Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
61. "Jangan lupa itu semua hanya.....


__ADS_3

Dia melangkah masuk dengan anggun dan gaun putihnya berubah menjadi agak kuning kala disinari oleh lampu minyak dan lilin yang ada di dalam ruangan itu.


Ruangan itu memiliki jendela yang kecil sehingga pencahayaan di ruangan itu berubah menjadi remang remang.


Udara di dalam ruangan itu hangat dan penuh dengan harum daun mint yang menyengat hidung. Dia duduk di seberang pria yang sedang menulis itu.


"Bei Wang, apa yang Anda lakukan sampai sampai memanggilku kemari ?" Tanya nya dengan formal.


Senyum tipis yang ramah terpatri di wajahnya sementara dia duduk dengan rapih dan menunggu jawaban dari pria yang duduk di depannya ini.


"Aku mendengar bahwa kau membawa seorang gadis kecil bersama mu. " Ucap Bei Zhao dengan dingin.


"Ya, itu benar. " Jawabnya dengan santai.


"Kau tidak boleh membawa sembarangan orang masuk ke dalam kawasanku. Aku ingin kau mengembalikan nya. " Ucap Bei Zhao tanpa mengangkat pandangan.


"Kenapa begitu Bei Wang ? Aku kebetulan baru menerimanya sebagai murid, bagaimana mungkin aku meninggalkan nya ? " Tanya nya dengan senyum sinis.


"Murid ? Apa yang bisa kau ajarkan padanya ? Aku rasa dia adalah orang buta untuk mengangkat sebagai seorang guru. Kau bahkan tidak bisa menyelamatkan dirimu sendiri. " Ucap Bei Zhao.


"Aku tidak bisa mengajarkan apa apa ? Bei Wang, anda memandang saya terlalu rendah. Meskipun aku tidak terpelajar dan tidak memiliki kekuatan, paling tidak aku masih bisa meracuni orang lain sampai mati. Atau, paling tidak aku bisa membuatmu menderita bahkan tidak bisa bangkit lagi. Bagaimana menurut anda ?" Tanya nya dengan senyum dingin.


"Zhou Beishang, kau mengancamku ?" Tanya Bei Zhao.


"Aku tidak berani mengancam anda, hanya memberikan beberapa peringatan ringan. Jangan terlalu di pikirkan, Yang Mulia. " Ucapnya dengan senyum tipis seperti semula.


"Kemana kau pergi hari ini ?" Tanya Bei Zhao memilih untuk tidak membahas Fang Ling lagi.


"Ke pasar. " Jawabnya dengan ringan.


"Dengan siapa kau berjalan ?" Tanya Bei Zhao sambil menatap nya.

__ADS_1


"Dengan A Xiang dan Ketua Muda, Yang Xin. " Jawabnya dengan tenang.


"Bagus sekali, keberanian mu sepertinya telah menutupi langit, Zhou Beishang. " Ucap Bei Zhao dengan dingin dan penuh dengan kemarahan.


"Berani beraninya kau berjalan berdua dengan laki laki lain di belakang Yang Mulia ini !" Ucap Bei Zhao sambil memukul meja itu yang langsung terbelah dua.


Dia masih tenang bahkan tertawa jahil.


"Bei Wang, apakah anda cemburu ? Atau anda membuntuti ku ?" Tanya nya dengan cemoohan.


"Cemburu kepalamu! Tindakan mu merusak nama baikku, apa kau tidak tahu itu ? Kau mempermalukan kediaman Bei Wang, kau adalah Bei Wangfei !" Ucap Bei Zhao dengan nada yang tinggi.


Dia menatap dengan dingin ke Bei Zhao dan senyum di wajahnya telah sepenuhnya menghilang.


"Bei Wang, tampaknya anda melupakan sesuatu. Jangan lupa itu semua hanya gelar palsu yang tidak berguna. " Ucapnya dengan sinis.


"Bei Wang, aku tidak mencampuri urusan pribadi anda tapi anda mengurusi urusan pribadiku. Apakah ini yang disebut dengan adil ? Lalu apakah aku bisa dibilang berjalan berdua ? Aku rasa itu lebih baik disebut dengan berjalan bertiga !" Ucapnya dengan nada mengejek.


