
Lin Qiaofeng menghela nafas dan melihat sekitar, berusaha untuk mengenyahkan pemikiran di masa lalu tentang Nyonya Xie dan Xie Bei Chuan.
Tidak lama kemudian, jendela di dobrak dan menunjukkan seseorang dengan jubah hitam, sebelum Lin Qiaofeng bisa bertindak.
Lan Xiang telah bertindak terlebih dahulu dan bertarung dengan orang itu sebelum akhirnya memukul titik kesadaran orang itu.
Lin Qiaofeng berjalan dan membuka tudung yang menutupi wajah di balik tudung hitam itu, betapa terkejutnya dia ketika menyadari bahwa itu ternyata adalah Permaisuri.
"Permaisuri benar benar berani untuk bertindak sendiri setelah Yue Huo hilang tanpa kabar. " Ucap Lan Xiang dari belakang.
"Lan Xiang, maukah kau menyamar menjadi salah satu pelayan yang ada di istana ini ?" Tanya Lin Qiaofeng.
"Apapun aku bisa melakukan nya untukmu. " Jawab Lan Xiang.
Lin Qiaofeng tersenyum tipis dan mulai mendandani Lan Xiang layaknya seorang pelayan dari kediaman Permaisuri, A Qi.
Lalu, Lin Qiaofeng menaruh sebuah poci teh yang awalnya akan di sedih untuknya dan memasukkan sebuah bubuk.
"Setelah memberi ini, segera kembali kemari. " Ucap Lin Qiaofeng.
"Kamu belum memberi tahu kemana aku harus mengantar teh ini ?" Tanya Lan Xiang dengan bingung.
"Dari istana sini, akan ada dua istana dari sana akan ada kamar dengan pintu berwarna cokelat. " Ucap Lin Qiaofeng.
"Aku takut salah sasaran. " Ucap Lan Xiang.
Lin Qiaofeng menghela nafas dan berpikir bahwa ini adalah kesalahan nya, lalu dia berjalan menuju permaisuri dan mengikat wanita itu di sebuah tiang.
Setelah mengikat wanita itu, Lin Qiaofeng tiba tiba memiliki rencana yang lebih cemerlang. Melepaskan hal kecil untuk mendapatkan hal yang lebih besar.
Lin Qiaofeng melirik sebuah kata kata bijak yang ada di setiap kamar, itu adalah milik Permaisuri yang terkenal karena keindahan nya dalam menulis.
Lin Qiaofeng mengikuti gaya tulis menulis milik Permaisuri dan menaruhnya di nampan yang ada di tangan A Qi palsu atau dengan kata lain adalah Lan Xiang.
"Ayo pergi !" Perintahnya.
Sesampainya di lantai bawah, dia menyuruh Lan Xiang untuk jangan turun terlebih dahulu dan memerintahkan pada A Ying dan A Yuan untuk kembali ke kediaman pelayan.
"Selir ini akan menghabiskan malam yang panjang. " Ucap Lin Qiaofeng dengan penuh makna.
Tapi, kedua pelayan itu berpikir bahwa dia akan menghabiskan malam bersama dengan Kaisar sehingga langsung pamit menuju kediaman pelayan.
"Ayo !" Panggil nya pada Lan Xiang.
"Nona, sebaiknya kamu menggunakan tudung hitam sehingga jika bertemu dengan orang lain maka tidak akan langsung di ketahui. " Ucap Lan Xiang.
Mendengar kata kata Lan Xiang membuatnya setuju dan mengambil jubah hitam lalu memakainya , jubah hitam itu menelan seluruh tubuh mungilnya.
Lin Qiaofeng memimpin Lan Xiang untuk pergi menuju kamar Utusan dari Dinasti Tang, sesampainya disana Lan Xiang berjalan masuk dan kembali dengan nampan kosong.
Lin Qiaofeng memberi aba aba pada Lan Xiang untuk mengamati dari atas atap dan menunggu utusan dari Dinasti Tang yang bernama Long Yi itu meminum teh yang diberikan olehnya.
__ADS_1
Long Yi meminum teh dan membaca surat, setelah itu Long Yi menghabiskan teh dan langsung pergi menuju kediaman nya, kediaman Selir Yanping.
Long Yi langsung naik ke lantai dua sementara tatapan Lin Qiaofeng berubah menjadi dingin, senyum jahat terbentuk di wajahnya.
"Lan Xiang, awasi keduanya, jangan biarkan mereka kabur. Dengan ikatan yang aku pasangkan di tubuh Permaisuri, itu akan memakan waktu sekitar 20 atau 30 menit, pada saat itu obat sudah akan bereaksi. Aku akan berbincang dengan Kaisar dan memancing Kaisar untuk datang ke kediaman ku, tapi sebelumnya aku akan menghancurkan barang bukti terlebih dahulu. " Perintah nya.
