Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
168. Bei Zhao & Lin Xi


__ADS_3

"Aku memohon kepada Bixia untuk tidak terlalu memaksa Beishang. " Ucap Bei Zhao dengan mengejutkan.


Lin Xi yang mendengar ini terkejut, seorang Jenderal dan Paman Kekaisaran yang hebat, datang kemari hanya untuk meminta pengampunan untuk putrinya ?


Lin Xi tidak bisa tidak menghirup nafas dengan dingin dan merasa sulit untuk mengatakan sesuatu dengan lancar.


"Aku tidak menyangka bahwa Bei Wang sangat perduli dengan putriku, aku tidak tahu hubungan apa yang dimiliki oleh Bei Wang dengan putriku ?" Tanya Lin Xi dengan tenang tapi auranya sangat menindas.


"Aku ingin membawanya sebagai istriku di masa depan. " Ucap Bei Zhao dengan teguh.


"Kenapa harus menunggu masa depan ?" Tanya Lin Xi.


"Karena, ketenangan yang saat ini tampak di permukaan hanya seperti lapisan es tipis, akan ada waktunya sebelum akhirnya mereka akan pecah. Aku akan menikahi nya setelah keadaan damai. " Ucap Bei Zhao dengan bijak.


"Lalu, kenapa Zhen ini mendengar bahwa Bei Wang menyukai putri tertua ku ? Bukan Beishang ?" Tanya Lin Xi dengan penuh cobaan.


"Karena pada saat itu aku kurang pengetahuan dan buta, aku tidak bisa melihat yang mana yang benar dan yang mana yang salah. Sehingga aku melepaskan Beishang, aku selalu merenungi kesalahan ku selama beberapa tahun belakangan ini. " Ucap Bei Zhao dengan sopan.


"Apakah kau mendekati Beishang hanya karena dia adalah putri Zhen ? Putri Dinasti Tang ?" Tanya Lin Xi.


"Bixia, anda harus tahu bahwa saya tidak berasal dari tempat yang kumuh seperti yang anda bayangkan, anda harus tahu dengan jelas bahwa akar ku adalah Paviliun Qiao Yao, tidak perlu gelar semacam menjadi pangeran atau Kaisar. " Ucap Bei Zhao dengan datar.


"Bagus ! Bagus sekali ! Paviliun Qiao Yao, yang sebelumnya dikuasai oleh keluarga Sha sekarang adalah Keluarga Chu. Ibumu, Sha Xi adalah teman baik Xia Ling, ibu Beishang. Dia adalah seorang gadis tapi semangat juangnya sangat luar biasa, dia adalah petarung wanita paling tangguh yang pernah Zhen temui." Jawab Lin Xi sambil mengenang masa lalu.


Bei Zhao yang mendengar kata kata Lin Xi tampak terkejut dan menatap Lin Xi dengan tatapan tidak percaya.


"Kenapa ? Kamu tidak percaya dengan Zhen ? Apakah Beishang tidak mengatakan ini padamu ? Dimana gadis itu saat ini ?" Tanya Lin Xi.


"Beishang tidak pernah mengatakan hal ini padaku sebelumnya, dia tidak pernah membahas ibunya denganku. " Balas Bei Zhao setelah terdiam beberapa saat.


"Dimana anak itu ?" Tanya Lin Xi.


" Saat ini Beishang sedang koma. " Jawab Bei Zhao dengan terus terang.


"Apa ?!" Tanya Lin Xi dengan terkejut.


"Kemarin, dia terlalu tertekan tanpa bisa menyatakan apapun pada orang lain. Aku mengerti bahwa dia adalah orang seperti itu sehingga khawatir dan mengikutinya sampai kemari dan mencarinya. Tidak menyangka bahwa aku masih terlambat. " Ucap Bei Zhao dengan mata yang terpejam.


"Berdirilah dan duduk disini, ceritakan pada Zhen bagaimana masa lalunya ? Kamu sudah mengenalnya dari sejak dia berumur 18 tahun bukan ?" Tanya Lin Xi sekali lagi.

__ADS_1


"Tidak, aku telah mengenalnya dari sejak dia muda." Jawab Bei Zhao sambil merenung, mustahil untuk tidak mengenali belati kupu kupu yang digunakan oleh Beishang.


