Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
55. Membakar Pakaian


__ADS_3

Sebelum dia sempat bergerak, Bei Zhao sudah lebih dahulu menggeser nya ke samping. Dia jatuh ke sebelah dengan terengah-engah.


Kedua tangannya terentang dan masih belum bisa mencerna apa yang terjadi, sementara Bei Zhao berusaha untuk berdiri.


Pria itu kembali menginjak buku yang telah membawa keterkejutan ini.


Cup


Dia membulatkan mata kala sesuatu yang hangat, kenyal dan kasar menempel di bibirnya. Bei Zhao yang melihatnya juga terkejut karena berada di atasnya, bahkan bibir mereka juga bersentuhan.


Dia dengan cepat mendorong tubuh pria itu dan berdiri membelakangi Bei Zhao dengan punggung tegap.


Dia merapihkan pakaian nya dan berdeham dengan dingin, dia melipat kedua tangannya di depan dada dan berbalik untuk menatap Bei Zhao.


"Jika kabar ini menyebar ke permukaan maka jangan salahkan aku karena aku meracunimu sampai mati. " Ancam nya dengan dingin pada Bei Zhao.


"Harusnya Yang Mulia ini yang berkata begitu padamu. " Jawab Bei Zhao sambil memalingkan wajah.


"Hmph ! Jika kabar ini menyebar maka hanya salah satu dari kita yang bisa menjadi penyebarnya !" Ucapnya dengan dingin dan datar.


Tatapan nya dingin dan tajam seolah olah tatapan nya bisa membelah tubuh Bei Zhao menjadi sepuluh bagian.


"Mendengar kata katamu membuatku menjadi tenang, kau tidak mungkin menyebarkan nya bukan ?" Tanya Bei Zhao dengan nada yang tidak kalah dingin.


"Hmph, untuk apa aku menyebarkan nya ? Apa menurutmu itu adalah hal yang perlu di banggakan. Menurutku, itu adalah aib dalam 3 kehidupanku. " Ucapnya sambil menyumpah.


Suasana hatinya sedang buruk dan berbagai kutukan bisa keluar dari mulutnya saat ini.


"Aku tidak akan memakai pakaian merah lagi di masa depan. Jika kau mau membelikan pakaian maka ingat untuk tidak membelikan pakaian merah lagi. " Ucapnya dengan dingin.


"Kenapa begitu ?" Tanya Bei Zhao dengan sedikit kerutan di dahi dan tampak tidak senang.

__ADS_1


"Menjijikkan, aku tidak suka memakainya. " Ucapnya dengan dingin.


Dia menatap mata Bei Zhao tidak menunjukkan tanda tanda bahwa dia akan tunduk atau mengalah.


"Kau harus tetap menggunakan nya. " Ucap Bei Zhao dengan penekanan.


"Ha ha ha, jika aku tidak mau apakah kau bisa memaksa Yang Mulia Putri ini ?" Tanya nya dengan sombong.


Kata katanya tajam dan sombong, nada nya dingin seolah olah dia berusaha untuk mendorong perang sampai ke batas.


Jika dia langsung mengatakan bahwa ini karena dia menyadari bahwa dia akan dijadikan sebagai duplikat Putri Mahkota Dinasti Tang.


Maka dia akan merendahkan harga dirinya dan mengakui kekalahannya.


"Zhou Beishang, apa kau pikir aku tidak memiliki cara untuk menyelesaikan ini denganmu ?" Tanya Bei Zhao dengan dingin.


"Bagaimana kalau aku pikir anda tidak memiliki cara lain lagi ? Apa anda ingin seluruh rahasia anda menjadi rahasia umum ? Siapa yang tahu mulut tidak terlatih milikku membeberkan nya di depan Kaisar. " Ucapnya dengan sinis dan jijik.


"Zhou Beishang, kau masih harus menggunakan nya. " Ucap Bei Zhao dengan penuh penekanan.


"Zhou Beishang, berani beraninya kau membakar pakaian yang telah ku berikan ?!" Geram Bei Zhao dengan marah.


Dia yang mendengar kemarahan ini hanya bisa merasakan bahwa hatinya telah mendingin, ternyata perasaan Bei Zhao untuk Putri Mahkota Dinasti Tang telah sangat dalam.


