
Keesokan harinya
Lin Beishang telah bangun bahkan sebelum matahari sepenuhnya terbit, Lin Beishang mengenakan pakaian resmi yang telah dipesan oleh istana untuknya.
Itu bersulam naga dan phoenix, dengan rambut yang dihiasi dengan jepit rambut yang terbuat dari emas dan giok.
Di balik pakaiannya terdapat Yue Shan yang telah lama tidak di gunakan, bahkan itu mungkin telah menjadi berkarat.
(Note : Tidak benar benar berkarat seperti yang dikatakan tapi itu perumpamaan bahwa Yue Shan sudah sangat lama tidak digunakan oleh Beishang. )
Dengan langkah yang tegas dan penuh dengan keyakinan, Lin Beishang berjalan menuju tahkta istana dan disana sudah ada ayahnya yang sedang memeriksa berkas istana bahkan di waktu sepagi ini.
"Beishang, kamu sudah akan mulai ?" Tanya Kaisar Lin Xi dengan suara yang serak, di sampingnya ada Kasim Luo.
"Ya, aku akan segera mulai melakukan nya. Kamu sudah tidak muda lagi, habiskan waktumu lebih banyak di tempat tidur. "Keluh Lin Beishang dengan tidak senang.
"Apakah kamu mengkhawatirkan ayah ?" Tanya Lin Xi dengan usil.
"Ya, anggap saja begitu. Aku kebetulan baru saja mendapatkan hal yang mengejutkan semalam dari Bei Zhao, jadi anggap saja jika aku mengkhawatirkan mu. " Ucap Lin Beishang dengan datar.
"Apa yang kau dapatkan sampai sampai mengkhawatirkan ku ?" Tanya Lin Xi dengan penasaran.
"Ini." Ucap Lin Beishang mengeluarkan sebuah surat yang terlipat dengan rapih tapi terlihat bahwa itu telah dibuka, terlihat dari segel yang telah tidak utuh lagi seperti yang seharusnya.
"Surat ? Dari siapa ?" Tanya Lin Xi sambil mengerutkan dahi.
"Sebaiknya kamu membaca nya sendiri, surat itu telah tertunda selama lebih dari 20 tahun. Jadi tulisannya agak kabur tapi aku percaya bahwa kamu masih bisa membacanya dengan jelas. " Ucap Lin Beishang dengan emosi yang rumit.
Lin Beishang menyerahkan surat itu pada Kasim Luo sementara Kasim Luo menyerahkan nya pada Lin Xi , Lin Xi membacanya dengan serius sebelum akhirnya menghela nafas.
Wajah Lin Xi tampak menua beberapa tahun dan tidak dapat diartikan, sementara Lin Beishang sendiri menghela nafas juga dan duduk di salah satu tempat duduk dengan asal.
"Aku mendapatkan surat itu dari Bei Zhao, ibunya adalah Sha Xi , sahabat ibu. Sebelum Sha Xi meninggal, Sha Xi telah menitipkan ini pada Bei Zhao. Bagaimana menurutmu ?" Tanya Lin Beishang dengan berat.
FLASHBACK
Ketika sedang menatap Bei Zhao dalam dalam, Bei Zhao tiba tiba seperti teringat sesuatu dan mengeluarkan sesuatu dari saku pakaiannya.
Itu adalah surat yang telah usang tapi segelnya masih sangat baik bahkan tidak ada gangguan sedikitpun.
__ADS_1
Sudah berapa lama surat ini ada ? Dahi Lin Beishang berkerut dalam ketika melihat Bei Zhao menyerahkan ini padanya.
"Bukalah dan bacalah, sebelum meninggal , ibuku telah menitipkan ini pada ku untuk putri Xia Ling yang tersembunyi. Jadi, aku bertanya, ' bagaimana jika ternyata aku tidak berhasil menemukan putri yang dimaksud oleh ibu ?', ibuku menjawab, 'maka biarkan saja surat itu menjadi abu tanpa ada yang mengetahui isinya. ' Jawab ibuku. Aku berpikir dengan keras dan mencari semua orang lalu mengetahui bahwa itu ternyata adalah Ibu dari Putri Mahkota Dinasti Tang. " Ucap Bei Zhao dengan tenang.
"Tapi, setelahnya aku menyadari bahwa itu tidak tersembunyi sama sekali dan mencari lebih dalam tapi lama kelamaan aku menjadi lupa dan sibuk dengan urusan militer. Semalam, entah angin apa yang menghampiriku, aku kembali mengingat surat ini dan menyadari bahwa kamulah yang selama ini aku cari. " Lanjut Bei Zhao.
Lin Beishang untuk sejenak tertegun dan menatap Bei Zhao dengan tatapan tidak percaya, bagaimana mungkin ada ketidak sengajaan yang begitu aneh di dunia ini ?
Ini jelas jelas seperti diatur oleh seseorang tapi kenyataan nya ini adalah takdir. Takdir benar benar tidak dapat diperkirakan dan tidak bisa ditebak.
Takdir seseorang bahkan bisa berubah 180 derajat dalam semalam seolah olah sedang membalikkan telapak tangan.
"Jika begitu, maka aku bisa membuka suratnya ?" Tanya Lin Beishang memecah keheningan.
"Ya, bukalah suratnya. Jangan bertanya padaku tentang isinya karena aku juga tidak tahu apa isinya." Ucap Bei Zhao dengan senyum tipis.
