
Setelah itu, Lin Beishang mulai menggeledah ruangan tempat tinggal Xue Yong dan yang lainnya lalu mereka menemukan sejumlah
Disana, dia menemukan banyak perhiasan , baik Emas maupun permata atau bahkan Perak. Setelah memastikan bahwa semuanya telah kosong.
Lin Beishang menyeret ayah dan anak yang sedang terikat di dalam Yue Shan itu ke dalam kereta kuda yang telah di sewanya dan menatap ke arah Bei Zhao.
" Lebih baik kamu yang mengendarai kuda, biarkan aku yang mengurus kedua orang ini. " Ucap Bei Zhao.
"Apakah kamu cemburu jika aku hanya dengan mereka di dalam kereta kuda ?" Tanya Lin Beishang dengan tawa santai dan wajah Bei Zhao berubah menjadi lebih cemberut.
"Baiklah, baiklah. Aku akan mengendarai kudanya. " Ucap Lin Beishang dengan santai dan duduk di kursi kemudi lalu mengenakan topi bambu yang menutupi separuh dari wajahnya.
Lin Beishang melihat bahwa Bei Zhao telah masuk ke dalam kereta kuda dan langsung mencambuk kedua kudanya dengan tali kekang.
Kuda itu tampak mengeluarkan raungan sebelum akhirnya berlari dengan cepat membelah kota, Lin Beishang sengaja mengenakan pakaian biasa dan kereta kuda biasa.
Jika itu milik Kekaisaran, maka akan sangat mencolok, Lin Beishang tidak akan melakukan hal semacam itu.
Tapi, mungkin di dunia ini ada orang yang akan dengan terang terangan memamerkan posisinya yang sebenarnya untuk mendapatkan lebih banyak rasa hormat dari orang lain.
Lin Beishang mengarahkan kuda sambil bersenandung kecil dan butuh waktu sekitar 2 jam lebih untuk sampai di gerbang istana.
Bagaimanapun, mereka harus melewati pasar yang ramai dan dipenuhi dengan orang orang yang berbelanja, tentu saja mereka tidak bisa cepat seperti mereka menggunakan ilmu meringankan tubuh milik mereka.
Bahkan, yang lebih menyedihkan adalah ketika sampai di gerbang istana, mereka masih ditahan oleh penjaga bahkan akan di geledah.
"Hentikan." Ucap Lin Beishang pada penjaga.
"Maaf, tapi kami harus menggeledah kereta kuda mu baru kau diizinkan masuk. " Ucap penjaga itu.
Penjaga itu ingin membuka pintu bahkan sebelum dia sempat mengeluarkan tanda pengenal miliknya. Tapi, untungnya ada Bei Zhao yang dengan sigap menahan pintu agar Penjaga tidak bisa melihat ke dalam.
Bagaimanapun ini adalah misi rahasia, bahkan menteri tidak mengetahui ini apalagi hanya Penjaga Gerbang seperti mereka ?
Ini adalah hal yang sangat penting, memberitahu satu orang yang tidak bertanggung jawab maka tidak perlu waktu lama untuk menyebarkannya di hari esok.
"Aku sudah bilang berhenti ! " Perintah Lin Beishang sambil mengangkat tanda pengenal nya yang memiliki tulisan 'Yingfei'.
Kedua penjaga itu terkejut dan langsung bersujud di depan tanda pengenal miliknya.
"Maafkan hamba ini yang tidak bisa mengenali, Yingfei Gongzhu. " Ucap kedua penjaga itu dengan gemetar.
"Berdiri dan buka pintu untukku. " Pintu gerbang dibuka untuknya dalam waktu singkat. Lin Beishang tidak mengatakan hal lain lagi dan langsung melesat ke dalam.
Pertama tama menuju penjara dan melempar kedua bajingan ini lalu kedua, melapor pada Kaisar.
Lin Beishang menurunkan Xue Yong dan Xue Lang Yu di penjara lalu langsung memacu kereta kudanya menuju aula Kekaisaran.
__ADS_1
"Bei Zhao, kau jaga kereta. Aku akan melapor pada Kaisar. " Ucap Lin Beishang.
"Hm." Balas Bei Zhao dari dalam kereta.
"Kasim Luo, apakah ada ayahku di dalam ?" Tanya Lin Beishang pada Kasim Luo.