Lan Xiang mengangguk dan mengawasi dua orang yang berada di kamarnya itu dari atas atap bangunan lain, sementara dia menyusup ke dalam kamar Long Yi dan berpikir sejenak.
Cangkir teh ini tidak baik apabila masih ada disini, Tabib Kekaisaran akan bisa mendeteksi adanya afrodisiak di dalam teh.
Lin Qiaofeng membawanya dan menghancurkannya dengan melemparkan nya ke dalam perapian, perapian di musim dingin akan hidup selama 8 jam sebelum akhirnya di matikan untuk membersihkan bekas kayu bakar dan menggantikan kayu bakar dengan yang baru.
Pada jam jam seperti ini, kayu bakar perapian pastilah baru diganti akan akan hidup sampai 8 jam ke depan, pada saat itu poci teh itu akan menjadi bubuk bubuk halus.
Lalu, setelah itu Lin Qiaofeng pergi menuju kediaman Kaisar dan terlihat bahwa Kaisar sedang memeriksa berkas milik Kekaisaran.
"Salam kepada Bixia !" Ucap Lin Qiaofeng dengan lembut.
"Yanping ? Apa yang kamu lakukan di kamar Zhen ini ?" Tanya Kaisar.
"Bixia telah bekerja sepanjang hari, bagaimana jika menemani Yanping ?" Tanya Lin Qiaofeng dengan nada menggoda.
"Yanpingku benar benar tidak mengecewakan sama sekali, bagaikan angin segar untukku di tengah kekacauan ini semua. " Ucap Kaisar dengan senyum lebar. "
Kaisar tampaknya tertarik dan segera meninggalkan meja kerja dan terfokus padanya, Lin Qiaofeng hanya tersenyum tipis dan menarik tangan tua Kaisar yang telah keriput menuju kediaman nya setelah berbincang lebih dari sepuluh menit.
"Bixia, ini adalah musim dingin dan anda melupakan mantel anda. Di masa depan, Bixia harus lebih memperhatikan kesehatan diri sendiri jangan bekerja secara terus menerus. " Ucap Lin Qiaofeng.
Kedua orang itu membelah hari yang bersalju dan pergi menuju kediaman Yanping dengan niat awal untuk menghangat kan diri, tapi ketika pintu dibuka, ada dua orang tanpa pakaian yang lengkap sedang melakukan hal hal tercela.
Kaisar merasa marah dan mendekat untuk melihat, betapa terkejutnya ketika melihat bahwa orang itu adalah Permaisuri dan Long Yi.
Sementara Lin Qiaofeng mendalami perannya dengan sempurna dan berteriak lalu berdiri di belakang Kaisar dengan tubuh yang gemetar.
Kedua orang yang sedang bersatu itu seolah olah memiliki dunia sendiri dan tidak mendengar suara mereka, Permaisuri sendiri tampaknya sangat menghargai permainan yang dibuat oleh Long Yi.
Dia sendiri juga tidak menyangka bahwa Permaisuri aka membantu nya melengkapi hal ini, dengan keganasan semacam ini, Kaisar merasa jantungnya sakit.
Kaisar jatuh ke belakang dan Lin Qiaofeng memapah tubuh tua Kaisar dengan panik dan berjalan keluar lalu berteriak.
"Tolong ! Tolong !" Teriak Lin Qiaofeng dengan sangat kuat.
Orang yang pertama datang adalah A Ying dan A Yuan, mereka terkejut dengan pemandangan yang ada dan bingung ingin melakukan apa.
"Apa lagi yang kalian tunggu ? Cepat panggil Tabib Kekaisaran secepat mungkin !" Perintah Lin Qiaofeng, tidak lama kemudian Tabib Kekaisaran datang dan memeriksa Kaisar.
Sementara dua orang yang di anggap sebagai penjahat itu sudah sadar dan berdiri di sudut ruangan dengan salah tingkah, saat ini kediaman Selir Yanping telah dipenuhi oleh orang, tidak terkecuali Lin Yue.
Wajah Lin Yue menjadi dingin ketika melihat orangnya sedang melakukan hal tercela dengan Permaisuri, lalu Lin Yue berjalan menghampiri nya.
"Apakah ini adalah ulah mu ?" Tanya Lin Yue dengan suara sangat pelan.
__ADS_1
"Jie jie jangan marah, Qiaofeng tidak memiliki pilihan lain." Balas Lin Qiaofeng dengan senyum nakal.
