Legend Of Beishang

Legend Of Beishang
221. Dua Lin Beishang?!


__ADS_3

Wajah Chu Linfei sedikit berubah dan Lin Beishang menyeringai dan segera dengan mudah tahu bahwa Chu Linfei telah mengetahui tentang Iblis Pemakan Jiwa.


"Kamu pikir, dengan mengalahkan ku kamu bisa melawannya ? " Tanya Lin Beishang dengan merendahkan.


"Dulu, aku berpikir bahwa kamu sedikit lebih pintar darinya. Tidak menyangka bahwa kamu sebenarnya jauh lebih bodoh darinya, dia bahkan bisa menyembunyikan pasukannya tepat dibawah hidungmu. Mudah terhasut oleh kata kata santai, kamu adalah orang tanpa harapan. " Ucap Lin Beishang dengan angkuh dan kejam.


Wajah Chu Linfei tampaknya memucat kalau mendengar kata kata ini dan berubah menjadi hijau seolah olah baru saja menelan kotoran.


"Apa yang kau tahu tentang itu ?! Kau pikir, dari siapa adikku mempelajari keterampilan itu jika bukan dariku ?" Tanya Chu Linfei berusaha untuk memprtaahank harga dirinya.


"Percuma, tidak perduli seberapa banyak kamu berkata kata , itu semua akan menjadi hal yang sia sia !" Ucap Lin Beishang dengan meremehkan.


Lin Yue yang melihat adiknya merasa seolah olah tidak bisa menemukan adiknya dan menemukan bahwa adiknya terlalu banyak berubah.


Sementara disisi lain, diruang bawah tanah misterius milik Istana. Lin Beishang sedang duduk di depan Huo Fenghuang dengan mata yang terpejam dengan rapat.


Keduanya tampaknya sedang melakukan proses penyatuan kekuatan, pada saat itu maka Huo Fenghuang bisa menjadikan Lin Beishang sebagai wadah.


Lalu, siapa yang berada bersama dengan Lin Yue tadi ? Bukankah itu adalah 'Lin Beishang' ?


Salah besar ! Itu adalah Lan Xiang yang telah datang dan menyamar sebagai Lin Beishang atas perintah dadi Nonanya.


Lin Beishang yang sesungguhnya sedang melakukan hal penting ini, mereka tidak bisa lagi menunggu dan tidak akan pernah bisa lagi menunda hal ini.


Hanya ada 4 orang yang mengetahui hal ini, hal yang dilakukan dalam hitungan detik ini sangat alami sampai sampai hanya ada 4 orang yang mengetahuinya.


Orang yang tahu adalah Lan Xiang sendiri, lalu orang yang merencanakan, yaitu Lin Beishang, tentu saja.


Lalu, ada juga Bei Zhao yang mengetahui hal ini dan yang terakhir adalah orang yang paling tidak terduga, yaitu Yang Xin.


Lin Beishang telah memperkirakan ini semua ketika mendengarkan berita yang dibawa oleh Min Yi dan memperkirakan bahwa Chu Huli akan mengambil kesempatan, mereka tidak memiliki pilihan lain selain mempercepat kemajuan untuk Jiwa Phoenix yang terluka ini.


Sementara di dalam sini begitu sunyi dan penuh dengan ketenangan. Sementara diluar, darah telah tumpah dan keributan ada dimana mana.


Anak panah ditembakkan, baik dari pihak Lin Yue maupun dari pihak Chu Linfei, banyak pasukan musuh yang tumbang maka banyak juga pasukan mereka yang tumbang.


Lan Xiang telah menjaga dan beperang selama lebih dari 1 jam bahkan tatapannya menjadi lebih kabur.


Lan Xiang berujar pada dirinya sendir8 agar tidak mengecewakan kepercayaan yang diberikan oleh Nonanya.


Sampai akhirnya sudah lebih dari 2 jam dan tidak tahu berapa banyak musuh yang mati atau pasukan mereka yang mati.


