
Mereka tidak menarik perhatian karena Lin Beishang duduk menutupi Bei Yi Fei yang sedang menangis, belum lagi mereka duduk di sudut, jadi ini tidak terlalu menarik perhatian para pengunjung lain.
Jika tidak, bukankah dia sudah akan dipukuli oleh massa karena membuat anak orang menangis dengan begitu keras ?
Lin Beishang sengaja mengambil tempat yang sepi dan jauh dari tempat duduk lain ini agar Bei Yi Fei merasa lebih santai dan lebih lega.
Ponsel Bei Yi Fei tanpa diduga duga mulai berbunyi dan ketika dilihat, itu menuliskan nama Luca. Bei Yi Fei hanya melihatnya tanpa berniat untuk mengangkatnya.
Sebelum akhirnya panggilan tersebut ditolak oleh Bei Yi Fei , wajah Bei Yi Fei penuh dengan bekas air mata dan membuat Lin Beishang merasa tidak tega dengan apa yang dialami oleh gadis itu.
Ponsel Bei Yi Fei kembali berdering dan nama Luca masih ada disana, Bei Yi Fei mendengus dengan kesal ketika melihat nama ini.
Ketika Bei Yi Fei ingin kembali menolak panggilan tersebut, Lin Beishang menghentikan Bei Yi Fei.
"Coba angkat dan redakan kemarahan mu. " Ucap Lin Beishang.
Bei Yi Fei dengan ragu ragu menekan tombol hijau sesuai dengan kata kata Lin Beishang lalu menghidupkan speaker.
"Kenapa kamu menelpon ku ?" Tanya Bei Yi Fei dengan ragu.
"Kenapa kamu menolak panggilan ku tadi ?" Tanya Qing Shu dengan bingung .
"Aku tadi sedang berada di pusat kebugaran, aku saat ini sedang bersantai dan baru bisa mengangkat telepon mu. " Jawab Bei Yi Fei.
"Oh, begitu. Aku merindukan mu, kapan kamu akan pulang ?" Tanya Qing Shu dengan nada merajuk.
"Aku.... aku akan segera pulang sebentar lagi, tetaplah diam di dalam rumah dan aku akan datang. " Ucap Bei Yi Fei dan mengucapkan beberapa kata penutup.
Wajah Bei Yi Fei menjadi lebih baik dan tidak semudah sebelumnya, Lin Beishang tersenyum tipis dan menepuk nepuk bahu Bei Yi Fei dengan pelan.
"Bagaimana ? Apakah perasaan mu menjadi lebih baik ?" Tanya Lin Beishang dengan bahagia.
"Ya, aku merasa jauh lebih baik. Hampir terasa seperti aku di lahirkan kembali. " Seru Bei Yi Fei.
"Jadi, bagaimana dengan keputusan mu ? Apakah kamu sudah bisa mengambil keputusan saat ini ? Aku akan memberi tahu mu satu hal, dendam tidak akan membawamu kepada kebahagiaan. Dendam adalah jalan penyiksaan tanpa ujung. " Ucap Lin Beishang dengan lembut dan mengatakan ini dengan hati hati.
Bagaimanapun, Lin Beishang sudah merasakan nya sendiri bagaimana rasanya berkubang dalam kebencian selama bertahun-tahun yang panjang dan melelahkan.
"Aku mengerti, biarkan aku berpikir sejenak. Aku akan menemukan jawaban terbaik. " Gumam Bei Yi Fei dan menyemangati dirinya sendiri.
Lin Beishang memberikan waktu pada Bei Yi Fei untuk memikirkan hal ini matang matang, karena ini semua tergantung pada keputusan Bei Yi Fei.
__ADS_1
Jika Bei Yi Fei memutuskan untuk membuang Qing Shu, maka dia akan membersihkan Qing Shu. Jika Bei Yi Fei memutuskan untuk terus bersama dengan Qing Shu dan melupakan segala dendam nya maka Lin Beishang akan melepaskan Qing Shu.
Setelah 15 menit berlalu, Bei Yi Fei menegakkan punggung nya dan menatap ke arah Lin Beishang dengan tatapan rumit.
"Aku.. aku... aku akan tetap bersama nya dan mencoba untuk melepaskan masa lalu. Setelah menelpon nya, aku menyadari bahwa aku tidak bisa melepaskan nya. " Gumam Bei Yi Fei dengan tatapan kosong.
"Baiklah jika itu keputusan mu, aku akan menghargai setiap keputusan yang kamu buat. Sudah saatnya kamu pulang dan melihat nya. " Ucap Lin Beishang dengan senyum tulus.
"Ya, aku akan kembali dan melihatnya. Biarlah semua kenangan masa lalu ini tersimpan dalam dalam. " Ucap Bei Yi Fei.
Lin Beishang tersenyum lagi ketika mendengar keputusan Bei Yi Fei, semoga saja apa yang diputuskan oleh Bei Yi Fei hari ini adalah langkah yang baik untuk gadis itu.
Jangan sampai seperti ibunya, Xia Ling di kehidupan lalu. Sangat membenci ayahnya tapi pada akhirnya, Lin Xi adalah orang yang paling dicintai olehnya.
Terlibat dalam hubungan benci dan cinta seperti itu akan sangat melelahkan, tidak hanya melelahkan tubuh melainkan pikiran juga.
Lin Beishang tidak ingin berada dalam situasi yang mengerikan itu dan berharap bahwa Bei Yi Fei juga tidak mengalaminya.
