Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
219. Jiwa Phoenix III


__ADS_3

"Kenapa kamu tidak bisa ?" Tanya Lin Beishang dengan tenang.


"Karena, kekuatanku tidak lagi sama dengan sebelumnya. Kekuatanku telah melemah terlalu banyak. " Ucap Jiwa Phoenix dengan senyum pahit.


"Jika begitu, apakah kamu memiliki cara untuk memenjarakan dia ?" Tanya Lin Yue tampak agak cemas sementara Lin Beishang masih menatap Jiwa Phoenix, dengan tatapan yang mendalam.


Hal hal seperti ini tidak akan jauh dari pengorbanan, hanya saja tidak tahu apa yang harus dikorbankan untuk menukarnya dengan kedamaian yang panjang ini.


"Aku memiliki cara. " Ucap Jiwa Phoenix dengan suara yang agak ragu.


"Dengan cara apa ? Apakah pengorbanan ?" Tanya Lin Beishang dengan segera.


"Ya, tidak ada jalan lain. Aku akan menggunakan diriku sendiri untuk hancur bersama dengannya, dengan begitu maka dia tidak akan membuat kekacauan apapun. " Ucap Jiwa Phoenix sementara Lin Yue tampak terkejut.


Lin Beishang tampak muram dan tidak senang dengan hal ini, Lin Beishang telah membuat dugaan ini tapi tidak menyangka bahwa dugaannya benar.


"Baiklah jika begitu, maka apa yang harus kami lakukan untuk membantu mu ?" Tanya Lin Beishang.


"Tidak banyak, sediakan banyak senjata Iblis dan berikan darah kalian beberapa tetes itu akan membuatku menjadi kuat selama 24 jam. Tapi, di antara salah satu dari kalian. Aku akan meminjam salah satu tubuh untuk berjalan keluar dari sini dan pada saat itu mungkin kalian tidak akan tahan. " Ucap Jiwa Phoenix.


"Aku bersedia untuk mengambil tugas ini. " Ucap Lin Yue tanpa ragu.


Tapi Jiwa Phoenix tampak tidak tertarik lalu menatap ke arahnya dengan tatapan yang bisa di mengerti olehnya dengan mudah.


"Kau ingin aku yang menjadi wadah untukmu ? Tubuhku memiliki kesehatan yang buruk dan tidak memiliki banyak kekuatan fisik, aku tidak yakin bahwa bisa menahan dirimu. " Ucap Lin Beishang dengan tenang.


"Apa yang dikatakan oleh saudariku tidak salah, kesehatannya buruk sehingga dia tidak memiliki kekuatan fisik yang baik. " Ucap Lin Yue mendukung nya.


"Ck, apakah kalian benar benar berpikir bahwa aku mengandalkan kekuatan fisik ? Apakah ini yang diturunkan oleh leluhur kalian pada kalian berdua ? Sangat menyedihkan !" Cibir Jiwa Phoenix dengan kesal.


"Mungkinkah itu kekuatan jiwa ?" Tanya Lin Beishang dengan terkejut.


Dan Jiwa Phoenix mengangguk, ini membuat Lin Beishang merasa bingung. Bagaimana cara dia mengatakan bahwa kekuatan jiwa siapa yang lebih kuat ?


"Kalian berdua memiliki kekuatan jiwa yang di atas rata rata, tapi gadis kecil ini benar benar memiliki kekuatan jiwa yang baik. " Ucap Jiwa Phoenix sambil menunjuknya.


"Aku ?" Tanya Lin Beishang dengan terkejut, padahal dia tidak pernah melakukan latihan khusus untuk kekuatan jiwa seperti orang orang lain.


"Apakah senior tidak salah menilai ? Aku tidak melakukan latihan khusus untuk itu. " Ucap Lin Beishang dengan jujur.


"Tidak mungkin salah menilai, latihan khusus hanya akan membantu dan tidak akan benar benar meningkatkan kekuatan Jiwa. Yang bisa meningkatkan kekuatan Jiwa adalah kepahitan yang kamu temui dalam kehidupan, bukan dari pelatihan khusus. " Ucap Jiwa Phoenix.


Setelah mendengar ini Lin Beishang mengerti, Lin Beishang mungkin tidak berani mengklaim dirinya sendiri sebagai orang yang paling banyak menelan kepahitan.


Tapi, cukup percaya diri bahwa dia adalah 10 besar yang paling banyak menelan kepahitan di dunia ini.


Lin Yue juga segera mengerti dan tidak banyak bicara, takut jika mengatakan sesuatu dan salah mengatakan dan akhirnya menyinggung orang lain.


Pada saat ini, Lin Yue benar benar merasakan bahwa dirinya dan adiknya, Lin Beishang, memiliki jarak yang terlalu jauh.


