
Kaisar terdiam untuk sementara dan menatap nya denga muram. Kasim datang dan mengatakan bahwa Jenderal Xie dan istri nya telah datang.
"Jenderal Xie datng untuk menyambut Yang Mulia !" Seru kasim Luo.
" Yang Rendah ini memberi penghormatan pada Yang Mulia." Ucap Jenderal Xie pada Kaisar.
" Bei Wangfei ,silakan." Ucap Kaisar dengan berat hati.
Dia menenggak cangkir anggur sampai habis dan rasa panas menjalar dari tenggorokan sampai ke perut, seolah olah mencoba untuk membakar habis lambungnya.
Setelah menelan anggur miliknya ,dia baru menyadari tanaman apa yang membuat harum anggur menjadi aneh.
Tapi itu semua sudah terlambat , dia telah terlanjur menelan seluruh anggur itu ke dalam perutnya.
Bau karat naik ke tenggorokan nya, dia memberi hormat kepada Kaisar dan kembali duduk ke tempatnya.
Dia terbatuk batuk kecil sambil menutupi mulut nya dengan sapu tangan nya, dia mengumpat dalam hati.
Rasa penasaran yang membawa petaka ! Seharusnya dia jatuhkan saja cangkir itu.
Dia bersender di tubuh Bei Zhao yang membuat pria itu mengerutkan dahi.
"Jangan meminumnya. " Ucapnya dengan suara yang agak lemah.
"Biarkan aku bersender sebentar. " Ucapnya lagi sambil memandang bahwa Kaisar sedang di sibukkan oleh Jenderal Xie.
Dia melepaskan sapu tangan yang penuh darah itu , gigi nya penuh darah dan dia hampir tidak bisa mempertahankan kesadarannya.
"Beishang !" Panggil Bei Zhao dengan sedikit kekhawatiran.
"Aku tidak apa apa. " Ucap nya dengan suara serak.
"Sialan, daun Anshu. " Umpat nya dengan marah.
Daun Anshu (Eucalyptus) adalah daun beracun yang bisa digunakan untuk pengobatan, Daun Anshu selalu digunakan untuk melawan racun parah.
Sedangkan setiap tetes darahnya adalah racun, ketika Daun Anshu mengalir ke dalam tubuhnya, itu akan saling menyerang dan melukai nya.
__ADS_1
"Jangan meminumnya, itu akan bisa membuat penyakit mu kambuh lebih cepat. " Ucapnya pada Bei Zhao.
Racun dalam tubuh Bei Zhao juga bukan racun sembarangan, jika pria itu meminum teh itu maka kondisinya tidak akan jauh lebih baik darinya.
Dia sekali lagi terbatuk darah dan memejamkan matanya, dia merasa bahwa tubuhnya melayang di udara.
"Yang Mulia, maafkan kelancangan ku, Bei Wangfei saya tidak dalam keadaan yang baik sehingga saya akan mengantar nya pulang. " Ucap Bei Zhao yang masih bisa di dengar olehnya dengan samar samar.
"Apa ? Kirimkan tabib Kekaisaran untuk merawat Bei Wangfei. " Perintah Kaisar pada Kasim Luo.
"Ya, Yang Mulia. " Ucap Kasim Luo tanpa berani menunda sedetik pun.
"Yang Mulia, saya dan Wangfei saya akan pamit terlebih dahulu. " Ucap Bei Zhao dengan dingin, sebelum berjalan keluar dari aula Kekaisaran.
Mereka naik ke dalam kereta kuda , dia masih beberapa kali terbatuk batuk.
"Apa yang kau minum itu ? " Tanya Bei Zhao dengan datar.
"Daun Anshu, digunakan untuk melawan racun berat atau parah. Tapi, dengan jumlah yang sangat sedikit seperti yang ada di dalam arak, itu tidak dimaksudkan untuk menyembuhkan melainkan hanya membuat racun dalam tubuh kambuh dan bertarung dengan Daun Anshu. " Lirihnya, dia masih berada di pelukan Bei Zhao yang hangat.
"Kebetulan, aku tidak bisa meminum yang semacam itu. Seluruh darahku beracun, akan sangat buruk untuk meminum semacam itu. Seandai nya aku bisa mendeteksi nya sejak awal maka aku pasti akan baik baik saja. " Keluh nya dengan kesal.
