Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
228. Menuju Akhir Peperangan


__ADS_3

Walaupun telah bertarung dengan posisi terluka, tapi kekuatan Chu Huli tidak menurun terlalu jauh dan masih menyita seluruh perhatian Bei Zhao untuk mengurusinya.


Bahkan, Bei Zhao sempat kewalahan melawan Chu Huli, Lin Beishang melawan musuh demi musuh dengan kejam.


Tapi, pasukan musuh sepuluh kali lipat dari jumlah pasukan mereka. Tidak tahu seberapa banyak pasukan mereka yang telah tumbang.


Air hujan membasuh tubuh Lin Beishang dan tidak menyisakan apapun, satu persatu luka ditorehkan padanya.


Lin Beishang tidak memperdulikan luka sebelum akhirnya sebuah anak panah melesat dari belakangnya dan menancap di punggungnya, ini diberikan oleh orang Chu Lin Fei.


Dengan Pedang Embun Bulan dan kebenciannya yang dalam, Lin Beishang membunuh orang itu lalu menarik panah yang ada di punggungnya sambil mengerang.


Tidak ada waktu untuk mengurusi masalahnya, hanya bisa mengurusi musuh yang telah mengerubunginya.


Lin Beishang hanya bisa secara samar samar melihat bahwa Lan Xiang dan Yang Xin telah turun. Sepertinya pasukan anak panah mereka telah dikosongkan.


Lin Beishang berdiri dan bermandikan darah dengan pedang yang berlumuran darah lalu menatap sekitarnya.


"Kalian semua telah datang maka jangan harap bermimpi untuk bisa kembali !!" Teriak Lin Beishang dan mulai kembali menyerang.


Masalahnya, tidak peduli sekuat apapun Lin Beishang, ketika dihadapkan dengan serangan dari berbagai sisi, maka mustahil untuk tidak kewalahan.


Sementara di sisi lain, Bei Zhao dan Chu Huli telah bertarung mati matian, kekuatan mereka seimbang bahkan setelah Chu Huli terluka, tidak tahu apa yang digunakan Chu Huli untuk menjadi sekuat ini.


Chu Huli jatuh berlutut dengan satu kaki dan bertumpu pada pedang lalu memuntahkan darah, bahkan mahkota rambutnya telah terlepas dan membiarkan rambutnya terurai dengan bebas.


Bei Zhao menatap dengan dingin ke arah sepupunya itu lalu memandang tangan kanannya yang terluka dalam akibat pedang Chu Huli.


Rambut Bei Zhao telah berantakan dan baju zirah nya telah basah oleh air hujan dan darah.


"Dalam hidupku, aku tidak pernah kalah pada siapapun. Aku menolak untuk mengakui kekalahan ini !" Seru Chu Huli dan menerjang ke depan.

__ADS_1


Bei Zhao menyerang kembali walaupun tangannya terasa sangat sakit akibat serangan Chu Huli.


"Selama aku ada disini, apakah kamu pikir aku akan membiarkan mu menyakiti semua orang ?!" Tanya Bei Zhao dengan marah.


"Kenapa tidak ? Apa yang ku inginkan sejak dulu akan selalu ku dapatkan, tidak peduli apapun caranya !" Ucap Chu Huli dan mereka kembali bertarung dengan ganas.


Bei Zhao menoleh ke sebelah dan ada Chu Lin Fei yang bertarung dengan Lin Yue dan Ye Xushi, kekuatan Chu Lin Fei berada di atas mereka.


Tapi, mereka berdua, bagaimana Chu Lin Fei bisa dibandingkan ? Hanya perlu menunggu waktu untuk mengeluarkan hasil antara yang menang atau yang kalah.


Lan Xiang dan Yang Xin telah bersatu dan mengumpulkan kekuatan untuk membunuh sebanyak mungkin orang, bahkan Min Yi dan Liu Yi sudah bermandikan darah.


Tidak lama kemudian, seorang pria tua dengan pakaian yang bermandikan darah berjalan dengan pedang yang masih mengalirkan darah segar di tangannya.


"Jenderal Xie !" Teriak Lin Beishang pada pria tua itu.


"Nona !" Itu adalah Jenderal Xie, Xie Linye.


