
"Jika Wangye tidak memiliki sesuatu yang untuk ditawarkan padaku, maka Wangye bisa menyerah pada harapan untuk mendapatkan informasi dariku. " Ucapnya dengan senyum tipis.
"Zhou Beishang !" Ucap Bei Zhao dengan geram.
Dia sama sekali tidak merasa takut atau terintimidasi, dia menuangkan teh untuk Bei Zhao.
"Sekarang kau sudah menunjukkan kulit aslimu. " Ucap Bei Zhao sambil menggeram.
"Kulit asli ? Kulit asli apa ? Aku rasa, Bei Wang sendiri yang tidak terlalu mengenalku dengan baik. Apakah anda pikir aku adalah orang yang bisa ditekan dengan sedikit geraman darimu ? Anda telah memandangku terlalu rendah, Bei Wang. " Ucapnya sambil menyeringai.
Meskipun dia menyeringai, tapi suaranya dingin dan penuh dengan penekanan yang tidak kalah dari milik Bei Zhao.
"Agar bisa bertahan di lingkungan yang tidak kalah dari di tengah hutan tanpa kekuatan selama 18 tahun, apakah anda pikir itu adalah hal yang bisa dilakukan semudah membalikkan telapak tangan ? Tentu saja, bagi anda yang telah tumbuh di tengah medan perang, apa yang aku alami tidak ada apa apanya. " Ucapnya dengan tajam.
Bei Zhao diam dan tidak membalas kata kata nya yang tajam.
"Jenderal Lan bukanlah seseorang yang berasal dari keluarga Bangsawan, melainkan dari keluarga rakyat jelata. Untuk mendapatkan posisinya yang sekarang ini, itu tidak mudah untuk di lakukan. Dengan kebangkitannya menjadi seorang Jenderal dari keluarga Rakyat Jelata membuat semua orang kagum dan sangat sayangi oleh semua rakyat. " Ucap Bei Zhao sambil mengenang masa lalu.
"Bahkan, aku sendiri sangat kagum padanya di masa lalu atau bahkan sampai sekarang. Dia bersikap adil dan tidak memandang status orang lain, ini meningkatkan posisinya di mata rakyat yang membuat rakyat sangat mendukungnya dan dengan tulus meminta Jenderal Lan untuk menjadi Kaisar dan menggantikan Kaisar sekarang. "
"Kaisar yang awalnya sudah merasa tidak nyaman dengan keberadaan Jenderal Lan, dibuat lebih tidak nyaman lagi dengan gagasan yang beredar tersebut. Sampai akhirnya, Kaisar tidak tahan lagi dan menangkap beberapa puluh orang yang berdemo di depan Istana untuk menurunkan Kaisar yang sekarang. Jenderal Lan yang mendengar ini secara pribadi memohon agar orang orang ini dilepaskan. "
"Kaisar sendiri tidak setuju dan bertengkar hebat dengan Jenderal Lan, tapi yang pasti keesokan harinya Jenderal Lan telah dijebak dan dikatakan bahwa dia berkhianat dan berkolusi dengan Dinasti tetangga, bahkan menelan banyak uang negara. Aku tahu ini semua adalah jebakan, Jenderal Lan tidak akan melakukan ini. " Menceritakan ini, wajah Bei Zhao menjadi sdikit sedih, hanya sedikit.
Bahkan kesedihan itu sangat samar seolah olah tidak pernah ada.
"Jenderal Lan dipenjara, tapi Kaisar tidak merasa tenang karena rakyat marah dan menuduh Kaisar menjebak Jenderal Lan. Kaisar menjadi marah dan memerintahkan untuk membunuh siapapun yang ingin membela Jenderal Lan dan seluruh keluarga Jenderal Lan yang tidak bersalah dibunuh, bahkan mayat mereka digantung selama 3 hari di gerbang. Barulah Kaisar merasa puas, hanya saja masih ada satu hal yang menyebabkan keresahan dihati Kaisar. Putri Jenderal Lan yang masih bayi, di kabarkan hilang. " Ucap Bei Zhao.
__ADS_1
"Bei Wang, anda tampak nya sangat dekat dengan Jenderal Lan ?" Tanya nya pada Bei Zhao.
"Bagaimana kau bisa menyimpulkan itu ?" Tanya Bei Zhao tanpa perasaan.
"Anda memancarkan kesedihan, meskipun hanya sedikit. Aku pikir, hubungan anda dan Jenderal Lan pastilah tidak sederhana. " Ucapnya.
