
Bermacam macam pertandingan sudah dilakukan dan Zhou Beishang selalu menjadi pemenang utama, tidak ada yang bisa menandingi Zhou Beishang.
Orang orang hanya bisa berharap bahwa mereka akan menang di pertandingan akhir untuk menyimpan harga diri yang tersisa, yaitu Memanah dan Berkuda.
Siapa yang tidak tahu bahwa Zhou Beishang tidak bisa melatih tenaga dalam dan memiliki tubuh yang buruk ?
Semua orang tahu itu dan bertaruh bahwa Zhou Beishang tidak akan memenangkan pertandingan yang terakhir.
Tapi, Bei Zhao tahu dengan jelas bahwa yang dikatakan oleh semua orang itu tidak benar. Dia melihat sendiri dengan mata kepalanya tentang betapa ahlinya Zhou Beishang dalam memanah dan berkuda.
Gadis itu tidak kalah dari seorang prajurit terlatih, sangat disayangkan bahwa tidak memiliki tenaga dalam yang cukup sehingga lebih mudah lelah dibandingkan orang yang berlatih tenaga dalam.
Disisi lain, Zhou Beishang sedang tersenyum puas ketika melihat pantulan dirinya yang mengenakan baju zirah kesayangannya.
Putri Huayang selalu mencari masalah dengan nya di setiap pertandingan, tapi dia selalu berhasil untuk menampar Putri Huayang di setiap pertandingan juga.
Dia tersenyum tipis dengan penuh kebanggaan. Dia yakin pertunjukkan nya sebelumnya sudah berhasil memukau Bei Zhao.
Kali ini dia akan menunjukkan sedikit keterampilannya dalam berkuda, setelah dia keluar kuda putih yang dia naiki sebelumnya sudah berdiri di sebelah A Xiang.
Dia menerima kuda itu dan meloncat ke atasnya sebelum duduk dengan ekspresi yang sempurna, matahari yang cerah menerpa wajahnya yang menunjukkan betapa sempurna wajahnya.
Semua orang maju dan menembak kan panah mereka pada papan yang terus berputar sementara kuda mereka harus terus melompat agar tidak tersangkut di rintangan.
"Hei, kuda kecil. Jangan panik, loncat saja. " Bisiknya sambil mengelus kepala kuda putih itu.
Kuda putih itu meringkik senang ketika dia mengelus kepalanya, kebetulan dia mendapatkan sesi paling terakhir.
Dia juga tidak keberatan, selama ini belum ada yang bisa memanah tepat di titik merah yang ada di tengah dan melewati rintangan dengan sempurna.
Bahkan ada beberapa yang jatuh dari kuda mereka dan masuk kedalam genangan lumpur, salah satunya adalah Putri Huayang.
Jika, dia mendapat julukan yang terbaik dalam Kompetisi Xue Zhenzhu kali ini, maka Putri Huayang adalah yang terburuk.
Rintangan sendiri sudah beberapa kali diganti karena patah terinjak oleh kuda yang tidak bisa melompat dengan sempurna.
Sampai akhirnya tiba untuknya maju, karena dia adalah orang yang paling akhir. Seluruh perhatian tertuju padanya.
__ADS_1
Dia memacu kudanya dan kuda putih nya berlari cukup kencang dan dia mengambil busur yang tergantung di belakangnya.
Bukk
Kudanya melewati rintangan pertama dan dia memasang anak panahnya di busur lalu menariknya dengan mata yang menyipit.
Shiuttt
Anak panahnya di lepaskan dan menancap tepat di titik merah yang ada di papan dengan sempurna tanpa ada cela.
Semua orang menahan nafas ketika melihat itu kecuali Bei Zhao yang sudah melihat sendiri betapa lahirnya Zhou Beishang dalam memanah.
Dia terus memacu kudanya dengan angkuh dan melewati rintangan demi rintangan tanpa kesulitan apapun, sementara itu setiap langkahnya dia selalu menembakkan anak panah di kedua papan sampai penuh.
Lebih dari 10 anak panah telah di daratkan olehnya tepat di titik merah yang merupakan skor tertinggi di panahan.
Dia adalah Dewi Panahan, semua orang sudah tahu bahwa ada satu Dewi Panahan yang misterius di Chang'an.