Itu adalah belati yang diberikan oleh kedua orangtuanya, tapi pada saat itu dia bertemu dengan seorang gadis kecil yang kesulitan.


Sehingga menolong gadis itu dan memberi gadis itu belati kupu kupu itu, tidak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan belati kupu kupu itu lagi.


Dulu, ketika dia berumur 20an tahun, dia sempat menyesal karena belati itu hilang dan hampir tidak memiliki sesuatu hal yang lain untuk mengenang kedua orang tuanya, terutama ibunya yang keras.


Tapi, sekarang dia lega bahwa dia bertemu dengan belati kupu kupu itu lagi, secara tidak langsung langit telah membuat takdir bagi mereka berdua sejak lama.


Sayang sekali bahwa dimasa lalu dia buta dan tidak bisa melihat Beishang bahkan menyia nyiakan gadis itu, jika ada kesempatan di masa depan makan dia akan menjadi orang paling depan untuk melindungi Beishang.


Selama ini, hidupnya telah menjadi hampa tanpa memiliki sesuatu yang ingin dia lindungi tidak seperti ketika dia masih muda.


Keinginan anak anak untuk melindungi dan bertumbuh menjadi Ksatria kuat seperti ayahnya adalah hal yang umum.


Jadi, Bei Zhao selalu berpikir untuk melindungi kedua orang tuanya, tapi sayang sekali bahwa sepasang suami istri itu pergi terlalu cepat dan meninggalkan nya sendirian di dunia yang fana ini.


Selama itu juga, Bei Zhao tidak memiliki keinginan apapun untuk melindungi orang, melihat kematian dan kehidupan tidak lagi menjadi masalah besar untuknya.


Jika orang ingin menerima kematian maka dia akan memasang wajah datar, jika ada kehidupan baru yang akan datang ke dunia ini maka dia juga akan tetap memasang wajah datar.


"Beishang itu adalah orang yang lembut tapi juga keras pada waktu yang bersamaan, dia tidak ingin kemarahannya melukai orang lain dan membuat orang lain sedih dan hanya bisa menjadi keras pada dirinya sendiri, penyiksaan yang dia alami sejak dia masih kecil membuatnya merasa baik baik saja bahkan ketika melihat dirinya berdarah. Masa kecilnya, tidak dapat dibayangkan. " Ucap Bei Zhao dengan helaan nafas.


"Dia itu seperti pedang, semakin kamu menekannya ke dalam dan ingin membengkokkan nya maka semakin kuat pukulan baliknya. Saat ini, dia pasti tidak ingin bertemu dan menerima kenyataan ini, karena selama ini dia melakukan banyak hal untuk memanjat ke puncak tempat dia berdiri saat ini. Tidak mudah baginya untuk menerima semua ini, apalagi dia adalah putri Kaisar. " Lanjut Bei Zhao.


"Tidak hanya itu saja, dia baru mengetahui bahwa ibunya adalah seorang Permaisuri. " Jawab Lin Xi.


Mendengar ini membuat Bei Zhao membelalakkan matanya dengan ketidak percayaan, sekarang Bei Zhao menjadi lebih mengerti kenapa Beishang tampak sangat putus asa.


Lin Xi tampak sedih dan menghela nafas pasrah, Lin Xi sudah tua dan tidak bisa tidak merasa teriris ketika mendengar penjabaran yang diberikan oleh Bei Zhao.


"Kesulitan macam apa yang di dapatkannya ketika masih muda sampai sampai dia membentuk karakter yang putus asa seperti ini ?" Tanya Lin Xi.


"Ketika dia tinggal di kediaman Perdana Menteri , dia menerima begitu banyak ketidak adilan, aku pikir jika menceritakan nya satu persatu maka tidak akan selesai bahkan untuk tiga hari ke depan. Tapi salah satunya adalah dia harus mengemis untuk makan, harus mengemis untuk apa yang seharusnya dia dapatkan, mengemis untuk memohon ampun pada kesalahan yang tidak dia perbuat. " Ucap Bei Zhao dengan suara yang serak dan dalam , lalu matanya berubah menjadi sedikit memerah.


