
"Shu Lian dan Jin Lin. " Ucap Lin Beishang dengan lembut menggumamkan nama keduanya.
"Sayang sekali bahwa Hua Jin bahkan tidak tahu nama kalian yang sebenarnya adalah Shu bukan ? Berselingkuh dengan asisten kekasihnya sampai hamil dan meminta orang lain untuk bertanggung jawab dengan cara menjebak orang lain dengan obat, apakah kalian tahu berapa banyak yang sedih karena hal ini ?" Tanya Lin Beishang dengan senyum tipis.
Yang Xin hanya tahu bahwa dia telah meniduri Hua Jin, padahal tidak. Itu hanyalah akal akalan Hua Jin dan kedua orang tuanya.
Lin Beishang telah mencari setiap rekaman CCTV yang ada di dalam pintu kamar hotel dan balkon hotel.
Wajah kedua orang itu berubah ketika mendengarkan kata kata dari mulut Lin Beishang, Lin Beishang menyeringai dan duduk lalu menatap kedua orang itu.
"Aku penasaran apakah kalian tahu lambang ini atau tidak. " Ucap Lin Beishang mengeluarkan sebuah gantungan kunci berbentuk bunga lotus yang mekar sempurna, didapatkannya dari tumpukan mayat yang ada di kediamannya.
Shu Lian dan Jin Lin tidak menjawab tapi ekspresi mereka berubah ketakutan ketika melihat gantungan kunci di tangannya.
"Jika aku menjadi kamu, maka aku menolak untuk melindungi orang itu lagi di saat saat terakhir mu. " Ucap Lin Beishang sambil membelai wajah Jin Lin.
Keduanya masih tidak menjawab, jadi Lin Beishang menghela nafas dengan lembut lalu menarik cambukannya.
Cambuknya mengayun di udara dan menunjukkan keganasan yang tidak manusiawi, jeritan demi jeritan terdengar.
Tapi, Lin Beishang bahkan tidak menghentikan tindakannya, dia melakukan semua itu dengan wajah datar.
Sampai akhirnya ketika Shu Lian dan Jin Lin berubah menjadi penuh darah, barulah mereka akan berbicara.
"Kami diberikan kesempatan untuk kembali ! Kami diberikan kesempatan untuk kembali !" Teriak Jin Lin sambil menangis.
"Orang orang ini sangat kejam dan membunuh bidak yang tidak berguna, mereka memerintahkan ku untuk membuat Lan Xiang sakit hati dengan kehilangan Yang Xin. Lalu, menghipnotis Yang Xin dengan kemampuan yang mereka ajarkan padaku. " Ucap Shu Lian.
Lin Beishang mendengarkan hal ini dengan teliti, Lin Beishang tidak tampak terganggu dengan kondisi mengenaskan kedua orang ini.
Pintu diketuk dan Lin Beishang menggantung cambuknya lalu membuka pintu, disana ada Lan Xiang yang berjalan masuk.
__ADS_1
"Sudah tengah malam, kamu harus beristirahat. " Ucap Lan Xiang.
"Sebentar lagi, ada baiknya kamu disini dan mendengarkan semua yang ada disini. " Ucap Lin Beishang.
Lan Xiang mengerutkan dahi nya ketika melihat kondisi kedua orang di depan, bau amis darah juga membuatnya terganggu dengan semua ini.
Lan Xiang mau tidak mau mengikuti Lin Beishang dan mendengarkan segala penuturan dari kedua orang ini, setelah selesai mereka meminta Lin Beishang untuk mengakhiri kehidupan mereka.
Lin Beishang menatap tubuh tanpa nyawa dari kedua orang itu tanpa ekspresi. Kata kata dari orang itu membuat Lin Beishang terdiam.
"Dia menginginkan mu, dia ingin menjadi dirimu, dia ingin menggantikanmu !!" Ucap Jin Lin dengan gila dan mengeluarkan sebuah kalung dengan bandul bunga lotus yang sama dengan yang ditemukannya.
Lin Beishang dengan senang hati melakukan apa yang diminta oleh kedua orang itu karena tahu bahwa itu adalah jalan terbaik bagi mereka.
Lan Xiang tampak tenggelam dalam pikirannya setelah mendengar penuturan dari Shu Lian dan Jin Lin.
"Bagaimana menurutmu ? Apa keputusanmu ?" Tanya Lin Beishang dengan lembut.
"Aku akan melihat bagaimana takdir bekerja dan akan menerima semuanya tanpa memprotes. " Ucap Lan Xiang dengan tegas.
