Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
91. Penyimpangan Qi


__ADS_3

Setelah beberapa saat, mereka berlima duduk di tanah dengan nafas yang terengah engah, jika orang tidak tahu maka akan sangat sulit untuk menemukan bahwa mereka sebenarnya adalah bawahan dan atasan.


Mereka lebih cocok seperti saudara, Si kembar Lin sendiri telah sangat lama mengikutinya. Dia melihat mereka lagi dan menyadari bahwa ketiganya sudah sering melihat dunia.


Berbeda dengan Fang Ling yang masih muda, dia awalnya akan membawa Lan Xiang untuk pergi menuju Dinasti Qin.


Tapi, setelah dia pikirkan lagi, lebih baik untuk membawa Fang Ling.


"Nona, menurutku bagaimana jika anda membawa Shimei ?" Tanya Lan Xiang.


(Shimei : Adik seperguruan perempuan. )


Lan Xiang seolah olah bisa membaca pikirannya, dia kemarin telah mengatakan pada Lan Xiang untuk ikut dengannya.


"Kenapa begitu ?"Tanyanya dengan tenang.


"Entahlah, sejak aku mengetahui bahwa aku adalah Putri Jenderal Lan, aku memiliki kebencian mendalam pada Dinasti Qin. Aku takut, aku tidak akan bisa mengendalikan diri lebih lama lagi. Lagipula wajahku telah dikenali oleh banyak orang disana. Berbeda dengan Shimei yang masih baru. " Ucap Lan Xiang panjang lebar.


"Hm, baiklah kalau begitu. Fang Ling, bersiaplah kita akan pergi siang ini. " Ucapnya dengan santai.


"Lin Wei, siapkan dua kuda yang baik. " Perintahnya.


"Ya, Nona. " Ucap Lin Wei dengan patuh.


Setelah matahari sepenuhnya menunjukkan diri, dengan sebuah topi bambu. Dia melompat ke punggung kuda putih yang gagah dan bersandar dengan malas.


Di belakangnya ada Fang Ling yang menggunakan pakaian biru muda yang biasa dipakai oleh pelayan muda dengan kedua kepalan rambut yang menyisakan beberapa rambut untuk menjuntai ke bawah.


Tampak sangat manis dan tidak berbahaya, tapi di belakangnya ada pedang yang tergantung di punggungnya.


Fang Ling bahkan tidak repot repot menutup wajah karena selama berada di Dinasti Qin sebelumnya selalu menutupi wajah dan tidak ada yang mengenali wajahnya.


"Ayo jalan !" Ucapnya, dia menjalankan kudanya dengan santai. Tidak terlalu cepat atau lambat, sangat nyaman.


Fang Ling tiba tiba mengeluarkan sekeranjang bambu yang berisi buah buahan, ada buah pir dan apel. Sangat nyaman untuk makan buah pir yang kaya akan air di hari terik semacam ini.


Jika hari tidak panas maka dia tidak akan menggunakan topi bambu, dia mengambil buah pir itu dan menggigitnya.

__ADS_1


Topeng kupu kupunya tidak menghalanginya untuk makan, tapi setelah dia pikirkan sekali lagi, dengan topi bambu yang dipakainya, untuk apa lagi topeng yang dia gunakan ?


Dia dengan santai mencabut topengnya dan melemparnye rumput rumput secara asal asalan , Fang Ling tampak terkejut dengan kelakuannya.


"Nona, kenapa anda membuangnya ? Bagaimana jika ketahuan ?" Tanya Fang Ling dengan khawatir.


"Tidak masalah, ada topi bambu. Jika memang sudah ketahuan maka bahkan jika menggunakan topeng, itu tidak akan berguna. " Ucapnya dengan santai.


Setelah dia berlatih selama 1 tahun belakangan ini, sudah sangat lama dia tidak menghirup udara segar dan merasa lepas dari rasa sakit.


Selama ini dia telah terkurung di tempat gelap yang penuh dengan rasa sakit sehingga dia merasa sangat tertekan belakangan ini.


Tapi, dia mendapatkan sesuatu sebagai gantinya jadi dia tidak berani terlalu banyak mengeluh. Selalu ada hal yang harus dibayar untuk mendapatkan sesuatu.


Dengan kecepatan mereka yang standar, mereka mungkin baru akan mencapai Chang'an setelah 4 hari atau 5 hari.