Mendengar ini membuatnya kesal dan marah setengah mati, tapi sayangnya untuk marah pun dia tidak memiliki energi yang tersisa.
"Hmph ! Terserah mu. " Ucapnya dengan dingin, dia menyimpan wajahnya di dalam dada Bei Zhao.
Kereta kuda dengan cepat sampai ke Kota Wuming yang merupakan wilayah kekuasaan Bei Zhao. Pria itu bahkan tidak sekalipun melepaskan pelukan nya yang membuatnya sesak nafas.
Akhirnya pintu kereta kuda dibuka dan dia di gendong turun, kesadaran nya menjadi lebih kabur dari sebelumnya karena terkena cahaya matahari yang terik.
"Wangye, ini bukan jalan ke paviliun ku. " Ucap nya dengan bingung.
"Kau pikir aku lupa tempat tinggalmu?" Balas Bei Zhao dengan datar.
"Ya, aku hanya mengingatkan. " Ucap nya sambil memutar mata.
Dia berteriak dalam hati, karena siapa dia menjadi seperti ini ?! Tentu saja karena dirinya sendiri. Ini karena dia terlalu penasaran sampai sampai menjadi seperti ini.
__ADS_1
Harusnya dia biarkan saja pria dingin yang kaku ini kejang kejang di aula Kekaisaran ! Membuatnya kesal saja.
Dia mengatakan dengan baik baik tapi pria ini sama sekali tidak ramah bahkan kepada orang sakit, menyebalkan sekali !
"Berhentilah mengumpatiku dalam hati. " Ucap Bei Zhao tanpa emosi, masih sama dingin nya seperti biasa.
"Apa yang Wangye maksudkan ? Aku tidak pernah melakukan apapun. " Ucap nya tanpa rasa bersalah.
"Tidak perlu berbohong, wajah mu sudah menggambarkan semua nya dengan jelas. " Ucap Bei Zhao.
Dia tidak menjawab lagi dan hanya menghela nafas, dia tidak tahu orang ini manusia atau bukan.
Bisa membaca ekspresi orang dengan begitu baik, apakah itu masih manusia ? Atau dia memang terlalu menunjukkan nya ?
Memikirkan ini membuat kepala nya yang semula sudah sakit menjadi lebih sakit lagi. Dia sekarang tahu satu hal, selama sakit maka dilarang untuk banyak berbicara dengan Bei Zhao.
Karena, jika sedang sakit berbicara dengan pria ini maka bukannya sembuh justru akan memperparah keadaan nya.
Dia dibaringkan di kasur milik pria itu sebelum seorang tabib tua datang.
"Tabib tua ini datang untuk memeriksa kondisi Bei Wangfei, harap Bei Wang memberi jalan pada Yang Rendah ini. " Ucap Tabib Ling yang sama dengan di kediaman Ibu Suri sebelumnya.
Tabib tua ini tampak telah mengurus dan menjadi lebih tua beberapa tahun hanya karena tidak bertemu selama beberapa bulan , sepertinya telah di tekan oleh Ibu Suri secara terus menerus belakangan ini untuk menutupi kasus kemarin.
Tangan tabib tua itu sedikit gemetar sebelum akhirnya menyentuh tangannya untuk memeriksa denyut nadinya, lalu menyentuh leher nya dan membuka mata nya dan memeriksa mulutnya.
Dari belakang, Bei Zhao mengamati Tabib Kekaisaran Ling dengan tatapan tajam layaknya burung elang yang sedang mengamati mangsa nya.
Setelah melewati serangkaian pengecekan yang panjang dan melelahkan akhirnya Tabib Kekaisaran Ling telah selesai dengan tugas nya.
"Bei Wangfei Niangniang terkena racun yang cukup parah, selama memakan obat yang di resep kan maka racun seharusnya akan segera menghilang, Bei Wangfei Nianiang juga harus beristirahat total. " Ucap Tabib Tua Ling dengan gemetar.
"Keracunan ? Di istana ? " Ucap Bei Zhao dengan dingin yang membuat suasana menjadi mencekam.
Dia terdiam tampak terkejut tapi sebenarnya tertawa dalam hati, sepertinya pria ini tidak sekaku yang ada di bayangan nya.
Bukti nya pria ini bisa menggunakan kesempatan ini untuk memukul Kaisar.
__ADS_1
Bonus Like 2 k : 2 / 3