Semuanya sudah menjadi kabur dan abu abu, Lan Xiang kehilangan keseimbangannya dan ditembus oleh panah.

__ADS_1


Lan Xiang terhuyung huyung ke belakang dan hampir jatuh dari atas benteng.


"Beishang !" Teriak Lin Yue dengan terkejut.


"Nona Lin, Nona sedang menjalankan rencana. Ucap Lan Xiang dengan lemah.


Lin Yue tidak bodoh dan ketika mendengar kata kata ini langsung terhenyak, tapi masih berusaha untuk menyelamatkan Lan Xiang.


"Awas !!" Teriak Lan Xiang ketika sebuah panah menuju Lin Yue.


Lan Xiang mendorong Lin Yue menjatuh dan panah lain menancap di punggungnya, darah mengalir dari sudut bibirnya dan tubuh Lan Xiang terjun bebas dari atas benteng.


"Nona, aku telah melakukan yang terbaik untukmu. Sayangnya tidak seperti yang kamu rencanakan, maafkan aku. " Gumam Lan Xiang dengan air mata yang menetes dan melihat Lin Yue yang meratap dari atas.


Lan Xiang memejamkan mata untuk menerima kematiannya, tapi hantaman yang keras tidak kunjung datang, justru memberikan kehangatan.


Lan Xiang membuka matanya dan menatap orang yang menangkapnya dari ketinggian, itu adalah orang yang sangat dibencinya tapi juga satu satunya orang yang telah menemaninya selama ini.


Yang Xin.


Yang Xin memeluk tubuh penuh darah Lan Xiang dan membawa Lan Xiang menuju tempat tabib yang sibuk.


"Bertahanlah, jangan sampai kehilangan kesadaran." Ucap Yang Xin dengan dingin tapi kekhawatiran bisa terdengar jelas di dalam suaranya.


"Apa pedulimu ? Bukankah kamu akan senang jika aku mati ?" Tanya Lan Xiang sambil tertawa pahit.


"Ha ha ha, itu sangat lucu, aku pikir kamu yang memiliki mulut gagak, bukan aku. Katakan padaku, apa yang menjadi alasanmu ?" Tanya Lan Xiang.


"Aku khawatir padamu ! Apakah kau puas ?" Tanya Yang Xin dengan kesal dan panik.


"Kau khawatir padaku ? Benar benar khawatir padaku ? Atau kau khawatir pada pemilik wajah ini ? Atau kau menganggap ku sebagai dia ? Aku bukan dia, aku adalah Lan Xiang. " Ucap Lan Xiang dengan keras kepala tapi terdengar kesakitan dalam suaranya.


Lan Xiang mendapat topeng wajah yang digunakannya yang menunjukkan wajah pucat dan penuh darah itu.


"Kau khawatir padaku karena aku menggunakan wajahnya, seandainya jika seperti ini maka apakah kau masih akan khawatir padaku ?" Tanya Lan Xiang dengan lemah tapi terdengar sinis.


"Hentikan usaha sia sia mu, aku tidak menganggap mu sebagai siapapun. Kamu adalah Lan Xiang dan tetap akan selalu menjadi Lan Xiang. " Ucap Yang Xin dengan tegas.


"Mendengarmu seperti ini bahkan membuatku merasa lebih buruk, kata katamu seperti kamu terlalu mengasihani ku. " Ucap Lan Xiang dengan putus asa.


"Sialan ! Aku tidak peduli lagi apakah itu khawatir karena ini atau itu ! Aku khawatir padamu, kamu ! Apakah aku kurang jelas ?!" Tanya Yang Xin sama putus asa nya.


Lan Xiang yang mendengar ini terdiam dan merasa bahwa dirinya telah salah mendengar, walaupun hubungan mereka tidak rukun belakangan ini.

__ADS_1


Tapi, Lan Xiang hanya merasa buruk jika berpikir bahwa Yang Xin mengkhawatirkan nya karena orang lain bahkan jika itu adalah Nonanya sendiri.


