Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
103. Rasa Sakit dan Pahit


__ADS_3

"Bagaimana menurutmu Nona Lin ?" Tanya Bei Wang setelah mengusir Wen Yao.


Sekarang, di ruangan ini hanya ada dua orang dan mungkin lebih. Seringaian terbentuk di wajahnya yang cantik.


Dia mendekat sampai sampai bibirnya menyentuh telinga Bei Zhao dan membisikkan sesuatu yang membuat pria itu terkejut.


"Kadang, orang terdekat adalah orang yang paling berbahaya. " Ucapnya dengan seringaian.


Dia duduk seperti semula dan tampak duduk manis seperti biasa.


Hanya dia dan Bei Zhao yang tahu apa yang dibisikkan olehnya. Tidak akan ada pasang telinga ketiga yang ikut mendengarkan.


"Lin Qiaofeng, bagaimana menurutmu untuk menyelesaikan ini ?" Tanya Bei Zhao.


"Bagaimana lagi menurut Bei Wang ? Untuk menjadi begitu berani, lebih baik untuk memotong satu persatu kekuatan nya. Biarkan dia tersiksa dengan perlahan. " Ucapnya dengan senyum dingin.


"Lin xiaojie, bagaimana kalau anda menginap disini untuk malam ini dan berangkat bersama keesokan hari ?" Tanya Bei Zhao.


(Xiaojie : Nona muda )


"Tidak masalah, aku tentu saja tidak akan menolak." Ucapnya dengan senyum cerah.


"Bei Wang, apakah kau keberatan apabila aku membawa jie jieku ?" Tanyanya.


"Lin Xiaojie, aku ingin bertanya kenapa kau menggunakan marga Lin dan memanggil Putri Mahkota Lin sebagai kakak ?" Tanya Bei Zhao.


"Apakah menurut Bei Wang aku tidak layak untuk menjadi adik Putri Mahkota Lin yang bermartabat ? Aku mengerti, aku tidak layak. Status kami tidak sama meskipun memiliki ayah yang sama. " Ucapnya dengan senyum dingin.


Bei Zhao tampak terkejut setelah mendengar kata katanya.


"Aku tidak bermaksud seperti itu, hanya saja apa yang dimaksud ayah yang sama ? Bukankah kamu Putri Zhou Yi Nian ?" Tanya Bei Zhao dengan ekspresi yang rumit.

__ADS_1


"Itu benar, Putri Zhou Yi Nian dan Lin Xi. Apakah menurutmu itu membanggakan ? Menurutku itu memalukan. Baik Zhou Yi Nian dan Lin Xi membuatku muak, semuanya terlalu memalukan. "Ucapnya dengan tawa kecil.


"Ibuku ditiduri secara paksa oleh Kaisar Dinasti Tang, Lin Xi sementara dia sendiri adalah istri Perdana Menteri Zhou pada saat itu. Aku merasa jijik pada sikap Lin Xi, juga jijik pada Zhou Yi Nian yang bahkan tidak memiliki kemampuan untuk menjaga ibuku. "


"Ibuku direndahkan, difitnah dan dibawa ke penjara secara tidak adil oleh istri sahnya. Membuat diriku yang cacat ini dan hidup penuh dengan ketidak adilan. Aku benci pada pria tua itu, aku sangat benci. Tidakkah menurutmu itu normal ?" Tanya nya dengan senyum agak sedih.


Bei Zhao terdiam dan tidak dapat mengatakan apapun dalam diam, dan hanya bisa menatapnya dengan sedikit rasa iba.


Dia benci ketika orang orang menatapnya dengan tatapan itu, dia hanya bisa merasakan bahwa dirinya kembali ke masa lalu, dimana dia adalah mahkluk yang lemah dan membutuhkan perlindungan setiap orang.


Setiap orang memandangnya dengan iba tapi juga merendahkan nya, dia benci itu, dia sangat benci. Tapi, pada akhirnya dia masih mendapatkan tatapan itu.


"Bei Wang, ini sudah larut. Aku akan pergi untuk mencari Jie Jie ku. Tidak perlu anggap serius kata kataku sebelumnya, itu hanya gurauan biasa. " Ucapnya dengan senyum kecil.


Dia berjalan pergi keluar dari kediaman Bei Wang sementara agak jauh dari pintu ada Wen Yao, dia hanya melirik sebentar dan melemparkan senyum tipis yang mengerikan.


