
Setelah menenangkan A Xiang untuk beberapa waktu, gadis kecil yang sedikit lebih muda darinya itu jatuh ke dalam tidur lelap.
Dia berdiri dan meninggalkan ruangan itu, dia memilih untuk berjalan keluar dan melihat lihat. Tidak ada salahnya untuk berjalan jalan dan melihat lihat sekitar.
Dia melihat Bei Zhao dari kejauhan sedang mengurus pasukan, dia menatap pria itu tanpa berniat untuk memanggilnya.
Lidahnya seolah kaku untuk mengeluarkan suara, dia hanya memandang Bei Zhao dari kejauhan. Pria itu tidak menyadari keberadaannya.
Dia berdiri seperti orang bodoh di belakang pria itu, pria itu tampak dekat dan didepan mata, tapi sebenarnya tidak bisa digapai olehnya.
Ini adalah kenyataan yang tidak bisa diterimanya, tapi ini adalah kenyataannya. Ini adalah kenyataan yang sudah berulang kali menampar nya dan membawa nya kembali ke kenyataan.
Dia sekarang sadar bahwa dia dan Bei Zhao bagaikan langit dan bumi, Bei Zhao memiliki status yang begitu agung.
Sedangkan dia hanyalah seorang putri perdana menteri lemah yang tidak diakui, dia tiba tiba menertawakan harapan palsunya untuk bisa hidup rukun dengan Bei Zhao.
Dia memutar tubuhnya untuk kembali ke arah yang lain dan pergi untuk meninggalkan Bei Zhao, tanpa di sadari olehnya.
Ketika dia menoleh ke belakang, Bei Zhao melirik ke belakang dan melihat punggung Zhou Beishang yang berjalan menjauh.
Zhou Beishang melihat Song Yu yang sudah tampak menunggu nya sejak lama.
"Apa kau mencariku ?" Tanya Zhou Beishang pada Song Yu.
"Nona, ada yang ingin Song Yu sampaikan. " Ucap Song Yu sambil berlutut di depannya.
"Baik." Ucapnya dengan wajah serius.
Dia membawa Song Yu kembali ke kamarnya dan dia melihat A Xiang tampak terganggu dengan kedatangannya dan Song Yu sehingga terbangun dari tidur lelap nya.
"Nona ? Song Yu ?" Tanya A Xiang dengan mata yang menyipit.
"Baringkan dulu tubuh mu, kamu baru bangun tidur. " Ucap nya dengan perhatian pada A Xiang.
"Xiang Jie Jie !" Ucap Song Yu dengan sedih dan mulai mengalirkan air mata.
__ADS_1
(Jie Jie : Kakak perempuan. )
"Apa yang terjadi Yu'er ? Apakah ada yang tidak beres dengan pasukan kita ? Apakah ada pengkhianat ?" Tanya A Xiang sambil berusaha untuk duduk.
"Itu benar ! Nona, Xiang Jie Jie, ada pengkhianat di kelompok kita ! Seluruh orang barbar menangkap anggota kita tanpa menangkap pasukan milik jenderal. Seolah olah hampir ingin menggunakan kami sebagai daya jual. " Ucap Song Yu sambil terisak.
"Kebanyakan dari anggota kita sudah bunuh diri karena tahu akan merepotkan Nona. Jika nona tidak menyelamatkan nyawa ku maka aku juga akan bunuh diri. " Lanjut Song Yu dengan isakan.
Dia yang mendengar ini tidak terkejut, dia sudah menduga ini sejak awal dan sudah membuat dugaan sejak awal.
"Nona, apa langkah selanjutnya yang akan kita lakukan ?" Tanya A Xiang padanya.
"Selidiki diam diam siapa saja yang berkhianat, siapa yang sudah berkhianat maka hukum mati orang itu. " Ucapnya dengan dingin.
"Nona, ini pasti tidak sedikit. Setelah jatuh dari sini maka kekuatan kita akan jatuh paling tidak seperempat nya. "Ucap A Xiang dengan ragu.
"Untuk apa memiliki kekuatan yang palsu ? Bunuh mereka semua tanpa terkecuali. Sejak mereka masuk ke dalam kelompok milikku, nyawa mereka adalah milikku. Kalian berdua, pergilah selidiki. " Ucapnya dengan tatapan tajam.
