Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
98. Shanxi II


__ADS_3

17 Tahun lalu


Zhou Beishang ketika masih muda, atau lebih tepatnya ketika masih anak anak, sangat menginginkan Kincir angin bambu yang dimiliki oleh setiap anak anak kediaman Perdana Menteri Zhou.


"Aku ingin itu, aku mohon. " Ucap Zhou Beishang kecil dengan berlinangan air mata.


Zhou Ling Ling hanya tertawa sinis ketika melihat ekspresi menyedihkan yang dimiliki oleh Zhou Beishang kecil.


Zhou Ling Ling berjongkok dan mengangkat dagu Zhou Beishang kecil lalu menampar nya dengan tangan yang lain.


"Apa kau pikir kau layak ? Aku dengar dari ibu bahwa kau adalah putri tidak sah ayah. Ibumu adalah seorang wanita penghibur yang merayu ayah !" Ucap Zhou Ling Ling sambil meludah ke arah Zhou Beishang kecil.


Zhou Beishang kecil sendiri tidak memahami apa arti di balik kata kata Zhou Ling Ling, dan hanya bisa diam, tidak melawan.


Berharap dengan sikapnya yang penurut itu maka Zhou Ling Ling akan memberikan Kincir angin bambu yang setengah rusak itu.


Tapi, bukannya mendapat Kincir angin bambu itu, Zhou Ling Ling justru berubah menjadi lebih merendahkan Zhou Beishang kecil lagi.


"Berlutut lah dan berjalan padaku untuk mendapatkan itu. " Ucap Zhou Ling Ling dengan senyum senang.


Padahal, pada saat itu umur Zhou Ling Ling tidak berbeda jauh dengan Zhou Beishang. Tapi, kejahatan Xie Bei Chuan telah sepenuhnya menurun pada Zhou Ling Ling.


Zhou Beishang kecil merangkak mendekati Zhou Ling Ling dan semua pelayan tertawa dan melemparkan cemoohan.


Ketika Zhou Beishang kecil telah merangkak dan hampir menggapai Zhou Ling Ling, Zhou Ling Ling kembali berjalan mundur dan terus begitu sampai 1 jam.


Karena kurangnya pengetahuan, Zhou Beishang kecil tidak tahu bahwa pada saat itu dia sedang dihina sehingga berpikir bahwa dia harus melakukan ini untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan.


Sampai akhirnya, setelah 1 jam seluruh lutut kecil dan telapak tangan Zhou Beishang dilumuri darah, luka dan pasir.


Gadis kecil itu akhirnya menyerah dan Zhou Ling Ling masih tidak memberikan mainan Kincir angin bambu yang setengah rusak itu.


"Ayo maju ! Apa kau sudah tidak mampu lagi ?! Hanya seperti ini saja kemampuanmu ? Kau lemah !"Ejek Zhou Ling Ling.


Zhou Ling Ling membanting mainan Kincir angin bambu itu ketanah dan menginjak nya, mainan yang sebelumnya sudah setengah rusak itu berubah menjadi rusak sepenuhnya.


Dia berhenti dan menangis kencang, tapi tidak ada yang membantunya atau tergerak untuk menghiburnya.


Apalagi memberi keadilan padanya, semua orang sangat menikmati kala melihat dia menangis sedih di tanah dan tidak berdaya.


Dia perlahan lahan mengerti, bahwa memohon tidak ada gunanya. Dia hanya bisa merebut apa yang di inginkan nya.


Dia tidak bisa memohon dan meminta baik baik, maka dia akan merebut apa yang di inginkan nya agar bisa menjadi miliknya.


Dia tersadar dari lamunan nya saat mendengar teriakan orang orang.

__ADS_1


"Tanghulu ! Tanghulu ! 3 tusuk hanya 10 wen !" Teriak orang di depan sambil membawa sebatang bambu yang dilubangi.


Setiap lubang itu di isi oleh satu tusuk permen buah yang dilapisi oleh gula karamel yang manis, semua anak anak suka ini.


Tapi, baginya ini adalah kali pertamanya membeli Tanghulu dan pertama kalinya dia memakan ini. Dia tidak tahu harus menangis atau tertawa ketika menyadari fakta ini.


"Aku membeli 6 tusuk. " Ucapnya pada penjual itu.


Penjual itu menatapnya dengan aneh, bagaimana pun ini adalah makanan anak anak. Orang dewasa sepertinya cenderung tidak suka dengan makanan manis yang merusak gigi semacam ini.


Tapi, dia yang belum pernah makan makanan ini tentu saja tidak peduli dengan hal sederhana semacam ini.


Dia tidak bisa mendapatkan nya di saat dia masih muda dan dia bisa mendapatkannya saat ini. Tidak ada masalah dengan hal itu.


Dia membayar dan memakan Tanghulu itu dengan penuh semangat, dia sangat bersemangat sampai sampai tidak menyadari bahwa ada seorang pria yang jauh lebih tinggi di depannya.


Dia menabrak pria itu dengan keterkejutan, Tanghulu yang baru dia makan setengah dan 5 tusuk Tanghulu lainnya jatuh kesana, bahkan Kincir angin bambu itu terbelah menjadi dua.


Dia menatap dengan tatapan nanar kepada barang yang di belinya setelah hancur menjadi puluhan keping, baru saja dia akan mendongak untuk melihat siapa yang di tabrak nya.


Suara dingin telah terdengar di telinganya dan suara ini tidak asing, seluruh bulu kuduk nya berdiri dan tubuhnya berubah menjadi sedikit gemetar.


Ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat sebuah wajah yang sangat dikenalnya. Tidak salah lagi, itu adalah Bei Zhao.