Dia sendiri tidak khawatir, dia memiliki banyak uang yang dibawanya jadi dia tidak akan takut bahwa dia akan kelaparan.


"Fang Ling, kita tidak akan terburu buru. " Ucapnya dengan santai.


Malam harinya, mereka menepi ke pinggir dan melihat sebuah Penginapan, mereka berjalan masuk setelah memarkirkan kuda mereka di dekat penginapan.


"Dua kamar untuk satu malam. " Ucapnya pada Pelayan Penginapan.


"Apakah Nona ingin makanan juga dan air hangat ?" Tanya Pelayan Penginapan.


"Ya." Jawabnya.


"200 Wen. " Ucap Pelayan itu, dia mengeluarkan serangkaian koin yang telah di satukan oleh tali.


(1 tael emas : 10 tael perak : 10.000 Wen


Wen yang dimaksud ini adalah koin dengan bagian tengah yang bolong berbentuk segi empat. )


"Silakan naik, Nona. " Ucap pelayan itu menuntunnya untuk memasuki sebuah ruangan di lantai dua dan Fang Ling mendapat kamar di sebelahnya.


Dia duduk di kamarnya setelah menutup pintu dan membuka jendela untuk melihat hari yang sudah gelap, melihat orang yang berlalu lalang.

__ADS_1


"Sudah berapa lama aku memimpikan hal semacam ini ?" Gumamnya, dia menurunkan topi bambu nya dan menunjukkan wajahnya yang cantik.


"Dulu, aku pikir aku akan mati dalam bubuk Pemakan Emosi Surga, sangat kesakitan dan kelelahan. " Gumamnya lagi, tatapannya berubah menjadi satu dan tampak lemah lembut dan harus dilindungi.


Sebenarnya, dia tidak berubah sama sekali hanya saja dia memasang sebuah topeng untuk melindunginya sendiri.


Politik di dalam istana sangat keras, untuk tetap berdiri dengan teguh layaknya tiang yang ditanam dengan dalam itu tidak mudah.


Jika dia menunjukkan sedikit kelemahan saja maka orang orang akan memberontak dan seluruh rencananya akan hancur.


Jika dia sedikit lebih lama berada di dalam Bubuk Pemakan Emosi Surga maka dia akan sepenuhnya kehilangan emosi manusia.


Sekarang, dia masih sama seperti dulu hanya saja ada sedikit perubahan. Dia memandang bulan purnama yang berada di puncak tertinggi.


Tampak begitu indah dan bercahaya, tapi juga kesepian. Tidak ada bintang bintang yang menemaninya, yang membuatnya tampak sedih.


Begitu lembut dan membuat semua orang merasa nyaman tapi diri sendiri belum tentu merasa nyaman, ini adalah dirinya.


Begitu indah tapi tidak dapat digapai, terlihat begitu dekat tapi sebenarnya begitu jauh. Dia mengulurkan tangannya seolah olah ingin meraih bulan.


Dia mendengar keributan dari bawah dan menyimpan kembali tangannya, dan menatap ke bagian bawah penginapan.


Ada dua orang yang sedang bertengkar dengan hebat dan membawa pisau besar di tangan mereka masing masing.


Dia melihat asap hitam di kepala mereka berdua dan menghela nafas, ini adalah penyimpangan Qi. Penyimpangan Qi adalah hal yang bisa dialami seluruh pendekar.


Dimana seseorang kehilangan kesadaran dan tenaga dalam berubah menjadi tidak normal, sering juga dikatakan sebagai kondisi kerasukan.


Tidak sedikit orang yang meninggal karena Penyimpangan Qi yang mereka alami. Dia memegang cambuk nya dan bersiap untuk turun apabila situasi berubah menjadi tidak terkendali.


Dia bahkan telah menggunakan topi bambu nya lagi untuk bersiap siap, ketika orang Penyimpangan Qi keluar dan menyerang banyak orang maka akan banyak dampak buruk yang muncul.


Orang orang itu sudah tidak sadar lagi bahkan mereka bisa membunuh anggota keluarga mereka sendiri.


Bisa terjadinya penyimpangan Qi bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah salahnya dalam melatih tenaga dalam atau Qi.


Orang orang kadang hanya mendapatkan setengah dari ilmu untuk melatih tenaga dalam yang sesungguhnya sehingga tersesat dan mengalami Penyimpangan Qi, itu adalah hal yang umum.

__ADS_1


__ADS_2