Jika saja Lin Beishang dibawa ke Istana sejak muda, maka yang akan naik takhta bukanlah dia melainkan adiknya.

__ADS_1


Dengan kepintaran dan kecerdasan yang dimiliki oleh Lin Beishang, maka mendiang ayah mereka akan sangat menyukai nya.


Sayang sekali...... sayang sekali bahwa semuanya telah terlambat, sayang sekali bahwa Lin Yue tidak bisa membawa Lin Beishang lebih cepat.


Jika tidak, maka Lin Beishang tidak akan semenderita ini, ataupun mengalami ribuan penghinaan ini.


Hanya saja, yang tidak di ketahui oleh Lin Yue adalah, Lin Beishang tidak menganggap bahwa menjadi anggota keluarga Kekaisaran adalah sebuah berkah besar dari Surga.


Lin Beishang tidak pernah tertarik untuk menjadi seorang Kaisar wanita atau semacamnya, yang di inginkan olehnya adalah kehidupan yang damai.


Bahkan, jika Lin Yue menemukan Lin Beishang lebih cepat setahun atau dua tahun, semuanya telah terlambat.


Sejak menikah dengan Bei Zhao atau bahkan mungkin sejak memasuki kediaman Bei Wang menjadi seorang Bei Wangfei.


Sebagian besar hati Lin Beishang telah hancur tak bersisa dan tidak menyisakan apapun, hanya menyisakan sepotong dari hatinya.


Hanya menyisakan sebuah potongan kecil sebelum akhirnya dihancurkan tanpa perasaan oleh Bei Zhao seolah olah itu adalah hal yang tidak berharga.


Tapi, semuanya adalah masa lalu dan Lin Beishang tidak ingin mengingat seluruh masa lalunya yang kelam lagi, semuanya sudah cukup dan lupakanlah semuanya.


Karena, orang orang yang memberinya penyiksaan itu telah lama pergi ke Neraka dan menyisakan dirinya sendiri di tempat yang dingin ini.


Berjalan sendirian dan memendam kebencian tanpa bisa melampiaskan nya, jika bisa maka Lin Beishang akan menghancurkan semua ingatan yang berkaitan dengan dendam ini dan hanya akan mengingat semua hal baik yang ada.


Lin Beishang mengambil Yanji dan menggores tangannya sendiri, Jiwa Phoenix mendekat dan meraih jarinya lalu menjilat tangannya.


Sebelum akhirnya terbelalak, dan menatapnya dengan tatapan yang berbinar sementara Lin Beishang baik baik saja.


Lin Yue yang mendengar ini tampak terbelalak, apa itu Bubuk Pemakan Emosi Surga ? Itu adalah obat obatan terlarang karena memiliki efek yang sangat buruk pada Jiwa.


Lin Beishang menggunakannya ? Lin Yue menatap adiknya dengan tatapan tidak percaya sebelum akhirnya Lin Beishang tertawa ringan dan pada saat itu Lin Yue merasa bahwa dirinya runtuh.


Darah Seribu Racun dengan Bubuk Pemakan Emosi Surga, bagaimana sebuah tubuh fana bisa terus bertahan dibawah tekanan yang begitu kuat ?


Berapa banyak siksaan dan rasa sakit yang harus dibayar untuk itu ? Keduanya adalah teknik terlarang yang telah dilarang selama beberapa generasi.


Dan, adiknya yang sangat disayangi olehnya, ternyata menggunakan keduanya. Lin Yue tidak tahu bagaimana harus menanggapinya.


"Bagaimana menurut senior ? Apakah ini bisa mengembalikan kekuatan mu lebih cepat ?" Tanya Lin Beishang sambil menyeringai.


"Tentu saja bisa, selama setiap harinya aku meminum 10 tetes darahmu maka dalam satu minggu kekuatanku akan kembali setengah. " Ucap Jiwa Phoenix dengan semangat.


"Baiklah, mari buat perjanjian. Aku memberikanmu darahku dan Senjata Iblisku, tapi kamu harus memberikan darah murni mu. " Ucap Lin Beishang sambil memiringkan kepalanya.


"Tidak masalah dengan hal itu, jika kamu ingin menggunakan ku maka aku akan melayani mu. Lagipula ini adalah hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain, kamu seharusnya mengatakan hal ini sejak awal. " Ucap Jiwa Phoenix dengan senyum bahagia.


"Jika aku mengatakannya sejak awal maka perdebatan kita tidak akan seseru ini. " Ucap Lin Beishang dengan acuh tak acuh.


"Ha ha ha, dasar gadis kecil ! Ini adalah darah murni ku, sejak kamu menelan ini maka aku akan menjadi bawahan mu. " Ucap Jiwa Phoenix sambil mengeluarkan permata merah darah, sedikit berbeda dengan yang dimiliki oleh Iblis Pemakan Jiwa.