Tubuh Wen Yao berubah menjadi sedikit gemetaran sementara dia berjalan pergi dengan santai.


"Yue !" Panggilnya pada gadis yang sedang bermain dengan anak anak di kota Wuming.


"Qiaofeng ! Kau sudah selesai ?" Tanya Lin Yue dengan senyum cerah.


"Sudah." Ucapnya dengan senyum yang sedikit pahit.


Dia tiba tiba merasa bahwa bibirnya menjadi kaku dan hampir tidak bisa mengatakan apa pun, ini semua terlalu menyakitkan.


Dia melihat keceriaan dan kesenangan ketika melihat orang orang itu bermain satu sama lain, dia mengingat kembali masa kecilnya yang kurang bahagia.


Dia tidak pernah memiliki teman, tidak pernah bermain dengan orang lain, tidak pernah melihat orang bermain satu sama lain , ah atau tepatnya tidak pernah diajak.


Perlahan lahan, dia tumbuh menjadi orang yang sebenarnya haus akan kasih sayang. Dia merasa sangat iri ketika melihat keceriaan semacam itu dan hatinya berubah menjadi pahit.

__ADS_1


Sebenarnya, dia pernah menganggap seseorang adalah temannya sekaligus penyelamatnya dengan tulus, tapi sekarang dia menyadari bahwa itu adalah hal yang sangat naif.


Sangat naif sekali, seseorang dianggap berteman apabila kedua belah pihak saling mengingat dan memiliki hubungan baik.


Tapi, ini hanya dia sendiri yang mengingat dan tidak memiliki hubungan baik sedikitpun. Hal yang menurutnya membahagiakan dan layak untuk dipajang dan diingat seumur hidup.


Bagi pihak lain adalah hal yang tidak bernilai dan tidak berharga, ini bukan hanya pemikirannya saja. Buktinya, Bei Zhao bahkan tidak ingat pernah menyelamatkan nya ketika dia masih kecil.


Tapi, dia orang yang di selamatkan oleh Bei Zhao selalu mengingat kebaikan yang diberikan oleh pemuda itu padanya.


"Qiaofeng, ayo ikut ! Kami akan segera menari dan bernyanyi bersama mengelilingi api unggun !" Ucap Lin Yue dengan bersemangat.


Salju mulai turun dan langit telah berubah menjadi gelap, dia terdiam dan tidak langsung menanggapi.


"Aku akan pergi ke kediaman Bei Wang, jika kau sudah maka carilah aku disana. " Ucapnya dengan kaku, dia berbalik dan berjalan kembali


Tiba tiba dia merasa tangannya di cekal oleh seseorang dari belakang dan dia terhenyak, dia terkejut dan menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang menarik tangannya dengan begitu berani.


Begitu dia melihat, itu adalah Lin Yue yang masih dengan senyum secerah matahari terbit di tengah hujan salju yang turun.


"Ayo ikut aku, aku tahu kau belum pernah bermain. Aku juga belum pernah dan itu menyenangkan, aku dulu selalu di dalam istana dan ayah memintaku untuk terus bermain dengan buku buku pelajaran yang tebal. Ayo ikut aku bermain bersama !" Ajak Lin Yue.


Mendengar ini tidak membuatnya merasa lebih baik justru berubah menjadi lebih sakit di bandingkan sebelumnya.


Tapi, dia tidak menolak ketika tangannya di tarik menuju gerombolan itu, dia dengan kaku menggandeng tangan gadis kecil yang bereajah bulat dan mata yang bundar.


Kulitnya berwarna kuning langsat dan memiliki keceriaan yang begitu penuh dan bisa memengaruhi orang orang di sekitarnya.


"Jie jie, ayo bermain bersama !"Ajak anak itu.


Melihat anak itu, dia terdiam sebelum akhirnya memaksa kan diri untuk tersenyum. Dia tidak bisa tidak melihat bayangan seseorang ketika melihat anak berwajah bundar ini.

__ADS_1


Ini mirip dengan seseorang ketika masih muda dan masih polos, Lan Xiang. Orang yang telah dirawat nya dengan penuh kasih sayang, tapi pada akhirnya menggigit tangan orang yang telah memberikan nya makanan.


__ADS_2