"Kenapa aku tidak berani ? Itu hanya pakaian yang aku bahkan bisa membelinya ? Aku tidak senang menggunakannya, apakah layak bagimu untuk marah sebesar itu ?" Tanya nya dengan sinis.


"Bei Zhao, jangan kira bahwa selama ini aku diam dan tunduk padamu jadi kau bisa melakukan segalanya yang kau inginkan. Aku adalah Zhou Beishang, bukan orang lain. Apa kau mengerti ?!" Tanya nya dengan datar tanpa emosi.


Bei Zhao terdiam dan tidak menjawab kata kata nya lagi sementara dia langsung berjalan keluar tanpa basa basi lagi.


Tapi, ketika dia berada di depan pintu , dia menghentikan langkah nya dan berbicara satu hal lagi.

__ADS_1


"Jika kau berani memberikan ku pakaian merah lagi atau menyuruhku untuk mengikat rambutku seperti ekor kuda, maka kau akan tahu akibatnya." Ucapnya dengan tatapan yang kelam.


Dia berjalan pergi dengan keganasan yang belum menghilang, ketika dia keluar dari bertemu dengan Wen Yao yang sedang berjaga dengan cemas.


"Jaga tuanmu, jangan biarkan siapapun untuk masuk. " Ucapnya dengan dingin.


Dia berjalan pergi menuju kediaman nya bahkan tanpa menunggu balasan dari Wen Yao, setelah dia dekat dengan kediamannya.


Dia bisa melihat asap dan menyadari bahwa A Xiang baru berhasil menghidupkan tungku dan baru akan mulai membakarnya.


Di sampingnya , ada setumpuk pakaian merah yang sangat tinggi. Melihat ini membuatnya mengerutkan dahi.


Dia tidak menyangka bahwa akan sebanyak ini, dia menghentikan tindakan A Xiang untuk melemparkan pakaian ke dalam tungku.


"Apa yang terjadi Nona ?" Tanya A Xiang dengan bingung.


"Tidak perlu membakarnya, aku pikir lebih baik untuk menyumbangkan nya pada orang yang kurang mampu. " Ucapnya dengan nada yang melembut.


Dia memang sedang marah tapi rasanya agak kurang pantas apabila marah pada orang yang tidak berhubungan sama sekali.


"Ah, nona berubah pikiran. Aku juga berpikir seperti itu sebelumnya, tidak masalah aku akan meminta Song Yu menghubungi saudara kita untuk membagikan pakaian ini. " Ucap A Xiang.


"Tidak perlu, aku ingin kalian berdua yang membagikan nya sendiri. Bei Wang sudah mengetahui niatku untuk membakar pakaian ini, jika dia menyadari bahwa ternyata aku membatalkan niatku. Dia akan dengan mudah melacak pasukan kita yang menyamar. " Ucapnya panjang lebar.


"Jie, apakah anda bertengkar dengan Bei Wang ? Aku tahu ini kurang layak bagiku untuk menanyakan nya, hanya saja kita sudah tumbuh bersama sejak kecil. Melihat penampilan mu yang kacau ini membuat hatiku sakit. " Ucap A Xiang dengan tatapan sedih.


"Apanya yang bertengkar ? Bukankah aku sudah kacau sejak dulu ? Bagian mana dari kehidupan ku yang tidak terlihat kacau ?" Tanya nya dengan lembut.


Mendengar ini membuat hati A Xiang yang lembut terasa seperti ditusuk ribuan pisau. Semua orang mungkin tidak tahu apa saja penderitaan yang telah dilalui oleh Zhou Beishang.


Tapi, dia yang telah ikut Zhou Beishang selama bertahun-tahun panjang, paling tidak mengetahui sebagian besar penderitaan nona nya yang menyakitkan.

__ADS_1


Bagaimana mungkin Zhou Beishang bisa mengatakan kata kata yang begitu menyedihkan dengan lembut dan senyum tipis seolah olah menyampaikan kabar bahagia.


"Jie, kenapa kau tidak pergi dari sini ? Kita bisa tinggal di Dinasti lain secara berpindah-pindah. "Ucap A Xiang sambil memegang kedua tangan nya dengan tatapan memohon.


__ADS_2