
Mereka berempat, tidak ada yang berani untuk memikirkan kemungkinan untuk membuat semua Senjata Iblis itu.
"Apapun yang terjadi, membuat Senjata Iblis lebih banyak tidaklah buruk. " Ucap Lin Beishang dan mengeluarkan kedua senjatanya, yaitu Yue Shan dan Yanji yang telah berubah tapi masih menunjukkan aura yang sama seperti sebelumnya.
"Kedua senjatamu ? Adalah Senjata Iblis ?" Tanya Lin Yue dengan terkejut ketika melihat dia senjatanya.
"Itu benar, yang satu ini adalah Yanji sementara yang lain adalah Yue Shan. " Ucap Lin Beishang menjelaskan dan memperkenalkan kedua senjatanya.
"Dari tiga senjataku, hanya Pedang Embun Bulan yang belum menjadi Senjata Iblis dan aku berniat untuk melakukan hal yang sama. Untuk menjaga jaga apabila Jiwa Phoenix membutuhkan nya untuk memulihkan kekuatannya. " Ucap Lin Beishang.
Ketiga orang lain mengangguk dengan berat lalu mulai berdiskusi dengan ketat, tidak menyisakan sedikitpun celah.
Karena, yang mereka bahas kali ini sangat penting dan bukan hanya masalah kecil yang sepele tapi menyangkut semua orang.
Mereka , memiliki rencana untuk membangunkan Jiwa Phoenix terlebih dahulu, berniat untuk memanggil Jiwa Phoenix lebih dahulu dan berniat untuk mengembalikan kekuatan Jiwa Phoenix dulu.
Setelah berdebat selama 2 jam, memperkirakan dan mempertimbangkan setiap kemungkinan yang ada dan setiap resiko yang ada, akhirnya mereka menemukan bahwa sebenarnya mereka tidak memiliki jalan lain selain memanggil Jiwa Phoenix.
"Baiklah, Ye Xushi dan Bei Zhao akan menunggu di depan dan menjaga pintu, bagaimana ?" Tanya Lin Beishang dengan lembut.
"Ya, kami berdua akan menjaga pintu untuk kalian berdua dan memastikan bahwa kalian berdua aman. " Ucap Ye Xushi dengan khawatir, terutama pada istrinya.
Tidak tahu ada bahaya apa yang akan menunggu di ruang bawah tanah, walaupun Lin Xi mengatakan seharusnya tidak ada bahaya.
Tapi, sebenarnya Lin Xi sendiri pastilah belum pernah masuk ke dalam ruang bawah tanah menuju Jiwa Phoenix tertidur.
"Tenang saja, kami berdua bukanlah seseorang yang sembrono. Kami akan keluar jika memang berbahaya dan tidak memungkinkan untuk masuk. " Ucap Lin Beishang sambil tertawa ringan melihat kecemasan yang dimiliki oleh Ye Xushi untuk Lin Ye.
"Jaga dirimu baik baik. " Ucap Bei Zhao sambil memeluk nya.
"Tenang saja, aku belum menikah dengan mu , bagaimana aku bisa pergi dengan cepat ?"Canda Lin Beishang.
__ADS_1
Setelah mengucapkan kata kata perpisahan, Lin Beishang dan Lin Yue turun ke ruang bawah tanah yang menyimpan Jiwa Phoenix.
Sebelum sepenuhnya turun, mereka berdua saling berpandangan satu sama lain dan saling menguatkan.
"Tidak peduli apapun yang terjadi nanti, kita harus saling menjaga satu sama lain. Jika memang tidak memungkinkan maka jangan di paksakan. " Ucap Lin Beishang.
"Beishang, jika nanti ada sesuatu yang membuat kita tidak bisa melarikan diri maka pergilah terlebih dahulu dan aku akan menghalangi nya untukmu. " Ucap Lin Yue.
"Tidak mungkin, aku tidak akan berlari dan meninggalkan mu sendirian. " Ucap Lin Beishang dengan segera menolak gagasan tersebut.
"Baik aku mengerti, mari kita lihat nanti." Ucap Lin Yue, tidak setuju tapi juga tidak menolak.
Keduanya melangkah dalam diam dan berjalan ke dalam, mereka sampai di sebuah lorong yang gelap tapi penuh dengan sarang laba laba.
Untunglah Lin Beishang telah mengira ini terlebih dahulu lalu menghidupkan Lampu minyak yang dibawa olehnya.
