
Dia terdiam dan menatap Bei Zhao dengan tatapan dinginnya dan tatapan penuh permusuhan, dia benci berapa lemah hatinya.
Dia benci betapa mudah hatinya terguncang hanya karena beberapa kata dari Bei Zhao, dia benci bahwa dirinya terlalu lembut.
Sudah dia bilang, cacat paling besar dari dirinya adalah jatuh cinta pada Bei Zhao.
Bei Zhao sadar dan duduk di kursi semula sementara dia masih berdiri dan menatap Bei Zhao dengan marah, matanya memerah dan menahan kemarahan dan penghinaan.
"Bei Wang, apakah anda sudah sadar ?" Tanya nya dengan dingin, suaranya begitu dingin sampai sampai bisa membekukan lantai.
Bei Zhao tampak terdiam dan berusaha untuk mengingat ngingat apa yang telah di lakukan nya.
"Bei Wang, aku tidak peduli dengan apa urusan anda dengan Tang Taizi Fei, tapi untuk memperlakukan orang lain seperti ini, sangat menjijikkan sekali. " Ucapnya dengan tajam.
"Cinta anda tidak terbalaskan dan menarik orang lain untuk menerima pukulan kemarahan anda, aku pikir itu sangat tidak bijaksana. " Lanjutnya dengan sinis.
"Apa yang kau lakukan disini, Zhou Beishang ?" Tanya Bei Zhao masih dengan suara seraknya.
"Aku kesini untuk membawa berita baik pada awalnya, tidak menyangka bahwa melihat pemandangan menjijikkan anda. " Ucapnya sambil tersenyum meremehkan.
"Berita baik apa yang ingin kau katakan, Zhou Beishang ?" Tanya Bei Zhao sambil mempersilakan nya untuk duduk di depannya.
"Aku telah menemukan cara untuk menyelesaikan racun anda lebih cepat. " Ucapnya dengan datar.
(Menggunakan kata kata formal karena marah. )
"Apakah akan mengurangi efektivitas obat ?" Tanya Bei Zhao.
"Tidak, tidak akan mengurangi. Aku menambahkan beberapa tanaman yang membuat fungsinya jauh lebih baik. " Ucap nya.
"Berapa lama waktu yang berhasil kau persingkat?" Tanya Bei Zhao lagi.
"9 Bulan, jadi hanya butuh 3 bulan untuk penyembuhan dari 12 bulan. Mungkin selain anda sembuh, masih ada beberapa hal lain yang menguntungkan anda. " Ucapnya dengan acuh tak acuh.
"3 bulan..... seharusnya 3 bulan kedepan jadwalku kosong. " Ucap Bei Zhao.
"Hm, baguslah kalau begitu. Aku sekarang akan membahas setelah kau sembuh. " Ucapnya dengan datar.
Wajah Bei Zhao sedikit berubah, tapi segera kembali ke semula dalam waktu yang singkat. Dia bahkan berpikir bahwa itu hanya halusinasi yang dipikirkan nya.
"Aku ingin berpisah, tidak ada gunanya lagi untuk bersama bukan ? Kau menyukai orang lain dan aku juga menyukai orang lain. " Ucapnya dengan dingin.
"Kau menyukai orang lain ? Siapa ?" Tanya Bei Zhao dengan suara yang sedikit lebih berat dari pada biasanya.
Tatapan pemuda itu berubah menjadi kelam, sementara dia tidak menjawab langsung.
"Apakah Ketua Muda Yang ?" Tanya Bei Zhao.
"Bukan dia, kau tidak akan mengenalnya. Ketua Muda Yang dan aku hanyalah teman, tidak perlu menjadi urusan mu. " Dengusnya.
"Siapa orang itu ?" Tanya Bei Zhao dengan lebih menekan.
"Bukan urusanmu, bahkan jika aku menceritakannya, kau tidak akan mengenalnya." Marahnya.
"Setidaknya, kau harus ceritakan sedikit tentangnya. " Paksa Bei Zhao.
Tatapannya berubah menjadi lebih dingin dan lebih tajam.
"Sejak kapan Bei Wang berubah menjadi orang yang peduli dengan urusan percintaan orang lain ?" Tanyanya dengan sinis.
"Aku akan menceritakannya, tapi kau juga harus menceritakan orang yang kau suka, bagaimana ?" Tanya nya dengan seringaian.
Bei Zhao pasti tidak akan berani, dengan begini akan menghilangkan masalah yang tidak perlu.
__ADS_1
"Baik, kau berceritalah terlebih dahulu. " Ucap Bei Zhao yang diluar perkiraannya.
Seringaian di wajahnya hilang seolah olah dia baru saja terhantam oleh petir besar.
"Baiklah, dia adalah orang yang menyelamatkan ku di masa lalu. Dia sangat baik, sangat tampan dan kuat, dia adalah penyelamatku. " Ucapnya dengan asal asalan.