Lin Beishang dan Bei Yi Fei mungkin bermusuhan di kehidupan lalu, tapi pada saat ini mereka berada di tim yang sama.
"Aku akan mengantar mu pulang, ayo. " Ucap Lin Beishang lalu membayar tagihan minuman mereka.
Setelah itu menaiki mobil, lalu Lin Beishang mengantarkan Bei Yi Fei ke rumah milik Bei Yi Fei secara pribadi.
"Semoga, apa yang kamu ambil pada hari ini akan berdampak baik pada mu di masa depan. " Ucap Lin Beishang dan mendoakan Bei Yi Fei.
"Semoga saja, aku berharap bahwa keputusan yang aku ambil sudah benar dan tidak salah. Jika memang salah, maka aku hanya bisa menyalahkan diriku sendiri yang ceroboh. " Ucap Bei Yi Fei dengan tatapan rumit.
"Turunlah , pangeran mu telah menunggu. " Ucap Lin Beishang.
Bei Yi Fei mengangguk dan turun dari mobil lalu melambaikan tangan padanya sebelum akhirnya berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Lin Beishang menunggu sampai Bei Yi Fei benar benar masuk ke dalam pekarangan nya untuk memastikan keamanan Bei Yi Fei sebelum akhirnya menjalankan mobilnya dengan helaan nafas.
Ketika di lampu merah, Lin Beishang melihat pangkal hidungnya dengan lelah. Semuanya terasa sangat melelahkan lagi, baik masalah Qing Shu atau masalah Fang Ling.
Lin Beishang langsung berjalan menuju rumahnya dan sesampainya di sana, semua orang telah berkumpul.
"Bagaimana dengan Bei Yi Fei ?" Tanya Lan Xiang penasaran.
Lin Beishang tersenyum simpul dan mengangguk ringan.
__ADS_1
"Apakah dia tetap bersama ?" Tanya Lan Xiang dengan antusias.
"Itu benar, dia tetap memilih bersama dengan Qing Shu. Dia mengatakan bahwa dia tidak bisa melepaskan Qing Shu, mari doakan saja bahwa apa yang dia pilih hari ini tidak akan menjadi bumerang baginya di masa depan. Aku mengharapkan yang terbaik untuknya. " Ucap Lin Beishang.
Lalu melihat bahwa ada satu mobil tambahan di depan dan tidak mengerti dengan mobil siapa ini. Baru saja akan bertanya dan seseorang telah melintas di depannya.
"Aku datang untuk menumpang makan di tempatmu, apakah jie jie keberatan ?" Tanya pria itu.
Lin Beishang untuk sejenak terdiam dan menatap pria itu dengan tatapan rumit lalu menatap ke arah Lan Xiang.
"Jika kamu ingin datang maka kamu harus datang. " Jawab Lin Beishang pada pria itu.
Siapa lagi jika bukan Yang Xin ? Di dunia ini, selain Yang Xin, siapa yang akan memanggil Beishanh sebagai jie jie ?
"Angin apa yang membawa mu kemari, hm ?" Tanya Lin Beishang dengan penasaran.
"Entahlah, ayah dan ibuku sibuk. Jadi aku datang kemari untuk mencari makanan gratis, lumayan untuk menghemat uang jajan ku. " Ucap Yang Xin sambil tertawa lebar.
Entah kenapa, Lin Beishang merasa bahwa tawa lebar milik Yang Xin terlalu banyak membawa luka dan membawa kesedihan.
Sepertinya itu tidak sesederhana seperti kedua orang tuanya sibuk , tapi karena Yang Xin tidak ingin menceritakan nya maka Lin Beishang tidak akan memaksa Yang Xin untuk mengatakannya.
Yang Xin sepertinya mengalami tekanan lain sehingga memutuskan untuk datang kerumah nya, Lin Beishang tidak keberatan sama sekali dan yang lain juga tidak merasa keberatan.
Apalagi, Ye Xushi dan Yang Xin adalah sahabat di kehidupan lalu jadi mereka berbicara dengan seru.
"Apakah kamu merasa bahwa ada yang di sembunyikan dari Yang Xin ?"Tanya Lan Xiang.
"Ya, tapi karena dia berusaha untuk menyembunyikan nya maka sebaiknya jangan bertanya padanya sampai dia mengungkap kan nya sendiri. " Ucap Lin Beishang dengan bijak.
Lin Beishang, sejujurnya merasa kasihan dengan Yang Xin tapi tidak bisa membantu apa apa. Lin Beishang hanya bisa melihat Yang Xin tanpa bisa memberikan bantuan apapun.
"Mari makan, hotpot nya telah matang !" Teriak Lin Yue dengan semangat.
"Ayo makan ! Ayo makan !" Teriak Lin Beishang meramaikan.
Semua orang tertawa dengan gembira dan duduk di tempat mereka masing masing kecuali Yang Xin yang duduk di sebelah Lin Beishang.
Jadi, Lin Beishang duduk di tengah tengah antara Yang Xin dan Bei Zhao. Lin Beishang merasa bahwa hal ini tidak masalah, bagaimana pun mereka semua adalah keluarga.
Lin Beishang melihat kebahagiaan ini dan berharap bahwa ini adalah abadi dan akan terus ada dalam keadaan apapun.
__ADS_1
Berharap bahwa masa masa indah ini tidak dengan cepat berlalu dan menghilang menjadi uap, tidak menyisakan apapun lagi.
Sangat menyenangkan untuk terus seperti ini.