Kasim Luo yang melihatnya dengan pakaian biasa dan topi bambu tampak bingung dan Lin Beishang langsung membuka topi bambunya.
"Yingfei Gongzhu !" Ucap Kasim Luo dengan terkejut.
"Apakah ayahku ada di dalam ?" Tanya Lin Beishang mengulangi kalimatnya yang sebelumnya.
"Bixia ada di dalam. " Ucap Kasim Luo sambil menunduk rendah dan pintu dibukakan untuknya.
Lin Beishang melangkah masuk dan pintu ditutup lalu melihat Lin Xi yang memuntahkan darah sambil terbatuk batuk.
Lin Beishang langsung berlari ke atas tahkta dan menepuk nepuk punggung ayahnya, di sapu tangan ayahnya ada darah segar.
"Ayah, apa yang terjadi padamu ?" Tanya Lin Beishang dengan suara yang sedikit tertekan.
"Yue ? Kau sudah kembali ?" Tanya Lin Xi dengan suara yang setengah sadar.
Lin Beishang segera memeriksa keadaan Lin Xi dan ternyata Lin Xi diberikan racun oleh entah siapa yang melakukan ini. Racun ini akan membuat korbannya mengatakan keinginan terdalamnya sebelum akhirnya akan dilarutkan dalam keinginan yang menyedihkan dan menjadi gila.
Hati Lin Beishang menjadi sakit ketika mendengar kata kata Lin Xi tapi dengan cepat menggores tangannya sendiri dan menahan rahang ayahnya.
Darahnya mengalir dengan cepat ke mulut ayahnya dan Lin Xi menjadi lemas lalu bersabar di kursi tahkta nya.
Kata kata Lin Xi seperti sambaran petir baginya, lututnya menjadi lemas dan tenggorakan nya menjadi kering dan sakit, matanya menjadi lebih panas.
"Ayah, apakah aku tidak berharga dimatamu ? Apakah semua upaya yang kulakukan selama ini untukmu benar benar tidak memiliki nilai dimatamu ? Aku selalu berusaha untuk bangun pagi dan menemanimu dan merawatmu dengan baik, apakah dimatamu hanya ada jie jie satu satunya ? Jika kamu tidak senang denganku, kenapa harus menyembunyikannya ? Kenapa tidak mengatakannya dari awal ? Kenapa membuat aku berharap terlebih dahulu sebelum menjatuhkanku seperti ini ? Apakah aku tidak memiliki nilai dimatamu ?" Tanya Lin Beishang dengan sedih dan menahan tangis.
Lin Beishang melihat Lin Xi yang berada di ambang sadar atau tidak sadar dan mendengarkan semua kata kata kesedihan Lin Beishang.
Lin Xi ingin menggapai tangan Lin Beishang dan mengatakan bahwa dia menyayangi nya juga sama seperti dia menyayangi Lin Yue, tapi Lin Xi tidak bisa melakukannya.
Hanya bisa melihat mata Putri keduanya yang berair tapi tampak keras kepala dan menolak untuk mengalirkan air mata.
"Aku telah menyelesaikan tugasku , aku akan pergi dan berhenti menjadi pengganggu di matamu. Terimakasih karena telah merawatku selama ini, aku akan menjelaskan ini pada Lin Yue nanti, dia pasti juga akan mengerti dengan keadaan ku. " Ucap Lin Beishang sambil memaksakan diri untuk tersenyum.
Lin Beishang mengeluarkan semua kunci tahanan yang telah di pegang olehnya selama ini dan jumlah rincian dari uang yang telah didapatkan nya dari Kediaman Xue.
Lin Beishang meminta seseorang untuk memberitahu Bei Zhao untuk meninggalkan kereta kuda itu pada Kasim Luo.
Sesampainya di Paviliun Qing Luo, tanda pengenal yang terbuat dari pelat terbaik masih berada di tangannya.
Dengan tenaga dalamnya pelat terbaik yang menuliskan gelarnya itu hancur menjadi ribuan keping dan tidak menyisakan apapun.
__ADS_1
Lin Beishang merasa bahwa dadanya terlalu sesak dan memukul mukul dadanya sendiri dan berharap bahwa dadanya tidak terlalu sesak lagi.
Berharap bahwa bisa mengurangi rasa sesaknya dengan cara ini, tapi ini bahkan membuatnya menjadi lebih frustrasi lagi.