Lan Xiang tidak tahu perasaan macam apa ini, perasaan ini terlalu berat untuk dia tanggung dan dia berusaha untuk mengenyahkan nya.


Perlahan lahan, kesadaran Lan Xiang mulai kabur dan Yang Xin menatap pakaiannya sendiri yang telah basah oleh darah Lan Xiang.


Yang Xin menatap wajah Lan Xiang yang tampak sangat damai tapi juga tampak sangat menyedihkan.


"Sudah dua kali aku menjadi seorang pengecut yang tidak jelas, aku tidak ingin mengulangi nya untuk yang ketiga kalinya. Bangunlah, aku ingin mengatakan bahwa aku menyukaimu. Bahwa perasaan ku kali ini tidak mungkin berubah lagi, karena aku sadar bahkan jika aku melihat mu sedikit terluka maka aku akan menjadi sangat khawatir." Ucap Yang Xin dengan penuh kasih sayang.


Sementara disisi lain, posisi Lan Xiang digantikan oleh Bei Zhao, dengan berdirinya Bei Zhao disana maka pertahanan menjadi lebih kuat.


"Tuan Bei, kamu pasti tahu sesuatu tentang hal ini ?" Tanya Lin Yue sambil melawan musuh dengan terengah engah.


Ekspresi Bei Zhao masih tampak datar dan tidak terlihat antusias dengan topik yang ditanyakan oleh Lin Yue.


"Nona Lin, Beishang mengatakan bahwa situasi tidak akan terkendali sehingga tidak sempat mengatakan hal ini secara pribadi padamu. " Ucap Bei Zhao dengan singkat.


"Aku mengerti. " Ucap Lin Yue.


Keduanya bertarung dengan serius, cukup kompak tapi tidak saling berkomunikasi satu sama lain. Sampai akhirnya pasukan lain datang dengan kekuatan yang lebih mendominasi.


"Kalian semua berpesta disini dan tidak mengajakku, kakak kakakku yang baik. " Ucap Chu Huli dengan seringaian gilanya.


Chu Linfei yang sedang sibuk bertarung baru menyadari bahwa Bei Zhao telah menggantikan posisi ' Lin Beishang '.


"Adik sepupuku yang baik, bagaimana mungkin kamu tidak datang dan memeluk dage mu ?" Tanya Chu Linfei.


"Lalu , disini ada adikku yang baik, kenapa kamu tidak kemari dan memberi pelukan hangat penuh kasih sayang pada kakak mu ?" Tanya Chu Linfei pada Chu Huli.


Chu Huli dan Bei Zhao tidak pernah satu permikiran dan baru kali ini memiliki satu pemikiran, yaitu Chu Linfei benar benar tidak tahu malu.


Di belakang Chu Huli, ada seorang pria dengan wajah pucat pasi bahkan hampir tidak memiliki darah sama sekali di wajahnya.


Karena orang itu bukanlah orang yang hidup, melainkan Jiwa yang telah lama bertahan di tengah dunia ini.


Iblis Pemakan Jiwa


Mendengar namanya saja sudah akan membuat anak anak menangis tanpa henti dan membuat pria dewasa ketakutan sampai hilang kesadaran.


"Tampaknya kamu baik baik saja belakangan ini bahkan terlihat lebih baik. " Ucap Bei Zhao pada Chu Huli.


"Tentu saja, aku selalu menjadi orang yang baik dan penuh perhatian. " Ucap Chu Huli dengan senyum ramah.

__ADS_1


Pada saat itu, Lin Yue melihat banyak hal, mulai dari berbagai macam kepalsuan. Jika Beishang dan Bei Zhao tidak mengatakan ini, maka siapa yang akan mengira bahwa pria tampan dengan senyum ramah ini adalah dalang utama di balik semua bencana berdarah ini.


Lin Yue benar benar merasa bahwa selama ini dia adalah katak yang melihat langit dari dalam sumur.


__ADS_2