Lin Beishang menelannya tanpa ragu dan kekuatannya langsung meningkat dengan pesat, mungkin telah mencapai pertengahan Tahap Kaisar.

__ADS_1


"Tuan Phoenix, bagaimana cara aku memanggilmu ?" Tanya Lin Beishang.


"Kamu bisa memanggilku sebagai Huo Fenghuang. " Ucap Jiwa Phoenix.


Lin Beishang menyadari bahwa itu bukanlah nama asli tapi Lin Beishang tidak akan mengejar itu lebih jauh, masalah nama mungkin sensitif bagi beberapa orang termasuk dirinya.


Bernama Beishang, walaupun telah berubah arti. Tapi, jika disebutkan maka hampir tidak ada bedanya.


Itu hanya tindakan untuk menipu diri sendiri, tapi Lin Beishang tidak akan terlalu mempermasalahkan nya. Tidak peduli apakah artinya kesedihan ataupun menuju ke Utara.


Lin Beishang tidak perduli dengan semua hal sepele itu, sebuah nama belaka tidak akan mampu untuk mempengaruhinya secara keseluruhan.


(Huo Fenghuang : Phoenix Api. Eh , ini kebalikan dari Xue Fenghuang ya, hehe. Yang baca Penerus Dewi Kematian pasti langsung sadar. )


"Huo Fenghuang, ini sudah sepuluh tetes dan kamu bisa menggunakan ini untuk mengembalikan kekuatan mu. " Ucap Lin Beishang dan menyerahkan Yue Shan kepada Jiwa Phoenix.


"Senjata yang baik , apakah memiliki nama ?" Tanya Huo Fenghuang sambil melihat Yue Shan.


"Ya, namanya adalah Yue Shan. Dia adalah senjata yang pendiam dan tidak agresif. " Ucap Lin Beishang.


"Hm, nama yang baik.. Gunung Bulan, walaupun agak aneh tapi tidak terlalu aneh jika kamu yang memiliki nya. " Ucap Huo Fenghuang.


"Kenapa begitu ?" Tanya Lin Yue.


"Kenapa begitu ? Sudah jelas, berapa banyak orang yang berhasil mengembangkan Darah Seribu Racun dengan sempurna ? Ditambah dengan Bubuk Pemakan Emosi Surga ? Bukankah itu sudah cukup aneh sampai sampai orang orang akan berjalan dengan kepala ?" Tanya Huo Fenghuang dengan santai.


"Kamu terlalu melebih lebihkan. " Ucap Lin Beishang dengan dingin.


Sementara, disisi lain, kasus desa yang dibantai menjadi lebih banyak sebelum akhirnya seorang pria tampan duduk di atas kursi beludru yang menunjukkan keangkuhannya.


"Kakak, aku datang. Aku tahu, jika aku keluar maka kamu juga akan keluar. Kamu sangat membenciku bukan ?" Tanya pria itu sambil meminum anggur nya dan ada beberapa pelayan wanita yang melihat seluruh tubuhnya.


"Bagaimana dengan semua pelayan ini, Tuan Iblis ?" Tanya suara pria yang muncul dari balik kegelapan. Itu adalah majikan baru Iblis Pemakan Jiwa, Chu Huli.


"Semua pelayanan ini...... sangat baik. Aku sudah sangat lama tidak menikmati pelayanan semacam ini. " Ucap Iblis Pemakan Jiwa dengan seringaian yang menujukkan ketampanan yang menakutkan.


Berbeda dengan Bei Zhao yang tampan dan berwibawa , maka Iblis Pemakan Jiwa akan menjadi Iblis penggoda yang nakal dan tentunya sangat menggoda.


Jika harus dikelompokkan, maka akan ada 4 pria paling tampan , yaitu Bei Zhao, Chu Huli, Iblis Pemakan Jiwa, dan Jiwa Phoenix.


Keempat itu akan mengejutkan dunia jika berjalan bersama dan gadis gadis akan dengan senang hati melemparkan diri ke dalam pelukan mereka.


Ketampanan yang tidak masuk akal ini, 3 di antaranya telah pernah di lihat oleh Lin Beishang. Jadi, bisa dibilang bahwa Lin Beishang adalah salah satu orang paling beruntung dan akan membuat gadis gadis iri dengan semua pencapaiannya.


Sayang sekali bahwa Lin Beishang hanya memiliki Bei Zhao di matanya.


...----------------...


Notes : Author belakangan ini agak sibuk dan up pendek, cerita ini juga akan mencapai puncak dari konflik dalam waktu dekat jadi persiapkan diri ya. Kehilangan dan pengorbanan akan menanti. Jadi, siapin tisu banyak banyak ya, terimakasih.


Author akan mengucapkan :

__ADS_1


..."Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan"...


__ADS_2