"Tidak mungkin hanya begitu, jelaskan lebih rinci. " Ucap Bei Zhao dengan wajah penasaran.
Dia menatap sengit pada pemuda itu dan dengan tidak rela menceritakan lebih banyak. Dia bercerita dengan santai tentang ciri ciri orang yang disukainya.
"Jadi, intinya dia adalah orang yang menyelamatkan mu bukan ?" Tanya Bei Zhao dan dia mengangguk dengan asal asalan.
"Sekarang adalah giliran anda. " Ucapnya dengan dingin.
"Sama sepertimu, dulu aku juga di selamatkan...... " Bei Zhao bercerita dengan penuh pemujaan pada Tang Taizi Fei.
Sementara dia merasa sedikit tidak rela sekaligus merasa ada yang aneh dengan cerita yang dimiliki oleh Bei Zhao.
Dia tampaknya samar samar pernah mendengar adegan serupa tapi tidak tahu kapan dan dimana.
"Maafkan aku karena telah melibatkan mu sebelumnya. " Ucap Bei Zhao dengan tulus.
"Ya, tidak apa apa. Kapan Bei Wang ingin menjalankan pengobatan ? Semakin baik semakin bagus. " Ucapnya.
"Apakah kau sudah tidak sabar untuk berhubungan dengan orang yang kau sukai ?" Tanya Bei Zhao.
"Tidak, aku tidak akan berhubungan dengannya di masa depan. Dia menyukai orang lain, tentu saja. " Ucapnya sambil tertawa kecil.
Dia merasa bahwa kebodohan Bei Zhao telah berada di luar batas, sampai sampai tidak sadar bahwa yang dikatakan oleh nya adalah Bei Zhao.
"Oh, apakah kau akan langsung mengajukan surat cerai ?" Tanya Bei Zhao.
"Ya." Jawabnya dengan tenang.
"Kemana saja, yang penting memiliki tempat untuk berteduh dan jauh dari pemukiman. Aku sudah berada di kota besar selama 18 tahun, aku sudah muak dengan segala keindahan palsu itu. " Ucapnya dengan jujur.
"Tempat manapun yang akan menerimaku, maka aku akan bergabung. " Lanjutnya dengan penuh makna.
"Zhou Beishang, jika bisa maka di masa depan aku tidak ingin bertarung denganmu. " Ucap Bei Zhao.
Dia hanya tertawa kecil untuk menanggapi kata kata Bei Zhao, itu adalah hal yang tidak mungkin. Suatu hari nanti, dia akan melawan Dinasti Qin.
Mustahil untuk tidak bertarung dengan Bei Zhao. Dia sudah mengetahui hal ini dengan jelas di lubuk hatinya.
Dia mengingat kata kata A Xiang kemarin di istana tentang masalah Giok Phoenix Abadi.
"Yang Mulia, jika aku menginginkan sesuatu sebagai ganti dari bantuanku. Apakah kau akan memberikannya ? Sebelumnya kau bilang aku masih memiliki sisa permintaan bukan ?" Tanya nya.
Dia menatap mata Bei Zhao dan Bei Zhao menatapnya balik, mereka berdua saling mendalami tatapan masing masing.
Kemarin, dia baru mengatahui bahwa ternyata salah satu pecahan Giok Phoenix Abadi berada di tangan Bei Zhao.
Satu lagi ada di dalam Istana Qin dan yang lain berada di tangan Kaisar Dinasti Song, untuk yang terakhir itu cukup mudah.
Dia hanya perlu mendapatkan milik Bei Zhao terlebih dahulu dan berpisah dengan pemuda itu, lalu pergi ke Dinasti Song dan mengambil alih Kekaisaran itu secara diam diam.
Mata matanya hampir memenuhi seluruh Istana Dinasti Song sekarang, orang orang kepercayaan Kaisar Dinasti Song saat ini adalah mata matanya.
Itu seperti bom waktu yang bisa meledak kapan saja, dia akan mendapatkan dari Kaisar Dinasti Qin setelah keempat wanita yang dilatih olehnya menjadi orang kepercayaan Kaisar.
Pada akhirnya, semua orang akan berada di bawah kendalinya. Tidak terkecuali Dinasti Tang yang berkuasa.
Dia ingin menunjukkan pada dunia bahwa orang yang mereka anggap sebagai aib adalah orang yang menginjak mereka.
__ADS_1
"Apa yang kau inginkan ? Selama masih dalam kendaliku maka aku akan memberikannya padamu. " Ucap Bei Zhao yang membuyarkan lamunan indahnya.
"Aku ingin..... pecahan Giok Phoenix Abadi. " Ucapnya dengan tatapan yang redup.