"Menerima penghinaan pada sesuatu yang bukan menjadi kesalahannya, menghinanya karena memiliki nama Beishang, menghinanya karena terlahir dengan wajah cantik, menghinanya karena dia lahir dari seorang selir tidak resmi, menghinanya karena ibunya disayangi oleh Perdana Menteri, menghinanya karena dia tidak bisa berkultivasi." Lanjut Bei Zhao dengan tangan yang mengepal.


Lin Xi sendiri tampak tidak senang ketika mendengar ini, dan tampak ingin marah tapi menahan diri di depan Bei Zhao.

__ADS_1


"Jika dia tidak bisa berkultivasi maka kenapa saat ini dia sangat hebat ?" Tanya Lin Xi.


"Dia....... " Bei Zhao tampak ragu untuk mengatakannya.


"Katakan saja. " Pinta Lin Xi.


"Giok Phoenix Abadi. "


Dengan tiga kata yang keluar dari mulut Bei Zhao , bahkan tidak memerlukan kata kata lain lagi untuk menjelaskan dan Lin Xi telah mengerti dengan sangat baik.


Pintu diketuk dan terbuka lalu menunjukkan Lin Yue dengan rambut yang acak acakan dan mata yang sembab.


"Yue'er, kamu telah mendengar dari samping pintu sejak tadi. " Ucap Lin Xi.


"Maafkan aku Huangfu, Huangfu izinkan aku mengatakan sesuatu. " Ucap Lin Yue sambil berlutut di sebelah kursi Lin Xi.


"Katakan."


"Beishang pernah mengatakan padaku alasan dia membantai keluarga Chang dan Xie Bei Chuan serta putra putrinya adalah karena mereka orang orang jahat telah menyiksa ibu. Telah memenjarakannya dan membuat tubuhnya menjadi lemah karena mereka cemburu dengan kecantikan ibu. Karena itulah, ibu meninggal setelah melahirkan Beishang. Beishang selalu menyimpan dendam ini di dalam hatinya dan tidak pernah tenang. " Ucap Lin Yue dengan isak tangis yang tertahan oleh kata kata.


Lin Xi yang mendengar ini memukul meja dengan marah sampai meja terbelah menjadi dua dan tangan pria paruh baya itu mengepal dengan amarah.


"Orang orang sialan ini benar benar memiliki nyali yang besar. " Geram Lin Xi.


"Jadi..... jadi itu adalah alasannya dia membunuh semua orang itu ?" Gumam Bei Zhao dengan tidak percaya.


Bei Zhao, hari ini telah menerima terlalu banyak kejutan, seolah olah Surga tahu semua kebingungan nya selama ini.


Dia selama ini meskipun tidak mengatakan bahwa Beishang salah,tapi merasa tidak setuju melihat cara gadis itu membunuh dengan sangat kejam bahkan tidak menyisakan apapun.


Tapi, setelah mendengar kata kata Lin Yue, dia seolah olah tercerahkan dan berpikir bahwa apa yang dilakukan oleh Beishang sama sekali bukan tidak pantas justru sangat pantas.


"Jika melihat dari ini maka tujuannya hanya tersisa satu orang yang saat ini masih hidup. " Ucap Bei Zhao.


"Ya, hanya tersisa satu, yaitu Ibu Suri. Tapi, sekarang Ibu Suri telah ditahan di penjara istana dan menjadi gila. Beishang lebih senang melihat wanita tua itu meninggal dalam kegilaan dan ambisi besarnya yang tidak akan pernah terpenuhi. " Ucap Lin Yue.


Menyambungkan cerita yang didengar dari Beishang dengan kenyataan yang didengar olehnya kemarin, Lin Yue merasa hatinya menjadi dingin.


Secara tidak langsung, orang orang itulah yang membunuh ibunya, walaupun ikatan nya dengan ibunya tidak dalam, tapi paling tidak Lin Yue masih memiliki gambaran bagaimana rupa wajah ibunya.

__ADS_1


Tidak seperti Beishang yang bahkan tidak bisa melihat ibunya yang sudah meninggal ketika dia dilahirkan, ini bahkan jauh lebih buruk.


__ADS_2