
Saat ini, Bei Yi Fei sedang berada di kediaman nya yang mewah, dimana ada puluhan pembantu yang menyambutnya.
"Selamat datang Nona Muda. " Ucap para pelayan.
"Kalian semua bisa berdiri. " Balas Bei Yi Fei.
Lalu berjalan masuk dan melihat Ayahnya yang sedang duduk disana ditemani oleh Ibunya yang masih tampak awet muda.
Siapa lagi jika bukan Chang Yue Niang ? Aneh tapi nyata , Chang Yue Niang sekarang adalah wanita yang baik hati dan sering membantu orang orang kesusahan.
Sepertinya, pelajaran yang diberi oleh Lin Beishang pada Chang Yue Niang di kehidupan lalu sangat efektif sekali.
"Ayah, Ibu. " Panggil Bei Yi Fei.
"Akhirnya kamu kembali ? Aku pikir kamu sudah lupa dengan rumah. " Ucap Bei Zhan dengan kesal.
"He he, bagaimana mungkin aku lupa ? Aku lagi mencari jodohku, kebetulan sekali aku telah menemukan pria yang cocok denganku. " Ucap Bei Yi Fei dengan semangat.
"Oh ya ? ada pria yang tahan denganmu ?" Tanya Bei Zhan sambil mengangkat alisnya.
"Tentu saja, aku cantik, muda, dan kaya. Kekurangan apa yang aku miliki ?" Tanya Bei Yi Fei dengan percaya diri.
"Tentu saja, kamu tidak sabaran, bangun siang, pemalas, pemarah, dan banyak hal buruk lagi tentangmu, sampai sampai menutupi setiap hal baik darimu. " Ucap Bei Zhao dengan sengit.
"Sudah, sudah, kalian berdua selalu bertengkar padahal kita sudah lama tidak saling melihat satu sama lain. " Lerai Chang Yue Niang.
"Ibu selalu mengerti aku, terima kasih. " Seru Bei Yi Fei dan berlari untuk memeluk Chang Yue Niang.
Rasa bersalah merayapi hatinya. Dia dan Chu Yi telah merencanakan kehancuran dari Lin Xi dan Xia Ling.
Saat ini, dia bisa dengan nyaman memeluk ibunya tapi, Lin Beishang tidak akan pernah bisa memeluk ibunya lagi.
Bei Yi Fei merasa bersalah di dalam hatinya, tapi tidak peduli seberapa banyak dia menyesal, nyawa kedua orang itu tidak akan pernah bisa kembali.
__ADS_1
Lin Beishang tadi tidak marah ketika bertemu dengannya, hanya sedikit tidak sabar bahkan membuat Bei Yi Fei merasa lebih malu dengan semua tindakannya selama ini.
'Maafkan aku. ' Gumam Bei Yi Fei di dalam hatinya dan memeluk ibunya dengan sangat erat.
Walaupun hubungan mereka berdua, antara dia dan Lin Beishang buruk di kehidupan lalu, tapi itu adalah masa lalu sementara ini adalah kehidupan sekarang.
Tidak ada gunanya untuk terus berjalan di jalan lama sementara ada jalan baru yang lebih mudah untuk mencapai tujuan.
"Malam ini, Ayah akan menemui paman mu yang belum pernah kamu temui. Dia hanya sedikit lebih tua darimu , tapi kamu harus memanggilnya paman. Sementara Ayahnya adalah saudara dari kakek mu. " Ucap Bei Zhan dengan santai.
"Oh ? Siapa itu ?" Tanya Bei Yi Fei pura pura antusias padahal sudah tahu hal ini dengan jelas.
"Namanya adalah Bei Zhao, seorang Dokter ternama. Jika kamu tidak tahu nama paman mu maka kamu pasti tahu nama Bei Lin bukan ? Dia adalah saudara dari kakek mu. Mereka berbeda umur cukup jauh. " Ucap Bei Zhan.
"Dokter Bei Tua dan putranya ? Aku telah mendengar nama mereka berulang kali, tidak menyangka bahwa kita bersaudara dekat dengan orang hebat seperti mereka. " Balas Bei Yi Fei pura pura antusias.
