
Bei Zhao turun dari kuda dengan tatapan tidak percaya dan memeluk Chu Linfei dengan erat, terlihat bahwa hubungan Chu Linfei dengan Bei Zhao ini tidak buruk.
Sementara keduanya memiliki perasaan yang bersemi semi karena telah menemukan satu sama lain, dia sebagai orang asing merasa canggung.
Entah untuk melakukan apapun, Zhou Beishang merasa serba salah dan merasa tidak bisa bergerak jadi hanya bisa terdiam di tempatnya dan memandang sepasang kakak adik itu yang saling melepas rindu.
Zhou Beishang merasa bahwa senyumnya telah membeku dan perlahan lahan hilang, bahkan jarinya terasa menggigil.
Seolah olah dia berada di ladang yang dingin dan membekukan tulang, tubuhnya menjadi sedikit gemetar.
Serangan lain dari Darah Seribu Racun dan Bubuk Pemakan Emosi Surga ! Ini bahkan lebih ganas daripada sebelumnya ,tampak seperti ingin memberontak.
Tapi, seperti ada pagar yang membatasi serangan dan menahan serangan agar tidak menyerangnya.
Zhou Beishang mengerti ! Ini semua terkait dengan emosi nya , apabila dia mulai merasakan emosi negatif seperti kemarahan, kesedihan dan rasa iri.
Maka, kedua racun itu akan seperti tanaman yang diberi pupuk dan tumbuh dengan sangat subur, satu satunya cara adalah dengan mematikan kedua tanaman ini sampai ke akar akarnya.
Satu satunya cara untuk memastikan kedua pohon beracun ini sampai ke akar adalah tidak memberikan nutrisi yang cukup.
Benar kata Zhao Ye Shi bahwa dia harus banyak menahan diri untuk terus bertahan hidup, Zhou Beishang mengedipkan matanya dan kedinginan di jari jarinya perlahan lahan menghilang dan tampak biasa saja.
Tidak terlihat berlebihan atau terlalu acuh tak acuh, hanya biasa saja, tampak sangat datar seperti di awal awal.
"Bei Wang, bagaimana kamu bisa ada disini ?" Tanya Zhou Beishang dengan tenang.
Bei Zhao menatapnya dengan tatapan terkejut seolah olah melupakan bahwa tadi dirinya ada disana.
__ADS_1
"Putri Mahkota yang mengatakan ini padaku, jadi aku datang kemari. Sementara bawahan ku akan datang ke kediaman pribadi Jenderal Chang. " Ucap Bei Zhao.
"Ternyata Lin Yue yang mengatakan nya pada mu, boleh aku tahu dimana Lin Yue saat ini ?" Tanya Zhou Beishang.
"Aku tidak tahu, aku telah tidak bertemu dengan Putri Mahkota sejak semalam. " Ucap Bei Zhao.
Zhou Beishang mengangguk pelan dan mengakui bahwa Lin Yue ini benar benar tidak bisa di andalkan, dia jelas jelas ingin menggunakan kesempatan ini untuk menarik Chu Linfei ke sisinya.
Siapa yang tahu bahwa Lin Yue tidak datang tepat waktu melainkan mengirimkan Bei Zhao untuk membawanya ke posisi yang canggung seperti ini.
Zhou Beishang menghela nafas pelan dan mencoba untuk menahan kekesalan nya sebaik mungkin, karena jika dia di kendalikan oleh kedua racun mematikan itu.
Maka, orang yang paling mengenalnya , tidak akan pernah mengenali nya lagi. Orang yang tahu setiap kebiasaannya akan menjadi tidak terbiasa, karena dirinya tidak menjadi dirinya sendiri lagi.
Kedua racun itu memiliki roh, masing masing memiliki roh untuk mengendalikan tubuh fana nya ini.
Bei Zhao menceritakan semua masalah pada Chu Linfei yang membuat dahi Chu Linfei menjadi berkerut sementara Zhou Beishang hanya diam dan mendengar kata kata Bei Zhao dengan cermat seolah olah ingin mencari sesuatu.
Zhou Beishang selalu curiga dengan Chu Linfei yang tampaknya memiliki hubungan yang dekat dengan Chu Huli.
Tapi, pada akhirnya dia tahu hari ini dan apa penyebab dari Chu Linfei pergi menjadi pertapa sederhana.
