
Dengan anggun, Lin Beishang membuka jendela yang membawa aura angin yang deras dan menyegarkan membuat rambutnya berkibar dengan indah.
Lin Beishang menjulurkan tangannya dengan lembut dan melepaskan surat yang ada di kaki burung merpati itu dengan hati hati agar tidak melukai merpati itu.
Lin Beishang telah mendapat banyak pelajaran dari mimpinya selama hampir setengah bulan ini, dia menghela nafas dengan lembut.
Jika sebelumnya dia merasa iri dengan Lin Yue, tapi sekarang tidak begitu juga. Tidak terlalu buruk juga untuk hidup di tempat bebas.
Lin Beishang tersenyum cerah sebelum akhirnya membuka surat yang diberikan oleh bawahannya dari Dinasti Qin.
Tidak ada kerutan di dahi Lin Beishang sedikitpun , karena setelah Bei Zhao mengatakan bahwa pria itu memindahkan seluruh pasukannya ke Dinasti Song.
Tentu saja, Lin Beishang telah bisa menebak ini semua dengan baik. Tentang langkah apa yang akan diambil oleh Kaisar bodoh ini.
"Hanya perlu satu langkah lagi untuk mendorong penjahat utama maju , Kaisar akan segera tergelincir dari tahktanya. " Gumam Lin Beishang dengan lembut dan membakar pesan itu di atas lilin.
Chu Yi yang sedang terpesona oleh kecantikan yang ditunjukkan oleh Lin Beishang tiba tiba terkejut dengan kata kata yang dikeluarkan oleh Lin Beishang.
"Apakah kamu akan pergi beperang untuk mendorong pihak yang jahat ?" Tanya Chu Yi.
"Ya dan tidak , bagaimanapun ini hanyalah beberapa gerakan kecil untuk menunggu gerakan besar yang sebenarnya. " Jawab Lin Beishang dengan cara yang membingungkan.
"Beishang, luka mu belum sepenuhnya pulih. Kakak sepupu pasti tidak senang jika mendengar ini. " Ucap Chu Yi.
"Apa yang bisa membuatnya tidak senang ? Masalah telah di depan mata, tidak mungkin untuk duduk diam sambil melipat tangan. Untuk pertama atau kedua, mungkin peperangan tidak akan secara langsung melibatkan kita, tapi pada akhirnya apakah itu tidak akan pernah melibatkan kita selamanya ? Pada saat itu , ingin melawan balik pun sudah sulit. " Ucap Lin Beishang dengan helaan nafas.
"Chu Huli memang pintar, setiap langkahnya sulit untuk ditebak , aku memerlukan waktu yang cukup lama untuk memikirkan langkah apa yang akan diambilnya. " Lanjut Lin Beishang.
"Apa yang terjadi ? Ketua ? Ketua yang ada dibalik semua ini ?" Tanya Chu Yi dengan terkejut.
__ADS_1
Chu Yi yang tidak mengetahui semua ini tiba tiba merasa bahwa dunia di sekitarnya telah berputar dengan kejam dan menjatuhkannya kedalam kebingungan.
Chu Yi yang selama ini selalu berbangga diri karena selalu bisa mempertahankan diri, telah kehilangan segala sikap pertahanannya.
Chu Yi jatuh terduduk di atas kasur dan tampak memiliki banyak pemikiran di dalam pikirannya, Lin Beishang tidak menyalahkan Chu Yi.
Bagaimanapun, siapa yang akan menyangka bahwa Chu Huli yang akan melakukan ini semua ? Siapa yang akan menyangka bahwa Chu Huli adalah penjahat utamanya ?
"Ya, memang dia yang melakukan semua ini. Jika sudah begini, apakah kamu masih akan memandangku sebagai temanmu ?" Tanya Lin Beishang dengan lembut.
Chu Yi tampak terkejut dan tidak bisa berkata kata untuk sejenak dan meracau tentang beberapa kata sebelum akhirnya tampak bingung.
"Lalu, bagaimana dengan kakak sepupu ? Apakah dia tahu hal ini ?" Tanya Chu Yi dengan lembut.
"Jika dia tidak tahu, menurutmu apakah dia akan melakukan seperti tindakan mengkhianati tanah airnya sendiri ?" Tanya Lin Beishang dengan tenang.
