
Bei Zhao yang terpanah dengan kecantikan dan senyum cerah milik Zhou Beishang, untuk sejenak merasa terpaku oleh senyuman sempurna itu.
Baru di sadari olehnya bahwa wajah Zhou Beishang sangat sempurna dan mirip dengan seseorang.
Disisi lain, Zhou Beishang tidak menyadari bahwa dia sedang di tatap oleh Bei Zhao sehingga bertingkah laku seperti biasa saja.
" Wangye, apa yang anda lakukan apabila Yang Mulia tidak mengirimkan pangan ? Apakah anda akan menarik pasukan dan membiarkan bagian utara di rampok ?" Tanya nya pada Bei Zhao.
"Apa kau pernah mendengar peperangan ku yang membawa pulang kekalahan, tidak perlu memikirkan hal yang tidak perlu. Semuanya pasti berjalan sesuai rencana, Wen Yao suda pergi ke Chang'an. Lebih baik urus urusan mu sendiri. " Ucap Bei Zhao dengan dingin.
Dia yang mendengar ini tidak marah dan hanya tertawa ringan, seperti yang di harapkan dari Jenderal Perang yang disegani oleh 4 Dinasti.
"Wangye, bagaimana setelah aku mengobati kamu ? Apakah kamu akan mengusirku ?" Tanya nya dengan lembut.
"Tidak menutup kemungkinan. " Jawab Bei Zhao dengan kaku.
Dia yang mendengar ini masih tertawa, tapi entah kenapa tawa nya menjadi agak serak dan sumbang. Seperti tawa yang di paksakan.
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan panjang, A Xiang tampak sudah kembali setelah mengantar orang orang itu.
Dia turun dari kuda Bei Zhao dan meminta bantuan A Xiang untuk membantu nya berdiri, kakinya lemas dan mati rasa karena terlalu lama berada di atas kuda.
"Nona, apakah nona baik baik saja ?" Tanya A Xiang dengan khawatir.
"Tenang, aku baik. Lihatlah tubuhku masih utuh dan tidak ada satupun yang tertinggal. " Ucap nya dengan tawa kecil.
"Apakah kita akan segera pulang ?" Tanya A Xiang.
"Tidak, kita akan menginap di sini. Di sini tentu saja ada tentara wanita, tapi tidak tahu apakah masih ada tempat kosong. " Ucap nya sambil menghela nafas berat.
"Kenapa kita tidak pulang saja ?" Tanya A Xiang.
"Karena belum waktunya kita pulang. " Jawabnya dengan sederhana.
"Permisi, apakah ada tempat untuk bermalam disini. " Tanya nya pada seorang prajurit wanita yang melintas.
__ADS_1
"Maaf aku sedang sibuk. " Ucap wanita itu dengan dingin sebelum berjalan melewati nya dengan dingin.
Dia yang diacuhkan dengan begitu nyata hanya terdiam sebentar sebelum kembali berjalan.
"Nona, bukankah itu keterlaluan ? Kenapa nona menahanku ? Biarkan aku menampar nya dan membuatnya tidak bisa berjalan. " Ucap A Xiang.
"Jangan terburu buru, seorang sampah tidak pantas untuk merebut perhatianku. Jangan membuang waktu hanya untuk mengejar seekor semut tanpa arah. " Ucap nya dengan dingin.
"Lalu, jangan lupa bahwa kita masih berada di tempat kediaman 4 Jenderal besar. Akan sulit untuk meloloskan diri dari sini apabila kita melakukan kesalahan. Belum lagi, kekuatan kita tersebar di 4 Dinasti dan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan mereka di sini. " Ucap nya dengan datar.
Dia berjalan ke depan dengan pakaian merahnya yang berkibar, lalu bertemu dengan Jenderal Xie.
"Bei Wangfei Niangniang, terima kasih telah membantuku. Aku baru saja menerima kabar bahwa Bei Wangfei Niangniang lah yang membantuku. " Ucap Jenderal Xie dengan tulus.
Dia yang melihat itu hanya tersenyum tipis untuk kesopanan.
"Jenderal Xie terlalu sungkan, kita semua adalah keluarga dan merupakan satu kubu dengan satu tujuan, yaitu mempertahankan wilayah dari musuh. " Jawab nya dengan rendah hati.
