulit wajah Yan Yue, Lin Beishang memberikan senyum mengejek dan membiarkan berita ini menyebar untuk sejenak.


Membiarkan api untuk membedar sejenak sebelum menyiramnya dengan air dan memadamkannya, ini adalah hal yang mudah untuk dilakukan.


Racun Gu..... Racun Gu....


Lin Beishang tertawa ringan sebelum akhirnya tawanya membesar dan Lin Beishang mengeluarkan sebuah guci arak yang telah tersimpan selama 15 tahun.


Begitu segel guci dibuka, aroma dari suci arak menyembur secara tidak terkendali. Lin Beishang meminumnya dengan tenang dan duduk di samping kolam teratai miliknya dan tertawa ringan.


"Racun Gu, aku telah lama mendengarnya sampai sampai aku muak. " Gumam Lin Beishang sambil meminum araknya sampai habis lalu melemparnya.


Pranggg !!!


Guci itu menjadi ribuan keping , Lin Beishang duduk dengan dada yang bergerak naik turun dengan cepat.


Seolah olah dia tidak mendapatkan oksigen yang cukup dan ingin menghirup udara dengan rakus, takut bahwa itu diambil oleh orang lain.


Tapi, tidak peduli seberapa banyak udara yang telah di ambil olehnya, dadanya masih terasa sangat sesak seolah olah ditimpa oleh baru seberat 50 kilogram.


"Dari ribuan racun, kenapa harus memilih yang ini ? Kenapa harus Racun Gu ? Aku telah lama tidak ingin menyebutkan nama yang memuakkan ini tapi lagi lagi bertemu dengan Racun Gu ini !" Teriak Lin Beishang dengan murka.


Lin Beishang tidak pernah semarah ini sebelumnya, ini bukan marah lebih tepatnya melainkan putus asa.


Terlalu putus asa sampai sampai tidak bisa bernafas dengan baik dan tidak bisa berbicara dengan baik.


Lin Beishang duduk di salah satu kursi dan matanya menjadi berkabut dan basah lalu menjadi merah dan panas.


Lin Beishang menatap ke atas seolah olah tidak terjadi apapun dan berulang kali menarik nafas lalu menghembuskan nya lagi dan mengulanginya berkali kali.


Setelah itu, dia menjadi lebih tenang dan berjalan menuju kediaman nya lalu duduk di tepi ranjang miliknya dengan termenung.

__ADS_1


Di depannya adalah jendela yang memancarkan cahaya bulan yang kurang terang karena bulan purnama telah lewat dan digantikan oleh bulan sabit.


Indah dan menyedihkan, terlihat kesepian, dan terlalu gelap, itulah kesan yang dia miliki terhadap bulan.


Lin Beishang menatap bulan sampai pagi sebelum akhirnya meracik obat untuk ayahnya, Lin Xi menggunakan darahnya.


Lebih baik, lebih sedikit orang yang tahu tentang Darah beracun miliknya dibandingkan banyak yang tahu.


Untunglah, dia tidak mengatakan ini pada Chu Huli atau akibatnya akan menjadi fatal, dia tahu bahwa Chu Huli akan mengambil kesempatan ini untuk memanfaatkan nya.


Lin Beishang memiliki beberapa dugaan terhadap racun Gu yang tertanam dalam di tubuh Kaisar Lin Xi.


Jika menilai dari masa lalu, maka Chu Huli seharusnya masih memiliki satu tetes darah Seribu Racun miliknya, lebih dari cukup untuk menyembuhkan Racun Gu milik Lin Xi.


Kemungkinan terbesar adalah Chu Huli ataupun Chu Linfei ingin menggunakan ayahnya untuk menjadi salah satu bawahannya.


Dengan racun Gu di tubuh ayahnya maka ayahnya akan mencari obat pada saat itu Chu Huli akan keluar dan memberikan penawarnya dan sebagai gantinya, ayahnya harus mengikuti Chu Huli.