"Bukannya Bei Zhao tidak memiliki belas kasih terhadap tempat kelahirannya, hanya saja Dinasti Qin dan Dinasti Long telah membusuk sampai ke akar. Sementara Dinasti Tang sendiri telah setengah membusuk." Lanjut Lin Beishang dengan terus terang.
"Jika kakak sepupu telah memilih jalan ini maka Chu Yi tidak keberatan untuk menempuh jalan yang sama, bagiku kata kata Kakak sepupu adalah perintah mutlak. " Ucap Chu Yi dengan nafas yang terengah engah.
Lin Beishang dengan pelan menepuk bahu Chu Yi dan berjalan menuju lemari pakaian nya dan bersiap untuk penobatannya.
"Jangan terlalu terburu buru, pikirkan dengan kepala jernih dan hati yang kosong, dengan begitu barulah kamu akan menemukan jawaban yang tepat. " Ucap Lin Beishang.
Jubah luar miliknya merosot yang menunjukkan pakaian putih tipis yang bisa dengan jelas membentuk siluet tubuhnya yang indah dan jenjang.
Seolah olah itu hanyalah khayalan dan tidak nyata, hanya gambaran dan keinginan dari seseorang, tapi pada akhirnya itu adalah kenyataan.
Pada kenyataannya, bentuk tubuh yang sempurna layaknya Dewi itu benar benar ada dan nyata. Bahkan Chu Yi yang juga seorang gadis merasa terpesona dengan keindahan dan pesona Lin Beishang.
__ADS_1
Chu Yi harus mengakui bahwa tubuh terbaik yang pernah dilihatnya adalah milik Lin Beishang dan tidak akan pernah ada yang kedua di masa depan.
Semua orang memanggilnya Dewi Chu atau Tangan Dewa, tapi didepan Lin Beishang, Chu Yi merasa bahwa semua panggilan itu tidak pantas.
Chu Yi merasa bahwa Lin Beishang seperti seorang Dewa yang mengetahui setiap pergerakan orang dan langkah yang akan diambil oleh orang lain, benar benar luar biasa.
"Beishang, apakah kamu ingin menerimaku menjadi murid ?" Tanya Chu Yi tanpa sadar dan ketika sadar, telah terlambat untuk menarik kata kata itu kembali.
Chu Yi menahan dirinya agar tidak membenturkan kepalanya ke dinding karena rasa malu yang di alaminya.
"Ha ha ha, tapi aku merasa bahwa aku tidak layak untuk menjadi seorang Guru, aku tidak bisa mengajarkan apapun, sifatku buruk, aku orang yang pemarah dan tidak sabar. " Jawab Lin Beishang dengan ringan.
"Jangan terlalu menganggap perkataan ku sebelumnya, aku hanya bermain main. " Gumam Chu Yi dengan panik.
Lin Beishang tidak menjawab melainkan hanya tersenyum tipis dan menoleh ka arah Chu Yi dengan santai.
Tapi, ketika melihat senyum tipis Lin Beishang, seluruh bulu kuduk Chu Yi terasa berdiri secara tak terkendali, seolah olah sebuah senyum tipis itu bisa menindas siapapun yang melihat nya.
"Cepat ganti pakaian mu, atau kita akan melewatkan jam keberuntungan, dengan begitu maka kita akan merepotkan Kaisar Lin Xi yang berkuasa. " Ucap Lin Beishang dengan lembut.
"Ah, ya tentu saja. Aku akan segera pergi berganti pakaian. " Ucap Chu Yi dengan terkejut dan segera melarikan diri.
Lin Beishang yang menonton pemandangan lucu ini hanya tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya lalu mengenakan pakaian yang telah diantarkan oleh Lin Yue kemarin.
"Yue, sampai kapan kamu akan berdiri di depan pintu ?" Tanya Lin Beishang dengan lembut ketika membelakangi pintu, sedang menatap ke arah cermin.
Pintu dibuka dan menunjukkan Lin Yue dengan pakaian resmi milik Istana, yang menunjukkan gelar Putri Mahkota.
Yang dikenakan olehnya sama tapi juga berbeda, jika milik Lin Yue memiliki pita berwarna emas di bagian dada atas.
__ADS_1
Maka miliknya adalah perak yang menunjukkan bahwa gelarnya di bawah milik Lin Yue , tapi dia sendiri tidak peduli dengan ini dan hanya dengan acuh tak acuh menggunakannya.