"Aku baik baik saja, maafkan aku karena terlambat datang. Aku berhasil menyelamatkan diri tapi yang lain tidak bisa diselamatkan, sebagai gantinya aku akan berperang sekuat tenaga dan menggantikan 15.000 pasukan yang telah meninggal di tanganku!" Ucap Xie Linye dengan tekad.


Lin Beishang mengangguk dan dengan bantuan Xie Linye, semuanya menjadi lebih mudah dan lebih ringan.


Tapi, Lin Beishang sendiri telah banyak terluka dan masih memaksakan pedangnya untuk mengayun dan merenggut nyawa orang lain.


Hujan menjadi lebih deras, bahkan jarak pandang hanya mencapai sekitar 1 kilometer, pada saat ini bahkan jika ada anak panah di belakang, tidak akan ada yang tahu.


Semuanya sibuk dengan urusan masing masing sampai akhirnya Chu Lin Fei berhasil dikalahkan dengan perjuangan sengit dan tidak mudah.


Lin Yue dan Ye Xushi langsung berbaur dengan pasukan lalu menyerang bersama sama , tidak peduli mereka berpangkat tinggi atau berpangkat rendah, semuanya berjuang mati matian untuk mempertahankan tanah kelahiran mereka.


Peperangan ini, akan membawa perbedaan pada dunia. Tidak tahu berapa banyak korban yang jatuh karena paling tidak ada setengah dari populasi manusia yang akan musnah karena peperangan raksasa ini.

__ADS_1


Tidak tahu harus menyalahkan Chu Huli, Chu Lin Fei atau bahkan takdir itu sendiri yang telah mengatur semua ini.


Pedang Embun Bulan telah merenggut banyak nyawa dan berubah menjadi senjata iblis , dengan sangat cepat itu menjadi miliknya setelah darahnya mengalir ke atas Pedang Embun Bulan.


"Jenderal Xie, kamu kekanan dan aku ke kiri !" Perintah Lin Beishang.


Xie Linye mengangguk dan membuka jalan kek kanan dan ke kiri, Lin Beishang terus bertarung sementara hujan tidak menunjukkan tanda tanda akan segera reda.


Tubuh Lin Beishang telah menggigil kedinginan dengan wajah yang dibasuh oleh air hujan, membuat pandangannya sangat kabur.


Lin Beishang hanya bisa mengandalkan instingnya dalam membunuh orang lain, setiap ayunan pedangnya tidak beraturan dan ganas.


Lin Beishang menyeka wajahnya yang penuh dengan darah dan air hujan. Lin Beishang tidak tahu bagaimana dengan keadaan Bei Zhao, Lin Yie atau yang lainnya.


"Tidak peduli bagaimanapun, aku berharap kamu hidup !" Ucap Lin Beishang ditengah hujan yang deras.


Kata kata ini tidak lain tidak bukan ditujukan oleh Lin Yue dan Bei Zhao yang merupakan satu satunya orang terdekatnya saat ini.


Setelah beberapa jam bertarung, Lin Beishang masih tidak menemukan akhir peperangan bahkan menjadi lebih berdarah.


Hujan juga tidak menunjukkan akan segera berhenti, air hujan telah menggenang dan menutupi mata kakinya.


Lin Beishang melihat satu persatu prajurit miliknya yang berada di dekatnya jatuh, baik tertusuk atau terpenggal, sementara dia hanya bisa melihat mereka tumbang tanpa bisa membantu.


Untuk saat ini, Lin Beishang tahu bagaimana beratnya menjadi seorang Jenderal, dimana melihat satu persatu rekan perjuangan mereka jatuh.


Peperangan adalah tempat yang sangat kejam , pedang tidak memiliki mata. Sementara disisi lain, Bei Zhao akhirnya berhasil menusukkan pedangnya di jantung Chu Huli sementara kondisi Bei Zhao sendiri sama sekali tidak baik dengan luka saya tahu terbuka dimana mana.


"Pada akhirnya, tidak akan ada yang hidup di antara kita berdua !" Ucap Chu Huli sebelum akhirnya jatuh ke belakang sambil memuntahkan darah.


Bei Zhao melihat sekitar dan berusaha untuk mencari Lin Beishang, tapi tidak dapat menemukan gadis itu, bahkan Lin Yue dan Ye Xushi yang berada di dekatnya telah menghilang ke dalam kerumunan.

__ADS_1


__ADS_2