Lin Beishang akui bahwa ini adalah rencana yang sangat cerdas tapi untunglah dia telah lebih dahulu mengetahui hal ini dan bahkan jika Chu Huli ingin melakukan sesuatu, itu tidak dapat dilakukan.


Lin Beishang tidak menggunakan darah murni miliknya seperti yang dia berikan pada Bei Zhao melainkan mencampur nya dengan beberapa tanaman lain yang menutupi setiap bau dari darah atau rasa darah.


Efektivitas nya pun berkurang tapi ini memang tujuannya , obat ini akan diminum selama 7 hari sebelum akhirnya sembuh sepenuhnya.


Jika itu adalah darah murni miliknya maka akan langsung sembuh tapi itu pasti akan membuat ayahnya curiga.


Lin Xi bukanlah seseorang yang bodoh ditambah lagi ada catatan lengkap tentang Darah Seribu Racun di perpustakaan Rahasia milik Istana.


Yang bisa memasuki Perpustakaan tidak banyak, perpustakaan dibagi menjadi tiga lantai. Lantai 1 dan 2 adalah lantai yang bisa dinikmati oleh Pangeran, putri dan selir, lalu Permaisuri.


Tapi, lantai 3 hanya bisa dimasukin oleh Kaisar dan orang yang mendapatkan izin dari Kaisar menggunakan dekrit Kekaisaran atau jika tidak ditemani oleh Kaisar secara langsung.


Ini adalah dokumen dokumen terpenting yang telah dikumpulkan oleh para leluhur dan diturunkan dari generasi ke generasi lain.


Ada sebuah kisah yang mengatakan bahwa 120 tahun lalu, ada seorang pangeran yang sangat ambisius dan mencoba untuk menerobos ruangan rahasia tanpa sepengetahuan ayahnya.


Tapi, ketika tertangkap apa yang didapatkan oleh pangeran itu ? Potong lengan ? Potong kaki ? Tidak, semuanya salah.


Hukumannya adalah hukuman kematian bersama dengan seluruh keluarga ibunya, tidak ada yang dibiarkan hidup.


Kisah ini telah beredar dimana mana dan tidak ada yang tahu apakah itu benar atau tidak, bagaimanapun itu adalah kisah 120 tahun lalu.


Ketika matahari telah sepenuhnya terbit, pintunya diketuk dan ketika pintunya dibuka, dia bisa melihat ada dua pengawal.


"Permisi, Yingfei Gongzhu, biarkan kami memeriksa kamar anda karena untuk menjalankan tugas Kaisar." Ucap pengawal itu.


"Aku bisa membiarkan kalian menggeledah kediaman ku tapi tidak dengan kamarku. Apa yang harus dikatakan pada dunia ketika mendengar dua pria memasuki kamarku sementara aku adalah seorang janda yang telah menikah satu kali, bukankah semua orang akan berspekulasi dengan liar ?" Tanya Lin Beishang dengan suara sedingin es.


Semua orang merasa sangat dingin dan takut dengan nada suara Lin Beishang yang mereka anggap terlalu mematikan.


"Tapi, ini adalah perintah Kaisar, kami tidak bisa melanggarnya. " Ucap pengawal itu dengan serba salah.


"Jika begitu maka aku akan mengatakan nya pada Huangfu dan memintanya untuk memberikan keadilan padaku. " Ucap Lin Beishang dengan tegas.


Pengawal itu merasa ragu sebelum akhirnya mundur dan tidak jadi untuk menggeledah kamarnya, Lin Beishang hanya berdiri dengan acuh tak acuh.


Sebenarnya dia tidak peduli dengan kesopanan semacam yang dia sebutkan, tapi dia tidak suka jika ada orang asing yang memasuki kamarnya.


Jika kedua orang itu masih memaksa maka jangan salahkan dia karena bertindak kejam dan tegas terhadap mereka.

__ADS_1


__ADS_2