Lin Beishang tertawa kecil dan melihat bahwa ketika dibuka itu ada dua surat, satu adalah pelapis luar sementara yang lain adalah surat juga yang terbungkus dengan rapi, seolah olah dibuat untuk jangka lama.
Seolah olah pembuat surat telah mengetahui bahwa surat itu akan terus bertahan selama lebih dari 20 tahun.
Lin Beishang membuka surat yang terluar dan membacanya dengan raut wajah serius tapi sebenarnya cukup gugup.
^^^- Sha Xi '^^^
Surat itu tampak ditulis dengan kebencian yang mendalam dan Lin Beishang segera mengerti bahwa ini adalah surat dari ibu Bei Zhao yang dikatakan sangat dekat dengan ibunya.
Lalu, Lin Beishang membuka surat selanjutnya, tapi sebelum sepenuhnya terbuka, gerakannya berhenti sejenak dan Lin Beishang menarik nafas dalam dalam seolah olah takut untuk membuka surat selanjutnya.
Surat pertama saja sudah cukup untuk membuatnya menjadi gelisah, tidak tahu pukulan apa yang menunggu nya di surat selanjutnya.
Tapi, setelah menarik nafas dan menghembuskan nya dengan perlahan untuk mendapatkan ketenangan.
Akhirnya Lin Beishang mendapatkan keberanian untuk membuka surat dari ibunya dan dengan perlahan lahan membuka segel yang dibuat oleh ibunya.
Seolah olah takut jika dia sedikit kasar saja maka surat yang sudah usang dan rapuh itu akan terbelah menjadi seribu bagian.
'Beishang, ini adalah nama yang ibu berikan padamu secara pribadi, aku bukanlah ibu yang baik dan tidak dapat memilihkan nama yang baik untukmu, tapi ini adalah satu satunya nama yang terlintas dibenakku.
Aku ingin mengatakan bahwa jika kamu membaca surat ini pasti aku sudah tiada, pada saat itu maka tidak akan ada yang bisa menjagamu lagi. Ibu ingin kamu menjaga dirimu sendiri dengan baik dan makan dengan baik.
__ADS_1
Tidak perlu terlalu berambisi, cukup jaga dirimu baik baik dengan sehat dan bekecukupan, maka ibu sudah sangat senang.
Ibu akan mengatakan satu hal bahwa kamu memiliki seorang ayah dan kakak perempuan yang tinggal di Dinasti Tang, jika kamu memiliki kesempatan maka tolong jaga ayahmu.
Dia adalah orang yang keras kepala tapi sebenarnya adalah orang yang baik, ingatkan dia untuk mengenakan mantel, tubuhnya sudah tidak muda lagi dan tidak akan sanggup menahan udara dingin.
Ibu menyayangi kalian semua.
^^^- Xia Ling '^^^
Begitu selesai membaca ini, Lin Beishang langsung menyingkirkan surat ini dan menangis dengan tidak terkendali.
Bei Zhao tidak bertanya dan hanya memeluk Lin Beishang dengan penuh kasih sayang , seolah olah ingin menguatkan gadis itu.
Lin Beishang terus menangis dengan kesakitan dan tidak dapat berhenti dalam waktu singkat , surat dari ibunya telah benar benar memukulnya.
FLASHBACK END
"Kamu sudah tahu bukan , apa alasanku khawatir pada kesehatan mu ?" Tanya Lin Beishang dengan suara lembut pada Lin Xi.
Lin Beishang merasa bahwa nafasnya menjadi berat seolah olah ingin kembali menangis seperti semalam, selama ini Lin Beishang tidak pernah membenci ibunya dalam hal apapun.
Apalagi ketika mendengar cerita Zhao Ye Shi, ibunya telah berjuang sebaik mungkin untuk mempertahankan nya.
Lin Beishang hanya merasa malu bahwa dia tidak bisa menjadi cukup baik seperti yang di inginkan oleh ibunya, tangannya ternoda oleh darah.
Tidak seperti yang diharapkan oleh ibunya , dia adalah orang yang berambisi dan tidak bisa menjaga dirinya sendiri.
Hatinya terpukul terutama ketika ibunya menyuruhnya untuk hidup dengan baik, dia tentu saja ingin hidup dengan baik tapi takdir mengatakan hal lain.
Mereka berdua , ibu dan anak sebenarnya sama sama menanggung banyak penderitaan dan nasib buruk.
Lin Beishang tidak bisa tidak mengerti apa yang dirasakan oleh ibunya pada saat itu, sebagai sesama orang yang telah banyak menderita, mustahil bagi Lin Beishang untuk tidak mengerti.
Di dunia ini, tidak akan ada orang yang lebih memahami penderitaan ibunya lebih baik daripada dirinya bahkan jika itu adalah Lin Yue atau Lin Xi.
"Dia...... dia....... aku berharap bisa bertemu dengannya secepat mungkin. "Ucap Lin Xi.
"Tapi, bahkan jika aku mengakhiri hidupku hari ini, dia akan masuk Surga sementara aku akan masuk Neraka , pada akhirnya aku masih tidak layak untuk seorang malaikat nyata sepertinya. " Lanjut Lin Xi dengan tatapan yang redup dan tampak sangat sedih.
__ADS_1
"Dia tidak ingin kamu merasa sedih, jadi jangan merasa sedih, ............ Ayah. " Ucap Lin Beishang dengan halus dan mengambil jeda sebelum akhirnya memanggil Lin Xi dengan sebutan 'Ayah'.