Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
126. Tuan Kedelapan


__ADS_3

Melihat orang yang harus dilindungi telah dipaku sampai mati membuat Tuan Kedelapan marah, itu secara tidak langsung membuat Tuan Kedelapan lalai dengan tugas yang telah diberikan oleh Kaisar.


Tuan Kedelapan langsung berusaha untuk meninggalkan area pertarungan dengan Lin Qiaofeng dan berusaha untuk mendekati Lan Xiang.


Tuan Kedelapan ingin membunuh Lan Xiang sebagai gantinya ! Tapi, Lin Qiaofeng yang melihat ini bagaimana bisa membiarkan hal itu terjadi begitu saja di depan matanya.


"Tuan Kedelapan, kamu bahkan telah kesulitan untuk melawan ku dan kamu masih bisa memandang orang lain ? Aku pikir kamu telah menatapku dengan sebelah mata, sepertinya aku kurang kejam dalam serangan ku sebelumnya. " Hinanya pada Tuan Kedelapan.


"Kaisar telah menurunkan perintah untuk menjaga Selir kesayangannya, apabila Selir terluka maka orang yang melukai Selir harus dibunuh ! " Ucap Tuan Kedelapan.


"Tuan Kedelapan, kamu harus tahu itu dengan catatan bahwa kamu masih bisa bertahan hidup. Jika kamu tidak bisa, bukankah perintah Kaisar itu akan segera menjadi omong kosong belaka ?" Tanyanya dengan senyum meremehkan.


"Lan Xiang, pergi menuju Istana, bawa sebagian orang untuk menjaga Istana !" Perintahnya pada Lan Xiang.


"Ya, Nona. " Ucap Lan Xiang.


Lan Xiang pergi menuju istana dan menjauhi arena pertarungan yang membuat Tuan Kedelapan merasa lebih marah karena mangsanya telah melarikan diri.


"Lihatlah, kamu bahkan tidak bisa menjaga orang yang telah diperintahkan Kaisar. Aku pikir, kamu akan mendapatkan hukuman dari Kaisar setelah ini. " Ucapnya.


"Kau harus tahu apa akibat dari menentang Dinasti Qin !" Ucap Tuan Kedelapan dengan marah.


"Apa itu ? Aku bahkan tidak memandangnya sama sekali. Sudah ku katakan, tempat yang kamu bangga banggakan itu pada akhirnya akan hancur. " Bisiknya pada Tuan Kedelapan sambil tertawa jahat.


Keduanya kembali bertarung dengan sengit, Yue Shan dengan cepat menebas pedang Tuan Kedelapan. Jika harus dibandingkan, maka kekuatan Tuan Kedelapan ini tidak terlalu baik.


Mungkin jika dibandingkan dengan Bei Zhao maka Bei Zhao dapat mengalahkan Tuan Kedelapan ini dalam 20 gerakan sementara Lin Yue mungkin membutuhkan 50 gerakan untuk mengalahkan Tuan Kedelapan.


Sementara untuk dirinya sendiri, dia tidak yakin dengan kekuatan nya sendiri tapi dia yakin bahwa dia bisa mengalahkan Tuan Kedelapan.

__ADS_1


Berkat pertarungannya dengan banyak ahli hebat sebelumnya, Lin Qiaofeng akhirnya memiliki banyak pengalaman baru dalam bertarung melawan orang orang.


Seperti melawan saudarinya yang lebih tua, Lin Yue, lalu Bei Wang yang terhormat, Bei Zhao dan yang terakhir adalah Ketua Paviliun Qiao Yao yang legendaris , yaitu Chu Huli.


Jika Chu Huli yang melawan Tuan Kedelapan ini maka Chu Huli akan bisa mengalahkan Tuan Kedelapan ini dalam 15 gerakan jika mengukur kekuatan Chu Huli.


Lin Qiaofeng sendiri yakin, jika dia memiliki waktu yang cukup maka dia akan mengalahkan kekuatan Chu Huli baik cepat atau lambat.


Sejauh ini, peningkatan kekuatannya belum menemui kemacetan entah karena pemahamannya atau karena kemampuan dari Giok Phoenix Abadi yang legendaris.


Yue Shan dengan kejam memukul tubuh lawannya tanpa ampun, kali ini Tuan Kedelapan tidak bisa bergerak lagi sehingga Yue Shan mendarat tepat di dada Tuan Kedelapan.


Tuan Kedelapan terlempar mundur dan memegangi dadanya sambil terbatuk batuk di bawah jubah hitam besar.