"Apakah anda baik baik saja ?" Tanya Bei Zhao.


"Baik, aku baik baik saja. " Ucapnya dengan datar.


Dia berbalik dan bersiap untuk pergi, dia bahkan tidak menoleh dua kali untuk melihat Tanghulu nya.


"Tunggu sebentar, apakah anda Nona Lin Qiaofeng ?"Tanya Bei Zhao.


Dia terdiam dan tidak tahu bagaimana dia harus merespon, dia berbalik dan menatap Bei Zhao tanpa mengatakan apa pun.


"Jika anda tidak sibuk maka maukah kau ikut denganku ? Aku akan mentraktir anda anggur. " Ucap Bei Zhao dengan formal.


(disini menggunakan 'anda' karena mereka tidak saling mengenal satu sama lain sehingga menggunakan kata kata yang sopan. )


"Baik, tidak masalah. " Jawabnya.


Dia berpikir bahwa Bei Zhao pasti akan menanyai nya tentang Putri Huayang, dia telah melukai Putri Huayang terlalu jauh, mustahil bagi Bei Zhao untuk tidak ikut campur.


Dia menjadi lebih lega, Bei Zhao mengajaknya ke sebuah kedai yang ada di sana dan memesan anggur untuk mereka berdua.


Bei Zhao menuangkan anggur itu untuknya, dia menerimanya dan meminumnya.

__ADS_1


"Jadi apa yang diinginkan Bei Wang dariku ?" Tanya nya dengan senyum tipis.


"Apa kau mengenal Zhou Beishang ?" Tanya Bei Zhao.


Dia terdiam, dan tidak bisa berkata untuk sejenak. Bei Zhao benar benar tidak datang kemari karena Bei Yi Fei ? Melainkan Zhou Beishang ?


"Tidak kenal. " Jawabnya dengan asal asalan.


"Aku harap Nona Lin bisa menjawab dengan jujur, aku sangat membutuhkan bantuanmu. " Ucap Bei Zhao.


"Oh, bagaimana Bei Wang bisa yakin kalau aku kenal dengan Zhou Beishang ?" Tanyanya dengan sinis.


"Jika Nona Lin tidak kenal dengan Zhou Beishang, maka tidak mungkin anda menggunakan pakaiannya. Aku ingat dengan jelas kalau pakaian ini aku yang membuatnya secara pribadi untuknya. " Ucap Bei Zhao.


Dia yang mendengar ini tidak panik, senyum sinis masih menetap di wajahnya atau bahkan menjadi lebih sinis.


"Bei Wang, seperti yang ku katakan sebelumnya Zhou Beishang telah meninggal dengan mengerikan. " Ucapnya dengan tawa kecil.


"Aku selalu jijik dengan nya, dia memiliki banyak kelemahan bahkan mendengar namanya saja sudah membuatku jijik. " Lanjutnya lagi dengan dingin.


Suaranya rendah tapi itu mampu membekukan lawan bicaranya.


"Nona Lin, apakah kamu kerabat Zhou Beishang ?" Tanya Bei Zhao.


"Itu benar, aku sepupu nya. Aku sebenarnya penasaran, kenapa Bei Wang ingin mencari sesuatu tentang adik sepupuku. Aku mendengar bahwa Bei Wang tidak menyukainya dan dia menjadi putus asa. "Ucapnya dengan tawa geli.


"Apa Bei Wang tahu ? Dia dulu sangat menyukaimu sebenarnya, tapi Bei Wang menyukai orang lain sehingga dia hanya bisa mengubur perasaannya dalam dalam. " Lanjutnya lagi.


Bei Zhao terdiam dan wajahnya berubah menjadi pucat pasi, Bei Zhao tidak bisa menjawab pertanyaan nya.


"Dimana Nona Lin menguburkannya, aku ingin mengunjungi nya. " Ucap Bei Zhao sambil berusaha tetap tenang.


"Untuk apa lagi mencarinya ? Apakah Bei Wang masih belum puas untuk menganggu nya semasa hidupnya ? Dia telah membusuk di bawah tanah , dia telah menjadi orang yang kesepian selama ini. Kemana anda selama saat itu ?" Tanya nya dengan tatapan yang mendalam.


"Tidak ada gunanya lagi untuk mengunjungi orang dengan jiwa yang rusak , biarkan dia menjalani kehidupan dengan tenang di Alam kematian. " Ucapnya dengan acuh tak acuh.


"Bei Wang, apakah anda ingin mengetahui satu hal lucu dalam kehidupan nya ? Dia pernah berkata seperti ini, bahwa dia sangat membenci pakaian merah. Karena apa ? Karena Lin Yue, Putri Mahkota Dinasti Tang menggunakan nya dan anda mencintai Lin Yue. "


"Apakah anda pernah mempertimbangkan perasaan nya pada saat itu ketika Anda memberikan begitu banyak pakaian merah padanya dan meminta nya untuk berdandan menjadi seperti Lin Yue ?" Tanyanya dengan sinis.


"Nona Lin, apa hubunganmu dengan Putri Mahkota Dinasti Tang ?" Tanya Bei Zhao dengan hati hati.


Tidak banyak orang yang bisa menyebutkan nama Lin Yue secara langsung karena di anggap tidak sopan.


"Dia adalah sepupu jauh ku, aku memiliki hubungan yang dekat dengannya juga. Oh ya, aku mendengar bahwa Lin Yue akan menikah dengan anda. Kenapa anda masih mencari gadis lain ?" Tanya nya dengan senyum dingin.

__ADS_1


__ADS_2