Bei Zhao tampak terkejut dengan permintaan nya sementara dia menguatkan dirinya sendiri apabila Bei Zhao menolak.
Jika pemuda ini menolak, maka dia tidak akan keberatan. Dia akan mengambilnya secara paksa di masa depan.
Yang membedakan hanyalah waktu, selama dia memiliki 3 dari 4 keping Giok Phoenix Abadi, maka dia sudah bisa berlatih tenaga dalam.
4 Keping Giok Phoenix Abadi akan membantu bakat bela diri nya menjadi lebih baik, tapi untuk sementara , selama dia bisa mendapatkan 3 saja, dia sudah bisa meningkatkan tenaga dalamnya.
"Aku akan memberikannya, apakah itu untuk dirimu sendiri atau kau bekerja untuk orang lain ?" Tanya Bei Zhao dengan tatapan rumit.
"Yang Mulia, anda sendiri harusnya sudah tahu bukan apa kegunaan dari Giok Phoenix Abadi ?" Tanya nya dengan tenang.
"Hm, kau akan meningkatkan tenaga dalamnya sendiri. " Ucap Bei Zhao sambil mengangguk.
"Itu benar, aku ingin berlatih, apakah salah ?" Tanya nya sambil tersenyum tipis.
Bei Zhao menggeleng dan mengeluarkan sebuah kotak dengan ukiran yang rumit dan mekanisme mekanisme sulit.
Pemuda itu menaruhnya di atas meja dan menyodorkan nya padanya, tapi dia tidak segera mengambilnya.
"Yang Mulia, sebaiknya anda simpan dulu sampai aku berhasil menyembuhkan anda. "Ucapnya dengan tenang.
Dia bukannya tidak tahu bahwa mekanisme mekanisme itu bisa meledak, Bei Zhao ingin mengujinya dengan memberikan apa yang di inginkan nya.
Tanpa bantuan dari Bei Zhao, maka dia tidak akan bisa membuka mekanisme mekanisme itu.
"Baiklah, kau melebihi apa yang aku harapkan." Ucap Bei Zhao sambil menarik kembali Giok Phoenix Abadi.
"Yang Mulia telah melebih lebihkan kemampuanku. Hari sudah mulai terang, datanglah ke kediaman ku 2 jam lagi. Aku akan memberikan ramuannya untukmu. Aku akan pamit terlebih dahulu. " Ucapnya dengan tenang dan berjalan keluar.
Dia menatap langit yang mulai terang dan tampak begitu indah, tatapannya memanas. Dia menggigit bibirnya sendiri dan menahan sesuatu yang akan keluar.
Setelah agak jauh dari kediaman Bei Zhao dan sampai di halamannya sendiri, dia tidak tahan lagi dan memuntahkan darah yang sudah berada di tenggorokannya sejak tadi.
Darah gelap mengalir dari bibirnya dan menodai batu batu kecil di bawahnya menjadi warna merah gelap.
Darah ini adalah darah beracun miliknya, bau karat yang memuakkan memenuhi indra penciuman nya.
Dia mengeluarkan sapu tangannya dan menyeka bibirnya yang dipenuhi oleh darah, dia berjalan masuk dengan langkah tertatih-tatih.
Keadaannya menjadi buruk apabila dia terlalu tertekan ataupun terlalu khawatir, dia akan memuntahkan darah.
Ini adalah hal yang normal, karena itu jugalah dia dengan cepat kabur dari kediaman Bei Zhao, jika dia bertahan sejenak lagi makan dia akan muntah darah disana.
Dia tidak ingin dipandang sebagai orang yang penyakitan, dia tidak ingin dipandang sebagai orang yang lemah.
Dia memiliki harga diri yang harus dia jaga, karena tidak ada yang dimilikinya lagi selain harga diri ini.
Dia menuangkan teh untuk dirinya sendiri dan menenggaknya tanpa keraguan, tidak menyangka bahwa teh itu telah menjadi sangat dingin.
Sementara disisi lain, ada seseorang dengan pakaian serba hitam, wajahnya tidak terlihat karena tertutup cadar.
Sedang berdiri di atas atap dengan tatapan yang dingin layaknya elang yang sedang memantau mangsanya.
Orang ini melihat seluruh aktivitas Zhou Beishang yang terluka tadi, tapi tidak menunjukkan reaksi apapun, hanya meninggalkan sedikit kesedihan di tatapan dinginnya.
"Pada akhirnya, hubungan yang di paksakan tidak bisa bertahan lama. Aku pikir, semuanya akan bisa berubah seiring berjalannya waktu, tidak menyangka bahwa semuanya berubah menjadi lebih buruk. " Gumam orang misterius dengan nada sedih.
"Aku mengharapkan yang terbaik untukmu, Zhou Beishang. " Ucap orang misterius sebelum akhirnya menghilang dalam kegelapan.
__ADS_1