"Tanganmu sangat dingin, seperti salju. Perasaan yang kamu berikan dengan yang diberikan oleh Murong Yan sama. " Ucap Lan Xiang dengan sedih.
"Sebenarnya, bisa dibilang aku dan dia telah menyatu menjadi satu dan tidak menyisakan apapun. Sifat yang dia bawa, aku juga ikut terdampak. " Lin Beishang tidak membawa hal ini ke hati.
Hangatnya manusia, Lin Beishang tidak pernah lagi merasakannya sejak dia memilih untuk mengembangkan darah seribu racun.
"Apakah menurutmu lebih baik tinggal disini atau di kehidupan lalu ?" Tanya Lan Xiang.
"Aku pikir, kehidupan lalu lebih baik, walaupun menderita tapi setiap kenangan terasa nyata. Berbeda dengan kehidupan ini, aku merasa seperti aku hidup di dalam halusinasi ku sendiri. Aku takut bahwa aku tiba tiba terbangun dari mimpi indah ini dan tidak ada yang mengingat masa lalu, seolah olah aku hidup dalam imajinasiku. Aku pikir, aku tidak sekuat dulu lagi, aku lebih mudah runtuh pada kehidupan ini. " Ucap Lin Beishang dengan lembut.
"Kamu adalah manusia, manusia akan emosional ketika dihadapkan pada sesuatu. Kamu tidak menjadi lemah, hanya menjadi manusia yang seutuhnya. " Ucap Lan Xiang.
__ADS_1
"Jadi kamu secara tidak langsung mengatakan bahwa di kehidupan lalu aku tidak tampak seperti manusia ?" Canda Lin Beishang.
"Memang tidak, kamu seperti Dewi di kehidupan lalu." Balas Lan Xiang dengan jujur.
Mereka terus bercanda sampai keesokan harinya dan Lin Beishang membuatkan sarapan untuk mereka, lalu mereka bermalas malasan disofa untuk menonton televisi.
Sebelum akhirnya seorang pria masuk ke dalam ruang keluarga milik Lin Beishang, Lin Beishang langsung berdiri dan memeluk pria itu.
Siapa lagi jika itu bukan Bei Zhao ?
"Aku tidak menyangka bahwa kamu akan sampai begitu cepat. " Ucap Lin Beishang dengan semangat.
"Apakah kegiatan mu sudah selesai ?" Tanya Bei Zhao mengecup pipi Lin Beishang.
"Sudah !" Seru Lin Beishang, sementara Lan Xiang yang menonton itu semua hanya memutar matanya dengan malas.
"Harap perhatikan tindakan kalian di depan anak anak seperti ku. " Ucap Lan Xiang dengan malas.
"Anak anak apa, hm ? Kamu sudah berumur 17 tahun, tahun ini kalau kamu lupa. " Ucap Lin Beishang sambil menjulurkan lidahnya.
Lan Xiang hanya mendengus ringan sementara Bei Zhao melihat mata Lin Beishang yang agak bengkak, tampaknya tidak beristirahat.
"Apakah kalian berdua tidak tidur semalaman ?" Tanya Bei Zhao.
"He he, kami memang tidak tidur dan menemukan ini dari Shu Lian dan Jin Lin. " Lin Beishang mengeluarkan kalung berbandul bunga lotus yang mekar sempurna itu.
Bei Zhao mengambilnya dari tangan Lin Beishang dan melihatnya dengan sepenuh hati.
"Ini dibuat dengan bahan yang sama dengan yang sebelumnya. Lalu, ada satu titik hitam di tengah bunga ini. Aku berpikir bahwa itu hanyalah kecelakaan tapi setelah melihat dua benda dengan posisi titik yang sama, aku pikir itu sengaja dibuat. " Ucap Bei Zhao.
"Ya , aku telah melihat hal ini sebelumnya. Ini aneh, apa maksud dari setitik noda ditengah tengah bunga lotus yang indah ini ?" Tanya Lin Beishang.
__ADS_1
"Apa lagi jika bukan setitik noda ditengah kertas putih, itu bisa dianggap sebagai penyesalan atau bisa juga sebagai bentuk untuk menggambarkan pengganggu yang akan dimusnahkan. " Ucap Lan Xiang di atas sofa.
Mereka bertiga saling memandang satu sama lain dan membuat sebuah kesimpulan, lalu mereka berdiskusi dengan suara yang rendah.