"Adikku yang masih muda itu, dia telah menjadi sangat berambisi. Bukannya aku tidak sadar bahwa dia selalu memandang ku sebagai batu yang menghalangi langkah nya. " Ucap Chu Linfei sambil menghela nafas.
"Sangat disayangkan, bahwa ibu meninggal ketika melahirkan nya karena umur ibu tidak memungkinkan untuk mengandung lagi , tapi ibu terus bersikeras untuk mempertahankan nya, tidak menyangka bahwa semuanya akan berakhir menjadi seperti ini. "Lanjut Chu Linfei.
"Pada saat itu, umurku sudah menginjak 22 tahun dan ibu sudah berumur hampir 50 tahun, sehingga tidak memungkinkan untuk melahirkan lagi, tapi ibuku adalah orang yang keras kepala dan menolak untuk menggugurkan anak ini. Sepertinya, sifat keras kepala yang dimiliki oleh Li'er menurun dari ibu, sayang sekali bahwa ini harus melukai banyak orang untuk memenuhi ambisi pribadi nya. " Ucap Chu Linfei sambil memandang ke arah kejauhan.
__ADS_1
Daripada itu, Zhou Beishang justru lebih terpanah pada umur Chu Linfei pada saat itu, jika pada saat itu berumur 22 tahun.
Maka, bukankah sekarang telah menginjak umur 50 tahun ? Untuk masih memiliki tubuh gagah seperti ini, maka benar benar luar biasa !
"Dage, saat ini Chu Huli telah bertindak keterlaluan dengan begini maka berapa banyak darah yang harus di korbankan ? Apakah Dage masih mengingat apa prinsip yang dimiliki oleh Paviliun Qiao Yao kita ? Yang telah diturunkan selama lebih dari 7 generasi ?" Tanya Bei Zhao dengan pelan.
"Tentu saja aku ingat, selama 50 tahun masa hidupku yang sia sia ini, aku tidak bisa melakukan hal besar hanya bisa terus mengingat setiap prinsip Paviliun Qiao Yao kita. ' Membantu orang kesulitan, menegakkan keadilan, menentang kejahatan dengan keras !'." Sebut Chu Linfei dengan penuh kesedihan.
"Li'er tidak memiliki banyak waktu dengan ayah dan ibu dan tidak ada yang bisa mengajarinya dengan baik, bahkan aku tidak bisa. Ini adalah kelalaian ku dalam mendidiknya. Bagaimanapun aku harus bertanggung jawab, padanya, pada ayah dan ibu, dan pada semua orang. Aku akan meminta maaf padanya karena telah membuatnya menjadi tersesat seperti ini. " Ucap Chu Linfei dengan sedih.
Siapa yang tidak sedih ketika mendengar adiknya, dari kata kata yang dilontarkan oleh Chu Linfei, Zhou Beishang telah sedikit mengerti.
Chu Linfei seharus nya sebagai putra tertua adalah pewaris posisi pemimpin Paviliun, tapi karena rasa sayangnya pada Chu Huli.
Akhirnya Chu Huli yang naik menjadi pemimpin Paviliun, ini adalah hal yang tidak bisa diikut campuri oleh orang luar seperti nya.
Ini adalah masalah internal dan Zhou Beishang tidak akan mengurusi nya, tapi sekarang secara samar samar dia mengerti bahwa Chu Huli mungkin mengusir Chu Linfei.
Sehingga Chu Linfei akhirnya mengalah dan pergi dari Paviliun Qiao Yao untuk menjelajah, tapi ini rasanya agak tidak masuk akal.
Tidak peduli sesayang apapun pada seorang adik, pada dasarnya manusia adalah mahkluk yang egois.
Bagaimana mungkin Chu Linfei yang lebih layak bisa begitu pasrah dan pergi begitu saja ? Ini kurang masuk akal.
Zhou Beishang mengerti dengan sangat baik tentang bagaimana sifat manusia, tanpa didikan yang tegas untuk berada di jalan yang benar sejak muda.
Maka, sangat kecil kemungkinan manusia itu berjalan di jalan kebaikan. Itu adalah sifat manusia yang dipahami oleh Zhou Beishang.
__ADS_1
Sementara di sisi lain, Lin Yue yang ingin pergi sedang ditahan oleh seorang pemuda yang tampan.