"Bei Wang pasti sangat beruntung untuk mendapatkan seorang istri cantik dan berbakat seperti Bei Wangfei Niangniang. " Ucap Jenderal Xie.
"Istriku pasti senang sekali setelah mendengar pujian dari Bei Wangfei Niangniang. " Ucap Jenderal Xie dengan wajah agak canggung.
Jenderal Xie pasti tahu betapa buruk nya perlakuan Nyonya Xie dan Xie Bei Chuan padanya.
"Kebetulan aku juga bertemu dengan Nyonya Zhou dari kediaman Perdana Menteri, dia sangat anggun, cocok dengan Jenderal Xie yang berwibawa. Sayang sekali bahwa saudari tertua ku sedang jatuh dalam sakit yang parah. " Ucap nya dengan helaan nafas.
Ucapan itu bermaksud untuk menyatakan kesedihan, tapi setelah keluar dari bibir nya, itu mirip dengan ejekan secara tidak langsung.
"Adikku tentu saja merasa beruntung untuk memiliki putri angkat seperti Bei Wangfei Niangniang. " Ucap Jenderal Xie sambil tertawa muram.
"Tentu, aku juga merasa sangat beruntung dengan perawatan yang telah diberikan oleh Nyonya Zhou dan Nyonya Xie selama ini. " Ucap nya dengan tajam.
"Bei Wangfei Niangniang, aku pamit terlebih dahulu. Maafkan ketidaksopanan ku. " Ucap Jenderal Xie sebelum berlari pergi.
Dia menyeringai melihat Jenderal Xie yang tidak tahan lagi dan berlari pergi.
__ADS_1
"Masih memiliki malu juga ternyata dia, aku pikir kulit nya lebih tebal daripada dinding benteng. " Ejek nya dengan sinis.
"Sepertinya bajingan tua itu akan merasa malu sampai beberapa hari ke depan. " Ucap A Xiang sambil menahan tawa.
"Jangan terlalu cepat berpuas diri, aku akan mencari tempat dulu atau kita akan terancam tidur di luar. " Ucap nya dengan tenang.
Dia bertanya pada beberapa prajurit wanita tapi semua nya menanggapi nya dengan punggung yang dingin, sampai sampai dia tidak tahan lagi.
Baru saja dia akan merobohkan tenda milik prajurit prajurit wanita itu, bawahan Bei Zhao selai Wen Yao sudah datang.
"Bei Wangfei Niangniang, tempat tidur anda sudah di siapkan. " Ucap Chu Yun.
"Tenda prajurit wanita sudah penuh, tidak mungkin bukan aku ditaruh di tenda prajurit pria ?" Tanya nya dengan ringan.
Melihat Chu Yun tidak menjawab membuat nya ragu, apa kah benar benar seperti itu ? Apakah pertarungan sebelumnya telah merenggut otak Bei Zhao ?
Apakah otak Bei Zhao bermasalah ? Kemasukan air ? Keracunan ? Hilang ? Tertinggal ? Dia mengenyahkan seluruh pikiran konyol nya ketika melihat bahwa dia di arahkan ke tenda milik Bei Zhao.
"Kenapa aku di bawa menuju Tenda Bei Wang ?" Tanya nya dengan bingung.
"Silakan masuk. " Ucap Chu Yun tidak menjawab pertanyaan nya.
Begitu dia masuk, dia melihat sebuah tenda besar yang indah dan megah, di dalamnya ada kasur yang sederhana tapi bagus dan layak ditempati.
"Wangye, dimana tempat aku harus bermalam ? Kamu tidak mungkin serius untuk menempatkan ku di tenda pria bukan ?" Tanya nya dengan penasaran.
"Bodoh, kau tidur dengan Yang Mulia ini. " Ucap Bei Zhao tanpa menoleh.
"Oh, tentu saja -!!!" Dia terkejut ketika mencerna kembali kata kata Bei Zhao.
"Aku ? Aku, aku, aku tidur di tenda ini ?" Tanya nya dengan penuh keraguan.
"Kenapa ? Kau menolak ? Kau bisa tidur di luar. " Ucap Bei Zhao dengan dingin.
Dia terkejut dan segera mengangguk semangat, dia pikir dia akan di tempatkan di tenda yang gelap, suram dan lembab yang mirip dengan penjara.
__ADS_1
Tapi, ternyata dia ditempatkan di tenda yang bagus. Tentu saja bagus ! Itu adalah milik Bei Zhao !