Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
115. Serangan Pembunuh


__ADS_3

Kereta kuda yang mewah itu dengan cepat melaju dan membelah jalanan kota yang padat oleh orang orang, Lin Qiaofeng menatap keluar dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Lalu menatap Chu Huli yang tampan, wajah Chu Huli yang sedang serius melihat keluar bahkan membuat pria itu tampak lebih mempesona.


Tapi, entah kenapa dia tidak merasa tertarik seolah olah hatinya telah dikunci dan tidak bisa tertarik pada pria manapun.


"Nona Lin, apakah kamu merasa bahwa aku tampan dan kamu menatapku secara terus menerus ?" Tanya Chu Huli dengan senyum menggoda yang manis.


Lin Qiaofeng yang mendengar ini tertawa dan bertepuk tangan.


"Ketampanan Tuan Chu memang sesuai dengan reputasi, karena aku bisa menikmati nya secara gratis, bagaimana aku berani menolak ?" Tanya nya dengan senyum jahil.


Lin Qiaofeng bertindak layaknya gadis yang haus akan cinta remaja, meskipun kenyataan nya tidak begitu.


Chu Huli yang mendengar kata katanya langsung tertawa cerah yang menunjukkan sederet gigi putih dan rapih yang menyilaukan mata.


Chu Huli tampak sangat hangat dan dekat ketika sedang tertawa seperti itu, siapa yang menyangka bahwa pria ini adalah seorang ketua kekuatan yang luar biasa ?


"Tuan Chu, apakah anggota mu yang keracunan ini lebih mudah darimu atau lebih tua darimu ? Apakah dia setampan dirimu ?" Tanya nya dengan penasaran , dia menopang dagunya sendiri.


"Dia tentu saja tidak kalah tampan dariku, dia lebih tua dariku. " Ucap Chu Huli sambil tertawa.


"Tapi, kau tidak akan mampu untuk menemukan seseorang yang tampan sepertiku. " Lanjut Chu Huli dengan percaya diri.


Lin Qiaofeng tertawa ketika mendengar ini, kepercayaan diri yang dimiliki Chu Huli telah menghiburnya.


"Sepertinya Chu dari Paviliun Qiao Yao adalah tempat para keindahan Surgawi berkumpul, he he, aku sepertinya akan mencuci mataku setelah datang kesana. " Ucapnya dengan nakal.


"Tentu saja, kau tidak akan kecewa. Wajah yang sulit kau temui di tempat umum tapi itu layaknya ikan di dalam air, tampak biasa dan umum !" Ucap Chu Huli dengan sombong membanggakan Paviliun Qiao Yao nya.


"Aku harap apa yang dikatakan oleh Tuan Chu tidak salah, aku takut dijatuhkan lagi setelah berekspektasi terlalu tinggi. " Tanggapnya pada Chu Huli.


"Kau tidak akan kecewa, tapi jangan mengharapkan semuanya seindah diriku ini. Di dunia ini , kamu hanya bisa menemukan satu orang sepertiku, yaitu aku. " Ucap Chu Huli dengan penuh kebanggaan.


Lin Qiaofeng bertepuk tangan dengan antusias dan setuju dengan ucapan yang dikatakan oleh Chu Huli.

__ADS_1


Meskipun terkesan terlalu percaya diri, tapi apa yang dikatakan oleh Chu Huli tentu saja tidak salah sama sekali. Dia pikir, keindahan semacam Chu Huli adalah keajaiban seribu tahun.


Itu sangat luar biasa ! Tentu saja Chu Huli menjadi sangat bangga. Kereta kuda berjalan dengan sangat cepat dan tanpa sadar sudah sampai di luar kora, menuju Paviliun Qiao Yao mungkin butuh perjalanan selama satu malam.


Kemungkinan besar mereka akan beristirahat sebentar lagi dan sampai di Paviliun Qiao Yao pada pagi hari.


"Tuan Chu , apa yang membuat mu begitu khawatir ? Apakah kamu mengkhawatirkan tentang pria berkuda di belakang ?" Tanya nya dengan lembut.


Dia bisa merasakan kecemasan yang dirasakan oleh Chu Huli karena pria misterius yang telah mengikuti mereka sejak tadi.


"Sepertinya Tuan Chu tidak menyadari hal ini sejak awal, sebenarnya bukan hanya ada satu orang yang mengikuti kita melainkan 12 . " Ucapnya dengan senyum seringaian.