Wajah Bei Zhao berubah menjadi muram dan tampak seolah baru saja menelan kotoran, pemuda itu memajukan tubuhnya ke arah Zhou Beishang.


Sementara Zhou Beishang terpojok di dinding, wajah keduanya sangat dekat bahkan bisa merasakan hembusan nafas masing masing.


Tapi, ini tidak seperti adegan romantis melainkan adegan yang menegangkan. Zhou Beishang tampak tidak terpengaruh dengan gertakan yang dibuat oleh Bei Zhao.


"Bei Wang, anda telah melebihkan dirimu sendiri. Apakah anda pikir bahwa aku akan mundur hanya karena gertakan kecil ini ? Aku telah mengalaminya dengan sering di masa lalu, aku bahkan telah melupakan bagaimana sensasi ketakutan. " Ucapnya sambil tertawa dan membuat matanya hanya menyisakan garis tipis.


"Selama 18 tahun hidup dalam gertakan, apakah menurutmu aku akan terpengaruh dengan gertakan kecil ini ? Aku takut, aku akan mengecewakan anda, Bei Wang. " Ucapnya dengan senyum yang menghilang dalam hitungan detik.


Wajahnya berubah menjadi datar dan dia mendorong tubuh Bei Zhao ke belakang yang membuat pemuda itu mundur.


Dia mengibaskan bahunya yang bersentuhan dengan Bei Zhao, ekspresinya menunjukkan rasa jijik yang sangat nyata.

__ADS_1


"Baiklah, Zhou Beishang karena kau begitu menantang. Tampaknya hubunganmu dengan Ketua Muda Yang, sangat dalam. " Ucap Bei Zhao dengan marah.


"Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan Bei Wang, tidak peduli apa hubunganku dengan Ketua Muda Yang, kau tidak layak untuk ikut campur. " Ucapnya.


Ketika dia mengucapkan ini, dia merasakan rasa pahit yang naik ke mulutnya. Jika dia sendirian maka dia akan tersenyum miris.


Kata kata Bei Zhao ini , seperti belati yang menusuk tepat di lukanya yang bahkan belum mengering.


Luka yang masih basah itu sekali lagi kembali terkoyak dan disiram dengan air garam, ini menimbulkan rasa sakit sekaligus rasa pahit di mulutnya.


Tapi, dia tahu bahwa dia tidak boleh menunjukkan sedikit pun kelemahan. Dia tidak bisa menjadi lemah hanya karena hal kecil ini.


"Bei Wang, tampaknya pembicaraan kita sudah selesai. Aku akan pamit pergi terlebih dahulu. "Ucapnya dengan senyum tipis dan bangkit dari duduknya.


Ketika dia berada tepat di depan pintu, dia menghentikan langkahnya.


"Jika kau memiliki waktu kosong maka beritahu aku, lebih cepat lebih baik untuk pengobatan mu. "Ucapnya dengan kaku.


"Zhou Beishang, apakah kau begitu ingin untuk berpisah dari Yang Mulia ini ?" Tanya Bei Zhao dengan ambigu.


"Kenapa tidak ? Kita semua tidak memiliki perasaan satu sama lain bukan ? Lebih baik untuk segera berpisah dan mengambil jalan masing masing. " Ucapnya sambil tertawa getir.


Dia tidak berani menunda lagi dan berjalan keluar sambil menundukkan kepalanya, sementara Zhou Beishang berjalan menjauh bahkan bayangannya mulai menghilang.


Bei Zhao menatap punggung Zhou Beishang yang mengabur dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


Di satu sisi, dia harusnya senang karena Zhou Beishang sudah setuju untuk berpisah dengannya. Bukankah ini tujuannya sejak awal ?


Dia memiliki seseorang yang dia sukai, baginya Zhou Beishang adalah penghambatnya dan aibnya.


Tapi, kenapa ketika mengatakan itu dengan langsung dia merasa aneh ? Kenapa dia merasakan sedikit ketidak relaan dalam hati kecilnya ?

__ADS_1


Kenapa dia seolah olah tidak ingin Zhou Beishang pergi dan berpisah dengan nya ? Perasaan ini terlalu aneh dan tidak bisa di mengerti olehnya.


__ADS_2