"Dia adalah guruku. " Jawab Bei Zhao dengan jujur.
Dia yang mendengar ini sedikit terkejut tapi tidak menunjukkan nya.
"Lalu, tentang Jenderal Chang. Aku ingin tahu tentangnya. " Ucapnya.
"Kenapa kau ingin tahu tentang Jenderal Chang ?" Tanya Bei Zhao dengan dingin.
"Keluarga Chang adalah keluarga terhormat, aku penasaran kenapa jenius muda keluarga Chang memilih untuk menjadi Jenderal dibandingkan menjadi Menteri. " Ucapnya dengan pintar.
"Keluarga Chang dan Keluarga Istana adalah saudara yang tidak bisa dipisahkan, Jenderal Chang saat ini bisa di anggap sebagai keponakan jauh milik Ibu Suri. " Ucap Bei Zhao.
"Apakah Bei Wang tidak takut bahwa aku akan meracuni teh tersebut ?" Tanya nya pada Bei Zhao.
"Tidak, tidak berguna bagimu. " Ucap Bei Zhao dengan acuh tak acuh.
"Apakah kau berniat untuk menghampiri Jenderal Chang dan bekerja sama dengannya, dengan begitu kau akan mendapatkan dukungan Keluarga Chang dan Ibu Suri. Aku dengar bahwa Perdana Menteri Zhou memiliki dendam yang tidak dapat dikatakan dengan Jenderal Chang. Apa kau berniat untuk bekerja sama dengan Jenderal Chang untuk menjatuhkan Perdana Menteri Zhou ?" Tanya Bei Zhao dengan tenang.
Dia yang mendengar ini tertawa kecil tapi tidak langsung membantah.
"Aku tentu saja akan menghampiri Jenderal Chang nanti. " Ucapnya sambil tersenyum penuh makna.
__ADS_1
'Menghampiri untuk menginjak kepalanya, meminum darahnya, dan membakar kediamannya.' Lanjutnya dalam hati.
"Tapi, untuk menjatuhkan Perdana Menteri Zhou, apakah aku memerlukan bantuan orang lain ? Apalagi meminta bantuan Jenderal Chang dan Ibu Suri untuk hal kecil seperti itu ? " Tanya nya dengan nada mengejek.
"Bei Wang, apakah anda pikir aku akan benar benar menjilat dan memeluk kaki Ibu Suri ?" Tanya nya dengan senyum dingin.
"Jika tidak, siapa lagi yang bisa kau andalkan. Kau tidak mungkin bekerja sama dengan Yang Mulia. " Ucap Bei Zhao.
"Kata kata Bei Wang benar. Aku tidak mungkin bekerja sama dengan Yang Mulia, tapi tidak juga dengan Ibu Suri. " Ucapnya sambil tersenyum misterius.
"Bei Wang, apapun yang ku inginkan akan menjadi kenyataan dan tidak akan ada yang bisa menghalangiku. kamu harus tahu bahwa aku tidak serendah yang kamu pikirkan. " Ucapnya sambil tertawa kecil.
(Kembali dengan cara bicara seperti biasa yang menggunakan kamu, bukan anda. )
"Selanjutnya, mari bahas tentang kata kata anda. Semuanya ada di sini. " Ucapnya sambil menyerahkan sebuah gulungan kertas.
"Setelah membacanya, akan lebih baik untuk di bakar. " Bisiknya sambil tertawa lantang.
"Jika kamu sudah selesai maka kamu bisa keluar, aku akan segera beristirahat. " Usirnya memunggungi Bei Zhao.
"Jika kau melakukan sesuatu yang membuat Dinasti ini terancam maka aku tidak akan segan untuk membunuhmu. " Ucap Bei Zhao dengan ancaman nyata.
"Sudah aku katakan, apa yang ku inginkan maka tidak akan ada yang bisa menghalangi, termasuk kamu, Wangye. " Ucapnya dengan nada mengejek.
"Apa kau pikir aku tidak berani untuk membunuhmu sekarang juga ?" Tanya Bei Zhao, dia merasakan batang besi yang dingin, menempel di lehernya.
"Kenapa menganggap nya sangat serius, Wangye. Aku hanya melontarkan beberapa omong kosong yang nyata. Atau, aku memukul kamu di tempat yang sakit ?" Tanyanya.
__ADS_1
Dia tentu saja tahu bahwa dia memukul di tempat yang sakit milik Bei Zhao, kenyataan pada pria itu bahkan tidak bisa melacak pasukannya.
Itu adalah titik sakit milik Bei Wang.