Tidak lama, panah panah di tembakkan, dan dia meloncat ke luar dari kereta kuda. Kereta kuda itu berubah menjadi landak yang dipenuhi panah dan terbelah menjadi tiga bagian.


"Aku ingin melihat siapa yang ada di sini. " Ucapnya sambil tertawa sinis.


"Serahkan harta yang kalian bawa maka kami akan melepaskan kalian. " Ucap suara misterius itu.


Lin Qiaofeng yang mendengar ini tertawa, harta ? Ini benar benar sangat lucu.


Mereka bertiga, satu adalah kusir yang mereka sewa sementara yang tersisa adalah Lin Qiaofeng dan Chu Huli.


"Serahkan apa yang kalian miliki apabila kalian ingin hidup !" Ucap salah satu.


"Gadis ini cantik juga, seperti peri ! Pasti akan sangat menyenangkan untuk bermain main. "Ucap yang lain.


Tidak lama, dua belas orang muncul dengan wajah bengis, dia tidak mengenal mereka semua sementara tiba tiba dia merasakan bahwa dari belakang ada serangan.


Dia melompat ke depan untuk menghindar dan Chu Huli merenggut nyawa orang yang di belakangnya, itu adalah kusir yang mereka sewa.


"Saudara ketiga belas !" Teriak kedua belas orang itu.


"Aku tahu mereka, tiga belas dari Chang'an, saudara pandai besi !" Ucap Chu Huli.


Lin Qiaofeng mengerucutkan bibirnya ketika dia menyadari bahwa dia belum pernah mendengarkan nama ini.

__ADS_1


"Siapa ini ? Aku belum pernah mendengarkan nya, tampaknya tidak terkenal. "Ucapnya.


"Kau berani sekali gadis kecil, sebutkan namamu !" Ucap salah satu dari mereka.


"Kenapa aku harus menyebutkan nama ku pada kalian ? Tampang kalian tidak tampak seperti orang baik, aku tentu saja ragu untuk memberi tahu kalian. " Ucapnya dengan lembut.


"Tapi, aku mendengar bahwa kalian semua ingin bermain main denganku bukan ? Biarkan aku menemani kalian bermain sampai kalian puas. " Ucapnya dengan penuh makna.


Senyum mempesona tampak di wajahnya sampai sampai membuat matanya hanya sisa segaris , tanpa menunggu lebih lanjut dia menarik Yue Shan.


Yue Shan dengan ganas membanting orang orang di depannya layaknya ombak besar yang menghapus segala sesuatu yang ada di depannya.


Jeritan berdarah orang orang bisa terdengar dimana mana dan dalam sekejap semua orang jatuh ke tanah.


"Bagaimana ? Kalian sangat lemah, aku bahkan belum mengeluarkan jurus terbaikku ? Ayo berdiri dan temani aku bermain !" Ucapnya dengan senyum khas anak kecil.


Jika sebelumnya Ketiga belas saudara Pandai Besi akan menganggap suara Lin Qiaofeng ini sebagai kecantikan kecil yang rapuh.


Maka sekarang mereka mengetahui bahwa itu bukan suara kecantikan kecil yang rapuh melainkan suara dewi kematian yang bisa mencabut nyawa mereka kapan saja.


"Maafkan aku, maafkan aku !" Ucap kedua belas saudara pandai besi yang tersisa, mereka merangkak dan berusaha untuk pergi.


Tapi, Lin Qiaofeng belum mau melepaskan mereka dan mengikat mereka menjadi satu sebelum akhirnya di lemparkan menjauh.


"Nona Lin, waktu kita tidak banyak ayo. " Ucap Chu Huli dengan tenang.


Baik Lin Qiaofeng maupun Chu Huli tidak kesulitan sama sekali untuk melawan bandit kota semacam ini.


"Tuan Chu, sebaiknya memilih dengan lebih teliti di masa depan. " Ucapnya dengan tawa kecil.


Lin Qiaofeng melepaskan dua kuda yang menarik kereta kuda yang telah hancur lalu menaiki nya.


"Ayo naik ! Dengan begini kita akan tiba lebih cepat !" Teriak nya pada Chu Huli.


...----------------...

__ADS_1


Note : Maaf up agak malam, niatnya mau up 2 chapter tapi hari ini ada kesibukan, mungkin besok.


__ADS_2