Dia mungkin memang baik pada bawahan nya, itu bukan berarti dia akan membiarkan mereka dengan mudahnya berkhianat.
"Baik, aku percaya pada kalian. " Ucapnya.
"Apakah kalian akan pergi sekarang ?" Tanya nya.
"Ya, nona. Semakin cepat semakin baik, aku akan menyuruh beberapa saudara lain untuk menjaga di dekat sini agar apabila nona membutuhkan bantuan maka nona bisa meminta bantuan mereka. " Ucap A Xiang.
"Baik, pergilah. Aku akan baik baik saja sendirian disini. Jaga diri kalian baik baik, jangan membuat kepercayaan ku menjadi sia sia. " Ucapnya dengan senyum tipis.
"Nona bisa tenang, kami berdua tidak akan mengecewakan kepercayaan yang Nona berikan pada kami. " Ucap A Xiang mewakili Song Yu.
"Baik, silakan pergi. Jaga diri kalian baik baik. " Ucapnya.
Dia memandang punggung A Xiang dan Song Yu yang menjauh , ekspresi keras yang dimilikinya langsung hilang.
Semuanya hanya penyamaran, dia hanya ingin tidak terlihat lemah di depan orang. Dia menghela nafas dan menyenderkan tubuh nya di dinding.
__ADS_1
Sebuah ketukan terdengar.
"Silakan masuk. " Ucapnya dengan cepat.
Dia dalam hitungan detik langsung mengubah ekspresinya kembali menjadi seseorang yang kaku dan keras.
"Bei Wangfei Niangniang diminta oleh Bei Wang untuk menemuinya di ruang kerjanya. " Ucap Wen Yao dari depan pintu dan berlutut ke arahnya.
"Baik, aku akan segera ke sana. " Ucapnya.
Dia berjalan ke depan dan mengikuti langkah Wen Yao untuk pergi ke ruang kerja sementara milik Bei Zhao yang diberikan oleh Walikota Yuzhou.
Tok Tok
Dia mengetuk pintu Bei Zhao sebelum berjalan masuk ke dalam ruang kerja sementara milik Bei Zhao.
"Wangye, apa yang kamu inginkan dengan memanggilku kesini ?" Tanya nya sambil menutup pintu.
"Aku harus akui, kata katamu sebelumnya sangat efektif, Yang Mulia ini berhutang padamu. " Ucap Bei Zhao dengan datar.
"Hm, sudah sepantasnya untuk saling membantu. Kita berada di kapal yang sama untuk mengalahkan satu orang. " Ucapnya dengan lembut sambil menuangkan teh pada Bei Zhao.
"Bawahanmu baru pergi, apakah ada masalah di pasukanmu ?" Tanya Bei Zhao.
"Wangye, aku sangat terharu melihat perhatian yang telah kau berikan padaku. Kau bahkan memperhatikan setiap gerak gerik bawahan ku, haruskah aku berteriak atas rahmat yang telah kau berikan padaku ini ?" Tanya nya dengan datar.
"Lagipula, pasukan apa yang dimaksud dengan Wangye ? Aku hanya seorang wanita lemah, umurku pendek. Apakah Wangye berpikir bahwa aku sanggup mengendalikan sebuah pasukan ?" Tanya nya dengan tenang.
"Jika itu orang lain maka kau akan bisa dengan mudah mengelabui nya, aku tidak percaya bahwa kau tidak bisa bela diri. " Ucap Bei Zhao sambil mengeluarkan pedang.
Lempengan besi yang dingin itu menempel di lehernya dan dia tidak panik sedikitpun.
"Apa yang ku katakan adalah kebenaran, hatiku menjadi sedih saat melihat Wangye begitu tidak mempercayai ku seperti ini. Padahal aku datang kesini secara pribadi demi Wangye. Ternyata Wangye meragukanku. " Ucapnya dengan bulu mata yang dengan perlahan turun.
"Katakan dengan jujur, pedang ku bisa kapan saja membunuhmu. Jangan anggap aku tidak berani untuk membunuhmu. " Ucap Bei Zhao masih dengan nada datar yang sama.
__ADS_1