"Tentu saja, di keluarga kita. Siapa yang bukan orang hebat ? Kebetulan dia akan membawa kekasihnya, apakah kamu akan membawa kekasih mu juga ?" Tanya Bei Zhan.
"Tentu, aku akan mencoba untuk menghubungi nya. Jika dia tidak sibuk, maka aku akan mengajaknya untuk pergi. " Ucap Bei Yi Fei.
"Aku tidak menyangka bahwa hubungan kekerabatan kalian bahkan lebih jelas dan lebih dekat dalam kehidupan ini, pantas saja dia mengambil jalan mundur. " Ucap Lin Beishang sambil memikirkan hubungan keluarga Bei Zhao dengan keluarga Bei Yi Fei.
"Hm, mungkin seperti itu juga. Aku tidak tahu pastinya, hanya saja aku terkejut bahwa aku masih harus menemuinya. " Balas Bei Zhao.
"Tidak apa apa, aku akan menemani mu disana dan kamu tidak akan kesepian. " Lin Beishang membantu Bei Zhao untuk merapikan rambut.
Mereka berdua tidak ingin menjadi seorang pembenci tanpa alasan yang jelas, hanya saja bayang bayang ribuan pasukan yang dibawa oleh Xie Linye terus menerus menghantui mereka.
Rasa bersalah merayapi hati mereka ketika membayangkan bahwa karena salah perhitungan mereka menyebabkan kematian dari ribuan pasukan itu.
Dalam waktu singkat, sore telah menghampiri dan dua mobil berjalan berdampingan keluar dari sebuah pekarangan yang sangat megah.
Siapa lagi jika bukan mobil Bei Zhao dan mobil Bei Lin, keduanya membawa mobil yang mewah sambil membawa Ratu dari hati mereka masing masing.
__ADS_1
Di hati Bei Lin, Sha Xi adalah seorang Ratu. Sementara di hati Bei Zhao, Lin Beishang adalah seorang Ratu.
Kedua mobil itu melaju dengan cepat membelah jalanan kota yang dipadati oleh banyak orang.
Sampai akhirnya berhenti di sebuah hotel mewah, ketika turun, Sha Xi tampak agak sedih.
"Ini menyedihkan, bagaimanapun aku sering kesini bersama dengan Xia Ling. Sayang sekali bahwa dia tidak bisa menemani ku di sini lagi . " Keluh Sha Xi dengan mata yang berkaca kaca.
Lin Beishang mendekati Sha Xi dan mengelus tangan Sha Xi dengan pelan pelan.
"Bibi jangan sedih, jika Bibi sedih maka Ibu akan ikut sedih. " Ucap Lin Beishang.
"Lihatlah, betapa memalukan. Aku disini ingin menangis sementara kamu menabung semua penderitaan sendirian bahkan masih menghiburku, kemarilah putriku yang manis." Ucap Sha Xi dan membawa Lin Beishang untuk masuk ke dalam pelukannya.
Lin Beishang membalas pelukan Sha Xi dan menganggap wanita itu sebagai Ibunya sendiri.
"Bibi Sha bisa tenang, selama Bibi Sha bahagia maka Ibu akan bahagia juga. " Hibur Lin Beishang.
Lalu mereka berjalan masuk ke dalam hotel yang megah itu dan langsung disambut oleh pelayan.
Mereka sampai terlebih dahulu sebelum akhirnya 4 orang datang, senyum Lin Beishang menjadi sedikit membeku tapi kembali tenang.
Itu adalah Bei Zhan, Chang Yue Niang, Bei Yi Fei dan satu pria asing yang tampaknya tidak berasal dari sini.
"Paman, Bibi. " Ucap Bei Zhan memanggil. Bei Lin Dan Sha Xi.
"Ya, kalian berdua bisa duduk. " Ucap Sha Xi dengan tenang.
"Perkenalkan, ini adalah kekasih putraku, Lin Beishang. " Ucap Bei Lin.
"Ah ya, ini adalah kekasih Putriku, Luca. Dia tidak berasal dari sini dan tidak pandai dalam bahasa Mandarin. " Ucap Bei Zhan.
"Salam kepada Tuan dan Nyonya. " Ucap Lin Beishang sambil menunduk.
__ADS_1
Mereka melakukan upacara kesopanan yang singkat dan menatap ke arah Bei Yi Fei dengan tatapan penuh makna.