Lin Beishang memimpin di depan sampai akhirnya melihat bahwa ada tiga arah yang bisa mereka ambil.
Lin Beishang menoleh ke samping, lalu melihat bahwa disana ada sebuah tulisan.
"Hanya bisa dipilih sekali, jadi jalan yang aman hanya ada 1 dari 3 jalan ini. Siapa yang akan memilih ? Aku atau kamu ?" Tanya Lin Beishang.
"Kamu saja, kebijaksaan menundukkan dunia. Itu adalah kalimat yang sangat jelas bahwa hanya orang yang bijaksana yang bisa memilih jalan ini. Jelas jelas kamu jauh lebih baik dariku dalam segala hal. " Ucap Lin Yue.
Lin Beishang perlahan lahan menggelengkan kepalanya dan menghapus debu yang menutupi tulisan.
"Kebijaksanaan menundukkan dunia , sayangnya kebijaksaan membawa petaka, tidak ada kebaikan didalamnya. " Ucap Lin Beishang.
"Disini dikatakan dengan jelas bahwa yang bijaksana tidak akan bisa memilih jalan, aku akan membiarkan mu memilih jalan. "Ucap Lin Beishang lagi.
"Ini...... baiklah, aku akan memilih nya. " Ucap Lin Yue dan berjalan ke depan lalu memejamkan mata lalu berjalan menuju jalan yang kanan.
__ADS_1
Lin Beishang mengeluarkan Yanji dan bersiap siap untuk menyerang apabila memang ada sesuatu yang mematikan.
Mereka jalan sampai ke ujung tapi tidak menemukan sedikitpun bahaya, jadi sepertinya memang ini adalah jalan yang benar.
Di ujung lorong adalah pintu besi dengan berbagai macam tanda tanda yang misterius, kali ini adalah keahlian Lin Beishang.
"Kepintaran adalah hal yang luar biasa, tapi terkadang terlalu menyesatkan. Kepintaran tidak selamanya menjadi jalan keluar bagi masalah melainkan membutuhkan kecerdikan. " Gumam Lin Yue.
"Ini adalah 12 zodiak, dengan 12 Elemen. Kita harus mencocokkan nya dengan baik. "Gumam Lin Beishang.
Lalu, Lin Beishang mulai mencocokkan satu sama lain sebelum akhirnya memasangkan Naga dengan air.
"Tunggu sebentar ! Kenapa Naga dipasangkan dengan air ? Bukan Api ?" Tanya Lin Yue tidak mengerti.
"Selama ini, Naga selalu dikaitkan dengan api dan melupakan bahwa sebenarnya Naga adalah Air. Yang membuatku yakin adalah warna Naga yang berwarna biru muda. Sudah dipastikan ini adalah Naga Air. " Ucap Lin Beishang dengan yakin.
Setelah memasangkan itu, awalnya tidak ada reaksi apapun dan tidak lama dari itu terdengar suara derak pintu yang dibuka dengan perlahan dan pintu batu itu bergeser , Lin Beishang dan Lin Yue berjalan masuk.
Di dalamnya ada sebuah kolam rahasia yang luar biasa, tampak sangat menakjubkan. Sangat luar biasa, kolam berwarna putih keperakan, tampak seperti cahaya bulan yang indah.
Ditengah tengah kolam yang bercahaya dengan indah itu, ada seorang pria tanpa pakaian untuk tubuh bagian atas.
Tampak terendam dengan rantai yang mengikat kedua tangan dan kakinya, rantai itu berwarna hitam layaknya malam dan mengeluarkan asap kegelapan.
Pria itu dengan ketampanan yang luar biasa dan mata Phoenix yang indah perlahan lahan membuka matanya dan menatap mereka berdua.
Mata pria itu berwarna sama dengan kolam, yaitu putih keperakan dan rambut pria itu berwarna senada.
"Ada yang datang setelah 999 tahun ?" Tanya pria itu dengan suara yang lembut.
"Apakah Tuan ini adalah Jiwa Phoenix yang legendaris ?" Tanya Lin Yue.
__ADS_1
"Itu tentu saja, tidak mungkin bukan. " Ucap Lin Beishang menyela terlebih dahulu.
"Ya, aku adalah Jiwa Phoenix yang dimaksud oleh leluhur kalian. " Ucap Jiwa Phoenix itu dengan suara yang sangat lembut seolah olah tidak mengandung kebencian atau dosa.