Selalu menggunakan topeng dan bertanding dengan banyak orang dalam memanah, dia tidak terkalahkan.
Dia sudah selesai berlomba dan meloncat turun dari kudanya, tidak menyangka bahwa ada Kaisar yang berjalan dari belakang.
Pluk pluk pluk
Kaisar bertepuk tangan dengan senyum yang lebar dan penuh dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan.
"Bei Wangfei ternyata adalah orang yang sangat berbakat, tidak memiliki cela. Yang Mulia ini sangat takjub pada Bei Wangfei. " Ucap Kaisar dengan seringaian.
Dia hanya menunduk untuk menerima pujian itu, dia berusaha untuk menyembunyikan nafas terengah engah miliknya.
Dia sudah bilang, karena dia tidak memiliki tenaga dalam maka tenaganya tidak sebesar orang lain. Dia merasa ada orang yang mendekat, dia berpikir itu adalah A Xiang.
Tapi, setelah lebih dekat dia melihat sepatu bot yang sangat mengkilat dan tampak sangat indah, dari sepatu bot pun semua orang bisa tahu bahwa pemiliknya pastilah bukan orang sederhana.
"Silakan berdiri Bei Wangfei, jangan terlalu sungkan. Lihatlah Saudara Kekaisaran ku telah datang, aku seolah olah sedang menyiksa mu. " Ucap Kaisar sambil bercanda.
Dia berdiri dan mengangkat kepalanya dan melihat bahwa yang disampingnya adalah Bei Zhao, tangan Bei Zhao terulur dan merangkul pinggangnya yang ramping.
__ADS_1
Tidak lama , dia merasakan aliran tenaga yang mengalir ke dalam tubuhnya, dia menatap tangan Bei Zhao yang ada di pinggangnya.
Dia menatap Bei Zhao dengan tatapan penuh makna sementara pemuda itu juga menatapnya. Dia menyiratkan kata kata Terima kasih dalam tatapannya.
Bei Zhao mengalirkan tenaga dalam untuknya, sehingga dia bisa mengatasi kelelahannya.
"Ayo, semuanya pasti telah kepanasan. Sekarang kita akan mengumumkan siapa pemenangnya. " Ucap Kaisar dengan suasana hati yang baik.
Dia berjalan di belakang Kaisar bersama dengan Bei Zhao.
"Terima kasih. " Gumam nya dengan suara rendah pada Bei Zhao.
"Pertunjukkan mu sebelumnya telah membuat Yang Mulia ini kagum. " Balas Bei Zhao.
Dia tersenyum kecil dan menyenderkan kepalanya di bahu Bei Zhao, bagaimana pun tinggi nya hanya sebahu Bei Zhao.
"Aku akan merepotkan mu untuk sesaat. " Bisiknya.
Dia benar benar telah menguras seluruh tenaga nya dalam pertandingan terakhir, dia benar benar lelah tapi juga senang.
Kompetisi Xue Zhenzhu yang dulunya hanya bisa dia lihat dalam mimpinya, sekarang dia muncul sebagai pemenang yang dipuji oleh semua orang.
Orang orang yang telah memandangnya rendah, sekarang tidak lebih dari sampah di depannya. Dia, orang yang memanjat dari dalam jurang.
Dengan satu langkah di setiap harinya, akhirnya mencapai bagian atas jurang dan melihat cahaya yang telah lama dirindukan olehnya.
Ini layaknya sedang berjalan di tengah padang pasir dan bertemu dengan sumber mata air yang jernih dan segar.
Dia merasa sangat lelah, sangat lelah sekali sampai sampai dia ingin pingsan.
"Jangan tidur dulu, ini hanya sebentar. Setelah ini kau baru boleh tidur. " Bisik Bei Zhao.
"Aku tahu, aku tidak akan tidur. " Balasnya dengan mata yang terpejam.
"Hm, aku percaya dengan kata katamu. " Ucap Bei Zhao dengan datar.
Dia tidak peduli dengan nada datar Bei Zhao, setelah agak kelamaan, dia tidak sadar bahwa ternyata dia telah terbiasa dengan nada datar milik Bei Zhao.
__ADS_1