Lin Qiaofeng menyeringai ketika melihat ini, hanya dalam 20 gerakan dia bisa memukul Tuan Kedelapan. Itu adalah kemajuan pesat di bandingkan sebelumnya.


Jika tidak hati hati, maka pedang Tuan Kedelapan telah akan jatuh sejak tadi. Melihat bahwa musuhnya sedang lengah, Lin Qiaofeng tidak menyia nyiakan kesempatan dan berlari kedepan lalu memukulkan cambuknya sekuat tenaga.


Pah !!


Cambuk itu menghantam pedang Tuan Kedelapan yang membuat pria itu terlempar mundur, jika sebelumnya hanya ter mundur beberapa langkah maka saat ini sampai menabrak pohon.


"Aku tidak menyangka bahwa ahli semacam dirimu ini menggunakan pedang yang begitu buruk, apakah Kaisar yang kau banggakan itu tidak memberimu barang yang baik ?" Tanyanya dengan mengejek.


Pandangan Lin Qiaofeng jatuh pada pedang Tuan Kedelapan yang saat ini telah retak seribu akibat serangan mematikannya.


Jika Tuan Kedelapan tidak melindungi dadanya sendiri dengan pedang itu maka bisa dipastikan Tuan Kedelapan akan berbaring tanpa nyawa dibawah pukulan mematikan Lin Qiaofeng.


Sifat alami Yue Shan adalah kuat, kejam dan liar, tidak dapat diprediksi dan sulit untuk dikendalikan sesuai dengan perilaku Tuannya.

__ADS_1


Karena itulah Yue Shan bisa langsung cocok ketika berada dibawah kepemilikan Lin Qiaofeng karena keduanya memiliki sifat yang serupa.


Senjata secara alami memiliki sesuatu yang disebut sebagai roh senjata, tanpa persetujuan dari Roh Senjata maka pemiliknya tidak akan bisa menggunakan kekuatan senjata dengan penuh.


Beberapa orang meminta orang yang hebat untuk menundukkan sebuah roh senjata untuk mereka, karena itulah kadang kadang senjata dan tuannya tidak memiliki ikatan yang kuat.


Berbeda dengan Yue Shan yang bertindak seolah olah itu adalah tangan ketiga milik Lin Qiaofeng dan bisa memahami seluruh keinginan Lin Qiaofeng atau dengan kata lain Yue Shan dan Lin Qiaofeng telah satu hati.


"Tuan Kedelapan, sekarang senjatamu sudah tidak ada. Bagaimana menurutmu ? " Tanya nya dengan sinis.


"Apakah kamu mencoba untuk kabur ?" Tanyanya pada Tuan Kedelapan yang menunjukkan gelagat gelisah.


"Tidak ! Sampai matipun aku tidak akan kabur ! Aku lebih baik mati daripada menjadi seorang pengecut di hadapan gadis kecil sepertimu !" Teriak Tuan Kedelapan dengan putus asa.


"Tentu saja, masalahnya kamu harus tahu Tuan Kedelapan, bahkan jika kamu kabur aku tidak akan mengizinkan mu. Karena, membunuhmu akan membawaku lebih dekat dengan tujuanku. Terimakasih karena telah datang kesini dan bersedia menjadi batu pijakan ku." Ucapnya dengan senyum jahat.


Yue Shan terulur dan mencekik leher Tuan Kedelapan sampai mati sebelum akhirnya tubuh Tuan Kedelapan jatuh tepat di sebelah Fang Ling.


Lin Qiaofeng menatap ini dengan acuh tak acuh, membutuhkan 75 gerakan untuk mengalahkan Tuan Kedelapan.


Kekuatannya berarti hanya sedikit lebih rendah daripada milik Lin Yue, tapi itu tidak masalah karena Lin Yue lebih tua darinya dua tahun.


Lin Qiaofeng memandang ke sekitar dan melihat bahwa orang orang Dinasti Song bisa mengalahkan Dinasti Qin.


Lin Qiaofeng bahkan tidak menoleh dua kali dan langsung pergi menuju Istana Dinasti Song yang dikatakan sedang di serang.


Sesampainya disana, dia melihat bahwa semuanya telah di selesaikan dan tubuh Lin Yue berlumuran darah dengan pedang yang masih mengalirkan darah segar.


Ekspresi Lin Yue datar dan tidak memiliki ketegangan apapun sementara dia juga tidak terkejut karena dirinya juga penuh dengan darah Tuan Kedelapan.

__ADS_1


__ADS_2