
Dia terdiam dan tidak bisa membantu dalam hal apapun, lagipula apa yang bisa dia lakukan untuk membantu Lin Yue dalam hal ini ?
Kebencian telah terjadi dari generasi sebelumnya, yaitu kakek Lin Yue dan kakek Yang Xin. Itu bukan hal yang bisa di tangani oleh seorang pengembara bebas sepertinya.
Lagipula, apa yang harus dia lakukan ? Pergi ke tempat Lin Xi dan meminta persetujuan layaknya pahlawan kesiangan ?
Dia pikir itu adalah tindakan yang sia sia, jadi dia menganggap kalau dia tidak bisa membantu dalam hal apapun.
Dia hanya seseorang dengan asal usul yang tidak jelas dan tidak memiliki orang tua, cara apa yang dimilikinya untuk melawan Kaisar Dinasti Tang, Lin Xi ?
Dia bahkan sulit untuk mempertahankan nyawanya sendiri, bagaimana mungkin dia begitu naif untuk melawan Lin Xi ?
"Baiklah, para Pahlawan pastilah telah datang kemari ! Siapa yang akan menjadi penantang pertama ?!" Tanya Kaisar dengan tenang.
Semua orang bebas untuk menantang dan ditantang, setiap orang yang ditantang harus menerima tantangan tersebut atau akan menjadi ejekan semua orang.
"Apakah kau berniat untuk menantang Yang Xin ?" Tanya nya.
"Bagaimana kau bisa tahu ?" Tanya Lin Yue dengan terkejut.
"Tentu saja , itu sudah tergambar jelas di wajahmu. Aku akan memberi tahu mu sedikit, meskipun dia terlihat lembut tapi dia tidak selembut yang dilihat. Gerakannya lembut tapi tegas dan mematikan, aku ingin kau hati hati. " Ucapnya.
"Kau bisa mengetahui hal semacam itu juga ?!" Tanya Lin Yue dengan antusias.
"Hm, aku pernah melihatnya bertarung. " Ucapnya dengan tenang.
Tentu saja dia pernah melihat, Yang Xin telah melindungi nya beberapa kali di masa lalu dan mereka telah menganggap saudara satu sama lain.
Dia sebenarnya merasa tidak nyaman ketika harus membohongi Yang Xin bahwa dia akan pergi ke tempat yang jauh dan tidak mengaku.
Tapi, jika dia mengaku itu bukanlah hal yang tepat untuk langkah selanjutnya. Dia menghela nafas dan tidak bisa mengatakan apapun.
Mengingat Yang Xin membuatnya kembali mengingat masa lalu ketika masih bersama dengan Lan Xiang.
Ini membuat nafasnya menjadi lebih berat tapi dia segera membuka matanya untuk menatap arena. Disana sudah berdiri seorang pria dengan pedang lebar dan tampak mengerikan.
__ADS_1
"Aku menantang Ketua Muda Yang !" Ucap orang itu.
"Aku adalah Mu Hanyi, dijuluki sebagai Pedang Lebar Berdarah ! Aku harap Ketua Muda Yang menerima tantangan ku jika Ketua Muda Yang berani. " Ucap Mu Hanyi dengan ledekan di akhir kalimat.
Yang Xin yang mendengar itu tidak terburu buru dan berdiri lalu melompat kedalam arena dengan keanggunan.
Yang Xin menggunakan Pedang Panjang yang ramping dan indah, memiliki sarung putih dengan gagang yang berwarna senada.
"Setelah ini, kau bisa langsung menantangnya. " Ucapnya pada Lin Yue.
"Hm, berapa tahun umurnya ?" Tanya Lin Yue dengan penasaran.
"Lebih muda dariku 1 tahun, dia sangat berbakat dan bisa menjadi ketua muda di umur yang sangat muda. Aku sangat mengaguminya. " Ucapnya dengan lembut.
Pertandingan antara Mu Hanyi dan Yang Xin tidak mampu menarik minatnya, lagipula ini sangat tidak seimbang.
Dia bisa menebak siapa pemenangnya dalam satu lirikan, Mu Hanyi ini adalah orang yang tidak bisa melihat kemampuan sendiri dan terlalu menyombongkan diri sendiri.