Lin Yue hanya menggelengkan kepala sejenak sebelum akhirnya kembali memasang wajah dingin di depan banyak orang.
"Bagaimana dengan keadaan Bixia ?!"Tanya Lin Qiaofeng dengan perhatian palsu kala melihat Kaisar akan segera sadar.
"Tangkap mereka berdua !" Perintah Kaisar lalu terbatuk batuk.
"Kami dibingkai ! Bixia, tolong beri kami keadilan !" Teriak permaisuri sambil bersujud.
"Bawa mereka berdua pergi !" Perintah Kaisar dengan tegas.
Jenderal Chang yang datang kemari tidak bisa tidak bertindak, dengan segera menyuruh anak buahnya untuk menyeret Permaisuri dan Long Yi.
Permaisuri terus menerus meronta ronta dengan tangisan, kedua anak sungai di kedua kelopak mata untuk meminta keadilan.
Tapi, Kaisar sudah terlanjur marah dengan apa yang di lihat oleh mata kepala Kaisar sendiri. Kaisar dengan kasar menghela nafas dan Lin Qiaofeng menatap dengan tatapan tenang.
"Bixia jangan marah, marah tidak baik untuk kesehatan Bixia. " Ucap Lin Qiaofeng dengan lembut.
"Tindakan dua orang tercela ini benar benar, membuat Zhen merasa sangat buruk. " Ucap Kaisar.
"Bixia, menurut hukum yang ada maka keduanya akan dihukum. Aku akan membawa Long Yi ke Dinasti Tang untuk menghadapi 120 cambukan, 30 ditangan, 50 dipunggung, 20 di bokong, dan 20 di kaki. Lalu, dia akan di penjara selama 15 tahun sebagai bayaran dari kejahatan nya karena telah berselingkuh dengan Permaisuri. " Ucap Lin Yue membuka suara.
"Zhen senang ketika melihat bahwa Putri Mahkota tidak bias terhadap orang sendiri, Zhen bisa tenang. " Ucap Kaisar sambil menghela nafas.
"Putri ini tidak berani untuk bertindak bias, hukuman yang harus diberikan tidak memandang status atau asal. Jika orang itu bersalah, maka Putri ini akan menghukum nya. " Ucap Lin Yue dengan bermartabat.
Secara tidak langsung, Lin Yue telah menegaskan bahwa jika ada orang yang bertindak lebih cepat daripada dirinya maka Lin Yue akan secara tegas untuk menindak orang itu.
Lin Yue telah memberi jalan padanya, jika dia membunuh Long Yi maka bisa dianggap Kaisar tidak memberi wajah pada Lin Yue.
Alasan itu sudah lebih dari cukup untuk memicu peperangan, dengan begitu Lin Yue bisa mendapat dukungan dari ayahnya, Kaisar Lin Xi.
Pada saat itu, Kaisar Bei Zhan pasti telah menyadari adanya kejanggalan tapi tidak akan bisa menemukan bukti untuk menjelaskan diri sendiri.
Pada saat itu, Kaisar Bei Zhan tidak akan ada jalan untuk mundur lagi tidak peduli apapun itu.
Pada saat itu, peperangan tidak bisa di hindarkan dan siapapun tidak bisa melarikan diri dari tanggung jawab berdarah ini.
Kaisar Bei Zhan tidak akan memiliki jalan keluar untuk mundur atau memutar dan orang di belakang layar akan keluar dan menampakkan diri.
Bisa dibilang, informasi dari Xi Qi sangat berguna bagi mereka. Jika tidak ada informasi dari Xi Qi maka dia takut bahwa mereka tidak akan bisa mengejar hal ini.
Terlalu banyak rencana yang telah berubah belakangan ini, tidak mudah untuk menyesuaikan diri dan mencari posisi yang pas untuk menjalankan rencana.
"Bixia tidak perlu khawatir lagi, sekarang kesehatan Bixia adalah yang paling penting dari segalanya. " Ucap Lin Qiaofeng.
"Ya , Zhen akan beristirahat. Hanya saja untuk mendapatkan hal ini dengan mata kepala sendiri, Zhen benar benar tidak bisa mempercayai nya, layaknya di dalam mimpi. " Ucap Kaisar dengan mata tua yang keriput.
"Bixia tenang saja, dengan bawahan setia ini yang menangani nya maka kedua orang itu akan di adili dengan sangat baik. " Ucap Jenderal Chang.
__ADS_1
"Jenderal Chang, jangan lupakan bahwa Long Yi adalah orang ku dan biarkan aku yang mengadili nya. " Ucap Lin Yue dengan penuh kekuatan.