Lin Beishang membanting vas dan segala meja yang ada di kamarnya , tangannya terkena pecahan Vas dan berarah tapi Lin Beishang tidak tampak kesakitan bahkan merasa sangat puas.
Seolah olah dengan melihat dirinya masih merasakan sakit, dia masih bisa mengenali dirinya sendiri sebagai manusia yang hidup, bukan monster yang bersembunyi di balik kulit manusia.
Tiba tiba, tubuh Lin Beishang bergetar hebat dan jatuh ke tanah yang penuh dengan pecahan Vas dalam posisi berlutut.
Darah menyembur keluar dari mulutnya, darah itu berwarna merah gelap atau bahkan berwarna hitam.
Kondisi kesehatan nya secara ajaib langsung memburuk karena emosi ini dimakan oleh Racun Gu secara pribadi dan menjadi lebih kuat.
Lin Beishang merasa seolah olah jantungnya ingin dicabut keluar hidup hidup dan kakinya terasa lemas.
Tatapannya menjadi redup dan Lin Beishang jatuh terduduk lalu terkulai di samping kasurnya, dengan duduk di lantai dan tangan yang bertumpu di kasur miliknya.
"Seandainya aku tahu bahwa bertemu dengan Lin Yue dan Lin Xi harus membayar semahal ini dan semenyakitkan ini, maka aku tidak akan pernah datang dan mencari mereka." Gumam Lin Beishang dengan tatapan kosong dan tatapannya menjadi lebih dan lebih kabur, lalu jatuh pingsan dalam kondisi terkulai lemas.
Sementara disisi lain, Bei Zhao mendatangi Kaisar Lin Xi yang tampak pucat dan tidak dalam kesehatan yang baik.
Tidak ada tanda tanda kehidupan di tatapan redup milik Lin Xi dan kesehatan pria tua itu tampaknya sedang sangat buruk.
"Salam hormat kepada Kaisar Lin Xi. " Ucap Bei Zhao sambil berlutut dengan satu kaki.
Lin Xi memberi tanda untuk berdiri, efek racun itu belum sepenuhnya hilang tapi telah menjadi lebih baik.
"Aku ingin bertanya, kemana perginya Beishang ? Kenapa dia langsung melarikan diri setelah melihatmu ?" Tanya Bei Zhao dengan terus terang.
"Bei Wang, ada satu hal yang ingin zhen tanyakan padamu, harap kamu bisa memberikan jawaban yang jujur. "Ucap Lin Xi dengan nada rendah.
"Apa yang ingin ditanyakan oleh Bixia padaku ?" Tanya Bei Zhao dengan penasaran.
"Apakah Lin Beishang mengembangkan Darah Seribu Racun ?" Tanya Lin Xi dengan tatapan serius.
Dahi Bei Zhao mengernyit dan bingung harus menjawab apa, lagipula ini adalah rahasia Lin Beishang tapi di satu sisi menurut Bei Zhao, sebagai ayah maka Lin Xi seharusnya mengetahui hal ini.
"Tidak perlu menjawab , aku mengerti. Bei Wang, kemarilah, aku akan memberitahu mu sesuatu. " Ucap Lin Xi sambil menepuk bangku yang ada di sebelahnya.
Bei Zhao berjalan naik dan duduk di sebelah Lin Xi.
"Apa kamu tahu apa yang dibayar untuk mendapatkan Darah Seribu Racun ?" Tanya Lin Xi.
"Bukankah itu harus menahan racun Gu selama 365 hari ?" Tanya Bei Zhao pura pura tidak tahu tentang efek lain dari Darah Seribu Racun, memikirkan ini membuat hati Bei Zhao kembali sakit.
"Itu benar , tapi itu hanya salah satunya. Yang paling mengerikan dari Darah Seribu Racun adalah pengikisan umur dan kekuatan secara bertahap dan perlahan lahan, perjalan menuju itu sangat sakit, apa kau tahu itu ?" Tanya Lin Xi.
__ADS_1
"Aku tahu itu. " Jawab Bei Zhao dengan mantap sementara tatapannya meredup, membayangkan bahwa Beishangnya akan menderita.
Bei Zhao menolak untuk menyerah dan percaya bahwa setiap penyakit maka pasti akan memiliki suatu penyelesaian atau dengan kata lain setiap penyakit pasti memiliki suatu obat untuk menyembuhkannya.