Berbeda dengan Yang Xin yang lembut layaknya air mengalir, tapi tidak dapat dicegah dan terus maju. Itu adalah teknik yang baik.
Dia sendiri kagum pada kemampuan dan ketenangan Yang Xin dalam pertandingan ini, dia tidak pernah melihat Yang Xin marah kecuali pada saat itu.
Ketika Yang Xin mengangkat tubuhnya , dia bisa merasakan kemarahan pemuda itu meskipun hanya samar samar.
Ini membuatnya tidak yakin dengan perasaan nya sendiri, apakah Yang Xin benar benar merasa marah atau tidak, dia tidak tahu.
Lagipula, untuk apa Yang Xin merasa marah ? Dia tidak mengerti. Setelah beberapa saat, apa yang dikatakan nya adalah kenyataan.
Yang Xin bisa dengan mudah mengalahkan Mu Hanyi, dia melihat langkah Yang Xin dan menemukan bahwa pemuda itu hanya perlu satu langka sebelum akhirnya menjadi seorang ahli tahap penguasa seperti ayahnya.
Benar benar bakat sejati.
Yang Xin tersenyum dengan rendah hati dan bersiap untuk kembali ke tempat duduknya sebelum akhirnya seorang gadis dengan topeng berdiri.
"Tunggu ! Ketua Muda Yang, biarkan aku mencoba kekuatanmu !" Teriak gadis itu.
__ADS_1
Dia menundukkan kepalanya ketika mendengarkan teriakan itu, dia merasa malu kala mendengar itu. Yang berteriak adalah Lin Yue yang telah mengenakan topeng.
Lin Yue memang menggunakan topeng untuk mencegah adanya orang yang mengetahui wajahnya.
"Siapa Nona ini ?" Tanya Yang Xin dengan terkejut.
"Aku dijuluki bersama dengan saudari kembarku, Dua Kristal Lin dari Tang. Namaku adalah Lin Yue !" Ucap Lin Yue dengan percaya diri.
"Ternyata Nona Lin. " Ucap Yang Xin.
Keduanya mengeluarkan senjata masing masing sementara dia hanya menonton dengan santai ketika menonton itu.
Ini sudah pasti untuk kemenangan Lin Yue, tapi dari apa yang dia lihat Lin Yue sengaja menurunkan kemampuan nya.
Lin Yue sengaja membuat kekuatan nya seimbang dengan milik Yang Xin, dia hanya bisa tersenyum tipis dan secara tidak sengaja tatapan nya bertabrakan dengan orang yang sedang duduk di sebelah sana.
Di seberang sana, seorang pemuda dengan rambut hitam dan mata gelap yang membius. Dia menatap mata hitam gelap yang membius itu dengan tatapan yang dalam.
Itu adalah tatapan Bei Zhao, setelah dia sadar dia langsung mengalihkan tatapan nya untuk menyembunyikan perasaan nya yang campur aduk.
Dia menatap pertandingan dengan tatapan antusias sementara di sisi lain Bei Zhao menjadi dingin.
Di sisi Bei Zhao
Dia menatap Zhou Beishang atau Lin Qiaofeng dengan tatapan yang dipenuhi dengan kecemburuan.
Gadis itu menatap arena dengan penuh antusias apalagi ketika melihat Yang Xin, dia kesal dengan itu.
Apalagi kala mengingat Yang Xin rela datang ke kediaman nya untuk menanyakan keberadaan Zhou Beishang.
Dia marah ketika melihat pemandangan itu dan karena kecemburuan nya, dia tidak bisa berpikir dengan jernih.
Jika dia berpikir dengan jernih, maka yang ditatap oleh Zhou Beishang dengan antusias pastilah saudarinya, Lin Yue.
Tangan nya mengepal dengan erat sampai sampai seluruh urat tangannya menonjol, dia tidak pernah menjadi begitu kekanak kanakkan dalam 30 tahun hidupnya.
__ADS_1
Ini adalah kali pertama, dan dia menyadari bahwa ini adalah sesuatu yang dimaksud dengan perasaan cinta.
Tapi, dia tahu bahwa dia sudah terlambat untuk mendapatkan kepercayaan Zhou Beishang. Jadi, bahkan jika dia marah dia tidak bisa melakukan apapun.